@rumah mino:
Anak kecil berwajah malaikat masih tertidur pulas di sebuah ranjang yang sangat besar sambil memeluk tubuh
seorang pria berbadan besar.
Dengan hati-hati pria tersebut bangkit dari tempatnya.
“omma..” suara lirih dari sang bocah.
Mino mengelus-elus kepala miki dengan kasih sayang. Kemudian dia berjalan ke meja belajarnya mengambil hp
nya .
Mino menekan beberapa nomor yang telah dihafalnya lalu mencoba tuk menghubunginya.
“hallo noona hye kyo, kapan anda akan mengambil miki? Saya tidak bisa menjaganya lebih lama lagi, saya harus
berangkat kuliah.” Mino mengomel-omel tanpa mendengar dulu penjelasan orang di seberang.
“saya bisa mengambilnya nanti sore. Saya harus menyelesaikan masalah dulu. Saya mohon pengertianmu mino’a.”
Suara hye kyo terdengar memohon.
“ok. Nanti sore. Kutunggu di depan kampus.” Mino mengalah.
“terima kasih mino’a kau mau menjaga miki.” hye kyo menjawab.
“ok, bye.”mino menutup telfonnya secara sepihak.
Mino memasuki kamar mandi untuk bersiap-siap.
30 menit kemudian mino sudah berpenampilan rapih, memakai kemeja dan celana bahan berwarna hitam.
“ahjussi mau kemana?” miki terbangun dan melihat penampilan mino yang sudah rapih.
“ahjussi mau pergi kuliah, miki mau ikut?”mino tersenyum manis ke miki.
“miki ikut...” miki berdiri di atas ranjang sambil berloncat-loncat.
“ya sudah, miki mandi dulu ayo.” Mino mengajak miki masuk ke dalam kamar mandi.
15 menit kemudian:
Miki sudah berpakaian rapih, memakai kaos berwarna hitam dengan gambar doraemon dan memakai celana
panjang hitam.
Sekarang mino dan miki sudah seperti pasangan duet yang sangat kompak. Model rambut miki dirubah sama
seperti mino.
mereka berdua berkaca dan bergaya bagaikan model. Kemudian mereka juga tertawa bersama-sama.
“ayo miki kita berangkat! sarapan diluar saja ok. “ mino menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya.
“ok.” Miki menirukan gaya mino.
Mino mengambil tas jinjingnya di atas meja belajar dan menggendong miki menuruni anak tangga menuju mobil
yang terparkir di garasi .
Mino mendudukkan miki di bangku sebelahnya dan memakaikan sabuk pengaman.
Mino juga melakukan hal yang sama pada dirinya dan memulai menyalakan mesin mobil, kemudian menjalankan
mobilnya. Namun mobilnya dihalangi oleh jun ki. Mino membuka jendela mobilnya dan dihampiri oleh jun ki.
“mino’a, jangan bawa miki, aku dengar ayahnya selalu mencoba merebut miki dari tangan hye kyo. Kalau kau yang
menjaga miki, nanti kau yang akan kena masalah.” Jun ki memperingati mino.
“mwo? lalu, bagaimana? Apa aku harus memberikan padamu hyung?” mino bertanya ragu-ragu.
“eitsss.....” jun ki menyilangkan kedua jari telunjuknya.
“arasso.. saya akan hati-hati menjaganya.” Mino berbicara ketus.
“ok. Hati-hati.” Jun ki menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya.
Mino menutup jendela mobil dan menjalankan mobilnya.
@kantin kampus:
“ahjussi, aku mau tambah susunya.” Miki meminta ke mino.
“agssi, saya minta segelas susu putih hangat satu.” Mino meminta ke seorang pelayan.
Seorang wanita cantik yang diidam-idamkan mino datang dengan seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan kim
bum.
“selamat pagi mino’a.” Hye sun menyapa mino dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
“pagi hye sun.” Mino membalas sapaan hye sun.
“ehem..” kim bum berdehem.
“oh iya, ayo kita makan oppa.” Hye sun duduk di meja yang sama dengan mino.
“kenapa disini?” kim bum mencoba memprotes.
“wae? Biasanya aku selalu makan bersama dengan mino.” Hye sun mencoba mengelak.
“ok.”kim bum duduk di samping hye sun dan berhadapan dengan mino.
“ahjussi.. noona cantik.” Miki tertawa cekikikan sambil menarik-narik kemeja mino.
“ck.. anak ini.”mino menggoyangkan kepalanya pelan.
“mino’a, dia siapa? Manis sekali.” Hye sun tersenyum ke miki.
“ahjussi.. dia tersenyum padaku.” Miki terlihat malu-malu menundukkan kepalanya.
“bocah..” mino mengacak-acak rambut miki.
“ya... ahjussi...” miki sedikit marah dan merapikan tata rambutnya.
“dia anak temannya jun ki hyung.” Mino menjelaskan ke mino.
“siapa namanya?” mino bertanya pada mino, namun sebelum di jawab oleh mino malah miki memperkenalkan
dirinya sendiri.
“hallo.. perkenalkan, nama saya miki. Noona siapa?” terlihat senyum di wajah bocah kecil ini.
“wah.. pintar sekali.. saya hye sun.” Hye sun tersenyum pada miki.
“pelayan!!” kim bum memanggil pelayan.
Seorang pelayan menghampiri meja kim bum, mino dan hye sun.
“saya pesan roti dan susu hangat dua.” Kim bum memesan.
Tak lama pesanan mino tadi sampai.
Miki menarik lengan mino agar mendekat. “ahjussi... pria itu kenapa bisa dengan noona cantik ini?” miki berbisik
pada mino.
Mino hanya tersenyum mendengar pertanyaan miki. “ya.. kenapa ahjussi tidak menjawab.” Miki mulai ngambek.
“hal itu seharusnya kau tanyakan saja pada dia sendiri.” Mino tersenyum ringan.
“wae ? “ Hye sun ingin tahu apa yang terjadi ,namun kim bum melirik hye sun dengan tatapan tajam.
“miane.” Hye sun tersenyum ke kim bum.
Makanan yang di pesan kim bum telah datang diantar oleh seorang pelayan.
Kim bum segera mungkin menghabiskan makanannya.
“ya.. oppa.. makannya pelan-pelan saja.” Hye sun mencegah bum agar tidak terlalu cepat mengunyah makanannya.
Dengan mulut masih terisi penuh makanan kim bum langsung meninggalkan hye sun.
“ya.. oppa kenapa pergi??” hye sun bingung dengan kelakuan kim bum.
“tenang saja hye sun. Mungkin oppamu itu sakit perut.” Mino sedikit terkekeh.
“oh.. mungkin saja.” Hye sun sedikit khawatir dengan keadaan kim bum.