Co cast
JANG HANG SEONG as Minho’s Grandfather

LEE KI WOO as Joo Bin

CHAPTER 4“APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!!” jerit Daniel.
Wartawan hyung yang berdiri dibelakang Daniel, sontak terkejut. Ia kini melihat “sang cassanova” mencium seorang gadis yang tidak lain adalah adik dari pengusaha Goo Daniel. Tanpa sepengetahuan siapapun wartawan itu diam- diam “mengabadikan” kejadian itu dengan kamera kecil yang ada didalam tasnya.
“ini…akan jadi berita yang…besar” bisiknya dalam hati.
Minho dengan segera melepaskan ciumannya pada Hye Sun.
“o…oppa…” hye sun memanggil Daniel, dengan suaranya yang parau, dengan nafasnya yang tersengal dan memburu.
Daniel berdiri dengan tegap dihadapan hye sun dan minho. Ia mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarahnya. Dirinya kini bagaikan bara api, karena menahan rasa marah itu…..
“apa yang…kulihat ini…hye….? Tanya Daniel dengan suara parau
“o..oppa…ini….ini….”hye sun merasa sangat gugup….tubuhnya gemetar…
Lady Park yang mengetahui kedatangan suaminya segera bersembunyi diantara pohon- pohon kecil yang ada di taman itu. Daniel juga sama sekali tidak menyadari keberadaan isterinya di tempat itu, karena kini ia hanya terfokus atas apa yang ia lihat dihadapannya saat ini.
Daniel perlahan melangkahkan kakinya kearah hye sun yang terlihat pucat. Tubuh gadis itu gemetar, matanya memerah, karena menangis…. Hye sun merasa dunia ini akan berakhir baginya….
“apa aku…membesarkanmu untuk menjadi seorang wanita liar!!!” Jerit daniel
Mata bulat hye sun seketika terbelalak lebar. ia sangat terkejut mendengar kata- kata itu, keluar dari mulut Daniel kakaknya.
Kini Daniel dengan segera mengarahkan pandangannya ke arah lelaki yang berdiri beberapa langkah dibelakang adiknya. Kemudian tanpa basa- basi dengan cepat, Daniel melayangkan epalan tangannya tanpa berkata apapun mencoba memukul lelaki itu….tapi…dengan cepat pula…minho menangkas pukulan itu dengan tangannya.
Jantung Daniel berdetak cepat….karena amarahnya…..kini tangannya berada dalam genggaman minho. Mata mereka saling memandang, dengan tatapan tajam.
“jangan pernah lakukan itu…!!” tukas minho dingin “apa…kau merasa marah…Mr.Goo?” Tanya minho.
“kau tidak berhak melakukan hal itu pada ADIKKU!!!” Daniel mengeluarkan suaranya yang terdengar seperti jeritan.
“kenapa ??? bukankah adikmu…berhak dengan siapapun ia ingin berciuman”
“kau!!!” Daniel berusaha menyerang minho lagi dengan mengerahkan seluruh tenaga yang ia miliki.
“oppa…oppa….hentikan!!!!” jerit hye sun
Dengan cepat hye sun melerai perkelahian yang hampir terjadi. Hye sun memeluk tubuh Daniel, tetapi Daniel menatap gadis itu dengan tatapan yang dingin. Tatapan yang belum pernah hye sun rasakan dan alami sebagai adik kesayangan Goo Daniel..
Wartawan hyung yang melihat kejadian itu, mengambil kesempatan untuk segera “mundur” meninggalkan tempat itu. Ia tidak mau berita utamanya gagal karena Daniel ataupun lee min ho mengetahui bahwa ia telah “mengabadikan” kejadian itu secara diam- diam.
“apa kau membelanya…hah!!!” tukas Daniel dengan kasar.
Hye sun menangis mendengar bentakan keras yang belum pernah Daniel lakukan padanya.
“oppa….” Lirih hye sun
Lady Park hanya diam di dalam “persembunyiannya”. Ia merasa tidak harus keluar, karena kini ia merasa bahwa ia telah berada di posisi yang aman, meskipun ia tidak yakin akan hal itu. Sedangkan minho berdiri dengan wajah arogan, dan tidak bersalahnya. Daniel memandang lelaki itu dengan wajah geram. Ia merasa ingin membunuh lelaki itu. Ia merasakan dadanya terasa semakin sesak…
“anda…..sudah sangat kelewatan Mr. Lee” tukas Daniel dingin.
Dengan kasar Daniel segera menarik tangan hye sun dan meninggalkan tempat itu. Hye sun merasakan sakit….dipergelangan tangannya….tapi…ia merasa hatinya…hatinya yang lebih tersakiti kini, hingga membuat air mata hye sun perlahan mengalir…
Minho memandang mereka dengan tatapan yang dingin, hingga hilang dari pandangannya. Beberapa saat setelah “kepergian” mereka, park si yeon keluar dari tempat “persembunyiannya”. Perlahan ia melangkahkan kakinya, namun melewati minho yang berdiri sambil tersenyum dingin…
“kau ….takut bukan….” Tanya minho sinis
Lady park menghentikan langkahnya. Dan membalikkan pandangannya ke arah minho.
“kita…akan membicarakan hal ini…nanti” tukas Lady park dengan nada parau.
Dengan cepat Wanita itu meninggalkan minho sendiri sembari menatap sinis. Minho menyeringai, sembari sesekali menyeka bibirnya. Ia bisa melihat jelas ketakutan Park si yeon, dan Entah mengapa itu sangat membuatnya merasa senang.
“aku yakin, ini…akan menjadi permainan yang sangat menarik” bisik minho sambil menyunggingkan senyumnya….
-----------------------------------------------------
Lady Park menghampiri Daniel diiringi dengan wajah tanpa “dosanya”
“sayang…apa yang terjadi….” Tanya Lady Park.
Daniel hanya diam dan mendorong tubuh mungil hye sun kedalam mobil. Kemudian menutup pintu mobil itu. Hye sun terlihat menangis sejadi- jadinya, sambil menatap wajah Park Si Yeon, wajah wanita tanpa rasa bersalah itu. Hye sun berusaha menjelaskan tentang apa yang telah terjadi….tapi mengapa….mulutnya seolah- olah terkunci….ia…bingung harus memulai dari mana.
Dari belakang mobil , sebuah mobil lagi berhenti dan dengan cepat Daniel membukakan pintu mobil untuk isterinya, membiarkan wanita itu masuk diikuti dirinya. Beberapa saat kemudian, Kedua mobil itu melesat cepat, berlalu meninggalkan pesta…..
Minho menyusuri koridor…..ia perlahan berjalan menuju ruangan pesta. semua gadis kini menatapnya…..dengan segera ia
mengeluarkan senyumnya lagi. Senyuman yang sangat menggoda, kini…pesona yang memudar beberapa saat itu…. telah kembali.
“Mr. lee…..anda dari…mana….sejak tadi aku tidak melihat anda? ” Tanya Mr.Kim
“kupikir…anda meninggalkan pesta ini” tukas lelaki itu lagi
“bagaimana bisa… aku meninggalkan pesta ini, tanpa berpamitan padamu terlebih dahulu Mr.Kim” balas Minho
Kemudian lelaki separuh baya itu tersenyum….
“aku memiliki beberapa urusan penting” jelas minho
“Bagaimana…?…..apakah kini urusan itu telah selesai?” tanyanya lagi
“hampir…..hampir selesai Mr. Kim” balas minho sambil tersenyum
Minho menatap Dae Haa yang berada disamping ayahnya sambil tersenyum.
“bolehkah…aku berdansa dengan puteri anda Mr.Kim?” Tanya minho.
Dae haa segera menjawabnya sebelum ayahnya mengizinkan gadis itu untuk berdansa
“tentu…dengan senang hati Mr.Lee” tukas Dae Haa sambil tersenyum.
“a…apa….apa yang kau katakan sayang”
“tidak…tidak mungkin hye sun melakukan itu “ tukas Lady Park
“aku berharap begitu….tapi….aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, mereka berciuman. Dan….hye sun seperti gadis liar dalam pelukan lelaki itu”
Suara Daniel terdengar gemetar saat menjelaskan semua pada isterinya.
“sudahlah sayang…tenangkan dirimu….” Tukas lady park lembut
Daniel terlihat sangat kacau, ia tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
“aku gagal…..aku telah gagal…!!!” tukas Daniel pada isterinya.
Di mobil yang berbeda, Hye sun tidak henti- hentinya menangis…..sang supir hanya mampu memandang wajah gadis malang itu dari kaca spion mobil. Hye sun merasa tenggorokannya terasa pekat,…berkali- kali ia memukul dadanya untuk menahan rasa sakit yang kini ia rasakan. Entah apa yang dipikirkan Daniel padanya….entah apa yang akan terjadi…..tapi satu hal yang pasti….daniel membencinya…..
-------------------------------------
Kediaman Lee
Sudah hampir pukul satu malam…..
Namun….minho tetap duduk dengan tenang di depan perapian, sambil menikmati segelas Champagne. Perlahan ia meminum champagne itu…..sambil mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
Kejadian yang mungkin akan sulit ia lupakan…. Ia teringat saat mencium Park si yeon, yang sama sekali tidak menolak ciuman itu. Ia bisa merasakan…..Bahwa wanita itu masih menginginkannya…..bahkan menginginkannya lebih….
Kemudian ia tersenyum sambil menggigit kecil bibir bawahnya…saat ia teringat ciuman yang ia berikan pada gadis itu….ciuman yang liar dan bergairah….
Minho bahkan bisa merasakan detak jantung gadis itu di dadanya…karena begitu eratnya saat ia memeluk tubuh mungil gadis itu.
Sempat terpikir dalam benaknya, mengapa ia lakukan hal itu pada hye sun, gadis polos itu. entah mengapa, saat ia melihat gadis itu marah dan menghinanya dengan kata- kata kasar,…. Saat itu juga ia ingin mencium bibir itu… bibir mungilnya yang indah….
Saat mencium bibir gadis itu, mengapa…minho juga merasakan sensasi yang berbeda, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, dari gadis- gadis lain, ciuman yang indah….lebih dari sekedar ”bercinta” …
Kemudian ia teringat lagi akan kemarahan Daniel, padanya dan gadis itu. Ia sempat menyesalkan mengapa Daniel tidak melihatnya saat mencium Park Si Yeon, bukan melihatnya saat mencium gadis polos itu. pasti akan lebih menarik lagi…. Bisiknya dalam hati.
PARK SI YEON……sambil menghela nafasnya ia menyebut nama wanita itu…..
“yoena…..aku….aku tidak bisa hadir malam ini, ada urusan penting….mungkin…..sepulangku dari jepang kita akan merayakan ulang tahunmu bersama …ok”
“apa urusan…itu lebih penting….” Tanya gadis itu
“ne,,,,tapi,,,,aku janji….lusa aku akan kembali….”tukas minho
“ya…tidak apa- apa” balas gadis itu sambil tersenyum meskipun terdengar kekecewaan dari suara lembutnya
Minho menutup telpnya. Kemudian ia tersenyum kecil…
Ini pertama kalinya ia tidak merayakan ulang tahun Yoena. Tanpa kata maaf ataupun penyesalan, minho melewatkan begitu saja sambil menutup telponnya.
“apa yang kau lakukan, minho” tukas Mr.lee
“ah…kakek….”
Minho sedikit terkejut saat sang kakek menyapanya. Mr. Lee tanpa sepengetahuan minho sedari tadi mendengarkan pembicaraannya dengan Yoena.
“aku…ingin membuat kejutan kek” tukas minho sambil tersenyum kecil.
“kejutan,,,,” Tanya Mr Lee heran.
“ya…..kakek….aku…akan melamarnya Yoena malam ini” jawab minho dengan senyumnya yang bahagia.
Mr. Lee tersenyum….
“lalu….mengapa kau bilang pada Yoena, kau akan pergi ke jepang ?” Tanya Mr. Lee lagi
“aku hanya berpura- pura kek….aku ingin membuat kejutan yang belum pernah aku lakukan”
Mr. Lee tertawa mendengar ucapan cucunya.
“benarkah kau ingin..melamarnya” Tanya Mr. lee
“ya…..kek…..aku ingin…menjadikan dirinya milikku selamanya” tukas minho.
“apapun itu……aku merestuimu, cucuku”tukas Mr. Lee lagi, sambil tersenyum
Mr. Lee sangat mencintai Yoena yang telah ia anggap sebagai cucu kandungnya sendiri. Ia merasa bahagia saat mendengar bahwa minho akan melamar gadis itu, karena akan merasa tenang dirinya jika cucu satu- satunya memiliki pendamping hidup dan keturunan kelak. Sehingga ia dapat tenang jika ia meninggalkan dunia ini, meninggalkan minho….
“setelah kau melamarnya…..bawa dia kesini…ada sesuatu yang ingin aku berikan”
“iya…kek”
Minho kembali tersenyum. Matanya berbinar bahagia.
“ini….akan menjadi malam bersejarah untuk kita,Yoena” bisiknya dalam hati.
Malam itu….. salju turun ….dengan lebat….
Udara diluar….terasa….begitu dingin menusuk kulit……..
Tok….tok….tok…..
“kek….boleh aku masuk…???
“masuklah…” balas Mr.Lee
Minho mengenakan mantel hitamnya, menuju ruangan tidur Mr. Lee, kakeknya. Mr. lee duduk di sofa yang terletak di kamar yang berukuran luas sekali, sambil membaca buku Mao Zedong, pengarang favoritnya.
“kek…aku….akan pergi” ucap minho pada kakeknya.
Mr. Lee meletakkan bukunya diatas meja, dan tersenyum….
“pergilah…hati- hati…”
Minho melihat ada yang berbeda pada wajah lelaki tua itu. Wajahnya sangat pucat…..
“apa…kakek baik- baik saja? Tanya minho heran
“kenapa…..? tentu aku baik- baik saja”
“bawalah…..cucu menantuku kerumah ini” sambil tersenyum lelaki tua itu segera berdiri dari duduknya.
Ia memeluk tubuh minho perlahan
“kau….telah dewasa, cucuku dan….aku….bangga padamu”
Lelaki tua itu perlahan melepaskan pelukannya, ia menatap wajah minho….rona kebahagian jelas terpancar pada diri cucu tunggalnya itu.
“terima kasih kek…” balas minho.
Minho melangkahkan kakinya keluar dari kamar Mr. Lee. Kemudian mengarah kepintu utama dan segera menuju mobil mewah miliknya yang telah menunggu. Ajudan Lee membukakan pintu mobil untuknya.
“silahkan tuan”
“terima kasih, Ajudan lee” ucap minho sambil tersenyum
Mobil itu perlahan meninggalkan rumah kediaman keluarga lee. Minho sangat bahagia, ia tidak pernah melepaskan senyuman dari bibirnya. Minho menatap dari jendela mobilnya, salju turun dengan lebat….tapi tampak terlihat indah baginya….
minho juga sengaja tidak membawa bunga mawar…karena malam ini ia ingin menjadikan malam yang berbeda dari malam- malam sebelumnya…..
Ia mengambil sesuatu dari kantong mantelnya, dan mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu perlahan membukanya, sebuah cincin bertahtakan berlian yang sangat indah. “ini…akan jadi sesuatu yang indah untukmu Yoena” bisik minho dalam hati
Tidak lama kemudian, mobil minho berhenti didepan sebuah apartemen mewah. Ajudan lee dengan segera membukakan pintu mobil itu. Dengan rasa percaya diri dan keyakinan minho perlahan keluar dari mobilnya. Ia tersenyum pada pengawalnya itu.
“terima kasih ajudan Lee” tukas minho
“ pulanglah terlebih dahulu….” Tukas minho lagi
“kenapa tuan muda…..saya….dengan senang hati akan menunggu anda disini” balas Ajudan itu
“tidak….tidak…usah…mungkin…aku tidak akan pulang malam ini” ucap minho sambil tersenyum.
“baiklah kalau begitu tuan…”
Ajudan lee menundukkan kepalanya, tanda memberi hormat pada lelaki yang ada dihadapannya.
Minho perlahan melangkahkan kakinya menuju apartemen itu. Ajudan lee menatap tuan mudanya yang perlahan hilang dari pandangannya dengan senyuman.
Minho tiba didepan pintu apartment, kekasihnya. Nafasnya memburu karena ia sengaja berlari menuju apartment itu. Jantungnya berdetak dengan cepat, untuk pertama kalinya ia merasakan hal ini. Kini dipikirannya hanya terlintas wajah cantik Park Si Yeon.
Minho perlahan membuka pintu apartemen itu, ia sengaja datang secara diam- diam untuk memberikan kejutan kepada kekasihnya. Ia memiliki kunci apartemen yang dimiliki Park Si yeon, agar dapat lebih mudah masuk. Apartmen indah itu, juga sengaja dibelikan minho untuk wanita pujaaannya.
Minho melangkahkan kakinya perlahan…..ia melihat lampu menyala diruang tamu apartemen itu. Kemudian ia melangkahkan kakinya masuk sambil tersenyum.
“apakah…..dia sedang menangis di kamarnya karena ketidak datanganku” bisik minho sambil tersenyum kecil
Perlahan ia langkahkan kakinya menuju ruang kamar….dan…. membuka pintu ruang kamar itu….
Tapi senyumannya tiba- tiba perlahan menghilang….menjadi sebuah amarah, dan kebencian….kakinya seketika gemetar…..
“ini…untuk pertama kalinya kita merayakan ulang tahunmu bersama….” Tukas Joo bin lembut pada gadis yang berada disampingnya.
Mereka berdua duduk diatas sebuah sofa berwarna putih, sambil menikmati segelas champagne…..
“benar,,,,selama ini….aku selalu merayakan bersamanya dengan mawar,,,,music classic yang terkadang membuatku bosan” balas Yoena.
Lelaki itu tersenyum. Dan perlahan mencium leher Yoena dengan lembut
“mengapa kau bisa bertahan menjadi kekasih lelaki yang egois dan protektif seperti Lee Min Ho” Tanya joo bin dengan senyuman sedikit mengejek.
“entahlah…yang jelas….dia bisa memberikan apapun yang aku inginkan…” balasnya lagi
“benarkah,,,,aku bisa berikan itu juga padamu baby,,,,jadi…menurutku itu bukan alasan yang tepat, hmmm??
“entahlah…, aku….tidak mengerti tentang perasaanku. Terkadang…..aku ingin dia disisiku, tapi,,,terkadang aku juga merasa bosan luar biasa saat bersamanya….”
Joo bin tertawa kecil, ia terlihat sedikit heran mendengar penjelasan dari bibir park si yeon.
“kau ….hanya terobsesi pada lelaki itu.” Tukas joo bin
Park si yeon tertawa…..
“obsesi…ya…mungkin…..tapi…bisakah kita tidak membicarakan pria itu malam ini”
Tukasnya lembut,…dengan suara anak kecilnya….
“ia….telah membuatku kesal malam ini “ tukas Park si yeon lagi
Joo bin menatap mata gadis yang berada disampingnya….perlahan….ia mencium bibir gadis itu….dengan penuh gairah… begitu dalam…..dan menuntut…..
Mereka tidak sadar ada sepasang mata yang memandang mereka berdua. Mata itu terlihat penuh amarah,…dan ……kebencian
Minho segera membuka pintu itu lebar- lebar….
“kini…..aku sadar….siapa dirimu sebenarnya Park Si Yeon” tukas minho dengan suara yang parau
Park si yeon dan joo bin yang mendengar suara dari pintu kamar merasa terkejut Dan melepaskan ciuman mereka . Park si yeon merasa mengenal suara itu dengan baik. Itu….suara Lee Min Ho …kekasihnya….
Park si yeon segera berdiri dari duduknya, ia menatap wajah minho dengan gugup dan rasa takut…..ia berdiri tapi…..kenapa kakinya terasa gemetar….
“lee….min…ho” tukas Park si yeon dengan suara yang gugup
“kenapa kau lakukan ini” minho berkata dengan suaranya yang terdengar parau
“ bersama…..sahabatku, MENGAPA!!!!!”
Joo bin beranjak dari duduknya…dan perlahan menuju kearah minho….
“minho…..aku…aku…akan jelaskan” lelaki itu berkata dengan suara yang gugup.
Namun, sebelum Joo bin mencoba menjelaskan semua itu. Sebuah pukulan melayang kearah wajahnya, membuat ….lelaki itu terjatuh kelantai….darah segar terlihat mengalir dari pinggir bibirnya….
Mata Park si yeon terbelalak….karena rasa terkejutnya …..
“aku……tidak mengenal lagi kalian berdua…..dan…tidak…..tidak akan…memaafkan kalian”suara minho terdengar parau…..dadanya terasa sakit…..membuat ia merasa sulit untuk bernafas…
Minho perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. air matanya tiba- tiba mengalir…..kekecewaan terlukis jelas dari wajah pria malang itu…. Minho….merasa rapuh….
Park si yeon mencoba menahan dengan menarik lengan lelaki itu…..
“minho…tolong….tolong….maafkan aku”
Minho hanya diam seribu bahasa. Jikalau pun ia membunuh mereka berdua, hatinya pun tidak akan pernah bisa terobati dari pengkhianatan ini.
“lepaskan…lepaskan….tanganmu!!!!” dengan kasar minho melepaskan genggaman wanita yang dicintainya itu.
Park si yeon berlutut sambil memeluk kaki minho…..memohon….
“mianhe…..mianhe….”isak Park si yeon
Minho terdiam….kakinya berhenti melangkah …..tapi…pandangannya tetap mengarah kedepan tanpa melihat dan memperdulikan Park si yeon yang berlutut di kakinya….
“aku….aku mencintaimu…minho” lirih gadis itu…
“maafkan aku….beri aku….satu..kesempatan lagi….”lirihnya
Minho tersenyum tipis…..
“benarkah….???”
“kalau begitu….hatimu…akan terasa sakit saat ini ….kerena aku tidak mencintaimu lagi”
Minho melangkahkan kakinya menuju lift….dan perlahan meninggalkan apartemen itu…meninggalkan park si yeon yang menangis diujung koridor…..meninggalkan wanita…wanita yang sangat dicintainya……..
Tok…tok…tok….suara pintu diketuk...
Minho terbangun dari tidurnya….. karena merasa lelah, ia tanpa sadar tertidur di atas kursi miliknya.
“ya….masuk” tukas minho dengan suaranya yang masih terdengar lelah…
“maaf saya…mengganggu tuan” tukas ajudan lee
“saya kira…anda ada di kamar anda….ternyata…anda ada disini”
“ya….aku tertidur disini….aku sangat lelah sehingga….tidak sadar bahwa aku berada diruangan ini “ balas minho
Ajudan Lee tersenyum…..
“ada apa….?” Tukas minho
“tuan….ada masalah penting…..”
Ajudan lee segera memberikan sebuah Koran kepada minho…
Perlahan minho membuka Koran itu, dan ia terpana melihat gambar dirinya mencium seorang gadis, yang tidak lain adalah adik dari Goo Daniel.
SCANDAL BESAR SANG CASSANOVA DAN ADIK PENGUSAHA GOO DANIEL
--------------------------------------------
Hye sun duduk disebuah kursi yang ada di dekat jendela kamarnya. Pikirannya menerawang, matanya terlihat sembab karena menangis semalaman memikirkan apa yang telah terjadi.
Sepulangnya dari pesta semalam Daniel tidak berkata apapun padanya. Ia segera memasuki kamarnya tanpa membahas kejadian dipesta itu. Begitu juga dengan Lady Park yang selalu berada disisi suaminya, untuk menghibur suaminya atau….untuk menghindari hye sun mendekati suaminya???
Hye sun merasa dadanya semakin sesak, ia ingin menceritakan segala yang terjadi malam itu. Kejadian yang sebenarnya. Pengkhianatan sang kakak ipar, dan pelecehan yang dilakukan lee min ho padanya. Hye sun merasa muak jika teringat kejadian itu. Kejadian saat minho menciumnya secara paksa, liar dan menyakitkan.
Hye sun selalu menyentuh bibirnya sambil menangis jika teringat kejadian memalukan itu. Tiba- tiba terdengar suara pintu kamarnya yang dibuka. Hye sun mengarahkan pandangannya menuju pintu. Disana terlihat seorang wanita berdiri dengan mengenakan pakaian berwarna hitam, tapi masih jelas terlihat keanggunannya.
“boleh aku masuk ?”Tanya wanita itu dengan suara yang terdengar dingin.
Lady Park melangkahkan kakinya dan perlahan menghampiri hye sun, yang juga segera berdiri dari duduknya saat Lady Park menghampiri.
“untuk apa kau kesini…untuk membujukku agar tidak memberitahukan kakakku..apa yang terjadi…?” Tanya hye sun ketus
Lady park tersenyum dingin.
“apa…yang akan kau beritahukan pada Daniel, huh?”
“bahwa aku berciuman dengan Lee minho?” ucapnya sinis
Kembali ia melepaskan tawanya….
“apa…..Dia akan…percaya, princess?”
“jika kau mengatakannya…..mungkin dia akan semakin membencimu” tukas wanita itu lagi.
Hye sun memandang wajah Lady Park dengan penuh kebencian.
“aku yakin…dia akan percaya” balas hye sun
“come on….hye…..dia melihat kalian berciuman dengan LIAR….dan kau akan menuduh wanita yang dicintainya, apa kau gila?”
Hye sun tidak dapat membendung air matanya lagi. Dia merasa telah dijebak…
“kalian merencanakan semua ini?” Tanya hye sun
“tidak….tentu saja tidak….ini…hanya keberuntungan besar bagiku” balas Lady park dengan angkuh.
Lady park perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. Sambil memandang air mata hye sun yang terus mengalir…
“jangan menangis hye…..aku…belum menjelaskan kenapa aku menemuimu”
Wajah hye sun segera berubah. Ia menatap lagi wanita yang ada dihadapannya kini.
“Daniel….kakakmu …sekarang sedang berada dikantor pribadinya… ia memanggilmu..”
Hye sun terkejut mendengar ucapan Lady Park..
“apa….oppa…..memanggilku?” tukas hye sun
Hye sun segera melangkahkan kaki keluar dari kamar sambil menyeka air matanya . namun, langkahnya terhenti…
“ kuharap….kau bisa menjaga mulutmu…..demi kebaikan kita semua….”tukas Lady park
Hye sun membalikkan pandangannya….ia menatap kearah Lady park sambil berfikir sampai kapan wanita itu terus menyakitinya.
Namun..hye sun tetap melangkahkan kakinya…meski saat ini…dadanya terasa begitu sesak….
Hye sun kini tiba didepan pintu kantor kakaknya, perlahan ia menghampiri Daniel yang sedang duduk diruang kerjanya. Lelaki itu sengaja tidak bekerja hari itu, tubuhnya terasa lemas dan pikiran nya yang kacau karena kejadian tadi malam.
Dan pagi ini, ia semakin terguncang melihat pemberitaan di beberapa media tentang scandal besar yang terjadi antara adiknya dan Lee min ho. Daniel menggenggam erat Koran itu….dapat terlihat jelas amarahnya kini, amarah yang coba ia redam …sejak tadi malam….
“o…oppa…” hye sun memanggil kakaknya dengan suara yang gugup.
Daniel hanya diam, tanpa mengeluarkan satu kata patah katapun.
“mi…mianhe, oppa…” hye sun kembali menangis. Suaranya memecahkan kesunyian pagi itu.
“apa…..kau menyukainya…menyukai lelaki itu….?” Tanya Daniel dengan suaranya yang terdengar parau
“ne…?? tidak….oppa….aku bahkan tidak mengenalnya….aku…”
“benarkah….lalu…..ciuman itu….apa dia memaksamu melakukannya ?” tukas Daniel dingin
Daniel sama sekali tidak menatap wajah gadis itu saat bicara. Hye sun yang saat ini menunduk sambil meneteskan air matanya..
“ya…itu….karena…”tiba- tiba Daniel melempar Koran yang ada digenggamannya kelantai.
“lihat….lihatlah princess… kau ada dihalaman utama pagi ini” lirihnya
Hye sun terkejut, dan perlahan mengambil Koran yang dimaksud kakaknya. Benar….kini dia ada dihalaman utama, wajahnya terlihat jelas disana, ia dan lelaki itu.. berciuman!
Air matanya semakin deras…..entah kenapa berat hatinya untuk menjelaskan semua….
“o…ppa….aku akan jelaskan….aku…
“cukup!!!!...semua tidak perlu kau jelaskan”
Daniel berdiri dari kursinya. Wajahnya penuh dengan amarah yang besar. Ia merasa ingin memukul gadis yang ada dihadapannya. Tapi…ia berusaha terus menahan rasa itu.
“kau..membuatku malu….hye sun, kau.. mencoreng wajahku !!!...’”
“apa…yang tidak pernah aku berikan padamu, hye…..hingga kau tega melakukan hal ini, berciuman dengan pria scandal itu!!!! KAU!!!...”
Belum lagi menyelesaikan kalimatnya, tiba- tiba lelaki itu memegang dadanya. Dadanya tiba- tiba terasa sesak,…begitu sesak…hingga membuat tubuhnya jatuh kelantai.
OPPA!!!! Jerit hye sun
Lady park yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka sontak terkejut, dan segera memasuki ruang kantor suaminya
“sayang…..apa…apa yang terjadi!!!!” ia memeluk tubuh Daniel yang telah tergolek lemas dilantai
Daniel hanya diam….tubuhnya dingin…. Bulir- bulir keringat menetes didahinya….
Hye sun berusaha membangunkan kakaknya…menyebut nama Daniel sambil mengguncang tubuhnya…
“oppa….oppa….tidak…!!!!” jeritnya.
END CHAPTER
mian ya kalo jelekkkk
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
moga ga bosen bacanya versi long chap
![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)
ditunggu komennya ![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
« Last Edit: December 06, 2012, 10:49:28 am by hye sun »

Logged