Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11216 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #120 on: January 18, 2011, 09:48:55 am »
“saya tidak mau tau. Pokoknya wanita itu harus segera kau temukan. Bawa anak nya kepada saya.
SECEPATNYA!!!!” seorang pria berpenampilan rapih dan berwajah tampan menyandarkan tubuhnya di kursi
kebanggaannya dan melempar telefon genggamnya di atas meja kerjanya.

Tok..tok.tok.. “terdengar suara ketukan dari luar.”

“masuk.” Pria ini masih bersantai di singgahsananya.

Cklek..” pintu terbuka, dan terlihat seorang wanita cantik memasuki ruangan itu.”

“ permisi mr.isac , dimana saya harus menaruh document ini?” seorang sekertaris memegang banyak tumpukan
file.

“taruh saja di meja. Saya akan memeriksanya nanti.” Dengan santai mr.isac menyuruh sekertaris ini.

“permisi tuan.” Sekertaris itu keluar dengan sopan.



BRAKKK.... “suara meja yang di pukul dengan cukup keras oleh isac.”



“semua sial....semua tak ada yang beres... tinggal mengambil  dari wanita saja tidak becus.” Isac mengomel-ngomel
sendiri.

Mr.isac menutup wajah dengan kedua tangannya, kemudian sedikit memijat keningnya.

 “hye kyo... aku kan sudah bilang kita bisa bersama... kenapa kau terlalu keras kepala.. aku kan keluar negeri untuk
mengurusi pekerjaan. Kenapa pernikahanku jadi hancur seperti ini.” Mr.isac mengacak-acak rambutnya sehingga
dia terlihat berantakan.

Derrrtt...derrrt...derrrt... “suara getaran hand phon di atas meja.

Dengan cepat isac mengangkat telfonnya.

“hallo... hye kyo... kau dimana? Kita harus bicarakan semua ini dengan baik-baik. Kita bisa merawat anak kita
bersama-sama. “ suara memohon dari mr.isac.

“miane isac, saya yang terlalu egois, selalu ingin kau ada disamping saya. Kalau kamu masih benar-benar
mengharapkanku, aku menunggumu di danau kenangan kita. Nanti sore jam 4. Kalau kau telat, tandanya hubungan
kita memang sudah harus berakhir.” Setelah berbicara, dari seberang hubungan terputus.

“ya... hye kyo..hye kyo..” isac mencoba memanggil, namun percuma, semua sia-sia, karena sambungan telah
terputus.

“nanti sore kan ada rapat penting.” Isac menepuk dahinya.

“SIAL.....” isac melempar file-file di atas meja.



@kampus:

“Hye sun, kau harus selalu disampingku.” Kim bum merangkul hye sun sambil berjalan menyusuri koridor.

“ya.. sungguh memalukan. Kau juga tau kelemahanku. Aku juga gak bakal kabur dari kamu. Kamu lebih tau itu
semua dari aku.” Hye sun berbicara ketus.

“hahaha.. tentu saja karena aku paling tampan kan.” Kim bum mencolek dagu hye sun.

“ne.. semua yang kau bilang. NE,.. OPPA..”hye sun menekankan nada suaranya.

“anak pintar...” kim bum tersenyum sambil mengelus rambut panjang hye sun.

Dari kejauhan terlihat mino yang sedang tertawa riang dengan seorang bocah , dan seorang pria.

“oppa, jalan duluan keparkiran, nanti saya menyusul.”hye sun melepaskan rangkulan kim bum dari tubuhnya.

“wae?” kim bum bertanya heran.

“buku saya ada yang tertinggal.” Hye sun tersenyum paksa.

“ya sudah, jangan lama-lama.” Kim bum melihat dengan tatapan sedikit curiga.

Hye sun berjalan menghampiri mino yang ternyata sedang berbincang dengan jung hoon.

“hye sun.. ada angin apa kau kemari.”jung hoon langsung bangkit dari tempat duduknya dan merapikan pakaiannya.

“tidak apa, tadi hanya sekedar lewat.” Hye sun tersenyum ringan.

“ahjussi, aku mau pulang dengan noona.” Miki menghampiri hye sun .

“ya... kau pulang dengan ahjussi..” mino mencoba menarik tangan miki.

Namun miki berlindung di balik tubuh hye sun.

“miane hye sun’a.. dia memang sedang manja kalau tidak ada omma-nya.” Mino tertawa ringan.

“anyi.. aku senang dengan dia, emmm.. bagaimana kalau miki main dirumahku dulu, nanti akan ku antar
kerumahmu.” Hye sun memberikan ide.

“miane hye sun, bukannya tidak boleh..” mino sedikit tidak enak.

“omma-nya sudah akan menjemputnya. Sekali lagi miane hye sun.” Terlihat pancaran wajah kecewa dari hye sun.

“tidak apa, lain kali juga bisa.” Hye sun merendahkan tubuhnya untuk menyeimbangkan dengan miki.

“miki.. kita main lain kali saja ya..” hye sun mengelus kepala miki lembut.

Miki hanya terdiam tanpa reaksi.

“mino’a, jung hoon’a aku pulang dulu ya.”hye sun tersenyum.

“oh.. hati-hati hye sun.”mino dan jung hoon bergantian memberi salam ke hye sun.

Hye sun sudah meninggalkan halaman taman.

Miki menarik-narik celana mino.

“wae?” mino bertanya

“ahjussi tidak pandai memberi harapan.” Miki menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan.

“memang begitulah saya.”mino mencoba tuk tersenyum.

“ah.. ahjussi payah.” Miki melipat kedua tangannya seperti orang dewasa.

“bocah..” mino mengacak-acak rambut miki, dan tertu saja dengan wajah cemberut miki merapikan kembali tatanan
rambutnya.

@depan kampus:

“gomawo mino’a sudah menjaga miki.” Hye kyo menundukan kepalanya.

“tidak apa noona.” Mino tersenyum ringan.

“saya permisi pulang. Maaf sudah merepotkan.” Hye kyo menundukkan kepalanya.

“apa tidak bareng saja noona?” mino mencoba menawarkan tumpangan.

“tidak perlu, saya malah merepotkanmu. Salam saja buat jun ki.” Hye kyo tersenyum.

“oh.. ne..” mino tersenyum.

Hye kyo pergi menjauh meninggalkan mino.

“hah.. aku pergi ke rumah hye sun saja.” Mino memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.



Tingtong.....tingtong... (suara bel rumah hye sun)

Cklek... (pintu terbuka)

“mino’a. Ayo silakan masuk” hye sun mempersilakan mino masuk ke dalam rumah.

“kau sendiri dirumah ?” mino mengikuti langkah hye sun.

“ne.. appa dan omma sibuk dengan bisnis. Kan kita sama mino’a.” Hye sun terkekeh.

“hye sun.. cucianmu biasanya banyak.. bagaimana kalau kita mencuci baju saja.” Mino memberi ide.

“aihh.. masa tamu mencucikan baju tuan rumah.” Hye sun terkekeh.

“ah.. biarkan saja lah.. ayo...” mino menarik tangan hye sun menuju ruang belakang.



Tersedia bak besar yang berisi selimut dan pakaian kotor yang lainnya.

“ya... kenapa semuanya dikeluarkan.” Hye sun terheran-heran.

“kamu itu ya... kalau punya banyak yang kotor jangan di tumpuk!” mino menceramahi hye sun.

“arasso..” hye sun menyerah.

“ayo cepat injak-injak..” mino memasuki bak besar yang dipenuhi dengan sabun.

Hye sun mengikuti cara mino. Sekarang mereka berdua bersenang-senang berdua.. tanpa ada pengganggu.

Di sela-sela keasikan bermain, hye sun terlilit kain sehingga sedikit oleng tubuhnya, namun untung saja ada mino,
hye sun di pegangi bagaikan seorang putri. Masih dalam posisi mino menahan hye sun, kemudian karena suasana
yang memungkinkan, mino terus mendekatkan wajahnya sehingga menempel pada bibir hye sun.

Hye sun menerimanya tanpa ada perlawanan sama sekali.

Mino mulai menjauhkan wajahnya dengan hye sun.

“hye sun, sebenarnya aku sudah tak bisa menahan perasaanku lagi. Aku benar-benar sangat menyukaimu. Aku
sudah penah mengatakannya dulu, tapi kau selalu menghindar.

Aku mau jawaban pastimu sekarang.” Mino memegang bahu hye sun.

“aku...” hye sun menundukkan kepalanya.

“apa?kau mau menolakku? Kalau kau menolak aku, lebih baik aku pergi ke swedia.” Mino membuang mukanya.

“huft.. ini yang aku tak mau, kamu selalu mau menjauh kalau jawabannya tidak sesuai harapan” hye sun menghela
nafas.

“gimana?” mino menanyakan ke hye sun.

Hye sun menganggukkan kepalanya.

Mino tersenyum-senyum penuh arti.

“ayo cepat bilas cuciannya, di jemur lalu kita jalan.” Mino secepat mungkin melakukan semua pekerjaan cuci
mencuci.

Hanya dalam 30 menit,cucian yang menggunung sudah terjemur rapih ditempatnya.

“wah... sudah selesai...” mino bangga melihat hasil kerjanya.

Hye sun hanya terbengong-bengong kagum melihat pekerjaan mino.

“ayo.. cepat kita pergi.” Mino menarik tangan hye sun.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..