sebagai permintaan maafnya, gw beri spoiler sdkt deh
Spoiler ...
Sinar mentari mulai menguning, menyorotkan kelembutan dan kehangatan. Minho menjatuhkan pandangan ke pemandangan bukit di kejauhan sana. Yuri masih berada dalam rangkulannya. Sedangkan Hyesun, perlahan-lahan menyandarkan kepalanya ke pundak Minho.
Minho meliriknya. “Indah ya?”
Hyesun mengangguk. “Ne .. “ Suaranya keluar berupa desahan.
Setelah itu sunyi. Mereka hanyut dalam ciptaan Tuhan yang maha besar. Mr. Lee berada di belakang mereka. Mengamati mereka dengan seksama, kemudian dia tersenyum. Kangsan yang bermaksud menarik lengan Minho, segera ditariknya kembali.
“Mau apa?” bisiknya halus.
Kangsan berpaling padanya. “Main sama appa .. ,” jawab anak itu dengan ekspresi kocak.
Mr. Lee mengeleng. “Jangan! Biarkan saja appa dan omma begitu.” Sahutnya, masih sambil berbisik. “San ingin bermain?!”
“Ne!” sahut Kangsan.
“Kalau begitu, biar haraboji yang temanin .. “ Kemudian pria paruh baya itu membawa Kangsan ke tengah lapangan dan main bola bersama.