Author Topic: *Dreaming of Boys Before Flowers** i'm backk n updateee^___^  (Read 12668 times)

Offline miss_princess

  • Junior
  • **
  • Posts: 141
    • View Profile
Re: *Dreaming of Boys Before Flowers**
« Reply #30 on: January 24, 2011, 02:47:49 am »
»» Sebulan selanjutnya.

Tiga hari menjelang pernikahanya,junpyo terlihat sangat gelisah dan bertampang sangat kusut. Sahabatnya F3 pun tidak mengerti mengapa junpyo seperti itu.

Yi jeong: " ya junpyo..ada apa dengan dirimu,mengapa terlihat begitu gelisah, ada apa dengan mu, apakah kau membuat masalah lagi dengan geum jandi"

Jp: "hoohh... Tidak.. Aku sama sekali tidak membuat masalah dengan,, kami baik-baik saja.."

Woobin:" lalu mengapa wajahmu terlihat sangat kusut.. Aaahh  aku. Tau mengapa kau terlihat sangat pusing seperti ini, kau pasti sedang memikirkan bagaimana caranya melakukan malam pertama,, ya kan goo junpyo.. Hahah"

Jihoo dan yi jeoung pun ikut tertawa bersama.

" YAA. JANGAN TERTAWA,, APA KALIAN SEMUA INGIN MATI. AHH" muka junpyo pun sangat merah karena menahan malu.

Jihoo mencoba menahan tawa dengan setengah mati dan mencoba bertanya yang serius dengan junpyo
"O.k.. O.k..
Junpyo ya ada apa dengan mu kau ada masalah dengan jandi, ceritalah kepada kami,kami akan membantu mu.."

JP:" ntah lah aku bingung dengan jandi akhir-akhir ini, mengapa dia berubah begitu drastis."

"Maksud mu.." Tanya jihoo yang heran.

"Selama persiapan pernikahan ini kami selalu saja  berbeda pendapat dan dia pun selalu tidak mau kalah dengan ku,,
 tapi. Ntah mengapa beberapa hari  ini jandi terlihat sangat manis, dan dia selalu menurut dengan apa perkataan ku.." Keluh junpyo

Yijeoung:" yaa bukan kah itu kabar baik"

"Ahhh..  Aku lebih suka geum jandi yang dulu, justru dengan dia bersikap  begitu manis malah membuat ku takut" tampang junpyo sangat putus asa.

"Ck.ck ck kalian memang pasangan yang aneh" wobin kembali meledek junpyo.tapi  Kali ini junpyo hanya menghela nafas dalAm-dalam.


»» Ditoko es cream

Jandi dan gaeul sedang asik menikmati es cream yang mereka pesan.hari ini  gaeul tidak bekerja dan jandi juga meminta dia untuk menemaninya..

"Oohh,, Jandi ya ada apa denganmu,, mengapa kau terlihat sangat aneh"gaeul sangat heran dengan kelakuan jandi yang dari tadi hanya diam saja sejak pertama mereka bertemu tadi.

"Oohh,,  aku tidak kenapa-napa kok,"jawab jandi

Gaeul : "lalu mengapa kau dari tadi hanya diam saja,apa kau sakit jandi,lebih kau kedokter saja"

JD:" oohh tidak gaeul,aku baik-baik saja, aku hanya merasa bingung dengan diriku sendiri,,
 mengapa belakangan ini aku selalu bersikap manis di depan junpyo,dan juga aku selalu menerima apa pun pendapatnya,padahal di hatiku tidak setuju, oohhh aku sangatt bingung.."

Gaeul: "ha..ha.ha yaa bukan kah itu kabar baik,,
masa kalian mau  bertengkar terus,, lagipula sebentar lagi kalian kan akan menikah.."

JD: " kau benar gaeul, masa aku dan junpyo harus bertengkar terus, he..he he"


Saat perjalan menuju ke rumah,tiba-tiba jandi  terkejut melihat junpyo yang mondar-mandir di depan rumah jandi. Agak sedikit berlari ke arah junpyo

JD: "Junpyo yaa,, mengapa kau ada disini, menggapa kau tidak masuk, udara sangat dingin tau,,"

Jp: "yaa kau dari mana saja,, malam-malam begini baru pulang, lalu mengapa handphonemu juga tidak aktif,, bikin khawatir saja,, uhh"

JD: "ohh.,, seharian ini aku abis jalan-jalan bersama gaeul saking asiknya kami sampai lupa waktu.,, dan masalah hp tadi sore baterai handphone ku habis ,,
 miane joungmal miane junpyo telah membuat khawatir,," jandi langsung memeluk junpyo karena merasa bersalah.

JP: "Sudahlah jandi kau tidak perlu menyesal seperti itu,, lebih baik kau sekarang masuk dan tidur bukan kah besok kita akan berangkat ke pulau metra untuk pernikahan kita."

JD: " baiklah,,
Oohh,, kau tidak ingin masuk dulu ,,untuk menghangatkan dirimu,, dari  tadi kan  kau berada di luar,,"

JP:" ooo tidak usah,sudah malam,,lagi pula dengan pelukan ini tubuh ku  kembali hangat jandi -shi"

Junpyo memasang tampang jailnya dan membuat wajah jandi seperti kepiting rebus.
Perlahan junpyo mendekatkan wajahnya ke wajah jandi, Lalu junpyo pun mendaratkan sebuah ciuman hangat di bibir jandi dengan sangat lembut.

Setelah melepaskan ciumannya,, junpyo mengantar jandi sampai depan pintu rumahnya

Jp: " sekarang kau harus tidur ya,, aku pulang dulu ya sayang,,"

Lalu junpyo berjalan kedalam mobilnya dan melambaikan tanggannya.


>>> Pulau Metra <<<

Semua orang terlihat sangat sibuk dengan kegiatannya masing-masing untuk mempersiapkan pernikahan junpyo dan jandi.
Mereka tidak ingin ada sedikit pun hal yang tersisa dan cacat.

Di kamar jandi

"Yaa oemma bisa kita hentikan ini,, aku sudah merasa sangat bosan,," jandi merengek agar dia tidak disuruh mencoba gaun pengantin selanjutnya.
Eomma jandi,dan eomma junpyo sudah berapa kali menyuruh jandi untuk mencoba gaun pengantin. Mereka belum menemukan gaun pengantin yang pas untuk jandi.

"O.k jandi kami akan menghentikan ini setelah kau mencoba gaun yang ini, ini adalah gaun sewaktu eomma menikah dengan appa mu.."
"Mungkin kau akan terlihat cantik dengan gaun ini.." Tawar oemma jandi dan menyuruh untuk segera mengenakan gaun itu..



>>> Hari Pernikahan <<<

Semua undangan sudah berada di tempat duduknya masing-masing..
Mereka menanti kedatangan dua mempelai pengantin.

"Junpyo hayolah kita keluar, para undangan sudah menanti dirimu,," ajak yi jeoung..

JP: " aahhh mengapa diriku sangat gugup"

Jihoo: " yaa tenanglah junpyo,, bukankah ini yang kau nantikan selama ini"

Jp:" Nee,, kau benar jihoo,, hayolah junpyo hwaiting"
Dia mencoba menyemanati dirinya sendiri agar tidak gugup.
F3 hanya bisa mengelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya ini..

Saat menuju keluar pintu. Tiba-tiba Goo joon hee  datang.dan menjitak junpyo

"Ya junpyo apa yang kau lakukan didalam,, jandi sudah menunggu mu dari tadi"goo joonhee terlihat sangat kesal.

"Yaa nonna, mengapa kau menjitak ku,, ini kan hari spesial ku,,"protes junpyo sambil mengelus kepalanya yang sakit.

"Kalo begitu cepatlah kau keluar,,"joon hee pun keluar dari ruang tersebut.


' Mempelai pengantin pria memasuki ruangan'

Junpyo berjalan sangat tampan dengan tuxedo putih, tapi sebenarnya hatinya berdegug sangat kencang. Semua mata tertuju padanya.

"Mempelai pengantin wanita memasuki ruangan"

Jandi terlihat sangat anggun dengan gaun pengantin selutut dan kerudung putih yang menutupi wajahnya,, di tanggan kirinya bergandengan dengan appanya sedangkan tanggannya memegang sebuket mawar putih yang senada dengan warna gaun yang dia kenakan.

"JunpyO,, jagalah jandiku dengan baik" nasihat appa saat memberikan tangan jandi yang berada digenggamannya kepada junpyo.

Akhirnya mereka berdua berada di altar dan berada tepat berdiri dihadapan pendeta..
Dan pendeta pun mulai dengan ceramahnya..

"Apakah kamu , Goo Jun pyo bersedia menerima geum jandi menjadi istri anda, dalam keadaan apapun??"

JP : " Neee.. Ssaa..sa..saya bersedia"
Junpyo terlihat sangat gugup.

"Apakah kamu, Geum Jandi bersedia menerima Goo junpyo menjadi suami anda, dalam keadaan apapun??"

JD : " nee saya bersedia"

Jawaban jandi pun sangat mantap tanpa ragu.

"Mulai hari ini saya nyatakan,kalian telah sah menjadi suami istri"
" Dan kamu Goo junpyo, bisa segera mencium istrimu"

Deg-deg jantung junpyo terdengar saat mendekati wajah jandi,
JD:"Yaa cepatlahh,, aku ingin acara ini cepat selesai"
Bisik jandi pada junpyo,agar junpyo cepat menciumnya..

Alunan musik dan sorak gembira dari para undangan pun memenuhi seisi ruangan tersebut.