Author Topic: MY SUNSHINE ---> HIATUS  (Read 18131 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Chapter 6

Hampir setengah jam jarak yang harus ditempuh Joon Hyun untuk pulang ke rumahnya setelah mengantar Ji Won pulang, Joon Hyun tidak bisa membuang ingatannya tentang gadis itu. Saat pertama kali Joon Hyun melihatnya di cafeteria, saat gadis itu tersenyum dengan manisnya dan saat usaha Joon Hyun menolong gadis itu yang awalnya dikira Joon Hyun ingin melakukan percobaan bunuh diri, semuanya terulang seperti putaran film yang terus berputar di kepalanya, bahkan Joon Hyun pun tersenyum geli jika mengingat saat dia bergulat dengan gadis itu yang menuduhnya ingin memperkosanya, ….. tapi yang paling berkesan buat Joon Hyun saat gadis itu akhirnya bisa berbicara lembut padanya setelah ibunya menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi. Dan ucapan gadis itu saat meminta maaf padanya pun terkesan tulus. “Ya Tuhan!!!, Ji Won, Ji Won,….kau benar-benar membuatku seperti orang gila”, gumam Joon Hyun dalam hatinya.


Akhirnya Joon Hyun pun tiba dirumahnya dan setelah memakirkan motornya di halaman rumahnya, joon Hyun pun memasuki rumahnya dengan segala kelelahan yang menyelimutinya.
“Aku Pulang!!”, ujar Joon Hyun sembari meletakkan helmnya di kursi dan kemudian duduk di kursi panjang dan meletakkan sepasang kaki panjangnya ke atas meja sambil menutup kedua matanya dan mengambil nafas dalam-dalam,..........” Shin Ji Won, mmmmm nama yang sangat bagus sesuai dengan wajahmu yang cantik. Oh Tuhan, dia memiliki sepasang bola mata yang indah dan bibirnya”, …..guman Joon Hyun sambil menggigit bibir bawahnya dan memejamkan kedua matanya. “mungkinkah, mungkinkah aku jatuh cinta padanya?”, ucap joon hyun dalam batinnya.



Sementara itu dikediaman Han Residence

“Ryu Jin, kenapa tadi kau bilang kalau aku ini adalah kekasihmu?", gerutu Ji Won kesal sambil menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar.



“Waeyo??, tidak masalahkan jika pria tadi mengira kalau  kita adalah sepasang kekasih?, tukas Ryu Jin kesal dan duduk disamping Ji Won.



“Asal kau tahu Ji Won sayang, aku tidak menyukai pria itu, entahlah aku seperti mencium gelagat tidak baik dari dirinya.Kau lihat saja,.. bagaimana cara dia memandangmu,.. seperti akan memakanmu saja. Dan aku tidak suka itu", ujar Ryu jin sambil mencubit pipi Ji Won dan langsung bangkit dari tempat dia duduk.

Setelah berjalan sekitar dua langkah Ryu Jin berbalik lagi ke arah ji Won yang masih saja cemberut.”Dengarkan aku!, aku hanya ingin melindungimu seperti saat aku berusaha melindungimu ah bukan memperingatkanmu tentang Kyung Hun. Dulu kau tidak mau mendengarkan aku dan lihat dia meninggalkanmu begitu saja saat dia mengetahui mengenai kondisi kesehatanmu dan sekarang muncul lagi pria asing tadi dan aku yakin dia juga termasuk dalam daftar laki-laki yang mempunyai maksud buruk terhadapmu", tukas Ryu jin  sambil berlutut dihadapan Ji Won dan mengambil kedua tangan gadis itu serta berkata :” Aku sangat menyayangimu dan aku tidak mau melihatmu terluka lagi. Shin Ji Won! dengarkan aku baik-baik. Hanya aku yang tulus menyayangimu, hanya aku yang bisa melindungimu, HANYA AKU, tidak ada yang lain”.

Mendengar perkataan Ryu jin hanya bisa membuat Ji Won terdiam dan berusaha untuk mencerna setiap perkataan yang dilontarkan terhadapnya.

Keesokan paginya,…saat sedang sarapan……
“Ji Won-aa, jam 1 siang kau ada janji dengan Dr. Min untuk melakukan terapimu, tapi kakak tidak bisa menemanimu, ujar Ji yoon menyesal.

“Aku saja Noona, tukas Ryu Jin yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka dan langsung mengambil tempat duduk disebelah  Ji Won. “Kebetulan hari ini aku tidak ada mata kuliah,jadi aku bisa menemani Ji Won ke rumah sakit, sahut Ryu Jin lagi sambil mengedipkan matanya ke arah Ji Won.


“Arata, jadi Eonnie tidak perlu khawatir karena ada Ryu Jin yang akan menemanimu,” tukas Ji Yoon tersenyum. Tetapi Ji Won hanya diam mematung dan malas untuk berargumen dengan Ryu jin di pagi hari.

@SHINWA RESORT

“Pagi semuanya, ujar Joon Hyun bersemangat menyapa rekan kerjanya.


Sedangkan yang diberi salam hanya menggut-manggut membalas salam dari Joon Hyun dengan sedikit keheranan dalam pikiran mereka, karena Joon Hyun tampak berbeda dari biasanya dan terlihat sangat bersemangat.

“Sepertinya teman kita ini sedang jatuh cinta, ujar Il Woo yang berdiri disamping Joon Hyun dan memegang bahu temannya itu dan Joon Hyun hanya bisa tersenyum manis .
Sudah ,..sudah jangan bergosip terus. Ayo kita mulai bekerja. Nanti jika Pak Bong muncul dan mendapati kita semua sedang mengobrol pasti kita semua akan habis dimakinya, ujar Joon Hyun sambil bersiap untuk melakukan pekerjaannya. Dan merekapun bubar dan mulai melakukan pekerjaan mereka masing masing.

&&&&

“tululut,….tululut,…. Ponsel Ryu Jin bordering nyaring, tapi si pemilik ponsel enggan untuk mengangkatnya, tapi setelah ponsel tersebut bordering terus dan membuat Ji Won memaksa Ryu Jin untuk menerima panggilan tersebut.

“siapa tahu penting”, tukas Ji Won sambil menyodorkan ponselnya ke arah Ryu Jin.
Dengan tampang kesal Ryu Jin pun menerima telepon tersebut. “Yoboseo Soo Hee-aa!”, ujar Ryu Jin ketus sambil memasang headset untuk mempermudah percakapannya dengan Soo Hee supaya tidak mengganggu konsentrasinya menyetir.

“Ryu jin-aa, hari ini kau harus masuk kuliah, karena ada ujian mendadak dari Mr. Kim dan semua mahasiswa harus mengikutinya jika tidak maka dipastikan kita semua tidak akan lulus untuk mata kuliah Mr Kim. Kau tahukan bagaimana Mr kim itu, dia tidak pernah mau menerima alasan apapun dari mahasiswanya bahkan disaat hari ini yang memang tidak ada mata kuliah dari dia, huffff,”..sahut Soo Hee kesal.

“ne, araso!, aku akan segera ke kampus”, tukas Ryu Jin kesal dan langsung melirik kearah Ji Won . “

Miane Ji Won-aa,…sepertinya kau harus ke rumah sakit sendiri karena aku harus segera ke kampus untuk mengikuti ujian dari Mr. Kim, tukas Ryu Jin kesal.

“tidak apa-apa, Ryu Jin-aa. Aku bisa ke rumah sakit sendiri dan kau sebaiknya cepat ke kampus. Mr Kim itu kan terkenal killer. Tapi kau bisa mengantarku sampai depan rumah sakit kan, karena disini susah sekali mencari TAXI", sahut Ji Won lagi.

“Okay, aku drop sampai di gerbang rumah sakit, tapi ingat setelah kau selesai terapi kau harus langsung pulang yach, tukas Ryu Jin lagi sambil mengelus lembut kepala Ji Won.,. “OK”, sahut Ji Won tersenyum.

@ Soul Hospital

“Annyeong Dr. Min!”, sapa Ji Won saat memasuki ruangan Dr Min Suk Gi.


“Annyeong,Ji Won-ssi. Mari silahkan duduk, jawab Dr Min .


“Kau kelihatan segar sekali , apa kau menuruti nasehatku agashi?, Tanya Dr Min dan disambut anggukan oleh Ji Won.

“Ji Won-ssi mari ikut aku ke ruang lab,aku harus memeriksa darahmu lagi”, tukas Dr Min.
 
Bau rumah sakit yang menyengat sampai ke lorong lorong rumah sakit membuat ji Won sedikit bergidik, langkahnya terhenti tepat di depan ruang lab tersebut. Dr Min yang melihat ketakutan Ji Won langsung mengambil tangan gadis itu dan menepuknya lembut dan meyakinkannya kalau semuanya akan baik-baik saja.

“duduklah di atas ranjang itu Agashi, dan aku janji semuanya akan baik-baik saja. Kau percaya padaku kan?", tukas Dr Min sambil tersenyum dan berjalan mengambil sebuah jarum suntik dari bagian rak-rak yang penuh dengan alat-alat kedokteran .

“ini hanya akan sakit sedikit, tukas Dr Min lagi dan Ji Won hanya bisa pasrah saat jarum suntik itu memasuki kulitnya dan mengambil sedikit darahnya untuk di tes ulang.

“sambil menunggu hasil tesnya sebaiknya kita lakukan terapi dulu untuk mengurangi penyebaran kankernya", tukas Dr Min yang sudah mengganti pakaian putihnya dengan pakaian serba hijau dan juga sarung tangan serta masker dan Dr Min pun didampingi oleh asistennya . sedangkan Ji Won yang sudah berganti pakaian dengan pakaian rumah sakit dan kepala yang terbungkus dan terbaring di ranjang rumah sakit tersebut sesekali memejamkan matanya, serta berdoa untuk menghilangkan ketegangan dan ketakutan yang menghinggapinya.



Dr. Min yang melihat ketegangan Ji Won menggenggam tangan gadis itu lagi dan berbisik lembut di telinganya “ tenanglah Ji Won-ssi, aku akan melakukannya dengan hati-hati dan pejamkan matamu jika kau merasa kesakitan , okay”. Ji Won hanya menggangguk  dan terapi pun dimulai selama hampir 30 menit. Ji won berusaha untuk menahan rasa sakit saat jarum-jarum suntik itu mulai memasuki kulitnya dan hanya air mata yang keluar dari sisi kedua matanya. Ingin rasanya Ji Won berteriak dan memanggil Mama dan Papa nya , tapi saat pesan Dr. Min terngiang-ngiang kembali ditelinganya Ji Won mengurungkan niatnya. “ aku harus kuat, aku harus kuat, Shin Ji Won Hwaiting!!!!” gumam Ji Won dalam batinnya.

Hampir setengah jam Ji Won melakukan terapinya dan tampak sekali dari raut wajahnya jika Ji Won sangat kelelahan.

“ini baru terapi pertamamu Ji Won-ssi, aku harap kedepannya kau lebih menyiapkan mentalmu dan semoga semuanya berbuah hasil yang baik", ujar Dr Min pada Ji Won sambil menyerahkan beberapa resep obat yang harus diminumnya secara teratur.

“Ne, Algaeseumnida!”. Aku pasti akan meminumnya dengan teratur. Dokter Min, boleh aku bertanya lagi, jika suatu saat aku mendapatkan pendonornya mungkinkah aku akan sembuh total?, tanya Ji Won ragu-ragu.

“tentu saja Ji Won-ssi, kau pasti sembuh, tapi aku harus jujur padamu , walaupun kau mendapatkan pendonornya tetapi kecil kemungkinan jika hasilnya cocok denganmu, miane jika aku mengatakan hal ini, tapi kau harus tahu dan mempersiapkan segala bentuk kemungkinan, araso?”, tukas Dr Min.

“Gwenchana Dokter, aku sudah siap dengan segala kemungkinan itu, setidaknya aku sudah berjuang bukan untuk hidupku”, jawab Ji Won mantap dengan senyum yang tersungging dibibirnya walaupun didalam hatinya terasa sangat menyesakkan.
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&

Setelah hampir 20 menit TAXI yang ditumpangi Ji Won berjalan tanpa arah, Ji Won memutuskan untuk ke Resort menemui kakaknya , karena jika harus langsung pulang ke rumah pastinya akan merasa bosan, karena Ji Won hanya seorang diri di rumah.

“yoboseyo, !”, seru Ji Won menyapa seseorang di sebrang sana.
“Mwoya!!, kau mau ke resort. Aisshhh kau ini, selalu saja membuat Eonni cemas, tukas Ji yoon panic .
“Eonni, tidak senangkah kau dijenguk adiknya, hehhh tukas Ji Won lagi .

“Eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!, teriak Ji Won yang langsung menghambur masuk ke sebuah ruangan dimana Ji Yoon sedang mematung karena terkejut melihat kedatangan adiknya yang sudah ada di hadapannya.
“Eonni, aku rindu padamu, tukas Ji Won lagi sambil memeluk kakak tersayangnya.

“Yaaa, kau ini manja sekali. Dan Ryu Jin??, Odi-e??, Tanya Ji Yoon yang  tidak melihat keberadaan Ryu Jin disamping adiknya.

“Ryu Jin ada ujian dari dosen killernya jadi dia harus dating ke kampus jadi hari ini aku hanya seorang diri, tukas Ji Won yang langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa .
“Mwo?, kau sendiri ke rumah sakit melakukan terapi?, tukas Ji Yoon cemas yang langsung menghampiri Ji Won yang masih duduk di sofa.

“Gwenchana?, apa ada yang sakit?, hah,…ucap Ji yoon cemas sambil memriksa tubuh Ji Won jikalau adiknya itu merasakan kesakitan.

“I’m okay Eonni, jangan terlalu cemas. Mmm aku lapar, eonni mau temani aku makan siang di cafeteria?, Tanya Ji Won yang mulai beranjak dari posisi duduknya.

“miane, eonni ada janji dengan klien jadi tidak bisa menemanimu makan siang dongsaeng, sesal Ji yoon.
“ya sudah, miane jika mengganggu waktu kerja eonni, aku mau ke cafeteria dulu, perutku dari tadi berisik terus minta diisi", tukas Ji Won dan langsung berlalu dari ruang kerja kakaknya.


“Joon Hyun-ssi!”teriak Pak Bong yang melihat kedatangan Joon Hyun disekitar cafeteria.
“Ne, ada yang bisa saya bantu Pak Bong, tukas Joon Hyun yang masih dengan nafas yang terengah-engah karena berlari saat akan menghampiri atasannya itu.

“apa yang kau lakukan disini, hah, tukas Pak Bong geram sambil berkacak pinggang.
“tentu saja makan siang pak. Apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Joon Hyun
“kau tunda dulu makan siangmu. Dan ikut denganku!, perintah Pak Bong ,…Paliiiiiiii, teriaknya lagi.
“Ausshhhh, orang ini benar-benar ingin menyiksaku. Perutku lapar sekali!!, gerutu Joon Hyun dan berjalan mengikuti Pak Bong.

“Oppa!!!!!!!!!!, Joon Hyun Oppa!!!, teriak seseorang yang berjalan cepat menghampiri Joon Hyun.

“Joon Hyun Oppa!!!!, teriaknya lagi dan membuat Joon Hyun mau tidak mau memalingkan wajahnya kea rah sumber suara itu.
Dan betapa terkejutnya Joon hyun saat melihat wajah bidadarinya muncul dihadapannya dan memanggilnya “Oppa”!, sahut Joon Hyun heran.

“Oppa!!!, kita bertemu lagi rupanya. Bagaimana kabarmu?” Tanya Ji Won dengan senyum yang mengembang dibibirnya.

“Aku,..aku baik, jawab joon Hyun yang masih tidak percaya dengan kehadiran Ji Won dihadapannya.
Pak Bong yang merasa pertanyaannya tidak dijawab oleh Joon Hyun merasa kesal dan berbalik untuk memaki bawahannya itu, tapi apa yang terjadi si korban rupanya tidak mengikutinya ,…di malah asyik berbicara dengan seorang gadis. Merasa diremehkan Pak Bong berjalan kearah tempat Joon Hyun berdiri dan siap-siap untuk memakinya.

“Apa yang sedang Oppa lakukan disini?, apa Oppa menginap di resort ini?, Tanya Ji Won tidak sabaran.
“Aku,……,,,  “Lee Joon Hyun!!!!, apa yang sedang kau lakukan disini, tadi akukan menyuruhmu untuk mengikutiku tapi kau malah berdiam diri disini, kau pikir aku ini apa?, hah, hardik Pak Bong kesal.

“Annyeong Pak Bong!, sapa Ji Won ramah sambil menundukkan sedikit badannya.

“Annyeong Agashi!!...Omo Shin Agashi, Mianata saya tidak melihat kehadiran anda disini.

Apa bawahanku ini mengganggu Agashi atau dia membuat kesalahan?, Tanya pak Bong lagi sambil bersiap-siap untuk menghardik Joon Hyun lagi.

“Anhi, Pak Bong-ssi, Oppa tidak membuat kesalahan, jawab Ji Won cepat.

“Oppa?”, sahut pak Bong heran dengan panggilan nona mudanya terhadap Joon Hyun.
“Oppa, aku lapar sekali. Ayo temani aku makan siang, ajak Ji Won sambil melingkarkan tangannya dilengan Joon Hyun dan menariknya untuk mengikutinya.

“Ah, Pak Bong-ssi, lain kali jangan membentak bawahanmu di depan tamu. Itu sangat tidak sopan dan tidak beretika. Arata!, tukas Ji Won lagi dan melanjutkan langkah kakinya sedangkan Joon Hyun hanya mengulum senyumnya dengan sikap Pak Bong yang mati kutu.
********************************************************************************************************

Ji Won masih membolak balik buku menu yang dari tadi dipegangnya, sedangkan Joon Hyun tidak pernah melepaskan pandangannya sedikitpun terhadap gadis yang duduk di depannya ini.

Sedang tersenyum, sedang marah bahkan tanpa ekpresi, Ji won benar-benar sangat cantik bahkan lebih cantik dari pertemuan kami yang pertama, hehehhh.

“Oppa, mau makan apa?, mau aku pesankan?, Tanya Ji Won yang akhirnya membuyarkan lamunan Joon Hyun.
“ter,.. terserah kau saja Agashi, jawab Joon Hyun yang tersadar dari lamunannya.
“okay, kalau begitu aku pesan 1 porsi kepiting lada hitam, 1 porsi bulgogi dengan kimchi dan minumnya aku pesan orange juice saja. Komawo, tukas Ji Won pada pelayan tersebut.

“Ne, silahkan ditunggu pesanannya agashi, jawab pelayan tersebut beranjak meninggalkan mereka berdua..


“Agashi!", ujar Joon Hyun lagi.
“Agashi?, ah,..panggil aku Ji Won saja, okay. Bukankah kita sudah berteman?", tukas Ji Won sambil menggenggam punggung tangan Joon Hyun.

Apa yang sedang aku lakukan? kenapa saat didekatnya aku selalu bertindak spontan, dulu saat dengan kyung hun mana berani aku memegang tangannya di perkenalan pertama kami. Mudah-mudahan Joon Hyun tidak memandang negative tentang diriku”

Lama mereka saling berdiam diri dengan posisi yang masih sama, Ji Won yang masih memegang punggung tangan Joon hyun sedangkan Joon hyun yang masih terpesona dengan semua aktivitas Ji Won.

“ Ehhm, ehhm,ehhm, Joo Hyun berdeham untuk mencairkan suasana dan membuat Ji Won melepaskan genggamannya.
“panas sekali cuaca hari ini , bukan begitu Ji Won-ssi, ujar joon Hyun sambil meneguk habis minumannya.


“Oppa, tadi kau bilang padaku apa yang sedang Oppa lakukan disini?, Tanya Ji Won sambil mengambil segelas air putih dan meminumnya.

“Aku bekerja disini sebagai Front Liners, Receptionist,.., jawabnya.

“Mwo!! Receptionist!!, tapi bukannya kau bilang kalau kau ini lulusan manajemen bisnis, tapi kenapa kau jadi receptionist, tukas Ji Won bingung.

“karena saat aku melamar pekerjaan hanya ada posisi itu yang dibutuhkan. Lagipula aku tidak mempermasalahkannya sebab aku sangat membutuhkan pekerjaan, jawab Joon Hyun singkat.

Ji Won yang masih termangu dengan pernyataan Joon hyun mengurungkan kembali niatnya untuk bertanya jauh karena pesanan yang tadi dipesannya sudah datang dan aromanya benar-benar menggugah selera.

“mmmm, enak sekali aromanya, pasti makanan ini sangat lezat, ucap Ji Won sambil membasahi bibirnya dengan lidahnya dan membuat Joon hyun tersenyum melihat tingkah gadis dihadapannya ini.

“Oppa!!! Hati-hati makannya nanti kau bisa tersedak, ucap Ji Won khawatir melihat nafsu makan Joon Hyun yang besar .

“tenang saja, aku sangat lapar jadinya aku makan dengan cepat tapi kau tidak usah khawatir karena aku terbiasa makan cepat, jawab Joon hyun dengan makanan yang masih penuh dimulutnya.

Ji Won hanya tersenyum geli dan dengan reflek dia melap noda makanan yang ada disekitar bibir Joon Hyun dengan tissue dan membuat wajah Joon hyun bersemu merah dengan perlakuan Ji Won terhadapnya.

“nah begini kan lebih baik, tukas Ji Won dan langsung memulai menyantap makanannya.
Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata mulai memperhatikan mereka dengan rasa penasaran yang tinggi dan sebagian lagi merasa cemburu.

“Joon hyun benar-benar beruntung mendapat perhatian dari Nona Muda kita. Ya Tuhan!! Joon Hyun mimpi apa bisa akrab dengan Nn. Ji Won, ckkckkkkk,..ujar salah seorang rekan kerjanya.

“yyayaaa, sudahlah…jika kita lama-lama memperhatikan mereka, kita tidak akan cepat menyelesaikan makanan ini dan pastinya Pak Bong akan mengomeli kita habis-habisan dengan keterlambatan kita, Kacha, tukas Il Woo yangsudah menyelesaikan makan siangnya dan bersiap untuk kembali bekerja.

@ Han Residence
Ryu Jin menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Tubuhnya dan otaknya terasa lelah setelah seharian berkutat dengan mata kuliah pidana dan juga ujian yang menguras otaknya.

Ryu jin Nampak memijit-mijit dahinya guna menghilangakan rasa pusing yang menghinggapinya dan saat matanya mengarah jam yang terpasang dilengannya, Ryu Jin baru teringat dengan Ji Won.

“Ji Won,..kemana dia?... biasanya jam segini dia sudah duduk manis di depan TV, apa dia masih tidur dikamarnya?, ujar Ryu Jin dalam batinnya.

Dengan satu gerakan Ryu Jin bangkit dari posisi tidurnya dan melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju lantai 2 dimana kamar Ji Won berada.

Ketukan pertama tidak ada jawaban, bahkan sampai ketukan kelima masih belum ada sahutan dari penghuni kamar tersebut, tanpa ragu-ragu Ryu Jin pun memasuki kamar Ji Won dan ternyata tidak ada sosok Ji Won yang tertangkap oleh matanya.

“belum pulang?, Ji Won kemana?", gumam Ryu Jin dalam batinnya.
Belum sempat kakinya melangkah keluar dari kamar Ji Won, Ryu Jin menghentikan langkahnya saat terdengar derungan motor yang berhenti di halaman Han Residence dan melangkah cepat kearah jendela kamar Ji Won.



“komawo, sudah mau mengantarku pulang. Miane selalu merepotkanmu Oppa, ucap Ji Won.
“Ne, cheonmaneyo. Aku merasa senang bisa mengantarmu pulang ke rumah dengan selamat, hehe,..ujar Joon Hyun sambil terkekeh.

“Ji Won-ssi, boleh aku bertanya?",,…. ( Ji Won hanya menganggukkan kepalanya ),.
“kenapa kau memanggilku Oppa?", Tanya Joon Hyun polos.
“kau kan lebih tua dariku dan wajar saja bukan jika aku memanggilmu Oppa, jika memanggil nama rasanya kurang sopan. Apa kau tidak suka jika aku memanggilmu dengan sebutan Oppa?”, tanya Ji Won cemas.

“ahniyo, aku tidak masalah, aku malah suka kau memanggilku Oppa, heheh,.. tapi apa kekasihmu tidak marah jika mendengarmu memanggilku Oppa?", tanya Joon Hyun lagi.
“mmmm, menurutmu??, Tanya Ji Won lagi sambil mengulum senyumnya.
“oppa, aku masuk dulu yach. Sampai bertemu lagi. Annyeong”, ujar Ji Won sambil membungkukkan sedikit kepalanya dan berbalik menuju pintu masuk ke dalam rumahnya.

“Brengsekk, lagi-lagi pria itu”, geram Ryu Jin sambil mengepalkan tangannya

“Ji Won-ssi, sampai bertemu lagi “…….. dan perlahan tubuh jangkung itu berbalik menaiki motornya, setelah menyalakan mesin motornya Joon Hyun pun meninggalkan Han residence dengan senyuman yang tersungging di wajah tampannya.

TBC Chapter 7 [/font][/font][/size][/color]


NOTE : UDAH DI UP DATE, MIANE KALO MEMBOSANKAN , AND KALO ADA PERTANYAAN SILAHKAN DI TANYAKAN [hmpfh] [hmpfh] 
BUAT NUTRI aka SISICIA, tokoh Ah In lom bisa dimunculkan mungkin dibeberapa next chapter [heh] [heh]



 [bye] [bye]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho