Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11248 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #165 on: January 31, 2011, 05:02:24 am »
@tempat parkir :

Terlihat kim bum dan hye sun berjalan bersama menuju mobil.

Kim bum membukakan pintu untuk hye sun. Namun hye sun hanya berdiri diam tak bereaksi.

“hye sun.. cepat masuk.” Kim bum menyuruh hye sun.

“oppa... aku pulang sendiri saja.” Hye sun menundukkan kepalanya.

“wae? Kamu tak suka dengan mobil ini? Kamu mau mobil yang mana?” kim bum menawari hye sun.

“oppa.. cukup.. jangan sebut-sebut kekayaanmu. Aku sudah bosan.” Hye sun mendengus kesal.

“tapi.. kamu tetap harus menuruti perintahku.” Kim bum berbicara datar.

“sudah... lebih baik mobilku buatmu saja. Aku sudah bosan dengan perintahmu.” Hye sun berjalan meninggalkan kim bum.

“kamu juga harus membayar kekalahanmu. 1 milyar.” Kim bum berbicara datar.

“OK... semua akan ku bereskan. Dan jangan kamu berhubungan lagi denganku.” Hye sun menunjuk ke kim bum.

“besok.”kim bum menyebutkan satu kata.

“mwo??” hye sun menjawab dengan expresi kaget.

“besok semuanya harus kau lunasi. Kalau tidak, kau harus menerima semuanya. Kau harus mau menikah denganku. Tak ada dispensasi.ok..
good luck honey.” Kim bum mencolek dagu hye sun.

Hye sun menolak perlakuan kim bum.

Kim bum menaiki mobilnya dan meninggalkan hye sun.



“aaaaaakkkkkhhhh.......” hye sun teriak tidak jelas dan mengacak-ngacak rambutnya. Membuat tampilan anggunnya menjadi berantakan.

“mana mungkin aku meminta uang pada appa.. bisa mati ini.” Hye sun menghentak-hentakkan kakinya kesal.

“kalau minjem sama mino...akkkhhhh.. mana mungkin. Masa iya aku harus bilang sama dia.” Hye sun tambah suram.

“lebih baik aku kemana ya??” hye sun malah jadi mikir sendiri.

“emmm.. apa rui mau menolongku??” hye sun berfikir. “tapi.. aku kan gak tau sekarang dia tinggal dimana...” hye sun sudah menahan air
matanya.

“ahhh.. aku salah tadi berbicara seperti itu sama oppa kim bum..” hye sun terduduk di bawah sambil menutup wajahnya dengan kedua
tangannya.

Tanpa sadar, gerak-gerik hye sun terlihat oleh mino.

“sebenarnya apa yang mereka bicarakan?” mino bereksperi berfikir.

“kenapa hye sun jadi sedih??” mino bingung.

“huft.. apa aku harus menghampirinya?” mino menanyakan pada diri sendiri.

“antwe..” mino menggelengkan kepalanya.

“tapi... kalau hye sun dibiarkan sendiri..” mino berfikir ulang.

“Lebih baik aku menghampirinya saja.” Mino berjalan menghampiri hye sun yang sedang duduk menutupi wajahnya.

“hye sun’a..” mino menggoyangkan tubuh hye sun.

Hye sun tidak mengangkat wajahnya.

“ya... hye sun’a..” mino menggoyangkan tubuh hye sun lebih kencang.

Hye sun mengangkat wajahnya. Wajah hye sun benar-benar kusam, mata yang sembab, hidung yang memerah, dan wajah yang dibasahi air
mata.

“ya... kenapa kamu begini?? Kamu diapain sama sih kim bum gila itu? Cepat katakan padaku.” Mino berbicara sok berani.

Hye sun menggelengkan kepalanya cepat.

“ya sudah.. kamu aku antar pulang saja.” Mino membantu hye sun berdiri.

“tapi...” hye sun ingin menolak maksud mino.

“sudahlah.. kitakan masih teman.” Mino tersenyum ke hye sun.

Hye sun dan mino berjalan bersama menuju mobil mino diparkirkan.

Dan akhirnya merekapun pulang bersama.

@mobil mino:

Hye sun selalu melihat ke arah mino yang sedang menyetir. Mino yang merasa dilihat menoleh ke hye sun.

“wae?? Ada yang aneh di wajahku?” mino menusap-usap wajahku.

“anyi..” hye sun menggelengkan kepalanya.

“kamu lapar? Ingin makan? Atau mau apa?” tanya mino mencari jawaban dari tatapan hye sun.

“kau baik sekali mino’a.” Hye sun tersenyum ke mino.

“memangnya aku sejak kapan jahat padamu?” mino berbicara sambil terkekeh.

“sudah, katakan saja apa yang ingin kau katakan. Aku akan membantumu semampuku.” Mino tersenyum ke mino.

“anyi.. aku baik-baik saja. Kurasa..” hye sun tersenyum paksa ke mino.

“hmm.. kita makan dulu ya.” Mino tersenyum ke hye sun dan meminggirkan mobilnya ke sebuah restoran.

Mino dan hye sun keluar bersama dari mobil dan masuk menuju ke restoran.

Baru memasuki pintu restoran, mino telah dikagetkan oleh sebuah suara.

“ahjussi...” miki memnggil mino dengan wajah yang senang dan menghampiri mino. Meja yang ditempati miki ada song hye kyo dan ada seorang
lelaki yang tidak dikenali mino.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..