«
Reply #75 on: January 31, 2011, 09:25:45 am »
CHAPTER 6
Pagi yang cerah, burung berkicau dengan merdu, suara angin sepoi-sepoi memasuki celah-celah kecil di pinggir jendela kamar hye sun. Matahari yang bersinar membuat mata sang bidadari yang terlelap tidur terbuka. Mata itu terasa risih dengan pekatnya sang surya.
Hye sun menggeliat-geliat di atas tempat tidur, matanya yang masih menyipit lama-kelamaan mulai besar. Dengan malas ia bangun dan langsung pergi kekamar mandi.
***************
Min ho baru saja sampai dikediaman Goo. Ia tadi baru saja pulang kerumah aslinya untuk mengambil beberapa pakaian dan barang-barang yang ia tinggal kan disana. Min ho tidak menyangka akan tinggal selama ini dirumah Hye sun, padahal kalau tidak terjadi masalah antara hye sun dan ye jin pasti sekarang ia sudah menjadi suaminya ye jin.
Barang-barang yang Min ho bawa cukup banyak, ia sempat kerepotan dengan bawaannya itu. Pelayan-pelayan dirumah Hye sun juga tidak kelihatan sama sekali, padahal untuk saat ini Min ho sangat membutukan mereka.
“aduhh....kemana para pelayan disini ?...mereka memang tidak becus bekerja..” ucap Min ho masih dengan memegangi bawaannya yang hampir menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.
Brakk .... bunyi tubuh Rain yang saat ia juga sedang melihat foto-foto di kamera kesayangannya sambil berjalan tepat disaat Min ho memasuki pintu rumah keluarga Goo. Semua barang yang dibawa oleh Min ho berlamburan kemana-mana, tapi untung lah Rain masih sanggup menyelamatkan kamera nya.

“ahhhhh......barang ku ! kau tidak punya mata ya !!!?, apa tidak lihat kalau aku sedang membawa barang-barang, seenaknya saja menabrakku !!” umpat Min ho kesal.
Rain yang saat itu masih memegangi kameranya sontak menoleh kearah orang yang baru saja memakinya. “laki-laki kurang ajar...” pikir Raiin.
“heii .... kalau jalan pakai mata!..” ucap Min ho kasar sambil membereskan barang-barangnya.
“miane...” ucap Rain sopan.
“maaf..maaf kau kira dengan kata maaf semuanya akan selesai ?...” Min ho berkata sambil memegangi bawaannya dan menatap Rain dengan tatapan menantang. “sekarang jelaskan pada ku, kalau kata maaf itu berarti lalu untuk apa ada hukum dan polisi ? ahh... untuk apa?..” lanjut Min ho dengan nada yang makin tinggi.
Rain yang mendengar perkataan Min ho hanya bisa melongo melihat tingkah laki-laki didepan nya. Baru kali ini dia bertemu laki-laki seaneh ini..tapi disisi lain Rain merasa bingung. Apa yang harus ia jawab atas pertanyaan orang ini barusan ?...
“mianhe....joungmal mianhe..” ucap Rain sekali lagi masih dengan nada sopan , dia tidak mau terlibat masalah yang tidak penting dengan laki-laki ini. Bukannya takut ia hanya lebih memilih aman.. kalau hanya laki-laki seperti ini sekali ku pukul sudah pingsan batinya.
“ahhh... anda benar-benar tidak mengerti ya ! aku paling benci kata maaf untuk orang seperti anda. Tapi kau malahan menyebutnya sudah 3 kali didepan ku, oleh karena itu aku akan.......” ucapan Minho terhenti mendengar suara seseorang yang lebiih ganas lagi.
“akan apa? Apa yang akan kau lakukan pada Oppa ?...” celetuk Hye sun sadis.
“bu..bukan begiitu. Aku hanya..hanya...emmm??”
“ya Lee min ho !! kau pikir kau hebat ya .. berani sekali kau mengancamnya. Kau benar-benar tidak berubah ! masih SOK cool, SOK ganteng, SOK hebat, SOK pintar.. padahal semuanya SALAH !!...” hye sun berkata sambil menekan kata SOK dan SALAH dengan kuat yang membuat Min ho mati kutu.
“sudalah sun-a.. ini memang salah Oppa..” ucap Rain melerai kedua orang tersebut. Rain merasa kasihan melihat Min ho yang terpojokan.
“tapi Oppa..”
“sudalah..!” potong Rain. Dan hye sun hanya bisa cemberut melihat kebaiikan Rain.
“baik lah.... tapi buat kau Lee min ho-ssi. Bila sekali lagi kau berani memarahi tamu pribadi ku seperti tadi maka persahabatan kita selama ini PUTUS...”
“APA !!!! kau mau memutuskan pershabatan kita selama ini hanya demi LAKI-LAKI ini ! dan tamu pribadi apa !!..” tanya Min ho prustasi.
“ya kenapa !!? Raiin Oppa memang tamu pribadi ku, dan tidak ada yang boleh mengganggu dia. !!
Min ho hanya bisa menganga mendengar penjelasan itu. Kemudian dialihkannya pandangan matanya kepada Rain. Laki-laki yang tubuhnya Lumayan kekar, kulitnya yang putih, serta matanya yang sipit membuat Min ho mengeriyitkan alisnya.
“oohh...aku ingat Raiin, nama yang sering sekali disebut sebut ! oh ternyata kau !...”
Mata Rain semakin penyipit “disebut-sebut. Maksud mu ?..”
“ohh anyio Oppa. Kami hanya membicarakan kedatangan mu kok. Hanya dia yang berlebihan ..” ucap hye sun sambil mengalihklan pandangan sinis ke Min ho.
“O-“ Balas Rain singkat.
“yasudah terserah kau mau bilang apa. Yang penting sekarang tolong bantu aku membawakan semua ini. Soalnya dari tada tidak ada pelayan mu yang kelihatan....” ucap Min ho kesal sambil memberikan sebagaian bawaannya kepada Hye sun.
“Oppa..aku tinggal dulu ya!..” ucap Hye sun sambil tersenyum manis.
“ne..” balas Rain dengan senyuman yang tak kalah cool.
“sudalah ini bukan waktunya untuk senyum-senyuman....” gerutu Min ho jengkel.
¬¬********@@@@@********
Kim bum berjalan dengan langkah santai memasuki halaman rumah keluarga Goo. Senyuman manis terukir di wajahnya. Bagaimana tidak kalau semalam adalah malam yang paling indah buat ia dan Jun, karena sebentar lagi penderitaan mereka akan selesai.
Bum yang tadi sedang asik memikirkan kebahagiaannya yang tak lama lagi akan datang kembaali, terkaget-kaget karena melihat orang yang sangat ia kenal.
“Hyung...” jerit Bum kaget.
Pria yang dari tadi sibuk memainkan lensa kameranya guna mendapat gambar yang bagus sontak menoleh kearah Bum. “heii...kau rupanya!”
“hyung kapan kau pulang ? kau jahat sekali tidak memberitahukan pada ku dan juga Jun!..” ucap Bum setelah sampai di hadapan Rain.
“hhahah...mianhe, aku lupa..!.”
“huuh...” cibir Bum kesal.
“dorenim , sekarang saatnya makan siang, apakah anda mau makan bersama?...” tanya seorang pelayan pada mereka berdua.
“ne kami akan segera kesana..” jawab Rain dan langsung pergi dibuntuti oleh Bum.
***@@***
Ye jin bersiap-siap untuk pergi kemeja makan dimana semua orang telah berkumpul disana untuk acara makan siang. Karena bosan kemari ye jin berjaln-jalan sedirian mengitari kota Soul yang sudah lama ia tinggalkan akibat kejadian na’as itu. Dan hari ini dia kembali lagi kerumah yang ia anggap seperti neraka itu.
GRAKK... Ye jin menabrak laki-laki bertubuh kekar didepannya.
“ohh-“ ucap ye jin tanpa rasa bersalah.
“seharusnya anda minta maaf nona..” pinta laki-laki itu halus.
“ahh.!” Balas Ye jin ling lung..
“sudalah...! anda mau ke ruang makan bukan. Kalau begitu ayo cepat, tidak enak semua orang sudah menunggu..! timbal laki-laki itu lagi.
“ohh- ne..” jawab Ye jin.
Sedangkan Bum yang dari tadi berada disamping Rain hanya diam menatap kejadian yang baru ia lihat... “bagaimana reaksi Hyung jika tahu kalau wanita itu yang telah menabrak Wu chun ?..” batin Bum.
****@@@@****
Rain, Bum, dan Ye jin sampai diruang makan bersamaan. Semua orang sempat terkejut dengan kebersamaan mereka bertiga, tapi setelah Rain menjelaskan kalau pertemuan mereka itu tidak disengaja membuat semua orang reda kembali.
“kami hanya tidak sengaja bertemu didepan, gadis ini tadi menabrakku..” jelas Rain.
“oh..- kalau begitu ayo duduk..” pinta mr.Goo.
Hye sun tersenyum, ia saat yang tepat pikirnya. “Oppa, aku lupa mengenalkan mu pada Ye jin..” kata Hye sun sambil menatap tajam kearah Ye jin.
“ohh- jadi nama mu Ye jin..?” tanya Rain lembut... “kalau begitu perkenalkan nama ku Rain..” lanjutnya.
“ne..” jawab ye jin sambil menunduk dalam-dalam.
“ohh iya Oppa, dia ini tunangan Min ho..” balas Hye sun masih dengan nada manis.
“ahh- benarkah. Wah kalaubegitu aku tidak ada kesempatan lagi ni..” goda Rain pada Ye jin yang membuat muka Ye jin sontak memerah..
“hahahha..Oppa bisa saja... Oh iya , Ye jin, aku juga lupa memberitahu mu kalau Oppa Rain ini adalah kakak nya Wu chun.. ingatkan , dengan Wu chun.. laki-laki yang kau tabrak dulu.. ingatkan !!..” hye sun berkata sambil tersenyum licik memojokan Ye jin.
Semua orang yang mendengar ucapan Hye sun barusan sontak kaget dan langsung mengalihkan perhatiannya kepada hye sun. Mereka semua tidak mengira Hye sun nekat berbuat begitu pada Ye jin. Min ho yang mendengar itu pun sebenarnya ingin membantah, tapi apa boleh buat dia sudah kehabisan kata-kata untuk membela kekasihnya itu.
“maksudmu ?..” Rain bertanya meyakinkan apa yang baru ia dengar.
“ohh.. ia dia yang menabrak wu chun..” jawab Hye sun masih dengan senyuman yang terukir dibibirnya.
“KAU..!.”
“sudalah nak semuanya sudah berlalu, jangan salahkan dia.. bukannya tidak ada gunanya jika menjadi seorang pendendam” ucap Mrs. Goo bijak pada Rain.
Mendegar ucapan dari Mrs.Goo membuat hatinya tersentuh. Dan pada akhirnya dia hanya diam tidak mempedulikan ucapan barusan.”
Ye jin yang saat itu sudah ketakutan dengan Rain merasa bingung, mengapa laki-laki ini tidak marah padanya, atau setidaknya mencaci makinya seperti yang dilakukan hye sun dulu.. kenapa ia hanya diam dan duduk tenang.
“ayo kita mulai makannya..” ucap Rain santai dan membuat semua orang yang ada diruangan itu melongo.
****@@@@****
Ye jin sedang menhampiri Min ho yang duduk di kursi taman di halaman keluarga Goo. Kursi putih yang panjang itu terisi penuh oleh tubuh dan seluruh kaki Min ho.
“min ho-a..” ucap ye jin lembut pada kekasihnya sambil memeluknya dari belakang.
“hemm-..” jawab Min ho singkat.
“i miss you...”
“hhahha...kau seperti anak-anak saja...” ucap Min ho sambil tertawa kecil.
“ohh.. aku serius tau ! aku sekarang sedang merindukanmu...”
“kau kan sudah ketemu aku, lalu kenapa masih rindu. Bahkan setiap hari kita selalu bertemu, jadi bagaimana mungkin kau bisa merindukanku..” Ucap Min ho sambil membenarkan posisi duduknya, dan disusul oleh Ye jin yang langsung duduk disampingnya.
“yaaa..kau ini begok banget !. aku rindu kemesraan kita ! bukan rindu dengan wajah mu itu ! hhuu~” cibir ye jin klesal.
“ohh-..” balasnya singkat.. “kalau begitu ayo kita bermesraan disini saja..hahah..” canda Min ho pada ye Jin yang saat itu sudah benar-benar berharap kalau Min ho serius dengan ucapannya.
“iihh...kau tega sekali mempermainkan ku. !”
“haha..mianhe..”
“gak mau...”
“ihh ngambek..” olok Min ho pada kekasihnya itu.
“gak tuhh..weeekk..” Ye jin cemberut sambil mengeluarkan lidahnya.
“idiih jelekknya...hahahahhahhaha...” tawa Min ho pecah melihat ye jin yang mau tampil imut didepan Min ho malah kelihatan Jelek. Coba saja kalau Hye sun yang melakukan itu terhadapnya pasti ia sudah mencubit pipinya.
...........”hahahhahahahhaah...Opppa !!! hentiikan..hentiikan...gelii..GELIII OPPAAA !!..”
Min ho dan Ye jin serempak menoleh kearah suara wanita yang berteriak histeris minta ampun..
“Goo hye sun..” teriak Min ho sedikit keras, tapi tidak cukup keras untuk mengalihkan pandangan Hye sun yang sibuk main lari-larian dengan Rain. Sepertinya kedua insan itu (rain dan sun) sedang sibuk, hingga mereka tidak mengetahui bahwa ada orang lain di taman ini.
Wajah Min ho mengeras, ia tidak tiba-tiba merasakan perasaan aneh di hatinya.. rasa sakiit, perih, sediih dan juga kesal bercampur jadi satu. Kalau bukan karena Janjinya pada hye sun untuk tidak mengganggu tampu pribadinya itu mungkin sekarang ia sudah akan menghajar Rain.
“yaa... OPPPPAAAAAAAAAA.. !! AMPUNNNNNNN..!!!!!!!!..” teriak Hye sun semakin histeris.
“hahahahhahahah... kau bisa bilang ampun Juga yaa..” ucap Rain senang sambil menyudahi kelitikannya..
“yaaa... siapa juga yang tidak minta ampun kalau dia sudah hampir mati karena kena kelitik..hhuuh~...”
“ahahhaha.. makanya Jangan carai mati dengan ku..!.”. ancam Rain.
“ciiihh..- sombong!.” Cibir hye sun jengkel.. “uhh.. Min ho....sejak kapan kau berada disini ?...” tanya Hye sun setelah Melihat kehadiran Min ho..
“cukup lama..” ucap Min ho singkat dan langsung pergi dari hadapan mereka semua tanpa berpamitan lagi.
“Min ho mau kemana, tunggu aku..” ucap Ye jin sambil berlari mengahmpiri Min ho. Sedangkan Hye sun dan Rain saling melempar pandangan heran atas perlakuan Min ho barusan.
“yee Min ho-a kenapa meninggalkan aku..” rengek Ye jin sambil menggandeng tangan kanan Min ho..
“sudalah...” ucapnya singkan dan langsung melepaskn gandengan Ye jin dengan kasar.
TBC..
« Last Edit: February 01, 2011, 06:21:34 am by mutiara_minsun »

Logged