Matahari menyinar perlahan . Cahaya itu mulai menyerang jendela kamar hye sun .
Hye sun terbangun dari tidurnya . Belum sadar sepenuhnya ia sudah dikejutkan oleh kedatangan pemuda yang tak lain adalah calon suaminya . Spontan hye sun menutup selimut rapat-rapat kearah dadanya .
"hei jutek ! Bisakah kau bersikap sopan . Setidaknya ketuk dulu daun pintu itu saat kau akan masuk" celetuknya jengkel
"oh sorry aku tidak tahu" .
hye sun berdiri dari ranjang dan berjalan menuju sofanya . Melihat itu , dengan kecepatan penuh minho juga menghampiri sofa yg akan diduduki hye sun . Alhasil mereka terlihat seperti duduk bersamaan
"dasar aneh !" rutuk hye sun
"cepatlah kau mandi ! Aku akan membawamu kerumahku" ucap minho datar
"ahh ? Untuk apa ?" tanya hyesun keheranan
"aboji dan omoni ku ingin bertemu kau ?"
hye sun mengernyitkan alisnya bingung
"yaiisssh untuk apa ? Kan waktu acara makan malam itu aku sudah bertemu mereka"
tanya hye sun bingung . Mendengar pertanyaan hye sun minho mendengus sebal dan
"astaga ... Aku tak tahu otakmu terbuat dari apa ? Yg jelas kau masih bodoh dimataku . Apa karna ciuman yg aku berikan padamu kau jadi tambah bodoh ?" .
Mendengar itu muka hye sun memerah . Ia sedang menahan emosinya ia pun berkata pada minho
"ya ampun minho-sii , menjadi aku sepertinya harus punya kesabaran tinggi ya . Dan lagi maaf saja ciuman yg kau berikan itu tidak ada apa-apanya buatku toh aku sudah pernah merasakan yg lebih dari itu"
Minho kesal mendengar pernyataan hyesun itu . Ternyata ia salah , bukan ia yang mengambil ciuman pertama hye sun .
"Sudah berapa kali kau berciuman selain denganku?!"
ucapnya marah sambil memegang pundak hye sun . Pandangannya menusuk kearah wajah hye sun . Hye sun merasa sangat ketakutan . Apalagi tekanan yg diberikan pada minho dikedua pundaknya
"aauuu... Sakit minho-aa" ringis hye sun . Mendengar ucapan hye sun itu minho melepaskan tangannya diantara pundak hye sun dan menolehkan pandangan kearah lain . Sementara itu hye sun mencoba untuk berdiri , pundaknya masih terasa sakit . Lalu ia berkata pada minho
"baik sekarang aku mandi dulu dan kau tunggu saja di luar . Aku akan ..."
ucapan hye sun terpotong ketika minho melangkah cepat kearah pintu dan
BRAAKKK suara pintu ditutup dengan kasar
»»»»»»»»»»»»««««««««««««
Minho menunggu hye sun diruang tamu depan . Kondisinya sedang dikendalikan emosinya dia tak habis pikir mengapa ia bisa bersikap begitu pada hye sun . Apalagi saat mendengar pernyataan itu , ia merasa sakit hati dan geram
***********
Hye sun turun dari tangga . Ia melihat minho sedang duduk membelakanginya . Dengan cepat ia menghampiri minho dan berkata
"minho ayo aku sudah siap"
mendengar itu minho menoleh sebentar lalu berjalan tanpa menatap hye sun . Dengan heran hye sun mengikuti minho dari belakang .
***************
Di dalam mobil
Keadaan minho dan hye sun masih sama . Perlahan hye sun mengedarkan pandangannya kearah minho yang sedang menyetir mobil . Walaupun minho tau hye sun sedang memandangnya tetapi hal itu tak membuat ia mau kembali menatap hye sun
:: HYE SUN POV ::
Ada apa dengannya ? Kenapa dia jadi seperti itu ? Ahhh apa aku salah berbicara padanya ? Tak taulah . Lagi pula aku tidak merasa berbuat kesalahan
:: END POV ::
Seketika mobil yang dikendarai minho berhenti dirumah tak kalah megah dari rumah hye sun .
"cepat turun ! Dan bilang pada omma aku ada urusan penting !"
mendengar suara itu hye sun langsung membuka pintu mobil dan turun menutup pintu mobil itu lg . Sedangkan minho memutar balikkan mobilnya kepintu gerbang dan berlalu dari hadapan hye sun