«
Reply #45 on: February 28, 2010, 12:45:56 am »
tidak ada editan piku2 di chp ini, lg malas boooo
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
jd mohon pengertiannya
![[laughing]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/laughing.gif)

"Kali ini kamu harus membantuku, Jandya ...!!", kata Junpyo suatu hari ke Jandi.
Mereka sedang lunch bersama di salah satu restoran Perancis terkenal di Korea. Jandi mengenyitkan dahinya. Perasaannya langsung tidak enak. Dia tidak bergeming. Seperti biasa dia mengerti kearah mana pembicaraan Junpyo. Dia sudah merasa muak dengan semua permintaan-permintaan yang tidak masuk akal darinya.
"NOOOOOOOOOOOOOO!!!!!", jawab Jandi keras-sekerasnya.
Untung saja mereka berada di ruangan khusus restoran itu jika tidak mungkin semua mata sudah melotot kearah mereka.
"Yaaaaaaaaaaaa .. saya belum mengatakan apa-apa!!!", protes Junpyo. Permohonannya ditolak begitu saja oleh Jandi membuat sifat kekanak-kanakannya langsung muncul.
"Kamu tidak perlu mengatakannya Junpyo-ssi .. Saya sudah tahu kearah mana pembicaraan ini ... Lupakan saja, saya tidak mau melakukannya lagi .. Jika kamu masih berkeras, lakukan sendiri!!"
"Yaaaaaaaaaa!!! .. Kamu tahu saya tidak bisa melakukannya sendiri, Jadi dengarkan saya!!"
"NOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!", jawaban itu sekali lagi keluar dari mulut Jandi.
"Dengar dulu perkataanku ...!!"
"SUDAH KUBILANG, NOOOOOOOOOOO!!!"
"Heiiiii .. kamu tidak adil padaku Jandya !!"
"APAAA??". Mata Jandi terbelalak lebar.
"Beri saya kesempatan mengatakannya!! .... Jika kamu menolak tanpa memberi kesempatan padaku, itu tidak adil namanya .. ", Junpyo tersenyum mengejek. Mungkin saja Jandi tahu kelemahannya tapi dia juga tidak kalah jenius dari Jandi. Dia sangat memahami sifat Jandi.
"Oke ... katakan padaku sekarang!! ... siapa orang itu?!! ... Jangan berkata saya tidak memberi kesempatan padamu!! ..". Setelah mengatakan ini, Jandi langsung mengetok kepala dengan kebodohan sendiri. Sekali lagi dia masuk dalam perangkap yang telah dipersiapkan Junpyo.
Junpyo tersenyum nakal. Wajahnya didekatkan ke Jandi, kemudian berkata, "Saya tahu kamu akan menolongku, sayang .... Gadis itu rekan kerjamu, kalau tidak salah dia baru masuk 'Korean News' dua hari yang lalu .. "
Dahi Jandi berkerut lagi, "Maksudmu .. Ha Jae Kyung?"
"Yeahh .. benar! .. Sudah saya bilang kamu tahu segalanya ... ". Junpyo mengacungkan jempol ke Jandi.
Jandi mendesah perlahan, "Tidakkah kamu merasa berita yang kamu dapat itu terlalu cepat, haaa Goo Jun Pyo-ssi? ... Baru masuk dua hari sudah ingin kamu embat?"
"Yaaaaa Geum Jan Di!! .. Kamu berkata seperti saya ini seorang monster yang siap memakan semua korban saja ..", Junpyo mengajukan protesnya lagi.
"Bukankah begitu??", tanya Jandi sambil tersenyum geli.
"YAAAAAAAAAAAAAAA ...... "
"Oke .. saya sudah mendengar penjelasanmu dan jawabanku ........... tetappp ........... NOOOOOOOOO!!!!". Jandi berdiri dari duduknya, "Saya sudah selesai ... Thanks Junpyo-sii"
"Yaaa Jandya ... ". seru Junpyo gugup.
Jandi membalikan badan ke Junpyo sebelum meneruskan langkah berlalu dari situ.
"Dia lain dari yang lain Junpyo a ... jadi saya harap kamu tidak mempermainkannya .. "
Junpyo langsung lemas dalam duduknya.
---------------------
Hal yang paling tidak diinginkan Jandi terulang lagi. Kebodohan yang sering dilakukannya. Menuruti keinginan Junpyo walaupun sudah menolak keras sebelumnya. Kali ini lebih parah lagi. Dia harus berpura-pura makan siang bersama Jaekyung dan membiarkan Junpyo seperti tidak sengaja menemukan mereka.
Jaekyung sangat gugup menghadapi Jandi. Dia tidak mengerti mengapa anak gadis dari majikannya ini tiba-tiba mengajaknya makan siang bersama.
"Kamu jangan gugup seperti itu Jaekyung a ... Oh ya, saya boleh memanggilmu begitu kan?"
Jaekyung mengangguk. Masih kelihatan gugup.
"Saya .. saya merasa terhormat bisa makan siang bersama agashi ... "
"Mengapa ...?", tanya Jandi heran.
"Karena .. karena .. agashi sudah berbaik hati ... padaku .. ", Jaekyung menjawab tergagap, "Saya .. saya .. tidak pernah membayangkan seorang .. seorang gadis kaya seperti agashi .. akan bersikap begitu baik .. pada .. pada seorang karyawan biasa seperti saya ini ..", lanjutnya lagi.
"Saya juga karyawan biasa seperti karyawan lainnya .. ", jawab Jandi tenang.
"Sebenarnya .. saya sudah merasa heran .. mengapa agashi sampai mau bekerja dari bawah? .. Itu .. itu tidak perlu kan?", tanya Jaekyung pelan. Sangat pelan karena dia takut akan dimarahi Jandi dengan pertanyaan yang sangat pribadi itu.
Jandi tersenyum. Pertanyaan itu mungkin juga pertanyaan dari setiap orang. Dia hanya diam saja. Dia tidak bermaksud menjawab pertanyaan itu. Lalu suara sapaan dari belakang menyadarkannya dengan tujuan semula.
------------------------
"Heii bukankah ini Geum Jan Di-ssi? .. Wah kebetulan sekali saya bertemu denganmu di sini Jandya!!"
Junpyo menghampiri mereka dan tanpa persetujuan dari kedua gadis itu, dia duduk di salah satu kursi kosong yang ada di situ.
"Hi .. !!", sapanya ke Jaekyung, kemudian dia beralih ke Jandi, "Apakah kamu tidak perlu mengenalkan sahabatmu, Jandya?"
Wajah Jandi berubah suram sejak kehadiran Junpyo. Mengingat tugas menyebalkan yang harus dilakukannya membuat perasaannya tidak enak. Dia merasa dosanya sudah menumpuk gara-gara Junpyo. Bagaimana tidak jika Junpyo selalu berganti pacar dalam beberapa bulan, beberapa minggu bahkan ada yang hanya dalam beberapa hari dan semua itu hasil dari bantuannya? "Goo Jun Pyo!! dosa itu harus kamu tanggung sendiri .. akan kukembalikan padamu kalau memang ada hukuman yang akan diterima di kehidupan nanti ..", teriak Jandi dalam hati.
"Heiii Jandya ?". Junpyo menyenggol lengan Jandi dengan gugup.
Jandi tersentak seketika. Dia menoleh kearah Junpyo. Matanya berkejap-kejap. Kemudian dia berpaling ke Jaekyung.
"Jaekyung, kenalkan ini Goo Jun Pyo!!", lalu dia mendelik kearah Junpyo, "Goo Jun Pyo!! .. ini Ha Jae Kyung .. "
Jaekyung tersenyum. Seperti halnya semua penduduk Korea yang mengenal Goo Jun Pyo, Jaekyung juga mengetahui kebesaran nama pemuda ini. Dan bisa bertemu dengannya merupakan suatu kehormatan bagi Jaekyung.
"Anyongheseyo Goo Jun Pyo-ssi .. "
Junpyo mengibaskan tangannya, "Jangan terlalu formal .. Panggil saja saya Junpyo .. "
Jandi tertawa pelan di tempatnya. Junpyo mengenyitkan dahi, merasa kesal dengan reaksi Jandi terhadap perkataannya tadi.
"Jandya, bukankah tadi pagi kamu mengatakan ada acara penting jam begini?"
"Ohhh bagus!! Dia mengusirku sekarang!! ... Setelah mendapat pertolongan dariku? ... Ya, Geum Jan Di, kamu seharusnya tahu begini yang akan terjadi akhirnya!!"
Jandi menepuk jidatnya. "Ahhh benar!!!", dia berdiri dari tempat duduk, kemudian berkata ke Jaekyung, "Saya hampir melupakan acara siang ini .. Miane Jaekyung a, saya harus pergi sekarang .. Oh tidak!! kamu tidak perlu pergi sekarang, makanan kita belum keluar kan?", kata Jandi ketika melihat Jaekyung berdiri dari tempatnya, "Kamu temani Junpyo-si makan siang .. Saya rasa dia belum makan ..", lanjut Jandi sambil berpaling ke Junpyo, "Benar kan Goo Jun Pyo-ssi?". Senyum mengejek terhias di bibir seiring dengan pertanyaan yang diajukannya tadi.
"Iya, benar ... ", jawab Junpyo. Ekpresi wajahnya berubah perlahan. Dia agak terganggu dengan senyuman Jandi.
Sekali lagi Jandi memperlihatkan senyumnya ke Junpyo. Setelah itu dia menoleh ke Jaekyung.
"Saya pergi sekarang Jaekyung a ... dan ... pandai-pandai lah menjaga diri .."
Jandi menepuk pundak Jaekyung, kemudian berlalu dari situ. Meninggalkan Junpyo yang sedang berusaha keras merendam kemarahannya akibat perkataan tadi. Begitu sampai di pintu luar, Jandi langsung tertawa lebar.
"Rasakan itu Goo Jun Pyo ... Ahhh .. perasaanku lebih enak sekarang ..."
Dengan langkah ringan Jandi meninggalkan tempat itu.
------------------------
Dari restoran Perancis, Jandi tidak kembali ke kantor. Dia langsung menuju rumahnya di sudut selatan kota Seoul. Hari ini omma kembali dari London dan dia ingin segera bertemu ommanya itu. Jadi sebenarnya benar kata Junpyo kalau dia ada acara hari ini. Tapi karena dia tidak ingin kalah pada Junpyo jadi dia tidak mengatakannya.
Hari sudah menunjukkan pukul 1 siang saat itu. Omma pasti sudah sampai ke rumah. Dua puluh menit kemudian, Jandi sampai di pintu depan. Seorang pelayan terburu membuka pintu buatnya. Pelayan itu membungkuk hormat ke Jandi.
"Apakah omma sudah tiba?", tanya Jandi.
Pelayan itu membungkuk lagi, "Nyonya besar ada di ruang istirahat, agashi .. "
"Gumawo .. ", Jandi tersenyum halus. Dia menyodorkan tas LV yang dijinjingnya ke pelayan yang segera menerima dengan sikap hormat.
Jandi berlari kecil ke ruang istirahat yang berada di lantai dua. Begitu sampai di depan pintu, dia mengetok perlahan.
"Masuk!!", suara memerintah itu membuat Jandi tertawa. Sikap omma tidak berubah. Tetap saja omma yang suka memerintah yang sangat dikenalnya.
Jandi membuka pintu. Omma tidak berpaling. Pandangannya terarah ke luar jendela. Jandi mendekatinya dan menepuk pelan bahu wanita setengah baya yang masih kelihatan cantik itu.
"My omma ... welcome home ... "
Omma berpaling ke Jandi. Agak kaget dengan kehadiran Jandi di situ.
"Jandya??!!! ... Mengapa kamu ada di sini? ... Omma mengira kamu masih sibuk dengan pekerjaan kantor!"
"Yaaaa .. apa yang lebih penting daripada omma? .. Omma segalanya bagiku .. pekerjaan bisa menanti .."
Omma tertawa bahagia. Dia memeluk Jandi erat-erat. Jandi membalasnya. Bertemu dengan omma bukanlah hal yang gampang. Sebagai wakil presiden direktur dari 'Korean News' omma selalu terbang kesana kemari. Jadwal beliau sangat ketat. Mereka hanya bisa bertemu beberapa kali dalam setahun. Appa lebih parah lagi. Mungkin hanya dua sampai tiga kali dalam setahun.
"Apakah kamu sudah makan siang, Jandya?", tanya omma.
Jandi mengeleng perlahan. Teringat kembali olehnya, lunch yang gagal akibat ulah Junpyo. Wajah Jandi berubah kelam. "Pemuda berengsek .. ", maki Jandi dalam hati.
"Ada yang mengkhawatirkanmu, Jandya?", omma bertanya lagi ketika melihat perubahan wajah Jandi.
"Ohh tidak, omma ... ayo kita makan siang bersama!!"
Jandi segera mengalihkan perhatian omma. Dia mengandeng tangan omma dan mengajaknya keluar ruangan.
-----------------------
Sementara itu di restoran Perancis yang ditinggalkan Jandi ...
Junpyo dan Jaekyung menghabiskan makanan yang dihidangkan di depan mereka tanpa bersuara. Beberapa kali Junpyo melirik Jaekyung. Begitu pula sebaliknya.
Dalam hati Junpyo berkata, "Kamu tidak akan lepas dari tanganku .. lihat saja nanti!!"
Sedangkan Jaekyung mempunyai pikiran lain, "Ohhh tuhan, dia tampan sekali dan ... yang lebih penting, dia sangat kaya .. Akan beruntung sekali gadis yang kelak menikah dengannya ... Saya jadi bertanya-tanya bagaimana sebenarnya hubungan agashi dengannya? .. Apakah benar hanya sekedar teman biasa? .. Apa yang saya dengar, mereka berteman sejak kecil .... Ya, Jaekyung, kamu masih punya kesempatan itu!! .. Jangan menyerah!!"
Junpyo tersenyum ke Jaekyung, "Bagaimana makanannya?"
"Enak .. ", jawab Jaekyung singkat.
"Setelah ini kamu mau kemana?", tanya Junpyo lagi.
"Kembali ke kantor ... Pekerjaan saya menumpuk ..", jawab Jaekyung sambil tersenyum.
"Ya, si Geum Jan Di pasti memberikan semua pekerjaan padamu kan? ... Saya akan menasehatinya nanti .. "
Mata Jaekyung langsung terbelalak lebar, "Ohhh tidak, bukan begitu .... Agashi tidak memerintah saya .. Posisi agashi di perusahaan sama dengan posisi saya ... "
Junpyo kelihatan sangat terkejut mendengar berita itu, "Maksudmu .. Geum Jan Di memulai pekerjaan dari bawah?"
"Iya, apakah Junpyo tidak tahu ... ?". Jaekyung merasa agak gugup ketika memanggil Junpyo dengan nama saja. Dia melirik Junpyo.
Tapi pemuda itu seperti tidak mendengar pertanyaannya. Alisnya berkerut. Pikirannya melayang.
"Geum Jan Di ... Kamu ini aneh-aneh saja .... ", ujarnya pelan dan tidak terdengar oleh Jaekyung.
"Goo Jun Pyo ...", panggil Jaekyung pelan. Junpyo tidak bereaksi. "Jun pyo a ... ", kali ini panggilannya lebih keras.
Junpyo tersentak dari lamunannya. Dia menatap Jaekyung seperti orang baru bangun tidur.
"Ya ... "
"Kamu tidak apa-apa kan?"
"Tidak .. saya tidak apa-apa ... ", Junpyo mengeleng cepat, "Dan jika kamu tidak keberatan Jaekyung a, saya ingin mengajakmu dinner bersama malam ini ...", lanjut Junpyo.
"Tentu saja ... Saya sangat menghargainya .. ", jawab Jaekyung dengan senyum lebar.
----------------------
bersambung ke chp 2 ![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
jangan protes karena chp yg kependekan ya
« Last Edit: March 13, 2010, 02:43:06 pm by mrs. Lee Min Ho »

Logged
EVIL SMILE ^^
'LOVE' ... keeps it strong!!!
Our MinSun