Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11115 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #180 on: February 05, 2011, 11:18:51 pm »

Hye sun dan mino sudah menggembalikan miki ke asalnya, dan orang tua miki merasa tidak enak karena, jadi mino
dan hye sun yang mengantar miki pulang.

Di dalam mobil sekarang tinggal mino dan hye sun. Padahal sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Mereka berdua hanya hening, tak ada pembicaraan sama sekali. Hingga beberapa waktu kemudian mobil berhenti
dengan mendadak.

“CKIIIIIITTT.....” suara mobil yang berdecit sangat keras karena saking dasyatnya laju kendaraan.

Penumpangnya sampai terdorong maju di kursinya.

“ya... mino!!! Kau gila ya!!!” hye sun membentak mino.

“ne.... aku benar-benar sudah gila.” Mino mengangguk-anggukkan kepalanya lalu kemudian dia keluar dari
mobilnya.

Hye sun ikut keluar dari mobil dan menghampiri mino yang keluar dan terduduk di samping pintu mobilnya.

“ya.. mino’a.. waegurae??” hye sun berjongkok dan berbicara dengan lembut.

“hye sun... kita berpacaran lagi gimana? Kamu mau apa aja bener-bener aku berikan... aku benar-benar bisa gila...
bahkan sama anak kecil aku benar-benar sudah panas. Aku tak mau kamu bersama dengan yang lain, aku mau kau
hanya milikku. Kau mau kan hye sun.” Mino memegang wajah hye sun dengan kedua tangannya.

“mwo?? Kau sakit??” hye sun memegang dahi mino.

“ne.. aku sakit hati.. kalau sampai aku tak mendapatkanmu.” Mino menatap mata hye sun.

“gimana ya...” hye sun berfikir tuk menjawab pertanyaan mino.

“ayolah.. aku janji tidak mengulangi kesalah menuduh-nuduh lagi. Aku percaya padamu 1000%.”

Mino melepaskan pegangan tangannya pada wajah hye sun dan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

“ya sudahlah.. aku beri kau kesempatan satu kali. Kau ulangi lagi... tergantung moodku ya..” hye sun berbicara
dengan nada mengancam.

Mino memeluk hye sun. “gomawo....”

“yasudahlah, ayo cepat pulang.. aku tak mau sampai kerumah larut malam. “ hye sun melepas pelukan mino dan
masuk kedalam mobil.

“yes....yes...yes...” mino berjingkrakan sebentar lalu dia memasuki mobil dengan wajah yang gembira.

Mobil sudah dijalankan dengan kecepatan normal.

Terlihat diwajah sang pengemudi yang tersenyum-senyum.

“ya... mino’a sepertinya otakmu sedikit bergeser.” Hye sun berbicara dengan nada mengejek.

“memang.” Mino berbicara dengan wajah yang masih ceria.

“ah... aku tidak suka orang yang selalu cengengesan, rui lebih berwibawa dari pada dirimu.” Hye sun menahan
tawanya.

“ya.... aku lebih berwibawa.” Mino membetulkan posisi duduknya.

“kufikir rui lebih manis dari pada dirimu.” Hye sun berbicara dengan menahan tawanya.

“ne.. memang ku akui itu..” mino menghela nafas.

“dan kufikir rui lebih ramah dari pada dirimu.” Hye sun masih berbicara sambil berfikir mencari ide.

“ya...... kenapa kau membela rui. Sebenarnya siapa sih yang lebih penting di hatimu.” Mino berbicara kesal.

“rui..” hye sun tertawa tak tertahan lagi.

“wae?? Kenapa tertawa?” mino bingung.

“wajahmu sungguh aneh kalau tak mau kalah.” Hye sun tertawa dengan senang.

“aisshh.. kau menguji kesabaranku rupanya.” Mino melirik hye sun.

“miane..” hye sun berbicara dengan masih sedikit tertawa.

“ok.. sudah sampai.. hati-hati ya dirumah sendirian.” Mino mencoba menakut-nakuti hye sun.

“sudah biasa. Bahkan biasanya mereka menemaniku main catur.” Hye sun terkekeh.

“ya sudahlah. Bye mino.” Hye sun sudah mau membuka pintu.

“hye sun.. kiss mana?” mino cekikikan.

Hye sun menghadap ke arah mino. “kamu mau kiss?? Tutup mata..” hye sun menyuruh mino.

Mino menutup kedua matanya, dan memajukan bibirnya.

Hye sun mengambil hiasan bebek-bebekan di daskboard milik mino dan mendekatkan bibir boneka bebek itu ke
bibir mino.

Mino membuka matanya perlahan, dan matanya langsung terbelalak lebar.

“aisshhh... kau iseng sekali hye sun..” mino mengelap bibirnya.

“sudah ya..  aku pulang. Bye.” Hye sun langsung keluar dan memasuki rumahnya.



@tempat parkir kampus:

“nih kuncinya..” hye sun memberi kan kunci mobil pada kim bum.

“sebenarnya bukan ini yang aku inginkan.” Kim bum memasang wajah sedih.

“hye sun... apa dirimu benar-benar mencintai mino?” kim bum bertanya ke hye sun.

“ne... walau aku tau.. mungkin sulit menghadapi orang seperti dia.” Hye sun tersenyum.

“ya sudah.. ini.” Kim bum mengembalikan kunci mobil hye sun.

“setelah kufikir ulang, aku tak berhak mengekangmu, nanti kalau kau berubah fikiran, aku bersedia menerimamu
kembali.” Kim bum tersenyumke hye sun.

“oppa..” hye sun terharu dengan sikap kim bum.

“aku akan pergi ke jepang. Mungkin 2 tahun disana. Kau bisa menghubungiku  kalau kau mau.” Kim bum masih
tersenyum.

Hye sun memeluk kim bum. Dan seseorang(sebut saja nama’a mino) yang melihat itu merasa tertipu, tapi dia
menyimpan rasa itu dan berjalan meninggalkan dua orang itu.

Kim bum yang melihat seseorang tersebut hanya tersenyum.

Kim bum pov:

Mungkin ini bukan takdirku bersama hye sun.

Tapi, aku yakin hye sun akan kembali kepadaku. Tanpa cara licik.

Pov off.

Kim bum melepaskan pelukan hye sun.”ok.. saya harus pergi. Jaga dirimu baik-baik hye sun.” Kim bum tersenyum
dan berjalan meninggalkan hye sun.

Hye sun pov:

Oppa... aku selalu berdo’a untukmu agar dirimu mendapatkan yang terbaik.

Pov off.

@kelas:

“Mino’a..” hye sun menghampiri mino yang sibuk membaca buku.

Mino hanya tersenyum sedikit dan kemudian kembali menekuni bacaannya.

“hye sun’a.. tolong bantu aku mengerjakan tugas ini.” Jung hoon menarik hye sun agar membantunya.

Sedangkan mino malah menutup buku bacaannya dan kabur meninggalkan ruangan.

“jung hoon.. mino kenapa?” hye sun heran dengan sikap mino.

“tidak tahu, dari tadi baru dateng juga udah lecek.” Jung hoon menjawab sambil mengerjakan tugasnya.

Hye sun pov:

Apa dia marah gara-gara semalam? Aku jadi tidak enak sama mino.

Pov off

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..