Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11508 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #195 on: February 07, 2011, 05:21:05 am »
Di ruangan yang sudah sunyi, masih ada dua orang murid yang masih setia di ruangan itu.

Yang satu sibuk membaca buku, sambil membuka laptop apple-nya yang selalu menghiasi hari-harinya akhir-akhir ini.

“Mino’a... apa yang sedang kau baca? Akhir-akhir ini kamu selalu buka internet ya... “ hye sun berbicara terus, tapi yang diajak
bicara malah diam saja sambil asik mengetik-ngetik berbicara online dengan teman-teman dunia mayanya.

“mino’a... kamu tak mau pulang?” hye sun menggoyangkan tubuh mino.

“nanti saja, kalau mau pulang, pulang saja.. selayaknya kamu berangkat juga.” Mino berbicara santai.

Hye sun hanya melirik kesal. Kemudian hye sun pergi meninggalkan mino.

Mino melihat kepergian hye sun, kemudian dia segera membereskan barang-barangnya dengan cepat dan mengikuti hye sun.

Hye sun berjalan menyusuri koridor, hye sun mendengar suara langkah kaki dari belakangnya.

Hye sun menebak kalau itu mino, karen para murid sudah pulang kerumahnya masing-masing, kalau penjaga gedung, pasti di
postnya, tersangka yang dituju pastilah si mino.

Hye sun mempercepat langkahnya, lalu kemudian menjadi berlari, orang yang mengikutinya pun ikut berlalu juga. Lalu tiba-tiba
hye sun berhenti dan memutar tubuhnya, orang dibelakangnya langsung berhenti dan berpura-pura mengorek-ngorek isi
tasnya.

Hye sun melihat itu, langsung mencopot sepatu haighheels yang iya kenakan dan berlari sekencang-kencangnya tanpa ada
bunyi berisik.

Mino yang masih sibuk nyari-nyari di dalam tas, gak tau apa yang di cari, sudah cukup lama, lalu dia mencoba tuk melihat ke
belakang.

“aiiiisshhh....” mino kesal sendiri karena kena tipu.



@rumah hye sun:

“apa.....??? sudah beberapa hari ini kamu dicuekin sama mino ??”rui bertanya tak percaya.

“ne..” hye sun menganggukan kepalanya.

“yah.. bagaimana anak itu bisa begitu???” rui heran.

“mana aku tau..” hye sun cemberut.

“jangan-jangan kamu malah beneran suka ya sama mino.” Rui melirik ke hye sun.

“tak tau..”hye sun menggelengkan kepalanya.

“Sudah lah.. kalau dia cuek sama kamu, mending kamu sama aku.” Rui sedikit meledek.

“sorry rui... saya masih NORMAL!!!” hye sun bangkit dari kursi ruang santai.

“hye sun, bikinkan aku puding..”rui tersenyum ke hye sun.

“ne...” hye sun berjalan menuju dapur.

“hye sun, kalau kamu tak mau berangkat sama si mino, lebih baik aku saja yang antar jemput sekarang. Bagaimana?” rui
berbicara menghadap ke arah hye sun berada.

“ne...” hye sun menjawab dengan santai.



KEESOKAN PAGINYA..

Rui sudah menunggu di depan rumah hye sun dengan mobil sport-nya, di situ juga sudah ada mino yang menunggu dengan
motor besar-nya.

Hye sun keluar dengan ceria, dan cipika-cipiki dengan rui.

“ayo berangkat.” Hye sun mengajak rui. Rui membukakan pintu untuk hye sun.

Mino hanya melihat dari kejauhan.

30 menit kemudian hye sun sampai di kampus.

Rui membukakan pintu untuk hye sun.

“gomawo rui’a..” hye sun tersenyum pada rui.

“cepatlah masuk.” Rui menyarankan ke hye sun.

“mau tebar pesona ya.....” hye sun meledek rui.

“tidak. Aku mau langsung pulang.” Rui tersenyum pada hye sun.

“ok. Hati-hati rui..” hye sun melambaikan tangan pada rui yang sudah memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya.



@gerbang pintu masuk kampus:

Rui di halangi oleh seorang pengendara motor yang langsung memotong.

Rui langsung keluar dari mobilnya.

“ya.... pabo... mau cari mati ya!!!” rui mengeluarkan unek-uneknya.

Sang pengendara motor membuka helmnya.

“nanti jam 5 sore di arena tanding mobil,  kutunggu kau.. kalau kau tak datang, berarti kau pengecut.” Mino memasang

senyum sinis.

“buat apa... tak penting..” rui dengan santai memasuki mobilnya.

Mino menghampiri mobil rui, dan mengetuk jendela mobil.

Rui menurunkan jendelanya. “wae??” dengan nada datar.

“kau.. suka dengan hye sun kan.. akan ku berikan, tapi kau harus tanding dulu denganku, kalau kau menang, aku akan
meninggalkan hye sun.” Mino berbicara serius.

“kau akan meninggalkannya sejauh apa???” rui berbicara datar.

Mino hanya terdiam.

“lagi pula... kalau kau sudah tak suka ,tinggal bilang, jangan mengajakku masuk kedalam masalahmu.” Rui berbicara datar.

“saya masih suka... sangat suka dengan hye sun.. kalau saya bilang kamu jauhi dia.. bisa tidak!!!” mino berbicara dengan
keras.

“bisa..” rui keluar dari mobilnya.

“buuuuuukkkkkk......”.Rui memukul wajah mino.

Mino memegangi wajahnya. “ya!!!!!” mino kesal.

“kau benar-benar tak mengenalku atau kau sudah melupakanku sih mino.” Rui cekikikan.

Mino hanya diam saja sambil berfikir.

“ckk.. terlalu sekali kau melupakanku..” rui menatap mino dengan tatapan menusuk.

“ah... rui... ruizen???” mino tertawa...

“ne...” rui tertawa.

“ya...!!! kenapa kau pukul aku!!” mino kembali ke pokok masalah.

“tanganku gatal.. habis kudengar dari hye sun, kau cuekin dia terus.” Rui melapor ke mino.

“oh.. itu.. aku hanya ingin menyesuaikan diri seperti apa yang dia sukai.” Mino menjawab.

“maksudnya??” rui minta penjelasan.

“saya hanya memperdalam kesukaan hye sun. Kau jangan bilang-bilang.. aku ikut grup piiiippp...(sensor)” mino menjelaskan ke
rui.

“jangan kau bilang-bilang sama hye sun...”mino mengancam.

“kita tanding bagaimana.. kalau aku menang akan ku bocorkan..” rui meledek.

“aissshh.. tak ada tanding-tanding.. kalau tanding mobil denganmu, sudah pasti aku kalah, tak lihat mobilmu!” mino menunjuk
ke mobil sport rui.

“tadi kau yang menantang...” rui meledek.

“itu kan tadi...” mino cengengesan.

“baiklah.. rahasiamu aman padaku.. asalkan kau jangan membongkar rahasiaku juga..” rui mengancam.

“rahasiamu dari mana.. masalah kamu itu wanita, itu percuma kuungkapkan, siapa yang akan percaya dirimu itu wanita..” mino
meledek.

“kau..” rui mendelik ke mino.

“miane..” mino terkekeh.

“cepat sana masuk! Jangan kau cuekin hye sun lagi! Kalau sampai hye sun bersedih lagi...” rui menggulung lengan bajunya yang
panjang.

“ok..ok..” mino langsung menaiki motornya dan meninggalkan rui.

Tak lama mino pergi, rui pun pergi juga.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..