Minho berdiri berdecak pinggang menatap pemandangan keluar jendela ruang kerjanya . Mr.han berdiri mematung di belakangnya
"apakah sudah selesai ?" tanya minho tak mengalihkan pandangan . Ia masih menatap keluar jendela
"ne hanya tinggal memasukkan sample darah dorenim dan agashi hye sun" mr.han berkata sambil menggenggam kedua tangannya
Minho berjalan kearah meja kerjanya dan duduk dikursi mewahnya .
"bagus .. Nanti sore aku akan menyerahkan sample darahnya , oiy kira-kira kapan bisa diambil ?" minho menatap mr.han dengan pandangan datar
"mungkin kalau dorenim menyerahkan sample darah itu nanti sore . Besok sudah bisa diambil , mereka hanya tinggal memasukkan sample darah dorenim dan agashi" tutur mr.han
"ok baiklah . Kau boleh keluar mr.han"
"ne dorenim"
mr.han pun melangkahkan kaki menuju kepintu keluar ruangan tersebut
***
Minho kembali berkutat dengan pekerjaannya . Akhir-akhir ini para investor menaruh saham diperusahaannya , ini berkat hasil kerja minho yang cekatan . Pandangan minho teralihkan oleh deringan hp . Minho segera mengambil handphonenya , senyumnya tersungging . Ternyata itu sms dari hye sun
' minho kata dokter , besok aku sudah diizinkan pulang . Kau mau tidak mengantarku pulang ? Kalau tak mau juga tak apa , biar aku minta supir buat menjemputku '
Minho tersenyum lembut . Menatap isi pesan hye sun kemudian ia membalas pesan itu
‘ ne aku mengantarmu pulang . Nanti sore aku kesitu . Jangan lupa makan , bye ’
***
eun hye terdiam ditoko kerajinan tangan milik ayahnya . Kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan . Akibat kejadian ia mencium minho didepan umum , ia dicap sebagai gadis tidak waras . Kini ia hanya mengurung diri dari dunia luar , mendengar kabar minho dan hye sun akan menikah menambah kesakitan hatinya
"eun hye-aa besok kau ke desa bibi ya , appa akan keluar kota selama sebulan penuh , tak apakan ?" tanya mr.yoon sambil meletakkan tangannya dibahu eun hye
eunhye hanya menatap nanar dan menjawab
"terserah..."
Mr.yoon menatap putri kesayangannya itu . Pandangannya berubah sendu
"kenapa kau jadi begini nak ? Appa jadi tak mengenalmu lagi" gumamanya pelan
Sedangkan eun hye terdiam , suatu pikiran menjalar ke otaknya
"sekarang kau boleh bersenang . Aku akan kembali untuk menghancurkanmu !!" rutuknya dalam hati
****
"kita mau kemana minho-aa"
tanya hye sun yang duduk dikursi roda . Dengan minho dibelakangnya mendorong kursi roda itu
Mereka kini berada disebuah ruangan rumah sakit itu . Alis hye sun berkenyit memandang tulisan didalam ruangan itu
"laboraturium ?? Buat apa kita kesini" hye sun mengadahkan kepala menatap minho dibelakangnya
"sudah ayo masuk" tukas minho sambil mendorong kursi roda hye sun
****
minho tengah duduk disebuah kursi , disampingnya terdapat meja . Ia letakkan tangan itu diatas meja kemudian salah satu suster mengambil jarum suntik dan
"aaauuhh !!" ringis minho kesakitan
setelah minho , lalu sekarang giliran hye sun . Berbeda dengan minho yang meringis kesakitan ketika disuntik . Hye sun hanya terdiam
5 menit mereka menunggu sample darah itu kemudian dtanglah seorang suster dan
"tuan lee ini sample darah anda dan nona goo" sambil mennyerahkannya pada minho
Kemudian minho mengambil hp di saku celananya untuk menghubungi mr.han
"yeobseo mr.han , aku sudah dapat sample darahnya . Cepatlah kemari" tukas minho
hye sun hanya bisa menatap minho dengan pandangan bertanya