Selepas acara tadi . Minho kini mengajak hye sun ke halaman belakang rumahnya . Mereka meminta izin untuk berbicara berdua saja .
Hye sun duduk di kursi panjang yang ada dihalaman itu . Sedangkan minho hanya berdiri terdiam sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana
"apa yang ingin kau bicarakan ? Cepatlah aku ingin pulang" hye sun berbicara sambil melipat tangan didada
"mmh begini .." ucap minho kikuk . Yah dia sangat berbeda kalau sedang gugup begitu . Sedangkan hye sun menatapnya dengan pandangan bertanya
untuk menutupi kegugupannya . Minho perlahan berjalan menghampiri hye sun dan berjongkok menghadap gadis itu . Hye sun keheranam atas sikap minho itu . Kemudian minho mengambil sesuatu disaku jasnya . Dan , keluarlah sebuah kotak cincin bewarna putih dan dibukanya kotak cincin itu
Hye sun terkesima menutup mulutnya , ia tak percaya pada apa yan ia lihat sekarang . 2 buah cincin transparan dari kaca , didalamnya terdapat darah beku yang terbentuk tulisan huruf hangul korea bertuliskan ‘ minho dan hye sun ’ . Hye sun tak percaya . Minho akan melakukan ini
"i ... Ini ??" tanya hye sun dengan suara tercekat
Minho tersenyum dan berkata
"iya . Darah dalam cincin itu adalah sample darah kita yang diambil beberapa hari yang lalu" minho berkata dengan lembut
"ohh jadi ini alasannya" hye sun mengelus cincin mengkilat itu dengan jemari tangannya
Minho menggenggam tangam hye sun . Hye sun menatap wajah minho . Senyuman terukir di wajah tampan itu
"Kau suka ?? Itu cincin pernikahan kita . Memang sengaja aku tak memberikan berlian di cincin itu . Aku hanya ingin yang sederhana untuk mengikat kau dan aku yaitu darahku dan darahmu yang ada didalam cincin ini" tutur minho lembut
Hye sun hanya terpaku mendengar pernyataan minho . Air mata mengalir dipipinya
"ne aku suka . Kau tahu minho-aa , aku bahagia bersikap seperti ini paling tak untuk sementara kau tak terlihat buruk dimataku" hye sun menghapus air matanya dan mulai mengambil satu cincin itu .
Minho mengambil cincin itu dari tangan hye sun . Kemudian meletakkannya kembali dikotak cincin tadi . Hye sun mendengus sebal
"yya kenapa kau ambil ! Aku kan mau mencobanya" dengusnya sebal
"anhi , pakainya nanti saja saat kau sudah jadi istriku" jawab minho enteng
Hye sun langsung memajukan mulutnya . Dengan ekspresi jutek ia pun berkata
"dasar pelit !!" sambil menjulurkan lidahnya
****
sesampainya dirumah , hye sun langsung merebahkan tubuhnya keatas ranjang . Pikirannya kembali lagi ke cincin itu
ya tuhan aku tak tahu apa yang ia rasakan padaku . Walaupun ia kasar , tetapi ia sangat perhatian dan baik . Aku bingung dengan sikapnya apakah ia mulai mencintaiku atau semua ini ia lakukan hanya untuk orang tuanya ?
hye sun masih melamun tak jelas
‘kriingg ... Kring'
Suara handphone menyadarkan hye sun . Dengan cepat hye sun mengangkat panggilan itu
"yeobseo" sapanya
"kenapa belum tidur hah ?? Ini sudah malam" terdengar suara minho yang sedang marah-marah disebrang sana
"aku belum ngantuk . Dan kau kenapa menelponku selarut ini"
"hye sun aku ... Aku hanya ingin ... Ah sa .. rang" ucapan minho terputus oleh suara me menguap hye sun
"aaahhhh ada apa sih ?! Cepat katakan , aku ngantuk"
"yaish yasudah sana tidur !!!"
sambungan handphone pun terputus . Minho membanting handphonenya kesal .
"Kenapa kau harus menguap tadi ?! Padahal aku ingin mengatakan perasaanku padamu hye sun"