CHAPTER 1
“Eun Cha??? ….kau Eun Cha kan???”
“Ji Sung …….”

Mereka berdua saling menatap, kaget dan tidak percaya dengan pertemuan yang tiba-tiba itu. Sesaat mereka berdua hanya berdiri di taman kota. Membeku. Orang-orang yang berlalu lalang melihat mereka dengan pandangan heran. Eun Cha, matanya berkaca-kaca seakan tidak mempercayai kalau dia akan bertemu kembali dengan Ji Sung lelaki yang sudah lama ingin dia lupakan. Begitupun Ji Sung dia sungguh tidak percaya akan bertemu kembali dengan Eun Cha, Ji Sung tersenyum, lembut sangat lembut cukup membuat hati Eun Cha goyah.
Eun Cha sama sekali tidak berubah dalam pandangan Ji Sun, tetap Eun Cha yang cantik dan mungil. Kulitnya yang putih mulus bibirnya yang mungil, hanya saja Eun Cha dihadapannya sekarang terlihat lebih dewasa dengan make up tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
Ji Sung, dia sangat berubah semakin terlihat tampan dan dewasa. 7 tahun yang lalu mereka berpisah tanpa kabar. Waktu yang sangat lama namun tidak cukup lama bagi Eun Cha untuk menghapus segala kenangan mereka. Kini mereka bertemu kembali di waktu dan tempat yang berbeda. Ingatan Eun Cha kembali melayang ke masa lalu dimana mereka masih bersama. Yah masih…. karena sekarang keadaannya sudah pasti berbeda.
Ji Sung berjalan menghampiri Eun Cha yang masih terpaku. Dilepaskannya Headphone yang menempel di telinganya. Sesaat kemudian mereka berdua sudah duduk disebuah bangku taman kota. Lama mereka hanya terdiam tanpa bicara sepatah katapun. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Ehm….” Ji Sung berdehem kecil membuat Eun Cha tersadar dari lamunannya.
“Ottoshimnikka?…” Eun Cha dan Ji Sung berbicara hampir bersamaan. Mereka lalu tertawa kecil, Eun Cha menundukkan wajahnya malu-malu begitupun Ji Sung. Mereka berdua menjadi kikuk.
“Kau baik-baik saja” kembali mereka berbicara bersamaan. Lagi –lagi mereka berdua tertawa
“Ah..hahaha.. kau duluan” Ji Sung tertawa kecil dan melihat ke arah Eun Cha.
“Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja” sahut Eun Cha. “Bagaimana denganmu, SHo” lanjut Eun Cha.
Ji Sung tersentak, Eun Cha masih sama memanggil dia SHo sama seperti dulu. Berapa dia merindukan kata panggilan itu. Hanya Eun Cha yang memanggilnya seperti itu. Dulu Eun Cha bilang kalau Ji Sung itu mirip angin kadang menyejukkan namun terkadang menakutkan. Karena itulah Eun Cha memanggil Ji Sung dengan nama SHo.
Flashback
“Sho itu angin” suatu kali Eun Cha tiba-tiba berbicara sendiri.
“Mwo.., kau bilang apa” Ji Sung melihat Eun Cha dengan heran.
“Itu bahasa Jepang, kau itu mirip dengan angin” sahut Eun Cha lagi, matanya memandang kearah langit. Angin laut bertiup lembut kearah mereka, tidak dingin sama sekali karena waktu itu sedang musim panas.
“Cih, bukannya aku ini mirip api. Banyak yang bilang seperti itu” Ji Sung mencibir deskripsi Eun Cha tentang dirinya. “Lagipula bukannya api itu lebih keren daripada angin” Sahutnya lagi. Dia memandang ke arah Eun Cha yang masih asyik melihat langit dan bintang-bintang yang meriah menghiasi langit malam itu. Direbahkannya tubuhnya disamping Eun Cha, tangannya terlipat diatas kepalanya. Mereka berdua sedang berada di atas mercusuar di pulau jeju tempat rahasia mereka berdua kalau mereka ingin melarikan diri atau sekedar bersembunyi, memandang langit dan bintang atau sekedar melihat matahari terbenam seperti biasanya.
“Kau ini selalu begitu, kalau aku bilang kau seperti angin ya memang kau seperti angin, lagipula aku tidak suka dengan api terlalu panas” sahut Eun Cha, bibirnya cemberut memandang kesal ke arah Ji Sung. Ji Sung yang melihatnya menjadi tertawa, dia selalu suka kalau Eun Cha cemberut seperti itu.
“Ah, araso..araso… Halmonie…” Ji Sung masih tertawa geli, sedangkan Eun Cha yang melihatnya menjadi semakin cemberut. Mencubit pinggang Ji Sung gemas.
“Arggghh…. YYash.. sakit tahu…” Ji Sung terbangun diusap-usapnya pinggangnya. Eun Cha tertawa melihat Ji Sung sedangkan sekarang Ji Sung berganti cemberut. Di cubitnya pipi Eun Cha membalas
“Aduuuhhhh…. sakit tauuu” Eun Cha mengerang kesakitan karena Ji Sung terlalu gemas mencubit pipi Eun Cha, dilepaskannya tangannya kemudian mengacak-acak rambut gadis itu.
“YYa…..” Eun Cha berteriak bersiap memaki Ji Sung tapi Ji Sung terlebih dahulu mengelus-elus kepala Eun Cha dengan lembut “Mian…..” sahut Ji Sung pelan, membuat Eun Cha tersipu malu.
Lama Ji Sung terdiam, pikirannya mendadak melayang ke kejadian 7 tahun yang lalu saat mereka masih sama-sama duduk dibangku sekolah. Ji Sung tersenyum geli membayangkannya.
“YYa… SHo…anyonggg” suara Eun Cha mengagetkan Ji Sung dari lamunannya. Eun Cha mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Ji Sung.
“Ah..aniyo… aku baik-baik saja” Ji Sung tersenyum ke arah Eun Cha. Mendadak matanya menangkap sesuatu. Ji Sung melihat sebuah cincin melingkar di jari manis Eun Cha. Sejenak kemudian dia terdiam. Dengan ragu-ragu dia bertanya kepada Eun Cha.
“Eh..ehm.. kau…sudah meni..kah?” Tanyanya terputus-putus kepada Eun Cha. Eun Cha yang menyadari arah pandangan Ji Sung memegang cincin yang ada di jari manisnya.
“Oh, belum aku… aku hanya bertunangan saja kok” sahutnya pelan sambil menggelengkan kepalanya pelan. Senyuman samar tersungging di bibirnya.
“Oh… begitu ya… chukae…” sahut Ji Sung. Hatinya sedikit pedih namun tetap memaksa untuk tersenyum kepada Eun Cha.
“Sho..sendiri..apa sudah…” Eun Cha belum melanjutkan kalimatnya saat Ji Sung tiba-tiba menyahut.
“Belum..aku juga belum menikah” sahutnya cepat.
“Oh…. begitu yah” Eun Cha tersenyum. Mereka menjadi salah tingkah, suasana menjadi canggung antara keduanya.
“Eun Cha kau pasti bisa jadi istri dan ibu yang baik” Ji Sung mencoba mencairkan suasana.
“Begitukah?? Aku sendiri malah tidak percaya diri” Eun Cha menyahut pelan.
“Ten..tentu saja bukankah kau wonder girl Eun Cha yang terkenal” Ji Sung tertawa mencoba menggoda Eun Cha.
“Hmmmm… tentu hehehe” Eun Cha hanya bergumam dan tertawa kecil.
Tiba-tiba ponsel milik Eun Cha berbunyi. Dilihatnya nama yang tertera di ponselnya Kim Jun Oppa. Sejenak dia terdiam bingung antara menjawab atau tidak. Ji Sung melihat kebingungan Eun Cha namun tidak berani bertanya. Eun Cha bangkit dari duduknya berjalan menjauh dan mengangkat teleponnya.
Eun Cha : “Yoboseyo oppa?”
Kim Jun : “Hey, sayang kau ada dimana?” sahut suara dari seberang.
Eun Cha : “Oh aku… aku masih ada di taman sebentar lagi aku sampai”
Kim Jun : “Oh begitu yah, kalau begitu sampai ketemu, bye..love u baby”
Eun Cha : “Hmm, aku juga”
Eun Cha menutup telponnya, kemudian memandang ke arah Ji Sung tersenyum. “Aku harus pergi sekarang” lanjutnya.
“Oh.. benarkah… baiklah sampai jumpa” Ji Sung menyahut sedikit nada kecewa disuaranya yang berat. Kemudian dia berjalan mendekati Eun Cha. Diulurkan tangannya ke arah Eun Cha.
“Sekali lagi chukae.. dia pasti laki-laki yang baik” Eun Cha menjabat tangan Ji Sung dan tersenyum.
“Gomawo, Sho.. kau juga harus cepat-cepat mencari jodoh” sahut Eun Cha menerima uluran tangan Ji Sung.
“Tentu….” Lanjut Ji Sung mereka masih tetap berjabat tangan, sampai Eun Cha tersadar dan menarik tangannya pelan.
“Ah..miane” sahut Ji Sun pelan. Mereka berdua menjadi salah tingkah.
“Tidak apa-apa” Eun Cha tersenyum, “Kalau begitu aku pergi” lanjutnya. Ji Sung menganggukkan kepalanya. Eun Cha berlalu. Ji Sung memandang kepergian Eun Cha dari belakang. Matanya menatap punggung Eun Cha yang perlahan menjauh. Mendadak hatinya terasa pedih. Matanya menjadi sayu.
“Eun Cha… seandainya saja waktu itu aku tidak…..” Ji Sung bergumam kepada dirinya sendiri. Menghela nafasnya yang terasa berat. Sejenak kemudian diapun berlalu pergi.