Bunyi deringan lonceng gereja membuat semua orang terdiam seketika . Pendeta dan Minho telah berdiri tegak menantikan hyesun yang akan memasuki gereja .
Gurat kepanikan terpancar diwajah Minho yang menggunakkan Jas hitam mengkilap , membuatnya terlihat gagah menjadi mempelai pria hari ini . Dibarisan kursi depan terlihat Mrs.goo dan Kel.lee , tesenyum mencoba mengatakan pada Minho ' Tenang nak semuanya akan baik-baik saja'
Kini yang ditunggu telah tiba . Mempelai wanita terbalut gaun pengantin putih panjang sederhana , memakai kerudung menutupi wajah cantiknya . Berjalan kealtar sambil memegang 5 tangkai bunga mawar putih dengan kelopak yang lebar . Sesampainya didepan pendeta dan disamping sang mempelai pria . Kepanikan muncul diwajahnya
"Anda Lee min ho , bersediakah menerima Goo hye sun menjadi istri anda . Menemaninya di saat senang maupun sedih . Di saat suka maupun duka" Suara pendeta lantang terdengar
"Ne ... saya bersedia" Minho menjawab mantap . Keyakinan muncul dari suaranya .
"Dan anda Goo hye sun bersediakah anda menerima Lee min hoo menjadi suami anda . Menemaninya disaat senang ataupun sedih . Disaat suka maupun duk" suara lantang pendeta terdengar lagi
Hye sun menarik nafasnya sejenak . Kemudian memejamkan mata
"Ne ... Saya bersedia"
Setelah mengucapkan ikrar suci itu . Minho dan hye sun kini berhadapan , keduanya saling memandang . Mrs.goo beserta Mr.lee dan Mrs.lee menatap bahagia pasangan pengantin itu . Tak terasa air mata menetes dipipi mrs.goo , melihat itu cepat-cepat ia menyeka air mata tersebut
"Sekarang kau bisa memasangkan cincin dan mencium istrimu Tn.lee"
Mendengar perintah sang pendeta , perlahan Minho berjalan mendekat kearah hyesun . Dibukunya kerudung yang menutupi wajah cantik itu . Minho tersenyum melihat wajah merah merona milik hyesun . Minho mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya , kemudian mengambil tangan berkulit putih mulus itu . Terlihat cincin yang berhiaskan darah mereka lagi . Minho menyematkannya di jari manis tangan hye sun . Begitupun hye sun , ia menyematkan di jari tengah tangan minho . Keduanya kini saling memandang
"Cium dia minho-ssi" Teriak il-woo
Alhasil semua tamu undangan bergerumuh , mengikuti ucapan il-woo
Minho perlahan mendekatkan wajah ke wajah hye sun . Dilihatnya wajah hye sun begitu merah padam . Lalu , dipandangnya bibir ranum hyesun dan kini bibir mereka bersentuhan . Tangan minho menarik pinggang hyesun , agar tubuh itu lebih mendekat padanya . Hyesun pun melingkarkan tangannya dileher minho . Minho menyesap bibir hye sun dan melumatnya lembut . Tamu undangan pun bersorak gembira menyaksikannya .
***
Pantai jeju
Acara pernikahan berlanjut kelokasi pantai jeju . Pantai ini telah disulap begitu indah menyerupai tempat pesta . Minho dan Hye sun tak henti-hentinya menyapa para tamu undangan sambil berjabat tangan
"Minho-aa kapan pesta ini berakhir tanganku sudah keriting nih" Hye sun berucap sambil mengarahkan kedua tangannya ke pandangan minho
"yya kau pikir kau doang yang begitu , aku juga tahu" Serunya sambil menambil segelas wine yang disodorkan pelayan
Mulut hyesun dimajukan seketika . Ia kesal pada jawaban Minho barusan . Minho hanya memandang kearah ombak lautan sambil meneguk winenya .
Tiba-tiba datanglah il-woo dan bum dihadapan pasangan pengantin ini
"Minho-ssi chuake" ucap bum ramah
"Ne chuake buat pernikahanmu . Jadi dia ya yang telah membuatmu seperti ini" il-woo berucap sambil menunjuk kearah hye sun . Mereka kini tertawa bersamaan . Ditengah suara tertawa , pandangan hyesun tertujuh pada pemuda yang terlihatnya
"Hyun joong" gumamnya dalam hati