Minho kaget melihat tingkah hye sun yang sangat berbeda , kali ini hye sun memilih mengalah berdebat dengannya , ya walaupun sebenarnya memang hye sun sering mengalah buat perdebatan meraka . Tapi kali ini lain , hye sun tak mencoba mengelak segala ucapan minho . Kini pemuda itu bisa merasakan kepala hyesun yang bersandar dibahu kokohnya . Tubuh hye sun terlihat ringkih didalam pelukannya
"Mianhe hye sun , mungkin seharusnya tadi aku tak berbicara begitu ... Mianhe" minho membalas genggaman tangan hye sun , terlihat penyesalan di wajahnya
"Lain kali kau bisakan percaya dan berfikir positif dulu ketika melihatku melakukan sesuatu" hyesun berucap masih dengan pandangan kosongnya
"Hah ? Ne .. Akan kucoba" balas minho
Minho tak sadar dengan ucapannya tadi . Akn mencoba ? Mana mungkin , ia adalah orang yang selalu berfikiran negatif tanpa melihat sisi positifnya dulu
※※※※※※※※
Apartement
Pasangan itu berjalan menuju kamar mereka , ya buat saat ini Minho memutuskan memboyong istrinya tinggal di Apartement mewah itu . Hal ini dikarnakan ketidak inginan Minho yang setelah menikah tinggal dirumah orang tuanya maupun sang mertua .
"Buat saat ini kita tinggal disini dulu . Aku janji akan cepat membeli rumah buat tempat tinggal kita" Minho memandang hye sun yang masih mematung didepan pintu .
Hyesun menjatuhkan pandangannya ke sekeliling ruangan mewah itu . Walaupun hanya apartement . Tak bisa dipastikan tempat itu begitu mewah dan megah .
"Ne ... Tak apa minho-ssi"
Minho dan hyesun kini berjalan kearah ruang tamu . Didepan mereka sudah berdiri tiga pelayan dari kediaman kel.lee . Ya walaupun sudah bebas dari kedua orang tua mereka . Tetapi tetap saja minho dan hye sun tetap diawasi oleh ketiga pelayan utusan keluarga mereka .
Mereka kini melangkah bersama kearah kamar . Kamar mereka , kini kedua pengantin ini memasuki kamar tersebut . Hye sun duduk disofa depan ranjang . Ia mulai melepas sepatu highless putihnya . Kemudian diikuti dengan minho yang duduk disisi ranjang .
"Karna pelayan suruhan abojiku itu , kita jadi satu kamar begini " keluh minho sambil menatap lukisan dinding
Hye sun mendongakkan kepala dan
"Biar aku tidur di sofa , kau bisa tidur diranjang sendirian" ucapnya lembut sambil tersenyum kaku
Minho segera menoleh mendengar ucapan hyesun
"a...anhi tak apa hyesun-ssi . Kau tidur saja diranjang , aku tak akan melakukan sesuatu yang kau tak inginkan" ucapnya ling-lung
"Tak apa ... Biarkan aku tidur disofa saja" cegah hye sun lagi
"yya kau mau apa nanti ketika pelayan melihat kita tidak tidur satu ranjang dan melaporkannya ke orang tua kita ?! Lagi pula aku tak akan berbuat macam-macam padamu " Minho berucap agak sedikit menahan emosinya
Hye sun hanya bisa pasrah mendengar ucapan suaminya . Kalau dipikir-pikir lagi ucapan minho ada benarnya juga . Ia mendesah berat
"Ne , terserahlah . Aku mau mandi"
***
Selasai mandi dan memakai piamanya . Minho berjalan kearah ranjang dilihatnya hye sun yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil membaca sebuah novel . Melihat minho yang sudah ada disampingnya , segera ia menutup buku itu dan segera tidur . Ketika dilihatnya minho yang tengah akan mematikan lampu . Hye sun kemudian bangkit
"yya minho-ssi lampunya jangan dimatikan" tukas hyesun
minho menoleh kepadanya
"waeyo ?" tanyanya heran
hye sun menjadi gelisah . Ia pun berkata
"aku hanya tidak suka tertidur dengan keadaan lampu padam" tuturnya
"Tidak suka ? Ah bilang saja kau takut gelap" minho kini tersenyum jail
Hye sun hanya bisa memajukan bibirnya dengan ekspresi cemberut
"Ne ne aku memang takut gelap , puas !" katanya sinis pada minho