Kicauan suara burung mengiang-ngiang indah pada pagi hari . Sang surya menyinarkan cahayanya kembali . Cahaya hangat itu menembus kamar pasangan pengantin baru itu , ketika sang pelayan membuka tirai jendela dan menyilaukan hye sun
Hye sun mengerjapkan mata perlahan , pandangannya masih tak sadar . Samar-samar ia melihat pelayan muda yang sedang tersenyum memandangnya
"Anyong nona ... " sapa pelayan muda itu padanya
Hye sun tersenyum , dengan perlahan ia bangun dari pembaringannya dan membalas sapaan pelayan itu
"Anyong ... " senyum masih tersungging di wajahnya
Hye sun menoleh kearah sampingnya , dilihatnya Minho yang masih tertidur pulas , sambil menutup wajahnya dengan guling putih .
"perlu saya bangunkan dorenim , nona ?" pelayan itu berbicara tiba-tiba
"Tak usah , nanti saja .. Ini masih terlalu pagi" balas hye sun sambil berdiri dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi
««««»»»»
Minho terbangun dari tidurnya , perlahan pandangannya menyeka kesemua sudut ruangan . Kemudia beralih kearah samping
"Ke mana hye sun ?" gumanya bingung melihat hyesun telah tiada
Minho kemudian menoleh kearah jam yang berdetak diatas meja sisi ranjang . Jarum jam menunjukkan pukul 06.30 . Ia pun berdiri dan berjalan keruang makan
***
Hye sun nampak sibuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan pagi . Ia menata piring dan napkin diatas meja .
"Rajin sekali kau " tegur minho secara tiba-tiba
Hye sun menoleh ke minho yang kini ada dihadapannya .
"Oh kau sudah bangun . Ayo sarapan " ajaknya
Minhopun lalu mengambil tempat untuk duduk . Diikuti hye sun dihadapannya . Kemudian minho mulai mengambil selai coklat dan mengoleskannya di roti .
"Kau tak makan ?" tanya minho yang melihat hyesun belum menyentuh makanannya .
"Anhi ... Aku makan buah saja" ucapnya sambil mengambil satu buah apel
"yasudah terserahlah , asal kau makan" balas minho yang mulai lagi melahap rotinya
****
Hye sun kini tengah merapikan rambut panjangnya itu . Ia mengenekan dress merah diatas lutut kemudian mengikat rambutnya keatas membentuk satu bentukan .
Minho masuk kedalam kamarnya , dilihatnya hyesun sudah berpakaian rapi
"Kau mau kemana ? Kita cuma punya waktu 3 hari buat honeymoon dan setelah itu aku harus kembali bekerja" Tukas minho sambil memandang Hyesun .
"Terserah kau sajalah " ucapnya membalas pandangan hyesun
※※※※※※※※
"Kenapa kesini sih ?" tanya hye sun kesal
"il-woo dan kim bum mengajakku kesini . Lagi pula tadi katamu terserah mau kemana" balas minho
"Tapikan tidak harus ke stadion bola" Hye sun kini terlihat kesal
"Aiisshh , tenang saja kau hanya melihatku main bola doang kok" ucap minho sambil berlalu memasuki stadion itu .
Minho , il-woo dan bum bermain bola ditengah lapangan itu . Mereka sangat mempesona ketika sedang menendang bola masuk kegawang . Berbeda dengan tampang hye sun yang bosan , duduk dikursi barisan penonton . Minho semaking gencar menendang bolanya , tetapi ia tiba-tiba terjatuh karna tangkisan kaki dari il-woo . Hyesun sangat terkejut dan cepat berdiri dari kursinya
"Minho-aa kau tak apakan ?" tanya il-woo panik
Minho masih meringis kesakitan , memegangi lututnya . Tiba-tiba hye sun menghampirinya dengan wajah cemas
"Kau tak apa ?" tanyanya panik
"ne aku tak apa?" balas minho mencoba bangkit .
hyesun membantu minho bangkit dan mendudukkannya dikursi kemudian ia mengambil air mineral dan memberikannya pada minho . Melihat bulir-bulir keringat diwajah minho . Ia kemudian mengambil saputangan dan menyeka keringat itu . Minho terkejut melihat perhatian sang istri padanya . Senyumpun tersungging diwajahnya