Author Topic: Strawberry, Lovers or Haters?--#CHP 15 PART II# 6 Nov' 11  (Read 26467 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Strawberry, Lovers or Haters?
« on: February 25, 2011, 10:28:20 am »
CHAPTER ONE
Hari-hari ku ...



"STRAWBERRY!!!"

Aku memejamkan mata sambil mengigit bibir keras-keras. Tanpa berpaling saja aku tahu siapa yang berteriak padaku. Suara lantang yang rada parau itu membuat peluh mulai bercucuran dari jidat dan wajahku. Ya, aku melakukan kesalahan lagi. Kesalahan yang ... entah sudah ke--beraparatus bahkan ribu--kalinya kusumpahkan untuk tidak dilakukan lagi ... tapi tidak pernah berhasil. Menerebos jalan pintas dari ladang anggur ini, lebih cepat dua kali lipat daripada harus memakai jalan besar yang berseberangan langsung dari kebun strawberry milik keluarga ku.

Aku berbalik seraya berusaha memasang tampang semanis-manisnya. "Wine ... "

"Kau melanggar batas lagi!!" kata cowok di depanku, dingin. "Sudah berapa kali kuperingatkan?!! Jalan ini tidak diijinkan ternoda oleh pemilik kebun strawberry sebelah!"

"Yaa--yaa--kenapa seketus itu?" Aku memonyongkan bibir ke depan.

Orang bilang, Strawberry dan Wine adalah perpaduan yang sempurna. Mereka merupakan pasangan istimewa. Pernahkah anda menikmati segelas Strawberry Wine? Aku percaya, seteguk saja, anda pasti jatuh cinta padanya. Strawberry Wine akan membuat anda mabuk dan tidak pernah melupakan rasa dan aromanya. Tapi .. kayaknya perumpamaan itu tidak berlaku bagi cowok di hadapanku. Dari dulu, dia, Wine So, tidak suka padaku. Bahkan, terkadang .. aku merasa dia membenciku. Kenapa? Aku mengangkat bahu, menyerah. Tidak Tahu ..

Raut Wine mengeras ketika mendapat perlawanan dariku. Otot-otot lengannya yang sudah terbentuk, menegang dibalik seragam sekolah yang dikenakannya. "I Hate Strawberry!!" tekannya dengan gigi bergemelutuk.

Mataku melebar. "Mwo?!!"

"Aku benci strawberry!!" dengus Wine. Matanya bersinar dingin dan .. liar. "Terlebih padamu!" katanya sambil menunjuk kearahku. "Bau yang menyebar dari tubuhmu membuatku puyeng. I hate you, strawberry!!!"

"Yaa--kira-kira dong ngomongnya!!!!" Sumpah, aku sangat tidak suka dengan perkataan-perkataannya. Apakah salahku jika beraroma strawberry? Apakah salahku juga kalau nama ku juga 'Strawberry'? Apakah salahku jika orangtuaku pemilik kebun strawberry sebelah? Huhh--Aku tidak bisa memilih karena semua sudah terjadi sebelum kelahiranku--

"Sudah!!!"

Mendadak aku dikejutkan oleh bentakannya.

"Sekarang, angkat kaki dari sini!! Kembali ke dunia mu!!"

Aku menekuk wajah dan bergerak perlahan ke pagar pembatas, pemisah ladang anggur dengan perkebunan strawberry keluargaku, di mana tadi, nekat aku panjati.

"Jangan sekali-kali menginjakan kakimu lagi di sini!!"

Aku sudah melompati pagar pembatas ketika berbalik dan meleletkan lidah kearahnya.

"Wee--Bagaimanapun, strawberry lebih unggul segala-galanya dari anggur!! Wine geblek!!"

"Kau ... "

Aku melihat gelagat tidak baik dari Wine. Tangannya sudah bersiap menyambar tongkat kayu yang tersampir di dekat sebatang pohon anggur. Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku mengambil langkah seribu, kabur dari situ. HAHAHAHA--


*******



"Wine sialan!! Wine geblek!! Wine gila!!"

Aku terus mengomel ketika berlari melintasi jalan besar. Bagaimana tidak? Jika tidak ketahuan olehnya tadi, aku bisa menghemat waktu seperempat jam dari waktu yang kuperlukan untuk sampai ke sekolah.

"Pasti terlambat deh .. ," desahku dengan nafas tersengal-sengal. Dari kejauhan aku mendengar lonceng tanda masuk mulai dibunyikan. "Sial!! Wine So, aku makin benci kamu!!!"

Aku mempercepat lari sampai hampir kehilangan nafas. Tapi aku tahu semua itu percuma saja. Aku pasti terlambat dan akan dihukum oleh Jo Sung sonsaengnim. Dan semua gara-gara .. Wine So!!


********



Tok .. tok .. tok ...

"Anyongheseyo, Jo sonsaengnim ... "

Aku memasuki ruang kelas dengan kepala tertunduk. Tidak perlu mengangkat wajah, aku sudah tahu wajah sonsaengnim ku tersayang sudah membiru saking marahnya. Mungkin penghapus di tangannya sudah akan dilayangkan ke wajahku jika saja berpuluh-puluh pasang mata tidak sedang mengarah padaku.

"Terlambat lagi, Strawberry Im?" tanya Jo sonsaengnim dingin. Sama dinginnya dengan perkataan-perkataan Wine beberapa saat lalu.

"Ne .. Sosoengheyo .. sonsaengnim ... " Aku menjawab takut-takut. Pandanganku menjelajah seisi ruangan secara hati-hati. Itu dia--penyebab keterlambatanku!! Wine melirik ku sepintas, lalu membuang wajah ke arah lain.

"Bisa menjelaskan keterlambatanmu?!"

Aku mengatupkan bibir rapat-rapat sambil mengepalkan sepasang tanganku. Reaksi cowok itu membuatku geram.

"Strawberrry Im!!!"

Aku terperanjat. "Dhe?"

"Apa kau mendengarku?!!" tanya Jo sonsaengnim, menatapku lekat-lekat.

"I .. itu ... ," aku jadi gelabakan sendiri. Jujur saja, aku tidak konsentrasi terhadap pertanyaannya tadi.

"Berikan alasan dari keterlambatanmu!!" Jo sonsaengnim mengulangi pertanyaannya begitu melihatku hanya diam saja.

"Sa .. saya ... " Aku melirik teman-teman sekelasku. Lebih tepatnya, sahabat-sahabat kentalku, .. Mango, Apple dan Pear, .. mereka terlihat menahan nafasnya.

"Jadi?"

"Saya ... terlambat bangun .. " Jawaban ini membuat seisi kelas hiruk pikuk. Sebagian menertawakanku, sebagian lagi ribut karena takut Jo sonsaengnim akan lebih murka lagi. "Sosoengheyo sonsaengnim .. " Aku membungkukan badan berulangkali.

"Apa kau kira ini lucu, Strawberry?" ujar Jo sonsaengnim dengan nada menusuk.

"Aniyo .. ," sahutku pelan.

"Kembali ke bangku mu. Dan jangan lupa, mencatat seratuskali pelajaran yang kuberikan hari ini!!"

"Ne .. " Aku berjalan lemas ke bangku ku. Apple yang duduk di sebelah, segera menyentuh lenganku.

"Gwencana?"

Aku mengeleng lemah.

"Kenapa terlambat sekali?"

Aku tidak menjawab. Perlahan aku mengerling ke arah Wine yang saat ini sedang melemparkan pandangannya ke luar jendela.

"Dia lagi?" tanya Apple kembali.

Aku menoleh padanya, kemudian mengangguk pelan.

"Yaa--kenapa dia mempersulitmu terus?!!"

"Mana saya tahu!!" Aku menghempaskan tas ranselku ke atas meja. "Kalau saya tahu, tidak akan seperti ini dari dulu!"

"Kalian ini aneh-aneh saja .. " Apple mengulum senyumnya. "Tinggal bertetangga tapi dari dulu tidak pernah akrab mulu .. "

"Bukan salahku, tahu?!!!" dengus ku kesal.

"Ne, aku tahu ... " Apple segera berusaha menenangkanku. "Semua kesalahannya .. " Dia menunjuk Wine dengan dagunya. "Tapi .. jujur loh, .. dia makin keren aja .. "

"Apple Kim!!!" Aku berteriak, makin dongkol padanya. Sebelum Apple memberikan balasannya, mendadak ...

"STRAWBERRY IM!!!" Teriakan lain terdengar pula. Suara Jo sonsaengnim mengelegar dalam ruang kelas.

Aku mengangga. "Dhe?"

"Jika masih ingin ribut, keluar dari mata pelajaranku!!!"

Aku segera menunduk dalam-dalam. "Ne .. "

Sedangkan Apple, segera menunjukan rasa bersalahnya padaku. Yang membuatku ingin mencekiknya detik ini juga!


*******



"WINE SO!!"

Wine menghentikan langkahnya di depan kantin. Saat itu sudah jam istirahat kedua. Aku mendekatinya dengan langkah lebar dan langsung menarik tangannya.

"Buat apa kau lakukan semua ini?!! Kenapa melarangku memakai jalan pintas itu? Emangnya itu jalan, milik mu?!!" tanyaku bertubi-tubi.

Wine segera mengibaskan tangan ku. "Jangan sekali-kali menyentuhku!! Aku muak dengan aroma tubuhmu!!"

"Mwo?"

"Dengar!!" Wine berbalik dan berhadapan dengan ku dengan sepasang tangan bersidekap di depan dada. "Jalan itu memang milik ku!! Lebih tepatnya, milik moyangku! Jalan pintas itu berada dalam ladang anggur keluargaku jadi .. aku berhak mengijinkan dan melarang siapapun mengunakannya!!"

"Kau .. " Aku kehilangan kata-kata sekarang. Ya, benar ... jalan pintas itu milik moyangnya, dan dia atau pemilik ladang anggur itu berhak melarang siapa saja mengunakannya. Yang aku heran, kenapa cuma aku yang dilarangnya? Apa benar cuma gara-gara nama 'Strawberry', 'pewaris kebun strawberry', dan 'aroma strawberry yang melekat di tubuhku' ini yang menjadi masalahnya?

"Bagaimana?" Dia menyengir. "Kau mengerti sekarang?"

Kemudian, dia meninggalkanku .... terpaku seorang diri. Ditemani lirikan-lirikan kecil dan cekikan-cekikan halus dari murid-murid Sekolah Menengah 'Dream High' yang saat itu sedang melepaskan lelah, rasa lapar dan dahaga dalam kantin.


*******
« Last Edit: February 25, 2011, 10:32:20 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun