Minho tak bisa memejamkan matanya . Teringat lagi ucapan hyesun yang ingin pergi keacara pameran lukis hyun joong . Minho bisa membayangkan , bagaimana nanti istrinya akan diperlakukan sebagai tamu istimewa di acara tersebut . Serta tawa diciptaka hyesun dan hyunjoong . Minho berbalik mengahadap kesisinya . Trlihat hye sun yang tengah tertidur pulas dan nyenyak . Minho mentapanya tak berkedip
"Aiiissshhh aku takut kau memilihnya dibanding denganku" gumamnya pelan
minho kemudian mendekat kearah wja hyesun . Lalu
"Hye sun ... Hyesun" panggilnya lembut
"....." tak ada jawaban dari hye sun
Tak tahan , iapun menyentuh bahu wanita itu . Dan menggoyangkannya perlahan
"hyesun bangunlah" panggilnya lagi
Kali ini berhasil , perlahan hye sun membuka mata . Ia sangat terkejut , Minho kini tengah menatapnya lembut . Segera ia berpaling dari tatapan minho padanya
"Ada apa ? Ada masalah" tanyanya menutupi kegugupannya
Minho perlahan duduk , menyandarkan setengah tubuhnya dikepala ranjang . Melihat itu , hyesun pun mengikutinnya ia juga menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang
"Aku ikut ... Ne aku akan datang keacara itu" ucap Minho sambil memandang kosong
"hah ? Benarkah ? Tapi bukankah tadi ..."
hyesun tak percaya dengan apa yang didengarnya
"Ne !!! Memangnya kenapa hah ?! Kau tak suka ? Atau takut nanti tak bisa bersama joongie-mu itu ?!" Tabya minho kasar . Emosinya kini meluapa lagi
Hyesun mendelik ke arah Minho . ia menghela nafas panjang buat keegoisan dan kesalahpahaman suaminya . Sudah sering ia melihat KEEGOISAN Suaminya itu dan sering kali ia mencoba bersabar untuk menghadapinya . Tapi kali ini rasanya sangat sulit , perlahan ia memegang dadanya yang terasa sakit atas ucapan minho . Ia mulai memejamkan mata dan air matapun menetes dipipinya , mengalir begitu cepat . Namun , hyesun tak terisak . Sebenarnya ia juga tak mau mengeluarkan air mata ini tapi karna perasaan dan batin yang begitu sakit , akhirnya ia tak kuasa untuk menahan tangis . Minho masih terdiam dengan pandangan lurusnya , ia mulai heran kenapa hyesun tak membalas amarahnya tadi
"Kau diam kan ?! Berarti semua ...." ucapannya terputus dilihatnya hyesun yang sedang menangis memejamkan mata sambil memegang dadanya
Melihat itu minho tertegun . Persaanya langsung hancur dan mati melihat istrinya tengah menangis akibat ulahnya lagi . Kemudian , ia mengecup kening hyesun lembut dan mengantarkan tubuh itu kepelukannya
"ya tuhan , aku sudah tak tahu berapa kali membuatmu menangis dan Aku selalu berucap minta maaf buat keegoisanku . Mungkin ini kekuranganku , kuharap kau bisa mengerti" ucapnya lembut sambil mengeratkan pelukannya
Mendengar itu , hyesun masih menangis . Bahkan mulai terisak dipelukan minho . Ia memeluk tubuh minho lebih erat lagi
"Maukan menerima kekuranganku ..." Tukas minho lagi
Hyesun masih menangis . Tak menjawab satu katapun . Perasaan sakitnya belum hilang jua .
"Baiklah ... Buatmu aku berjanji akan menghilangkan keburukan itu ... Sungguh akan aku lakukan asal kau berhenti menangis hye sun" ucapnya sambil mengecup kening hye sun dan membelai rambut panjangnya dengan sayang
Hyesun perlahan mengangguk dan melepaskan dirinya dipelukan itu . Minho tersenyum lembut kepadanya dan menghapus sisa - sia air mata dipipi hyesun
"gomawo sun-aa ... Tidurlah" ucapnya
merekap pun tertidur bersama dengan tangan minho yang menggenggam tangan hyesun