Author Topic: "I HEART YOU" HIATUS  (Read 12539 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: "I HEART YOU" cenat-cenut 5 update 6 maret
« Reply #105 on: March 08, 2011, 06:43:31 am »
I HEART YOU © VOLDI ‘unyunyuuu’

FAIRISH © ESTI KINASIH

CENAT-CENUT 6

Shinwha School gempar. Idiom-idiom tak berperikeidioman—menurut Hye Sun yang kesal—beredar luas di lingkungan sekolah. Semenjak Min Ho telah memutuskan (secara sepihak dan tanpa komen atau pertanyaan dari Hye Sun) bahwa Hye Sun wajib melapor pada Min Ho 7x24 jam (via ponsel, pesan singkat, YM, facebook, twitter, ataupun bertemu secara langsung) APA SAJA, DIMANA SAJA, DENGAN SIAPA SAJA Hye Sun berada, idiom-idiom itu mulai masuk jajaran trending topic. Dimulai dari...

DIMANA ADA HYE SUN, DISITU ADA MIN HO

JIKA HYE SUN ADALAH AMPLOP MAKA MIN HO ADALAH PRANGKO

Sampai yang sukses membuat jidat Hye Sun dipenuhi perempatan dan berasap...

JIKA MIN HO ADALAH PISANG MAKA HYE SUN ADALAH MONYET

Atau

JIKA MIN HO ADALAH RAMBUT YANG INDAH MAKA HYE SUN ADALAH KUTUNYA

Dua idiom itu yang paling banyak menyita perhatian siswa-siswa Shinwha, pasalnya penyebar dua idiom tersebut adalah tiga orang siswi paling digilai di Shinwha—tapi sayangnya Min Ho tidak tertarik sama sekali. Mereka adalah Yoona, Sandara, dan Eun Hye. Tiga wanita yang sering menduduki peringkat the most popular di Shinwha Magazine. Akar masalah bukan saja hanya dari status mereka, tapi juga dari keberanian mereka yang secara terang-terangan memojokkan sang Permasuri, Goo Hye Sun. Cari mati itu namanya. Dengan semakin menempelnya Pangeran Sekolah pada Hye Sun layaknya prangko, semakin besar pula rasa benci mereka.

Berpegangan pada pikiran bahwa gue-lebih-cantik-dari-si-kutu-itu sampai-sampai menuliskannya pada sepuluh lembar kertas bolak-balik dan juga percaya pada perkataan Ki Joko Bodo, YES! (singkatan dari nama-nama mereka yang sumpah alay banget!), mereka menghampiri Hye Sun.

YES! menghampiri Hye Sun yang saat itu tengah setor harian di toilet.

“Aku tidak tahu apa yang dilihat Pangeran darimu. Kau...pakai pelet ya?” tanya Yoona dengan nada suara yang hampir membuat Hye Sun muntah.

Hye Sun hanya menyeringai tanpa berniat membalas ataupun menjawab pertanyaan itu. Ia hanya bersandar di dinding toilet karena tiga wanita iblis itu mengelilinginya. Sandara menyipitkan matanya melihat reaksi Hye Sun. Dengan kasar digebraknya dinding di samping kiri kepala Hye Sun (“Anjrit! Kuku gw pataaaaah!!” ) Sandara mencengkram lengan Hye Sun.

“Aku tidak ingin main-main denganmu. Cepat jauhi Pangeran kalau tidak kami tidak akan segan-segan padamu.”

Hye Sun mendengus keras mendengarnya, dengan kasar dilepaskannya cengkaraman Sandara. “Kalau kalian ingin kami putus harusnya kalian bilang langsung pada Pangeran kalian itu. Dia yang mengajakku pacaran asal kalian tahu!”

Perkataan Hye Sun sontak membuat ketiganya membeku. “HAH! Kau pasti berbohong!”

“Tanya saja pada orangnya. Tuh orangnya dibelakang kalian.” Hye Sun mengedikkan kepalanya ke arah belakang mereka.

Dengan slow motion ketiganya berbalik kebelakang, wajah mereka yang tadinya merah merona karena kosmetik segala macam merek kini pucat pasi. Sang Pangeran yang menjadi bahan pembicaraan kini tengah berdiri dihadapan mereka dengan cara berdiri angkuhnya yang biasa. Yang berbeda hanyalah wajah tampan itu kini terhiasi dengan rahang yang mengeras, sangat terlihat bahwa sang Pangeran tengah menahan amarahnya yang membucah.

Dibelakang tiga cewek itu Hye Sun hanya memutar bola matanya. Sebelum pergi meninggalkan toilet itu Hye Sun menyempatkan diri untuk mengecup sekilas bibir Min Ho dan mencibir pada YES!. Dan selanjutnya Hye Sun hanya berjalan dengan wajah datar menuju taman, tidak peduli dengan apapun yang akan dilakukan ‘pacarnya’ pada tiga orang iblis itu.


OoOoOoOoOoOoO

Hye Sun tengah menggerutu tak jelas ketika Min Ho menimpuk kepalanya dengan berkas-berkas pekerjaannya.

“Memikirkan apa?”

Hye Sun hanya memberikan death-glarenya dan kembali melanjutkan gerutuannya. Sekilas terdengar kata-kata seperti **** atau iblis atau brengsek atau jerk atau apapun itu yang bisa membuat ibunya murka karena mengucapkan kata-kata kotor.

Min Ho kembali menimpuk kepalanya, “Siapa yang mengajarimu kata-kata seperti itu?” tanyanya dengan nada tajam.

“Kau sendiri, bodoh!”

“Mwo?”

Hye Sun mendengus sebal dan menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya sembari menghadap Min Ho. “Memangnya siapa pria yang waktu itu marah-marah tidak jelas dan memaki-maki tidak jelas hah?”

Keduanya lantas terdiam. Hye Sun melanjutkan gerutuannya tapi kali ini tidak pakai kata-kata kasar lagi—soalnya takut ditimpuk Min Ho. Tebal berkas itu tidak tanggung-tanggung, setara dengan tebalnya kamus Korea-Inggris-Korea. Dan demi menghindari kebodohannya yang minggu-minggu ini semakin parah, ia lebih baik mengubah siasat. Memaki dengan cara halus seperti, Yoona gendut atau Sandara dadanya rata atau Eun Hye cebol. Pokoknya apa saja yang penting Min Ho tidak menimpuknya lagi.

“Miane.”

Hye Sun sontak mengangkat kepalanya memandang Min Ho. Keningnya berkerut dan kepalanya sedikit dimiringkan ke kiri, “Untuk apa?”

Min Ho tersenyum lembut melihat kepolosan ‘gadisnya’. “Untuk semuanya. Gara-gara aku kau harus dimusuhi teman-temanmu. Miane.”

Dengan malas Hye Sun mengibaskan tangannya dan berkata dengan pelan, “Aku juga tidak berniat berteman dengan orang-orang yang suka menjilat.”

Hening lagi. Min Ho masih memandang Hye Sun dengan pandangan lembut, sementara Hye Sun hanya memperhatikan siswa-siswa yang diam-diam memperhatikan mereka. Tiba-tiba dirasakannya lengan kekar yang memeluk pinggangnya. Dengan cepat ditolehkannya kepala, mendapati wajah Min Ho yang bagai pahatan maha sempurna milik dewa sangat dekat dengannya Hye Sun menelan ludah gugup.

“Aku belum dapat jatahku hari ini.” Ujar Mn Ho pelan.

“Ap-apa?” tanya Hye Sun gugup.

Min Ho mendekatkan bibirnya ke telinga Hye Sun dan berbisik—disertai mendesah seksi, “Ciuman.”

Wajah Hye Sun semakin memerah mendengar suara seksi itu. “Ta-tadi sudah kan.”

“Hanya kecupan, baby. Itu bukan ciuman.”

Dan tanpa menunggu respon dari Hye Sun, Min Ho kembali melumat bibir mungil itu. Menyesapnya dalam-dalam, mengabsen satu-satu giginya, dan mengajak lidah Hye Sun bertarung. Lengan Min Ho semakin erat merangkul Hye Sun agar gadisnya tidak jatuh. Perlahan tangan Hye Sun yang tadi menahan dada Min Ho mulai melingkari leher Min Ho, meremas pelan rambut lebat itu. Pertarungan lidah membuat saliva keduanya menetes dari sudut bibir. Keduanya terus berciuman, saling melumat dan mendesah. Tak memperdulikan siswa-siswa yang mimisan melihat ciuman panas itu untuk yang kedua kalinya. Saling mendekap dan menjaga pasangan masing-masing.

Untuk sekarang ini, lupakan sejenak masalah trio idiot itu, lupakan segala macam persoalan perusahaan, dan lupakan sejenak si pemuda yang tengah menatap keduanya dengan tajam , Yoo Ah In.

Untuk sekarang ini, biarkan keduanya saling mengisi dan menjaga. Masalah yang akan menghadang keduanya biarlah dihadapi nanti. Masih ada waktu.


CENAT-CENUT 6 IS TUBERCULOSIS (TBC)
[/i]

KISS AGAIIIN!! Angkat tangan yang suka kiss minsun... ahahhaha. GIMME A FEEDBACK??
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME