Author Topic: "I HEART YOU" HIATUS  (Read 12383 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: "I HEART YOU" cenat-cenut 6 update 8 maret
« Reply #135 on: March 10, 2011, 03:36:50 am »
I HEART YOU © VOLDI ‘unyunyuuu’

FAIRISH © ESTI KINASIH

CENAT-CENUT 7

Semenjak mata onyxnya menatap dua orang yang saling membagi saliva itu, semenjak sang
gadis menghindarinya, semenjak itu pula ia merencanakan semuanya. Kehancuran seorang Lee Min Ho sudah diambang mata, Yoo Ah In tidak peduli apakah resiko yang harus ditanggungnya bisa menghancurkan reputasinya. Ia tidak peduli. Yang ada dipikirannya hanyalah balas dendam.

Dan merebut sang Permaisuri.

“Enak saja! Aku tidak mau!”

Suatu pagi yang cerah tapi Hye Sun sudah mencak-mencak didepan kekasihnya. Sekarang mereka berdua tengah berada disebuah cafe di dekat lokasi syuting Min Ho. Min Ho baru saja meminta Hye Sun untuk menjadi model berpasangan dengan dirinya di salah satu iklan ponsel bermerek dunia, tapi tentu saja Hye Sun menolak mentah-mentah.

“Perjanjian kita hanyalah aku menemanimu SYUTING! Bukan menemanimu di FOTO! TIDAK MAU!”

Min Ho menatap kekasihnya yang sedang ngambek dengan pandangan malas. Ia tidak mengerti jalan pikiran gadisnya itu, setiap orang ingin terkenal. Kenapa Hye Sun malah ingin sebaliknya? Mungkin pengaruh lasagna yang dimakannya sekarang ini.

“Dengar.” Min Ho memperbaiki posisi duduknya menjadi sedikit condong kearah Hye Sun, “Bayaran yang akan kau terima sangat besar, dan kau pasti akan menjadi sangat terkenal. Kau tidak ingin itu?”

“Tidak!”

Min Ho menyandarkan kembali punggungnya ke sandaran kursi. Ia harus bisa membujuk Hye Sun supaya mau mengikuti sarannya. Ia harus bisa, dan Hye Sun harus mau. Ia melakukan ini agar Hye Sun semakin sibuk dan menjadi tidak punya waktu untuk bertegur sapa dengan si berandal Yoo Ah In itu. Memangnya ia tidak tahu, beberapa malam terakhir Ah In dan Hye Sun sering chatting dan itu membuat Hye Sun sering terlambat masuk sekolah. Berdalih agar sang kekasih tidak terlalu sering mendapat hukuman, Min Ho mau tidak mau harus melakukan hal ini—padahal ia keki setengah mati melihat keakraban Hye Sun dan Ah In. Hanya ada satu cara membuat Hye Sun menuruti permintaan. Dan Min Ho yakin rencananya pasti berhasil.

“Ayo pulang.” ajak Hye Sun setelah mereka berdua terdiam cukup lama.

Min Ho tidak menjawab. Ia hanya mengangkat tangannya ke atas dan tak berapa lama kemudian seorang waiter menghampiri meja mereka. Setelah menyerahkan kartu kredit dan menandatangi kertas kecil itu, Min Ho langsung berdiri dan berjalan keluar cafe dengan gaya angkuhnya seperti biasa. Dibelakangnya Hye Sun mengernyit. Tak seperti biasa Min Ho tak menggandengnya dan menuntunnya sampai ke mobil. Yah, Hye Sun sedikit mengakui, semenjak ia dan Ah In berteman, Min Ho memang agak sedikit protektif padanya. Err—sangat protektif, sebenarnya.

Sepanjang perjalanan mereka berdua bercokol dalam keheningan. Tak ada yang mau memulai pembicaraan. Min Ho langsung melajukan mobilnya tepat ketika Hye Sun menutup pintu mobil. Tidak seperti biasanya, Min Ho akan mampir walaupun hanya sekedar minum air putih dan err—mengecek inbox facebooknya dan berujung pada ciuman panas. Dan lagi-lagi, Hye Sun mengakui bahwa ia senang.

Sangat.


OoOoOoOoOoOoO

Berkali-kali Hye Sun mondar-mandir seperti setrikaan di dalam kamarnya. Berkali-kali pula ia akan mengecek ponselnya. Ketika tak menemukan satu pesan ataupun panggilan, ia akan mendesah kecewa. Dan kemudian melanjutkan petualangannya, mengelilingi kamar sederhananya.

Bukan. Bukan panggilan atau sms dari Ah In yang Hye Sun tunggu. Melainkan dari kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Lee Min Ho. Semenjak mereka kembali dari cafe, Min Ho belum menghubunginya sedikitpun. Satu kemungkinan melintas di pikirannya. Dan secepat kilat ia mengambil ponselnya dan menggetikkan sesuatu.

From : my baby

Besok mau menjemputku?


TERKIRIM

Beberapa menit Hye Sun menunggu tapi belum juga ada balasan. Dengan panik Hye Sun kembali menulis pesan singkat.

From : my baby

Yyaaa... balas pesanku!!


TERKIRIM

Masih tetap tidak ada balasan, Hye Sun semakin menggila mengirim pesannya.

From : my baby

Lee Min Ho??


From : my baby

Min ho min ho min ho


From : my baby

Ih ngambeeeeeeeek  :p


From : my baby

YYYAAAAAAAAA!!!


From : my baby

MIN HOOOOOO
*SCREAM*


From : my baby

WHEW!!


Hye Sun menelan ludahnya dengan susah payah. OH NOOOOOOO!! Min Ho ngambek. Lagi.

Dengan gemetaran Hye Sun mengetikkan pesan terakhirnya, berharap dengan pesannya ini Min Ho tidak ngambek lagi. Susah deh kalau Min Ho ngambek. Gak bakalan ada yang mau nganterin Hye Sun kemanapun ia ingin pergi.

From : my baby
Baik baik. Kau menang. Apapun yang kau mau aku turuti! Dasar tukang ngambek :p


Tak diketahui Hye Sun, diseberang sana sang tersangka sedang mengikik bak kuntilanak beranak dalam kubur. Dengan seringai kepuasan Min Ho menatap pesan terakhir dari kekasihnya itu. See? Seorang Lee Min Ho bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan.

Mulai besok, tidak akan ada lagi si serangga penganggu penghancur hubungan orang. Sang Pangeran akan menjaga Permasuirnya dengan sekuat tenaga. Sebelum mematikan lampu kamarnya Min Ho membalas pesan kekasihnya.

To : my baby
Hn. Besok jam 2 kita temui produserku.


Capek deh punya pacar ngambekkan.


CENAT-CENUT 7 IS TUBERCULOSIS (TBC)
[/color][/i]

Kentang?? Soalnya saya ngetikknya nyuri-nyuri waktu pas waktu ngerjai laporan Kimia. Sudahlah, yang penting kan saya update. Goo Hye Sun akan segera menjadi artis. Dan Lee Min Ho salah mengambil langkah dengan  mengorbitkan kekasihnya menjadi artis. Dia gak tahu kalau Hye Sun punya tampang kek dewi Aphrodite?? Pliiis deh... pengen keluarin pacar dari kandang singa (baca:Ah In) eh malah masukin pacar tersayang ke kandang buaya (baca:dunia entertaiment)
« Last Edit: March 10, 2011, 03:39:47 am by voldi »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME