Hye sun berjalan cepat menyesuri setiap ruangan itu , namun tak juga ia mendapatkan sosok Minho . Ia mulai mengedarkan pandangan lagi mencari Minho , merasa minho tak ada didalam ruangan ,ia pun pergi ke luar hotel itu dan berlari kecil kearah taman di sebelah gedung hotel . Suasana taman itu sangat remang dan hanya diterangi satu lampu cahaya dari tiang lampu tersebut , dibawah lampu itu terlihat seorang pria dari belakang yg tengah duduk menghadap jalan raya dimana mobil-mobil melesat cepat
"Kalau tahu begini jadinya , lebih baik ku sekap kau dirumah dari pada kau bertemu dengan pria itu !" ucap Minho sambil menghisap lgi rokoknya
hyesun perlahan bejalan menghampiri orang itu , ia yakin suara itu adalah suara minho , perasaannya jadi tak enak mendengar ucapan Minho tadi .
Minho memandang hyesun yang kini berdiri dihadapannya , dengan cepat ia membuang muka kearah lain
"Buat apa kau kesini ?! Lebih baik kau lanjutkan acaramu bersama joongie-mu itu !" Minho berucap kasar tanpa menoleh pada hye sun
Hyesun hanya terdiam kaku melihat sikap Minho . Ia memang mengakui kalau kali ini memang kesalahannya , karna meninggalkan minho tanpa meminta izin . minho menghisap kembali rokoknya , melihat itu hye sun kaget 'sejak kapan ia merokok' tanyanya dalam hati
"Mianhe minho-ssi tadi aku terlalu antusias melihat lukisan hyunjoong sehingga ..." hyesun tak mampu lagi melanjutkan perkataannya
"Kau meninggalkanku ?! Begitu ! Sudahlah sebaiknya kau pergi , lanjutkan acara kalian" sambung Minho ketus
Minho menghempaskan asap rokoknya dan asap itu terhisap oleh hyesun sehingga
"uhhukk uhhukk" hyesun terbatuk-batuk mencium asap itu
Melihat itu , gurat kecemasan sedikit terpancar diwajahnya tapi segera ia menetupi perasaan cemas itu . Mendengar suara batuk hyesun yang makin menjadi , ia kemudian mematikan rokoknya dengan sekejap
"uhhuukkk minho-ssi kumohon maafkan aku" ucap hyesun tertatih
Minho hanya diam mendengarkan ucapan hyesun , sebenarnya ia tak tega mendengar suara lirih hye sun . Pandangannya masih tertuju pada jalan raya sementara hye sun mulai kedinginan akibat angin malam di sekitarnya . Hyesun merengkuh tubuhnya yang hanya menggunakkan gaun malamnya yang terbuka 'aku tak tahan' gumamnya dalam hati , ia menggil kedingan sementara itu minho masih terdiam mengacuhkannya
"Min-aa sungguh aku sudah tak mempunyai perasaan apapun pada hyunjoong . Well , buat saat ini kuakui kaulah yang aku utamakan . Dan jikalau aku dihadapkan pada suatu pilihan ... Aku akan memilihmu dibanding pilihan manapun" Tukas hye sun lirih
Minho tertegun mendengar pernyataan hye sun . Ia kemudian perlahan berdiri dan menghampiri hyesun yang menggigil kedinginan . Minho perlahan membuka jasnya dan memakaikannya dipundak hyesun . Dirangkulnya pinggang ramping itu dan dikecupnya bibir mungil hyesun
"Gomawo .. Entah kenapa perasaanku sekarang jauh lebih membaik " ucapnya tersenyum pada hyesun
Hyesun pun membalas senyum minho dan berkata
"Aku ingin pulang min-aa" ucapnya lirih , tubuhnya sangat mengigil
"Ne , kita pulang sekarang" ucap minho lembut sambil merangkul hyesum menuju lobby hotel