Author Topic: tears..12-maret-11  (Read 5176 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..12-maret-11
« Reply #45 on: March 12, 2011, 07:59:55 am »
CHAPTER 4


"Bear kau mau kemana pagi begini?" Tanya ji yeon melihatku sedang mengenakan cardigan berwarna soft pink

Aku menoleh dan tersenyum padanya,"oh aku berhutang janji pada minho."

"Wee? Janji apa?" Ji yeon menatapku penuh menyelidik

"Menemani belanja mingguan..dipasar dekat sini kok.." Jawabku

Ji yeon tersenyum penuh arti," akhirnya kau sudah mulai bisa membuka hati bear..."

"Anhi..aku melakukan ini hanya sebatas perjanjian..kau tau aku, tidak mungkin aku bisa melupakan geun suk" aku memandang sungguh sungguh pada ji yeon.

"Hmm..jangan bicara begitu. Kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti bear.."

Kuambil topi rajutku dan mengenakannya cepat."Tidak untuk saat ini. Aku berangkat honey.." Setalah itu aku melangkah pergi meninggalkannya

"Bear... aku tau kau. kau pasti bisa membuka hatimu..." Desah ji yeon melihat kepergian hye sun.



***---***


Aku melihat minho. Berdiri dibawah pohon besar dekat danau. Penampilannya sangat santai.  Hanya mengenakan jeans ketat dan kaos putih polos yang dilapisi oleh kemeja kotak berwarna biru dongker tanpa mengancingnya.. Untuk sesaat aku akui aku mengagumi.. Tapi segara kutepis kuat kuat rasa itu..

"Hei..." Sapaku sedikit canggung

Minho menoleh menatapku. Melihat penampilanku dari atas sampai bawah yang mengenakan celana jeans dipadu dengan tanktop berwarna hitam dilapis cardigan. Syal putih melilit dileherku sewarna dengan topi rajutku..

"Yaa kenapa melihatku begitu?" Tanyaku agak risih dipandangi..

Minho tersenyum simpul,"kau cantik" begitu katanya

Dua kata -kau cantik- darinya begitu ampuh membuatku merona merah," dasar pria genit!" Dengusku. Aku tak tau kenapa bisa merasa salah tingkah begini dihadapannya. Apa mungkin ini karna aku sudah begitu lama tidak pernah berhubungan dengan seorang pria selain geun suk? Yaa kurasa memang begitu.

"Hei.. Itu pujian pertamaku kepada seorang wanita selain omma-ku tau!" Minho menjawab serius ucapannya

Aku terperangah dan langsung menatapnya untuk melihat sinar kejujuran disana," aaa...." Aku tak sanggup berkata kata. Sinar mata itu terlalu dalam dan begitu indah..

"Aaa apa?"

"Aku tidak percaya dengan pria genit sepertimu!! Ayo cepat pergi!!" Buru buru aku membelakangi minho dan mengambil langkah kaki cepat.

"Hei kauuuu!! Nona yang disanaaaa...!!" Teriak minho dibelakangku.

Aku tidak memperdulikan godaannya padaku. Aku terus berjalan sambil ngedumal sendiri..

"Yaaaa nonaaaaaaaa!!" Teriaknya lagi

-aku masih tidak perduli dan tetap terus jalan ke depan-

Minho memanggil sekali lagi," ooooooiii ajummaaa disanaaaaaaa!!" Kali ini ia meneriaki dengan panggilan -ajumma-. Hal ini tentu membuatku geram.

Segera aku berbalik menatapnya kesal," WEE??" Jeritku kuat kuat menumpahkan kekesalan padanya

"Yaa! Arah pasar itu ke kanan! Bukan lurus sepertimu tauuu.." Minho mencibirkan bibirnya. Tangan kananya terangkat menunjuk arah kanan. Setengah mati ia menahan tawa. Aku tau itu dengan gerakan bahunya yang terguncang menahan.

DUAAAR!!!
Begitu bunyi kilat di atas kepalaku.
Demi tuhan aku sangat malu sekali sekarang..! Dasar pria genit!!

"Kenapa tidak bilang daritadi hah!!" Omelku menutupi rasa malu yang sudah tidak bisa kuselamatkan lagi

"Hei bisa bisanya kau memutar balikkan keadaan. Kau sendiri yang langsung mengambil langkah kaki." Minho menjulurkan lidahnya padaku

"Iiiiih kau memang benar benar menyebalkan!!" Aku mendelik padanya

"Hahaha.. Kachaaa!!" Minho menuntunku untuk mengikutinya. Dan aku hanya menurut saja. Mau bagaimanapun juga aku sudah menjatuhkan harga diriku di depannya dengan kebodohanku sendiri! Aaaarrrrrggggghhhhh




***---***


Sementara itu...


"Mwo? Jadi minho belum pernah jatuh cintaa??" Ji yeon membelakkan matanya lebar lebar mendengar pernyataan dari bum.

Bum mengangguk mantap," nee! aku paling mengenalnya karna kami teman dari kecil. Baru kali ini aku melihat minho begitu lepas disamping wanita. Biasanya mana mau ia dekat dekat dengan wanita. Itu hal yang paling tabu untuknya." Celetuknya lagi lebih menjelaskan

"Coungmalyeo?? Ah aku masih belum bisa percaya! Masa sih seorang pria bisa begitu dingin dengan wanita? Aah kurasa minho kelainan tuh" ji yeon asal tebak

"Yaa jangan bicara begitu tentang temanku! Minho itu normal tauu!! Dia bersikap begitu karna ia menghargai wanita. Makanya sampai ia menemukan wanita yang bisa -mengalihkan dunianya- ia lebih memilih untuk menutup diri karna tidak mau main-main dengan wanita" bela bum untuk minho

"Nee?? Berarti hye sun??"

Bum menepuk meja dengan semangat!
PUK!
"Bingo!! Hye sun wanita yang sudah mengalihkan dunia minho." Ucap bum menjawab ji yeon

"Hmm....." Ji yeon terlihat memikirkan sesuatu

"Wee?sidho?"

Ji yeon menggeleng,"anhi...aku merasa ini memang rencana tuhan.."

Kim bun tersenyum mendengar ucapan ji yeon," mungkin kita perantara tuhan untuk mempersatukan minho dan hye sun.."

Ji yeon tersenyum membalas kim bum," aku mendukung sepenuhnya minho...ah tapi omong omong apa minho memiliki suatu penyakit berbahaya? Atau apalah yang membuatnya cepat meninggal!" Ji yeon bertanya dengan mimik begitu serius

" Tentu saja tidak! Minho itu pria sehat jasmani maupun rohani tau!!! " Bum tidak terima pertanyaan ji yeon yang terlalu berprasangka pada minho

Ji yeon yang mendengar bernafas lega," oh syukurlah aku bisa tenang..." Ia mengelus dada berulang kali

"Sudah jangan mengira minho yang macam-macam terus ah! Pokoknya kujamin 100% minho pria baik baik! Jika omonganku salah kau bisa meminta pertanggung jawabanku!" Bum mengucap sungguh-sungguh

"Nee aku percaya! Kalau begitu mari kita bersulang untuk hye sun dan minho! Ceeeers.." Ji yeon mengangka segelas susu cokelat untuk bersulang dengan bum

Kim bum menyambut dengan senang hati," ceeeers!"





***----***


"Lee minho! Apa apaan ini semua??" Kesalku menunjuk kearah belanjaan yang ia ambil

"Wee?" ucapnya santai tanpa melihatku. Ia begitu asyik memilah milih belanjaannya yang membuat mataku sakit

"Uuukh!" Aku mengepalkan tangan sebal. Kutaruh lagi belanjaan belanjaan dari keranjang ke tempatnya asal

Minho heran menatapku," yaaa!! Kenapa di taruh lagi!!" Ucapnya tak terima

"Hei! Kau ini tidak bisa hidup sehat apa! Berbelanja makanan kaleng semua! Ini berbahaya untuk kesehatan tau!!" Makiku tepat diwajahnya. Susah payah aku berjinjit agar bisa sejajar dengannya.

Minho memegang bahuku dan menghentikan usahaku yang berloncat loncat dihadapannya," kalau aku dan bum bisa masak, mana mungkin aku berbelanja makanan kaleng ini"

"MWO??Hmpppphhh!!" Minho membekap mulutku

"Yaa jangan berteriak! Malu tau!" Perintah minho. Setelah aku mengangguk mengiyakan. Ia baru melepaskan bekapannya

"Ukhh! Kau mau membunuhku ya!!"

"Mian. hehhe.."

"Yasudah kalau begitu kalian berdua makan saja dirumahku" tawaran itu meluncur saja dri mulutku. Entah kenapa..

Minho kaget. Aku tau itu.. Tapi didetik berikutnya ia tersenyum sumringah," arasseo! "

Aku baru menyadari senyum minho begitu mempesona..

"Ka..kalau begitu ayo kita pulang!" Ajakku. Aku tidak mau berlama lama dengannya. Bukan karna benci. Hanya takut...takut dalam arti terjebak.

"Kita makan siang kan?"

"Iyaaaaa!!! Ayo cepat!!"

"Hehhe asyiik!! Kachaaaa"





***---***


Sesampainya di pondok..



"Kalian...."

"Kaliaan..."

Aku dan minho..
Ji yeon dan bum..
Saling berhadapan menunjuk ke teman masing masing..

"Kok bisa disini?" Selidikku

"Aku mengundang bum makan siang disini. Dan kau kok sudah pulang sih?" Jawab ji yeon

"Ah! Nanti saja ceritanya.. Lebih baik kita makan siang dulu aku lapar." Aku mengambil kursi di samping ji yeon

"Bum-a. Bergembiralah. Setiap waktu makan kita akan kesini!!." Minho mengedipkan sebelah mata pada bum

"Mwo?" Bum memandang tak mengerti

"Bear?" Ji yeon pun bertanya padaku

"Nee. Aku tak tega mereka harus makan makanan kaleng setiap hari" jawabku

"Coungmalyeo??" Mata bum berbinar

"Nee bum-a!" Aku tersenyum mengiyakannya

"Cihuuuuyy! No mie instan! No makanan kaleng! " Ucap bum kesenangan

"Yaaa! Memalukan!" Gerutu minho

"Syukurlah aku setuju kalau begitu" ji yeon ikut senang dengan keputusanku

"Ayo makan!" Tawarku kepada mereka semua

"Neeeeeeee!!!"


Akhirnya kami ber-empat bersama sama makan siang..dan akan begini ditiap harinya. Yaa setidaknya keadaan pondok jadi lebih ramai dengan adanya bum dan minho.




***---***

Dua minggu kemudian..


Hari-hariku terasa lebih menyenangkan berkat mereka. Jujur aku sudah bisa mengurangi geun suk dari ingatanku..ini karna bum dan minho serta ji yeon selalu membuatku merasa begitu bahagia dengan kejutan-kejutan dari mereka. Ntah menjahiliku, piknik bersama, bermain bulu tangkis bersama,dan berjalan jalan bersama. Aku menikmati setiap moment yang mereka berikan.

Aku tau kim bum dan ji yeon mencoba mendekatkanku dengan minho.. Kuakui aku suka. Minho tipe orang yang sangat menyenangkan. Tidak bisa bersikap lembut tapi aku bisa merasakan ketulusannya hanya dengan mendengar suara saja. Ia pria yang sangat aktif dan bebas. Apapun yang ia suka akan ia lakukan meskipun itu mengancam dirinya sendiri. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan pria berkepribadian seperti ini. Berbeda dengan geunsuk yang sangat lembut. Aku merasa sesuatu yang lain...tapi aku tidak ingin mengakui itu! Bagiku geun suk diatas segalazigalanya!

Apa aku bodoh? Tentu iya.. Mencintai bayangan tanpa bisa diraih lagi..namun itu adalah pilihanku. Aku tak mampu mengganti geun suk dihatiku dengan orang lain. Karna hanya dengan ini aku bisa menebus kesalahanku yang terlalu manja sehingga tidak bisa menyadari penyakit yang menggerogotinya!! Aku memang berjanji untuk melangkah pada ji yeon..tapi haruskah?




***----***


Hingga suatu hari.. Semua berubah..


"Bear! Kita naik perahu yuk!" Ji yeon berkata riang padaku yang tengah membaca novel di teras kamar

"Hmm.. Boleh! Cuacanya sangat cerah, sayang kalau dilewatkan!!" Ucapku menjawab ji yeon dengan senang hati

Ji yeon tersenyum sumringah," okey! Kachaaa!!!" Cepat ji yeon menarik tanganku untuk segera keluar.

"Hahaha..kau ini kalau ada maunya tidak bisa sabaran."Aku terkekeh di belakangnya



***____***


Sesampainya di danau..


"Loh? Itu!!"

"Yup! Minho dan kim bum!" Ji yeon menjawab keterjutanku

"Hei bear, kau tak mau kan mendayung?? Biar para pria itu yang melakukannya..!!" Seru ji yeon bersemangat. Ia pun berlari meninggalkanku dibelakang menyusul minho dan kim bum yang sudah berada di dekat perahu kayu mereka.

"Yaaaaaa!! Tunggu akuuuu!!" Mau tak mau aku juga ikut berlari menyusul ji yeon




***----***

Udara yang sangat kusuka! Tidak panas dan sedikit mendung...

Pyuuuk..pyuuuuk..
Bunyi dayung membelah air..perahu kami sudah sampai seperempat menuju ketengah..
Perahu kayu berukuran kecil..hanya bermuat untuk empat orang. Minho bersampingan dengan ji yeon, sedangkan aku bersampingan dengan kim bum..dan aku sejajar dengan minho didepanku.


"Hei..kau merasa tidak kalau perahu kita sedikit menyamping?" Ujar kim bum sembari melihat keseliling.

"Mwo?" Aku dan ji yeon berbarengan. Memperhatikan keadaan perahu kami

"Ya jelas saja menyamping, lihat saja tubuh wanita itu" minho menatapku dengan tatapan mengejek

"Kenapa melihatku?" Ucapku sinis pada minho mendapati matanya menatapku dengan sorot mengejek. "JADI AKU??MAKSUDMU AKU ?!?! " Sadarku akan pandangannya

"Makanya jadi wanita itu jangan rakus! " Ejek minho sambil menjulurkan lidahnya nakal

Mendengarnya aku langsung berdiri dan berteriak tepat di depannya tanpa peduli sedang ada dimana aku sekarang "YAAAA AKU TIDAK GEMUUUUUK!!! Oooooo..."

Perahu kami langsung oleng ke kanan dan kekiri tanpa bisa dihentikan lagi akibat aku yang semena-mena berdiri.
Kami berempat langsung berusaha mencari keseimbangan..

"Yaaaa goo hye sun! Bagaimana ini!!" Seru minho panik

"Aaaaa kita akan jatuh!" Seru bum tambah mencekam suasana

"Aaaaa aku takuuut" ji yeon berpegang erat pada sisi perahu

" miaaaan!!! AAAAAKH!!!! " Terjembab!! Aku terjembab ke belakang," oooo...toloooongg..." Kataku panik

Minho dengan cepat mengambil tubuhku. Ia berdiri dan menangkapku.. Tapi aku tau itu adalah kesalahan besar. Perahu semakin dan semakin oleng sehingga kami berempat pun tercebur ke danau..


KYAAAAAAAAA
BYUUUUUUUUURRR !!!


Bluuuubb..bluuuuubb
Dingin!
Itulah yang kurasa..

Aku terus berusaha menggoyangkan kedua kakiku di dalam air agar tidak tenggelam. Tapi usahaku sia sia.. Aku tidak pandai di bidang renang. Berbeda dengan ji yeon..

"Uuuuukkhh..to..long..." Ucapku panik sambil mengangkat tangan kananku ke atas. Entah sudah berapa banyak air danau yang kutelan.. Aku sudah mulai pusing dan lelah..sungguh

Aku merasakan sesuatu meraih perutku dari belakang.. Menarikku keatas cepat cepat..

"Ukhh!!" Aku melihat sekilas, tangan besar itu ternyata milik minho

DUAAAAAARRR!!!
Shaaaaaa..shaaaaaa...
Hujan disertai petir tiba tiba merembas jatuh membasahi kami..
Cuaca yang semula cerah berubah menjadi gelap dan mencekam

"Akh sial! Minho kau bawa hye sun cepat! " Jerit kim bum yang sudah bersama ji yeon di darat. Kim bum dan ji yeon memang ahli dalam bidang renang.

"Ukkkh..." Minho terus menyeretku ke pinggir, aku sama sekali tidak menyangka danau sedalam ini.

"Yaa goo hye sun! Bertahanlah!" Seru minho

Aku mengangguk menjawabnya..tak sanggup lagi berkata sebab bibirku sudah membeku akibat dinginnya air ini..

DUAAAARRR!!!
Kilat bertambah kuat mendengung..

Minho terus berusaha membawaku.. Dan akhirnya kami sampai juga dipinggir.. Ji yeon segera mengambil alihku..

"Yaaa bear gwenchana???" Ji yeon panik dan menangis melihatku

"Nee...uhuk uhuk!"

"Minho-a kau memang bisa diandalkan!" Kim bum menepuk pundak minho bangga

"Huh dasar! Kau lupa ya dalam urusan renang kau selalu berada dibawahku"

"Hahhahha..."

Minho menatapku..aku tau karna aku juga sedang menatapnya..

"Gwenchana?"

Aku mengangguk,"nee gumawo..."

"Bear, kemana syal-mu?" Ji yeon menatapku bingung

Mendengarnya, panik mulai merajaiku,"syal? Syal-ku mana!" Pandanganku kuedarkan kemana-mana mencarinya.

"Syal?" Kimbum ikut membantuku mengedarkan pandangannya

"Hu..hu..syal-ku..honey kumohon cari.."

"Hye sun-a itukan hanya sebuah syal saja, nanti aku belikan yang lain."Celetuk minho. Dan itu sangat membuatku naik pitam

"HEI KALAU KAU TAK TAU APA APA JANGAN SEMBARANGAN BICARA! BAGIKU SYAL ITU LEBIH PENTING DARI SEGALANYA!" Aku menjerit kalap tepat di depan wajah minho

Minho syokk menatapku yang sedang naik pitam, aku tau disinar matanya ia merasa terheran dengan diriku yang tiba tiba berubah menjadi buas dengan mata penuh kebencian padanya

Tanpa berfikir panjang kubalikkan badan dan terus berlari meninggalkan mereka..bisa aku dengar minho, ji yeon, dan juga kim bum meneriakki namaku..namun aku tidak peduli, aku terus berlari ditengah ribuan, bahkan puluhan ribu tetes hujan yang membasahi sekujur tubuhku.. Tangisku pecah dan air mata bercucuran bercampur air hujan yang menjadi satu..



***---***