CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE chapter 5 ending^^ (28 April 2011)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #31024
« previous
next »
Print
Pages:
1
...
10
11
[
12
]
13
14
...
16
Go Down
Author
Topic: Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE chapter 5 ending^^ (28 April 2011) (Read 10423 times)
goo meei
Full
Posts: 404
i love MINSUN
Location: denpasar
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE (chapter 3, update 14 February 2011)
«
Reply #165
on:
March 13, 2011, 01:46:01 am »
CHAPTER 4
Langit seoul tampak mendung, menandakan akan turunnya hujan. sepertinya langit dapat merasakan kepedihan hati hye sun…hye sun hanya diam sambil sesekali melemparkan padangan ke luar jendela mob il. Hatinya masih sangat terasa sakit setelah insiden di restoran tadi. Dia sama sekali tak dapat mengira bahwa kekasihnya yang sangat ia puja, hanya ingin memanfaatkannya…mengingat kejadian itu, kembali air mata berlinang di pipinya. Danniel yang dari hanya diam, karna memang tak mengerti, mencoba untuk bertanya.
“hye sun-a…apa kau tak apa?” tanya mengalihakan pandangan kearah hye sun. sambil tetap fokus menyetir
Hye sun yang sedang mengarahkan pandangan ke luar jendela, terburu-buru menghapus air matanya yang menetes. Dia tak mau memperlihatkan kesedihannya di depan orang lain. Dirasa tak ada lagi air mata yang menetes, diapun membalas pandangan danniel “aku tak apa oppa, oppa tak perlu khawatir” ujarnya sambil melemparkan senyuman menyejukan kearah danniel.
Danniel sangat mengenal hye sun. dia tahu bagaimana sifat hye sun. gadis di sampingnya ini adalah orang yang selalu menganggap bahwa masalah orang lain lebih besar dari masalahnya sediri, penyayang, dan lembut. Sekeras apapun danniel memaksa, hye sun tak akan mau bercerita. Kecuali ia sendiri yang ingin bercerita.
“baik…oppa tak akan memaksamu untuk bercerita, tapi jika kau butuh seseorang untuk mendengarkan curahan hatimu oppa selalu siap hye sun-a..” ucap danniel dan mengelus kepala hye sun sayang…dia tak mampu melihat kesedihan di wajah gadis yang amat dia cintai ini.
“gomawo oppa, oppa sangat mengerti aku” dan hye sun pun kembali melemparkan senyum kearah danniel. Danniel yang melihatnya tak mampu berbuat apa-apa.
************
Prangg….
Pyaang….
Daakk…
Suara barang-barang pecah dan di banting itu terdengar memenuhi kamar min ho. Tak di sangka olehnya semua akan jadi seperti ini. Sekarang dia telah kehilangan cintanya hanya untuk balas dendam yang jika di fikir tak berguna. Terbayang kembali di ingatannya sesosok pria yang asing baginya, di gandeng oleh hye sun…Praang…terdengan kembali suara vase bunga di banting oleh min ho.
Joo hyun dan yong dae yang mendengar kebisingan itu, keluar dari kamar mereka masing-masing dan menuju ke sumber suara. Mereka saling berpandangan setibanya di depan pintu kamar min ho.
“apa yang terjadi pada hyung, noona?” Tanya yong dae dengan ekspresi khawatir.
“entahlah…aku juga tak tau, tapi lebih baik kita tidak mengganggu oppa dulu, kita biarkan sampai oppa tenang” ucap joo hyun bijak sambil menepuk bahu adiknya sebagai isyarat untuk pergi. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
Malam harinya……
Min ho keluar dari kamarnya. Saat ini ia ingin mencari udara segar untuk menenangkan pikirannya yang kusut. Joo hyun yang juga baru keluar dari kamar melihat min ho yang hendak membuka pintu keluar dan bermaksud pergi.
“oppa…?” panggil joo hyun spontan.
Min ho pun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap joo hyun. “ne….?” ucap min ho
“oppa mau pergi kemana malam-malam begini?” ucapnya begitu menoleh ke jam yang tertempel di dinding, jarum jam itu menunjukan pukul 12.15 malam waktu korea.
“oppa hanya ingin keluar sebentar” ujar min ho yang tetap berdiri di depan pintu dan berharap adiknya ini tidak melarangnya untuk pergi.
Joo hyun yang dari tadi siang merasa ada yang tak beres dengan kakaknya, menjadi khawarir. “jika butuh teman untuk mendengarkan cerita oppa, aku siap” ujar joo hyun lembut dan berjalan kearah pintu yang ada di depan min ho kemudian menutupnya.
Min ho yang tak bisa mengelak akhirnya memutuskan bercerita tentang kejadian tadi siang. “kau memang memahami oppa” ujar min ho. Mereka pun memutuskan untuk duduk di sofa.
“sebelumnya oppa ingin bertanya kepadamu” ujar min ho sambil menatap dalam ke mata adiknya sebelum melanjutkan kata-katanya. “apa kau masih belum bisa melupakan kejadian itu…dua tahun yang lalu?” ujar min ho dengan sangat hati-hati.
Joo hyun mengalihkan pandangan tak mampu membalas tatapan kakaknya. Kini wajahnya terlihat sendu, setelah mendengar pertanyaan min ho. “jika maksud oppa pria itu….jujur aku belum bisa melupakannya. Pria itu telah merusak masa depanku, pria itu yang telah membuat omma dan appa mengirimku ke jepang untuk pengobatan…” seketika air mata mengalir di pipi joo hyun, perasaannya sakit jika mengingat peristiwa kelam itu.
Flashback
Tlululululut……terdengar suara hp berbunyi. Joo hyun yang baru selesai mandi segera mengambil hp’nya dan terburu menekan tombol hijau.
“youbseyo…” sapanya ramah.
“hi joo hyun, ini aku si won…apa kakakmu ada di rumah? Ada yang ingin ku sampaikan padanya…” terdengar suara dari seberang.
Joo hyun mengerutkan keningnya ‘kenapa tak menghubungi oppaku saja?’ tanyanya dalam hati. “oh…oppa sedang pergi keluar aku tak tau dia pergi ke mana…ada yang ingin di sampaikan ya? Ya sudah katakana saja padaku jika memang itu mendesak, nanti aku yang sampaikan kepada oppa.” Ujarnya lugu.
“o…begitu ya? Jadi kau hanya sendirian di rumah?” Tanya si won dari seberang.
“ne…dari mana kakak tahu kalau aku sendirian?” tanya joo semakin heran.
“tadi siang kakakmu bilang orang tua kalian sedang pergi ke luar negeri karna urusan bisnis dan yong dae menginap di rumah teman karna ada tugas sekolah…jadi kau pasti sendirian di rumah…hehehe” ujar si won membeberkan.
“iya kakak benar sekali…hehehe. Oya jadi ingin di sampaikan padaku atau tidak?” Tanya joo mengingatkan tentang hal yang ingin si won sampaikan pada oppanya.
“hehehe mian aku sampai lupa…tidak usah…biar aku sampaikan sendiri besok di kampus” jawab si won
“kalau begitu ya sudah…selamat malam” ujar joo mengakhiri pembicaraan.
“selamat malam” balas si won. Dan sambunganpun terputus.
Selama 20 menit joo hanya berbaring di tempat tidurnya sambil menunggu min ho pulang.
Ting tong….
Terdengar suara bel rumah berbunyi yang menandakan ada yang datang. “pasti itu oppa” ujuar joo dan segera berlari menuju pintu. Ketika pintu sudah di buka, joo kaget melihat siapa yang datang .
“hii joo sayang” ujar si won sambil tersenyum kecut
“kenapa kakak kemari? Aku kan sudah bilang kalau oppa sedang tidak ada di rumah” ucap joo heran. Tiba-tiba rasa takut menghampiri hatinya, ketika si won mulai masuk ke dalam.
“justru karna oppa mu tercinta tidak ada aku kemari…aku ingin menghabiskan malam yang indah ini bersamamu joo…kau tau betapa aku menyukainmu sejak pertama kali melihat?” ujar si won sambil terus mendekat kearah joo.
Joo terus mundur seiring dengan langkah kaki si won yang maju “apa maksud kakak?...jaa..jangan coba-coba untuk mendekat” ucap joo gugup. Dia sangat takut akan apa yang akan di lakukan si won pada dirinya. Joo memang sering mendapat lirikan-lirikan yang mencurigakan dari si won sejak dulu, tapi ia tak mengira si won akan berbuat senekat ini.
Tanpa di duga si won mengendong joo menuju kamar…beberapa menit kemudian terdengar teriakan-teriakan yang memilukan dari joo.
And of flashback
Huhuhu…hiks..hiks…hiks….joo menangis. Min ho yang merasa bersalah karna telah membuat joo mengingat kejadian itu segera membawa joo ke dalam pelukannya. Joo terus menangis seiring semakin eratnya pelukan min ho di tubuhnya. Selama lima menit hanya suara tangis yang terdengar.
“lalu apa hubungannya pertanyaan oppa itu dengan masalah oppa?” Tanya joo setelah berhasil menelan tangisnya.
Min ho pun melepaskan pelukannya. “itu karena…” min ho berhenti bersuara. Dia tak tahu harus menjelaskan dari mana.
Joo memiringkan kepalanya menunggu lanjutan dari ucapan min ho “kenapa berhenti? Apa sulit untuk di katakana?” Tanya joo
Min ho memandang joo dan kemudian melanjutkan kata-katanya. “kau tahu kan kalau si won mempunyai adik?” Tanya min ho pada joo
“ne…lalu?” Tanya joo semakin penasaran.
“oppa akan membalas sakit hatimu melalui adiknya” ucap min ho dengan suara yang sedikit tinggi.
“mwo?” Tanya joo kaget.
“ne…oppa akan membalasnya!” ucap min ho mantap.
Joo kembali meneteskan air mata, tapi kali ini bukan karena kejadian dua tahun lalu, melainkan karena kakaknya. Dia merasa sedih karna kakaknya sekarang bukanlah kakaknya yang dulu….kakaknya yang dulu adalah orang yang penyayang dan pemaaf, tapi kini kakaknya menjadi orang yang pendendam.
“maaf oppa, karna aku oppa jadi seperti ini” ujar joo sambil menghapus air matanya.
“maksudmu apa joo?” Tanya min ho binggung mendengarr permohonana maaf dari adiknya.
“karna aku oppa yang sekarang menjadi pendendam…aku mohon oppa jangan seperti ini aku ingin oppa melupakannya…aku tidak mau kejadian itu terus mengganggu kita, lagi pula semua telah berlalu oppa. Oppa mau kan melupakannya?” urai joo sambil menatap mata kakaknya dan menggenggam tangan min ho.
“mwo? Oppa tak mungkin melupakannya….oppa harus membalasnya…bahkan lebih, walaupun oppa harus kehilangan hye sun” ucap min ho, nada suaranya merendah begitu mengingat hye sun, sungguh saat ini dia sangat merindukannya.
“apa maksud oppa dengan ‘walaupun oppa harus kehilangan hye sun?’” Tanya joo khawatir
Min ho berpaling kea rah joo “tadi siang…. hye sun melihat oppa sedang bersama so eun, adik si won. Dia salah paham, dia mengira oppa….oppa berpacaran sungguhan dengan so eun” ujarnya sambil menunduk.
Joo memejamkan mata merasa sedih dan sedikit kesal dengan ulah kakaknya “jadi hye sun onnie salah paham begitu?”
“ne…” ucap min ho lesu.
“oppa…apa oppa bener-bener tidak akan menyesal kehilangan hye sun onnie?” Tanya joo sambil mengelus punggung min ho.
“entahlah…oppa tak tahu” ucap min ho sambil tetap menunduk.
Jawaban min ho sudah cukup bagi joo untuk mengambil kesimpulan. Dia tahu kakaknya ini sangat mencintai hye sun. “aku mohon oppa hentikan balas dendam yang tak berguna ini ya” ucapnya sambil tetap mengelus punggung min ho.
Min ho menoleh “tapi…” ucapan min ho segera di putus oleh joo.
“tidak ada tapi oppa…aku tidak ingin oppa menyesal nanti hanya karena balas dendam yang tak berguna ini. Hentikan semua ini ya oppa. Aku mohon, jika oppa tetap melakukannya aku tidak mau bertemu oppa lagi” ucap joo mengancam
**************
Satu minggu semenjak kejadian itu…hye sun selalu murung, dia tak bersemangat mengerjakan apapun. Dia lebih sering mengurung diri di kamarnaya. Kejadian di restoran itu ternyata tak dapat di lupakannya, setiap mengingat kejadian itu, air matanya tak mampu di tahan untuk tak menetes. Seperti hari ini. “min ho-a…kenapa kau lakkan itu pada ku? Aku benar-benar tak menyangka…huhuhu….”
Tlululululut….
Terdengar suara hp hye sun…dengan malas hye sun mengambil hpnya dan menekan tombol hijau.
“yebseyo” sapa hye sun lemah
“yeobseyo onnie…ini aku joo hyun” ucap joo riang.
Hye sun langsung bangun dan duduk di tempat tidur. “ada apa joo? Tumben?” Tanya hye sun heran, tak biasanya joo menghubungunya.
“sepertinya onnie tak senang ya aku hubungi…huhuhu…hiks,hiks…”untuk mendukung rencananya joo pura-pura sedih dan menangis.
Hye sun menjadi kaget mendengar ucapan joo. “sayang bkan begitu, tentu saja onnie senang menerima telepon darimu, kau sudah onnie anggap adik sendiri” ujar hye sun tulus. Hye sun memang sudah menganggap joo sebagai adik kandungnya sendiri, walaupun ia baru mengenal joo, tapi rasa saying itu tumbuh dengan sendirinya.
“benar onnie menyayangiku?” Tanya joo pura-pura masih tak percaya.
“iya tentu saja onnie menyayangimu, apa perlu onnie membuktikannya?” jawab hye sun berusaha meyakinkan joo.
“baiklah aku percaya…aku juga sangat menyayangi onnie” balas joo sambil tersenyum mencurigakan dari seberang.
“hehehe…..jadi ada apa joo kau menghubungi onnie?”Tanya hye sun kembali.
“aku ingin bertemu dengan onnie, onnie bisa kan?” Tanya joo
“tentu saja onnie bisa. Kapan kita bertemu?” Tanya hye sun.
“sekarang! Di apartemen oppa” ujar joo bersemangat
Hye sun menggigit bibir bawahnya. ‘apa joo tidak tahu ya, klo aku sudah tidak ada hubungan dengan min ho?’ Tanya hye sun dalam hati
“yeobseyo onnie masih di situ kan?” Tanya joo panic, mengira hye sun memutuskan sambungannya.
“ah ne onnie masih di sini, tapi joo onnie tidak bisa menjemputmu ke sana. Saat ini onnie tidak ingin bertemu dengan oppamu, onnie harap km mengerti joo” suara hye sun kembali lemah dan serak, rupanya air mata yang menetes kembali mempengaruhi suaranya.
Joo yang menyadari hye sun menangis, merasa ikut sedih. Rencana yang ia susun untuk membuat hye sun dan min ho berbaikan gagal sudah.
****************
[what]mian membosankan, nggak nyambung, pendek, dan ada salah ketik
mohon komentarnya
Logged
Print
Pages:
1
...
10
11
[
12
]
13
14
...
16
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
»
Re: MY BOYFRIEND IS CROCODILE chapter 5 ending^^ (28 April 2011)
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
Message #31024