Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 17045 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
RED : PART TWO
by itaraya [biggrin]



Setelah kepergian pria itu, Eryn bergulat dengan pikiran-nya untuk kesekian kali, sosok pria itu selalu ada di samping-nya di saat yang tepat.

“Siapa pria itu?” desis Eryn pelan, Eryn mempercepat langkah kaki-nya menyusuri trotoar jalan di pingiran kota seoul.

 Cuaca sore hari ini tidak begitu bersahabat, gumpalan awan hitam menari indah di langit di sertai desiran angin yang bertiup kencang, dengan sigap Eryn merapikan posisi switernya menyilangkan kedua tangan di dada. Langkah-nya terhenti saat merasa ada seseorang yang mengikuti diri-nya, di alihkan pandangan mata-nya mengamati setiap sisi jalan namun sial tidak ada seorangpun berada di sana.

 Pikiran Eryn di hantui hal negatif terhadap ‘orang’ tersebut, reflek di ambil-nya langkah seribu menuju apartemen mungil yang tidak terlalu jauh dari posisi-nya sekarang. Eryn memperlambat laju-nya saat apartemen tua itu, tempat singgah-nya hadir di pelupuk mata-nya, dengan tergopoh-gopoh Eryn memasuki bangunan tua itu, di lalui tiap dua anak tangga untuk mempercepat laju-nya menuju ruangan di apartement itu.

 “Gwancana Ern-ssi?” Eryn menghentikan langkah-nya, saat mendengar sapaan dari seorang wanita.

“Gwancahayo, ajhuma” sahut-nya dengan seulas senyum tipis Eryn menghadap penjaga gedung apartment ini.

Wanita tua itu hanya mengangguk-anggukan kepala-nya, sesaat Eryn membungkukkan badan-nya pada wanita tua itu dan berlalu dari hadapan-nya.

 Sesaat memasuki ruang apartemennya, Eryn menebarkan pandangan mata mengamati ruanganan yang hanya tersekat oleh kamar tidur.

Ruangan kecil inilah menjadi saksi bisu betapa pilunya kehidupa Eryn dan eomanya, desahan lembut keluar dari bibir mungil-nya saat pandangan matanya tertuju pada tempat tidurnya. Ya, tempat tidur itu mengingatkannya saat di mana eomanya meregang nyawa akibat penyakit mematikan yang menggrogoti tubuhnya.

 Eryn mengalihkan pandangannya ke arah jendela kamar, gemuruh suara hujan di luar sana menarik perhatiannya, dengan langkah terseret pelan di hempaskan tubuhnya di kursi tua yang terbuat dari kayu oak. Eryn selalu teringat akan perkataan eomanya ‘tentang pelangi’ , ya pelangi akan muncul setelah hujan berhenti.

“pelangi” gumamnya pelan, ‘Pelangi selalu memberi semangat, dan perasaan lain yang tak dapat terlukiskan saat kita memandangnya, pelangi selalu hadir setelah hitam dan kelabu, setelah air mata berganti warna warni mengisyaratkan tentang harapan untuk bisa melihat hari esok, harapan bertemu dengan orang yang mencintaimu, dan harapan untuk melihat kehidupan’.

 Eryn mengerjapkan matanya berkali-kali dengan samar di lihatnya sesosok tubuh sedang mengamati dirinya dari seberang jalan, sekali lagi di fokuskan pandangannya mengamati sosok tersebut namun, hujan kali ini turun dengan derasnya di sertai kabut. Hingga menghalangi pandangan matanya, timbul rasa penasara akan sosok itu dengan cepat Eryn keluar dari ruangan apartemannya yang berada di lantai 3.

Namun sial, sesampainya Eryn di luar apartemen sosok tubuh itu sudah menghilang dari tempat persinggahannya, tapi Eryn tidak menyerah begitu saja, rasa ingin tahu terhadap sosok itulah yang membuatnya rela menerjang derasnya guyuran air hujan, hampir 15 menit Eryn mencari sosok itu namun hanya asa yang hampa di jumpainya.

 
____@@____



Eryn menggeliatkan tubuhnya saat sinar matahari menembus tirai kamarnya, dengan malas di angkat tubuhnya dari pembaringan, menyingkap tirai hingga sinar matahari menembus apartemen kecilnya. Suasana pagi yang indah setelah hujan mengguyur seoul sepanjang malam, Eryn mendecak saat sorotan matanya mengamati keindahan langit yang cerah, tanpa sedikitpun awan hitam.

Lamunan Eryn terusik saat ketukan pintun, mengalihkan pandangan matanya.

Dengan berat Eryn melangkah ke arah pintu, di raihnya gagang pintu tersebut tanpa membuka rantai pengaitnya, hanya ada celah kecil di antara Eryn dan sang tamu.

Dahi Eryn berkerut saat di lihatnya ke dua pria bertubuh besar yang menggunakan jas hitam dan kacamata hitam tersebut menatapnya lekat.

 “Annyeonghaseyo agashi” sapaan kompak dari kedua orang tersebut

“Annyeonghaseyo” jawab Eryn gugup

“Apa benar anda bernama Eryn Joo?” ucap salah satu pria berkepala botak itu, Eryn hanya mengangukkan kepala menjawab pertanyan tersebut.

“Kami di minta Tuan Kim untuk menjemput anda, agashi!”

“Mworago, Tuan Kim?” ucap Eryn membelalakan matanya pada ke dua pria itu

“Anda salah orang, saya tidak mengenal Tuan Kim!” ujar Eryn, dengan cepat di tutupnya pintu apartemennya.

Namun sang tamu tidak menyerah begitu saja, berusaha menggedor2 pintu apartemen Eryn.

  Tok...tok...

“Agashi, tolong buka pintunya, jika tidak di buka kami akan mendobrak pintu ini!” ujar salah satu dari pria tersebut, tubuh Eryn bergetar saat mendengar perkataan dari pria itu rasa takut menghantui dirinya.

 

TBC

« Last Edit: March 29, 2011, 05:39:51 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun