Hye sun sangat malu mendengar perkataan Minho, semburat merah muncul dipipinya . Minho mulai menggerakkan kepala kearah Hyesun . Perlahan, bibirnya menggapai bibir kecil sun . Hembusan nafas keduanya pun terasa begitu dekat . Kini, kedua bibir merah itu saling bersentuhan . Keduanya memejamkan mata, Minho mulai menyesap bibir ranum sun dengan lembut . Kemudian melumatnya perlahan, sedankan sun terlihat masih gugup dengan ciuman dadakan itu . Merasa lumatannya tidak dibalas, Minho pun mulai menarik pinggang sun untuk lebih dekat kearahnya
Hye sun kini mulai mengarahkan tangannya kearah leher Minho . Dan dengan agak ragu membalas lumatan suaminya itu . Minho tersenyum bahagia dalam ciumannya, kini keduanya pun saling menikmat ciuman itu dengan bergelora , saling melumat dan berpagutan
ketika akan bertindak lebih jauh lagi tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu
"Agashi.. Dorenim" celetuk seorang pelayan dari balik pintu
Hyesun yang mendengar itu langsung melepaskan rangkulannya dileher Minho
Minho yang masih tak rela melepaskan ciumannya kini harus pasrah
"yaiissh siapa sih ?! Mengganggu saja" umpatnya kesal
Hyesun langsung berdiri dari tempatnya duduk, berjalan kearah pintu . Meninggalkan minho dengan tampang dongkolnya
"Ada apa ?" tanya hyesun sambil menyumbulkan kepala didaun pintu
"Diluar ada tamu utusan nyonya Goo agashi" ucap pelayan itu dengan sopan
"dari eomma ? Tapi siapa ?" tanyanya keheranan
><><><><><
Hyesun kini berjalan kearah ruang tamu apartemennya . Dilihatnya seorang wanita paruh baya sedang menunggu kedatangannya
"Bibi jang ??? Sedang apa disini ?" Hyesun kini berjalan kearah wanita tua itu
"Hye sun-aa bibi diutus kemari untuk menjadi kepala pelayan disini dan sekaligus menjagamu" Tukas bibi jang lembut
"Boo ?? Menjagaku ? Aiiss, aku sudah besar bibi . kau bisa lihat, bahkan aku sudah menjadi seorang istri" gerutu hyesun manja
"Mana aku tahu, cantik . yang jelas aku diutus oleh ibumu untuk menjalankan tugas itu, katanya kau masih sangat ceroboh ,hihihi" wanita tua itu tertawa cekikikan
"yya bibi, jangan iseng deh . yasudah biar aku suruh pelayan untuk mengantar koper bibi kekamar"
***
Minho yang sedang duduk dimeja kerjanya sambil memainkan laptop ,terheran melihat hyesun yang datang dengan muka ditekuk dan bibir cemberut
"Waeoyo ? Mukamu kenapa begitu ?" Tanya minho dengan pandang cueknya
"hhh... Tuh, eomma !! Mengirim utusannya kesini" geram hyesun, ia duduk disofa sambil meremas bantal
"Siapa ? Utusan apa ?" Tanya Minho . "Bibi jang !!! Kau tahu, eomma menyuruhnya untuk tinggal disini... Menjagaku, katanya aku masih begitu ceroboh" Tandas hyesun kesal, meremas lagi bantal yang ada ditangannya
"Mwo ? Joungmal ? Tapi, kenapa berlebihan begitu" Minho sedikit kaget
"Ne, kalau tak percaya tanyakan saja langsung sana . eomma memang selalu begitu" ucap hyesun sedikit emosi
"Benarkah ? Yasudah biarkan saja, mungkin memang benar yang dikatakan eomma-mu, kau masih terlalu ceroboh" Minho kembali lagi menatap layar laptopnya
"Heiii, kau sama saja dengan mereka semua !! Selalu meremehkanku !!" hyesun berucap geram dan meninggalkan ruang kerja Minho
BUUKKKHH !!!
Pintu ditutup kasar oleh hyesun . Minho mengerjapkan mata, tak percaya hyesun akan semarah itu
"yya kenapa dia marah ??? Kok jadi manja gitu ya ?" batin Minho keheranan