Hubungan Minho dan Hye sun menjadi semakin hari semakin akrab, terkadang mereka bertengkar karna sesuatu yang konyol atau terkadang Hye sun suka ngambek sehabis dijahili Minho. Seminggu ini hubungan keduanya membaik. Seperti saat ini, Hye sun dirumah sedangkan Minho berada dikantor mengurisi pekerjaannya
"Dorenim, il-woo dan Kim bum menuggu anda di luar" Tukas mr.Han berdiri didepan meja kerja Minho
"Ada apa mereka kesini ? yasudah suruh mereka masuk" perintah Minho datar dan kembali berkutat dengan file-file yang ada dihadapannya
Datanglah kedua pemuda tampan, teman akrab Minho. Il-woo berjalan dengan langkah lebar sementar Kim bum mengikutinya dari belakang dengan derap langkah santai
"Hai bro, sedang sibuk-kah?" Il-woo kini berdiri disamping Minho dan menepuk bahunya
"aisshh... Jangan menyentuhku !!" Minho kini berdiri lalu mengambil segelas air putih dan duduk disofa yang ada disudut ruangan
"yya, kau tak merindukanku ya??" Il-woo berucap dengan nada manja, seperti seorang wanita yang bertanya pada kekasihnya
"Hahaha, dasar gila !!" ucap bum sambil melempar bantal kecil kearah il-woo
"ehm.. Jung il-woo, bagaimana jadinya ya jika pacarmu mengetahui kau berkelakuan seperti tadi ? Apa dia akan langsung memutuskanmu ?" Tukas Minho seperti mengancam, sambil meneguk air dari gelasnya
"Hei Minho-aa, kau ini apa-apaan !! Aku kan hanya bercanda. Jadi jangan sampai kau memberitahunya, kalau sampai itu terjadi... Kubuat Hyesun tergila-gila padaku" il-woo tersenyum bangga
"Mwo? Mau mati kau ?! Awas kau berani menyentuhnya !!" Hardik Minho yang mulai terpancing emosi
"Ihh, takut ah ! Minho galak nih. Hahaha" ucap il-woo lagi, dengan nada wanitanya
"Dasar idiot !" celetuk Minho
"Ah, sudahlah.. Hentika perdebatan konyol itu" Relai bum. "Begini Minho-ssi, kau tahu kan Shin hye teman sekelas kita dulu. Pewaris tunggal sekaligus pemilik tempat area permainan golf terbesar diseoul ?" Lanjut bum,
"mmhh... Sebentar, Shin hye yang pernah membelikanku sebuah mobil lotus merah itukan ?" Tebak Minho, menerka-nerka
"Ne, aku saja sampai iri melihatnya dan kau... Malah menolaknya mentah-mentah"
Kim bum terlihat sinis
"Memangnya ada apa?" Tanya Minho
"Malam ini dia akan menyelenggarakan pesta ulang tahunnya di bar, tempat biasa kita berkumpul. Dan kau juga diharuskan ikut" Tutur il-woo
"Ne Minho-aa sebaiknya kau datang, kasihan dia sudah memohon pada kami untuk mengundangmu"Tambah bum
"Ahh... Aku malas meladeninya" ungkap Minho cuek
"Setidaknya datanglah, disana juga banyak teman-teman seangkatan kita... Jadi acara ini terkesan seperti reunian" Tutur il-woo
Tapi bagaimana dengan Hye sun ?, apakah ia tak keberatan jika aku pulang malam, pikir Minho
Ia tidak enak hati jika Hyesun menunggunya sampai pulang larut malam. Tapi, mana mungkin ? Jika dipikir-pikir lagi, tak mungkin Hyesun sampai segitunya, batin Minho lagi
"Baiklah, nanti setelah selesai bekerja kita kesana... Tapi aku tak janji akan berlama-lama dipesta itu" ucap Minho datar
"Padahal kita akan pulang pagi... Tapi kau malah tak janji berlama-lama" gumam bum diikuti anggukkan kepala oleh il-woo
"Antwe ! Kasihan hyesun... Lagi pula aku masih sibuk" lanjut Minho
"ok... Bye" ucap bum meninggalkan ruangan Minho, diikuti oleh il-woo yang kemudian menyusulnya