Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16794 times)

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
SECRET RAINBOW
A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldi, Itaraya


MERAH : PART FIFTH


Dahi Eros Kim mengkerut menatap kepergian putra tunggalnya, pelan di hempaskan tubuhnya kesandaran kursi.
Helaan nafas berat berulang kali terdengar dari tubuh tuanya, apakah harus di ceritakan semua kebenaran yang di tutupinya selama ini dari Eryn?.

“Tidak, aku tidak akan biarkan Eryn mengetahui masalah ini, belum saatnya!” gumamnya menggeleng lemah.

Eros Kim mengalihkan pandangannya saat ketukan pintu menyadarkannya dari lamunan.
“Tuan Kim, makan malam sudah tersedia” ujar sang pelayan memberi hormat
Eros Kim hanya mendengus ke arah pelayan itu, “Apa anak-anak sudah berkumpul di meja makan?”
“Baru Tuan muda Joe saja yang sudah ada di meja makan, Tuan”
“Eryn..!!” perkataan Tuan Kim terhenti saat di lihatnya sosok gadis itu berdiri di depan pintu kerjanya.

“Bisa kita bicara sebentar” pinta Eryn memelas

“Oh, masuklah” ucapnya Eros Kim, menepuk sisi sofa meminta Eryn duduk di sampingnya, Eryn tersenyum kecut melihat permintaan Tuan Kim.
Eryn tidak mengamini permintaan Eros Kim, di hempaskan tubuhnya di sofa kosong yang mengarah tepat di depan Tuan Kim.
Alis Eros Kim menyatu, ternyata tidak mudah baginya untuk mendekati putri kandungnya sendiri, “Apa yang ingin kau bicarakan?” ucapnya lekat menatap Eryn yang masih tertunduk.

“Sa..saya ingin minta ijin, pulang ke rumah” ucap Eryn ragu tanpa mampu menatap Eros Kim.
“Mwo...? apa kau tidak betah di rumah di sini, ini rumahmu juga, kelak rumah ini jadi milikmu Ern-ssi” Eryn ternganga mendengar ucap Tuan Kim yang bertubi-tubi, tampak rasa kuatir dari setiap kata-kata yang keluar dari pria tua ini.

Sesaat hening di antara mereka, raut wajah tua Eros Kim mulai mengeras. Tatapan lekat masih tertuju pada wajah putri sulungnya, yang diam membisu.
“Itu pun jika Tuan Kim ti..” Eryn menghentikan ucapannya saat telunjuk tangan Eros Kim mengarah ke dirinya.

“Bisakah kalian meninggalkan kami berdua” pinta Eros Kim pada dua pria yang berdiri di bibir pintu itu, dengan kompak ke dua pria itu memberikan hormat dan berlalu dari ruangan tersebut.

“Kau bilang apa tadi” Tuan Kim mencondongkan tubuhnya ke Eryn dengan jelas pria tua ini dapat melihat kecantikan alami yang di miliki putri sulungnya.
“Saya mau pulang ke rumah, ada beberapa barang omma yang harus saya ambil”
“Tapi tidak mesti kau yang pergikan?, akan aku suruh orang mengambilnya untuk mu!” ucap Eros Kim santai sambil menyilangkan kedua tangannya di dada, “Andwee” sergah Eryn cepat.

“Weayo...?”

“Hanya saja saya tidak mau ada orang yang  menyentuh barang peninggalan omma, ku mohon Tuan Kim”

“Mwo.., kau panggil aku apa? Aku ini appa kandungmu, biasakan memanggilku appa, areso. Sudah waktunya makan malam, dongsaengmu sudah menunggu, mari!” ujar Eros Kim beringsut dari posisinya menuju pintu.

“Tidak mudah bagi saya menerima hal ini, walaupun saya tahu anda adalah appa kandung saya, tolong jangan paksa saya menerima sesuatu yang belum sepenuhnya saya yakini” ucap Eryn di posisi yang sama. Sontak langkah Eros Kim terhenti, perkataan Eryn sangat menusuk hatinya.

Eryn dapat melihat dari sudut matanya, tubuh Eros Kim bergetar pelan, hingga helaan nafasnya--Eryn juga dapat mendengarnya. Eryn tahu perkataan yang di ucapkannya sangat menyinggung Eros Kim, Eryn juga tidak bisa berbuat apa-apa, selama 21 tahun hidup tanpa mengenal dan merasakan kehadiran seorang appa disisinya, dan secara tiba-tiba datang seseorang yang mengaku sebagai appa kandungnya.

“Tidak...tidak akan secepat itu Tuan Eros Kim” gumamnya pelan

“Baiklah appa  ijinkan kau pergi, tapi untuk masalah ini kita bahas di lain waktu saja, asalkan kau betah di rumah ini itu sudah lebih dari cukup” ucap Eros Kim berlalu dari ruangan itu, Eryn mengamati kepergian pria itu dengan langkah goyah, Eryn menyenderkan tubuh mungilnya di bahu sofa sedang ke dua tangannya menutupi wajah mungilnya.

Namun itu hanya sesaat, saat terdengar langkah kaki memasuki ruangan itu, Eryn mengalihkan pandangannya ke asal suara itu, senyum tipis terpampang di wajah Eryn saat sosok berdada bidang itu menghampiri Eryn, tanpa memberika ekspresi apa pun.

“Agashi, Tuan Kim menunggu anda di ruang makan” sapanya berdiri tegak di samping sofa Eryn.

Eryn menengadahkan kepalanya menatap sosok dingin itu, sambil memonyongkan bibirnya gadis itu menggeleng lemah, Eryn mengikuti sorot mata pria itu tertuju pada lukisan abstrak yang tergantung di dinding ruangan itu. Ya, pria itu hanya diam membeku di posisinya, tanpa bergerak se-inci pun.

“Hufff, the Ice Man ternyata kau sangat membosankan!” ujar Eryn, melompat melewati ‘patung’ yang membeku itu, Gavin mengalihkan pandangan matanya saat di yakini Eryn telah keluar dari ruangan itu.

____@@____
“Ern-ssi, mari duduk sini?” ucap Eros Kim, saat di lihatnya Eryn menuju meja makan.

“Mianhea, saya tidak lapar, kalian saja yang makan!” sahut Eryn membungkun dengan cepat membalikan badannya meninggalkan ruang makan, namun langkahnya terhenti saat ancama keluar dari mulut Eros Kim.

“Appa tidak akan ijinkan kau kembali ke apartemenmu besok”
Reflek Eryn membalikkan badannya, dengan mata terbelalak menatap Tuan Kim, “Mwo, bukankah anda sudah berjanji pada saya?”

“Nee, asalkan kau makan bersama kami!” perintah Eros Kim menunjuk kursi kosong di sampingnya, dengan langkah lunglai Eryn berjalan menuju kursi yang di maksud, Joe menatap sinis Gavin saat di lihatnya pemuda itu dengan sigap menarik kursi untuk Eryn.

Suasana makan malam di ruang makan itu sangat hening
. Yang terdengar hanya denting sendok dan garpu saling beradu, Eryn sama sekali tidak menikmati makan malamnya, tangannya sibuk mengutak atik menu di piringnya tanpa memakannya sedikitpun.

Joe yang dari tadi mengamati Eryn, hanya mendengus melihat tingkah Eryn yang tertunduk dan memainkan peralatan makannya. “Well, apa menu malam ini tidak menggugahmu noona” aku Joe mengakhiri keheningan di ruang itu, Eryn mengangkat kedua bahunya merespon pertannyan Joe.

“Ehm.., apa kau mau makan sesuatu? Appa akan suruh koki memasakan untukmu” ucap Eros Kim melihat porsi makan Eryn yang tidak berubah.

“Anhi, saya tidak lapar, saya hanya..” perkataan Eryn tercekak, saat di lihatnya sosok gembul memasuki ruang makan denga nafas tersengal-sengal, menghampiri Eros Kim.

“So..sonsaengheyo Tuan Besar, Tuan Song menelepon, ada sesautu hal yang ingin di laporkan ke anda” ucap pria gembul itu menyodorkan telepon ke arah Eros Kim.

“Saya permisi sebentar” ujar Eros Kim beranjak menjauh dari posisinya.

Dari sisi lain ruang makan tersebut Eryn dapat melihat raut wajah Eros Kim berubah keras, namun Eryn tidak dapat memastikan apa pembicaraan apa yang di lakukan Eros Kim dengan si penelephon itu.

“ada apa Tuan Song” sapanya dengan suara berat.

“Sonsaengheyo Tuan Besar Kim, hari ini kapal tidak dapat berlabuh di Incheon”

“Weayo, apa ada masalah?”

“Ne Tuan Besar, hari ini pihak Pabean melakukan sweeping pada kapal yang berlabuh”
“Baiklah, pending semua kapal yang akan berlabuh hari ini, amati situasi pelabuhan jika sudah aman, kalian harus bergerak dengan cepat. Aku tidak mau mendengar masalah mengenai hal ini, areso!” perintah Eros Kim mengakhiri sambungan tersebut.

Masih dengan wajah mengeras dan alis bertautan Eros Kim kembali duduk di meja makan, semua mata mengamati perubahan wajah Tuan Kim, tidak terkecuali Gavin.

“Apa ada masalah appa?” ucap Joe yang masih menyantap makan malamnya, Eros Kim hanya tersenyu tipis merespon pertanyaan putranya.

“Ern-ssi, sabtu ini appa akan mengadakan pesta untuk penyambutanmu, appa akan perkenalkan kau kepada semua sahabat dan kolega appa. Bahwa appa memiliki seorang putri yang sangat cantik, ha..ha..” ucap Eros Kim bangga, Eryn yang mendengarkan perkataan Eros Kim hanya mampu tersenyum kecut.

____@@___
Eryn merebahkan diri di pembaringan seluruh tubuhnya terasa lelah, berusaha memejamkan matanya, berbagai posisi di cobanya agar terlelap itupun tidak membantu.
“Aishhhh...” pekik Eryn terduduk di pembaringannya, sontak membuat gavin menerobos masuk kemarnya.

“Ada apa Agashi” ucap Gavin, matanya liar mengamati setiap sisi kamar itu, Eryn mengerjapkan matanya tidak menyangka akan respon cepat Gavin terhadap aksi yang di lakukannya.

“Wow, tidak ku sangka kau sangat reflek ya” ucap Eryn terkesima, Eryn turun dari pembaringannya, senyum manis terpampang di wajahnya saat menghampiri pria itu. Gavin yang mengetahui keadaan Eryn baik-baik saja undur diri dari kamar itu, namun langkahnya terhenti saat lengan kekarnya di sentuh Eryn.

“Mian” ucap Eryn pelan saat sorotan mata tajam Gavin, mengarah ke tangan Eryn yang menyentuh lengannya.

'kreuk' Eryn tertunduk malu saat terdengar bunyi dari perutnya, rona wajah Eryn bak buah cerry yang ranum. Dari sudut matanya Eryn dapat melihat seulas senyum tipis di wajah Gavin, senyum tipis yang sulit di interprestasikan oleh Eryn.

"Agashi lapar?" ucapnya pelan, Eryn hanya menganggukan kepalanya

"Baiklah, saya akan ambilkan makanan untuk agashi" ucapnya mulai beringsut dari
posisinya, “Tunggu dulu, aku mau makan ramen!!” ucap Eryn tersenyum.

“Agashi mau kemana?” ujar Gavin saat di lihatnya Eryn mendahuluinya ke luar kamar, Gavin hanya mendecak melihat kelakukan majikannya ini, berangsung mengikuti langkah Eryn ke dapur.


TBC
« Last Edit: April 05, 2011, 07:56:03 am by itaraya »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love