«
Reply #45 on: April 11, 2011, 03:22:16 am »
Chapter 3
[/size][/font]
[/color]
“ Annyeong”,sahut Sun Hye menyapa tiga orang yang sudah menunggunya di ruang makan.
“bagaimana tidurmu semalam, sayang?” tanya Mama Goo sambil mengolesi roti dengan selai kacang untuk sarapan Sun Hye.
“nyenyaaakkk sekali, ma”, jawab Sun Hye berbohong.
“tapi semalam mama seperti mendengar kau berteriak, kau mimpi buruk Nak?”, tanya Mama Goo cemas
“Ahniyo, mungkin Mama salah dengar”, jawab Sun Hye lagi.
“Are You okay, Honney?” tanya Woo Jin cemas melihat sikap Sun Hye yang tidaknyaman dengan pertanyaan-pertanyaan Mama Goo yang bertubi-tubi.
“Ayo kita nikmati dulu sarapannya, ngobrol-ngobrolnya nanti saja”, sahut Sun Hyun
**^^^***
Setelah selesai sarapan pagi, Sun Hyun buru-buru pegi ke kantor karena ada rapat penting dengan beberapa direksi mengenai proyek SAMDONG COORPORATION selanjutnya yang menjadi tanggung jawab Sun Hyun.
Sedangkan mama Goo menyibukkan dirinya dengan berkebun.
Sedangkan Sun Hye sejak sarapan tadi nampak tidak begitu ceria setelah mimpi buruknya semalam, mimpi yang kembali mengusik tidurnya setelah kepulangannya ke korea.
Sun Hye bahkan tidak habis pikir karena selama tinggal di Kanada dia tidak pernah mengalami hal seperti ini.
Sun Hye pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk menenangkan pikirannya.
Disinilah Sun Hye berada sekarang, berdiri didekat jendela kaca kamarnya yang hanya tertutup tirai tipis dan sorotan cahaya matahari yang masih begitu terang sehingga dapat menyinari kamar tersebut.
”mungkin kah suatu saat nanti aku akan bertemu kembali dengan dia”, sahutnya dalam batinnya
“Sedang memikirkan apa?” ucap Woo Jin yang sudah berdiri dibelakang Sun Hye dan memeluk tubuh mungil itu dan mengecup lembut kepala Sun Hye mencoba untuk menenangkan hati gadis dalam pelukannya.
“Aku takut”, sahut Sun Hye pelan dan mempererat pelukan tangan kekasihnya
“takut?”, sahut Woo Jin lagi
“Aku takut tidak kuasa menahan amarah ini, aku takut berubah menjadi orang yang menyeramkan, aku takut,….karena dendam ini,…aku akan menyakiti orang-orang yang kucintai dan yang mencintaiku *Sun Hye pun membalikkan tubuhnya sehingga posisinya sekarang berhadapan dengan Woo Jin*
“aku takut jika aku akan menyakitimu”, ucapnya lirih.
“jika dengan menyakitiku bisa membuatmu mendapatkan kebahagiaanmu, aku rela Honney” jawab Woo Jin dan memeluk erat tubuh gadis yang sedang gemetar menahan tangis yang sebentar lagi akan meledak”.
Dalam pelukan Woo Jin, tangisan Sun Hye pun akhirnya keluar juga dan terdengar begitu pilu.
“menangislah honney, menangislah sepuasmu, aku akan selalu menjagamu”, tukas Woo Jin
_____&&&&______
Di sebuah Club mewah untuk kalangan borjouis sedang digelar sebuah acara Pesta Ulang tahun Kim Eun Cha, gadis cantik dengan wajah seperti boneka Barbie , berambut pirang dan bermata coklat ,putri dari seorang Diplomat Kim Han Geung.
Awalnya gadis ini ingin merayakannya di hotel tapi karena sang pacar tidak menyukai music classic yang membosankan, akhirnya Eun Cha harus rela berpindah tempat untuk merayakan pestanya dan disinilah akhirnya pestanya di langsungkan demi kehadiran sang kekasih hati.
Dum,,,dum,. Irama House Music yang sedang dimainkan oleh sang DJ menghentakkan ruangan tersebut dan membuat para undangan yang umumnya kaum muda mulai mengisi lantai dansa untuk memanasi ruangan tersebut. Dan salah satunya adalah lee Joon Min yang tengah asyik menikmati music DJ tersebut.
Joon Min sedang berdansa dengan beberapa gadis yang mengerumuninya seperti lebah. Joon Min memang sangat menyukai keadaan seperti ini dimana para gadis begitu memuja dan mengaguminya.
Eun Cha yang sedang duduk dimejanya nampak kesal dengan sikap Joon Min yang seperti tidak peduli dengan dirinya.
“huhhh, kalau tahu begini lebih baik kau tidak usah datang saja Joon Min-ssi. Kenapa kau harus membuatku kesal di pestaku sendiri”, dengusnya sebal.
“Saengil chukaeyo Eun Cha-ssi”, sahut Yoo Jeong yang sudah berdiri dihadapan gadis cantik ini sambil memberikan kado dengan bungkus yang berwarna pink disertai pita yang berwarna senada.
“komawo”, sahut Eun Cha
“Joon Min, odi-e-so?” tanya Yoo Jeong lagi yang tidak melihat keberadaan Joon Min disamping Eun Cha.
Eun Cha pun memberitahukan pada Yoo jeong keberadaan kekasih hatinya dengan gerakan kepalanya, dan Yoo Jeong pun hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan sahabatnya.
___&&&&_____
Woo Jin dan Sun Hye pun tiba di Club Seoul X mewakili Sun Hyun yang tidak bisa hadir karena pekerjaan yang sedang menumpuk.
Tapi setidaknya Woo Jin bukanlah orang asing dipesta tersebut, karena Eun Cha adalah temannya di bangku SMP dan karena itu Woo Jin akhirnya menerima permintaan Sun Hyun untuk mewakilinya hadir di pesta tersebut dengan mengajak Sun Hye untuk bersosialisasi lagi.
Woo Jin dan Sun Hye pun berjalan memasuki pesta tersebut, beberapa sorot mata dari para undangan mengikuti langkah kaki keduanya seperti predator yang sedang mengincar mangsanya.
Jika para pria menatap si gadis dengan pandangan kagum, atau lebih tepatnya terpesona karena kecantikan wajah yang dimiliki gadis tersebut terutama bentuk tubuhnya yang sangat memikat dan begitu sempurna.
Sedangkan para tamu wanita tentu saja ada rasa iri terhadap gadis misterius itu dan rasa iri juga jika mereka memiliki kekasih yang tampan disamping mereka.
“kenapa mereka semua melihat kita seperti itu”, tanya Sun Hye
“karena kau terlalu cantik dan sempurna Honney”, jawab Woo Jin bangga sambil merangkul erat pinggang Sun Hye seperti sebuah pernyataan untuk pria-pria tersebut “this girl is mine”.
“Barbie!”, sahut Woo Jin terhadap gadis cantik dihadapannya
“Dhe”, jawab gadis itu heran sambil memperhatikan wajah pemuda yang nampak tidak asing baginya.
“Woo Jin, kang Woo Jin?” gadis itu balik bertanya
“Bingo!”, jawabnya
“Yaaaa,…Woo Jin-aa, benar ini kau, aishh tampan sekali”, sahut Eun Cha girang tanpa sadar langsung memeluk Woo Jin sambil loncat-loncat kegirangan
Woo Jin pun membalas pelukan gadis itu dan Sun Hye hanya tersenyum melihat keakraban kedua sahabat ini.
“Hehee.. Yaaa.. Woo Jin-aa, bukankah kau sedang di Kanada, Kapan kau tiba di Korea?” tanya Eun Cha tidak sabar
“mmm 3 hari yang lalu aku baru tiba di Korea”, balasnya
“ohhh*sambil menoleh kearah Sun Hye”, gadis ini, siapa?” tanya Eun Cha
“perkenalkan Sunny, calon istriku”jawab Woo Jin sambil merangkul pundak Sun Hye
“Annyeong, Sunny imnida”, tukas Sun Hye sambil mengulurkan tangannya
“Annyeong, Kim Eun Cha im-nida”, jawabnya dan membalas uluran tangan Sun Hye.
“Woo Jin-aa, kau pakai jurus apa sampai gadis cantik ini mau menjadi calon istrimu hah”, ledek Eun Cha
“dengan cinta”, jawabnya sambil mengecup mesra pipi Sun Hye , alhasil membuat Sun Hye tertunduk malu karena perlakuan Woo Jin
“aishhh, kalian benar-benar membuatku iri saja”, keluh Eun Cha.
“Eun Cha-ssi, saengil chukahamnida,”, tukas Sun Hye sambil menyerahkan sebuah kado berukuran sedang dengan hiasan pita yang cantik.
“komawo, boleh aku buka?” tanya nya antusias
Dan setelah mendapat anggukan kepala dari Sun Hye, Eun Cha pun langsung membuka bungkusan kadonya dan bola mata Eun Cha terlihat berbinar-binar saat melihat isi kado tersebut sebuah liontin berbentuk bunga yang ditaburi berlian.
“kau suka?” tanya Sun Hye
“komawo, jeongmal komawoyo”, sahut Eun Cha dan memeluk erat Sun Hye .
“kita berteman?” sahut Eun Cha setelah melepaskan pelukannya
“ Wah sepertinya aku di cuekkin , hmmm” gumam Woo jin lirih
“Woo Jin-aa , sepertinya Pacarmu dan aku bisa jadi sahabat yang baik nantinya”, “iyakan”, sahut Eun Cha senang.
“ne”, jawab Sun Hye lembut
__&&&____
Sun Hye yang baru saja keluar dari toilet tidak menyadari ada beberapa pasang mata yang mengarah kepadanya. Rupanya profesi Sun Hye sebagai supermodel mendapat perhatian dari para tamu undangan dan nampaknya mereka langsung mengenali sosok gadis misterius tadi.
“Bukankah dia itu Goo Sunny, model kosmetik Luvely?” ucap seorang gadis pada teman disampingnya
“Dia benar-benar sangat cantik, lebih cantik dari yang kita lihat di TV”, ucap seorang pria sambil mencoba mengambil gambar Sun Hye diam-diam dari ponselnya
Dan dalam hitungan detik para fans itu sudah berjalan menghampiri Sun Hye, dan Sun Hye pun sudah dikelilingi oleh fans nya yang ingin minta tanda tangan atau sekedar berfoto dengannya.
Awalnya Sun Hye dengan senang hati menerimanya, tapi entah kenapa lama kelamaan sikap fans nya ini terasa agak mengganggunya, ada yang tiba-tiba mencubit pipinya atau menciumnya karena gemas karena wajahnya yang putih mulus.
Sun Hye menjadi ketakutan sendiri, dan tanpa disadarinya ada sebuah lengan kekar menarik tangannya dan membawanya keluar dari kerumunan penggemarnya.
Dan tanpa berpikir dua kali, Sun Hye pun mengikuti langkah pemuda itu dan dengan sedikit berlari Sun Hye dan pemuda yang membawanya itu keluar dengan “selamat” dari kerumunan penggemar sun Hye.
“hhhhh, akhirnya terbebas juga, komawo”, tukas Sun Hye pelan dengan nafas tersengal-sengal.
Pemuda itu hanya tensenyum tipis sambil terus memperhatikan wajah cantik Sun Hye yang agak kemerahan di sekitar pipinya karena cubitan gemas dari penggemarnya tadi.
Tanpa disadarinya tangan pemuda itu menyentuh lembut pipi Sun Hye yg merah merona dan membuat Sun Hye terperanjat dan langsung memandang heran ke arah pemuda itu.
“Weyo”, tanya Sun Hye
“Sakit?”, tanya pemuda itu lagi
“dhe”, jawab Sun Hye bingung
“pipimu, sampai merah seperti itu"." Apa pipimu terasa sakit dicubit oleh penggemarmu?”, tanya pemuda itu lagi
“ne, apho!” jawab Sun Hye sambil menggigit kecil bibir bawahnya
“karena kau terlalu cantik makanya mereka gemas padamu”, tukas pemuda itu lagi
Sun Hye tertunduk malu dan memegang kedua pipinya berharap rona merah di pipinya tidak semakin merah karena pujian pemuda tadi terhadapnya.
“namamu?” tanya pemuda itu sambil mengulurkan tangannya
“Dhe?, oh… Sunny,..Goo Sunny”, jawab Sun Hye cepat membalas uluran tangan si pemuda tersbut
“kau kenal aku?” tanya pemuda itu lagi
Sun Hye hanya menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar tidak kenal dengan pemuda dihadapannya itu
Joon Min merasa kecewa karena gadis cantik dihadapannya ini tidak mengenali dirinya, padahal Joon Min adalah seorang pembalap professional yang sudah memenangkan berbagai macam pertandingan,dan dia juga seorang pewaris dari SAMDONG COORPORATION apalagi dengan wajahnya yang tampan semua wanita di seluruh penjuru dunia pun pasti mengenalnya dengan sangat baik tapi sepertinya tidak bagi gadis dihadapannya ini.
“Joon, panggil saja aku Joon”, sahut Joon Min dengan senyumnya yang menggoda
End Of Chapter[/size][/font][/color]
[/b]
« Last Edit: April 11, 2011, 03:24:34 am by Shanty_minsun »

Logged

#Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho