Chapter 9
[/color]
Previous Chapter
Ryu Jin langsung memeluk tubuh mungil itu ,” Jangan pernah membuatku menunggu seperti ini, jangan pernah membuatku cemas seperti ini lagi”.
“Ji Won , aku sudah berusaha untuk menahannya , aku berusaha untuk menahan perasaanku tapi sungguh aku sudah tidak sanggup lagi . Ji Won-aa, Saranghee”,…, ucap Ryu Jin mantap, tapi sayang kalimat yang diucapkan Ryu Jin tidak sempat didengar Ji Won karena gadis itu sudah jatuh pingsan dalm pelukan Ryu Jin.
“Ji Won,..Ji Won-aa, Shin Ji Won,…kau kenapa, Ji Won-aa,…, “ teriak Ryu Jin panik Additionnal Cast :
Kim Sung Soo as Yoong Hoon
[/b][/size][/font][/color]
@ Seoul International Hospital“Ryu jin , bagaimana Ji Won sampai pingsan?, ada apa dengannya, huh?” Tanya Ji Yoon panik yang didampingi oleh Joon Hyun.
“CEKLIK” Dr Min keluar dari ruang UGD dan langsung saja Ji yoon berjalan cepat menghampiri dokter yang menangani penyakit adiknya.
“adikku, dia baik-baik saja kan, apa penyakitnya kambuh , apa semakin parah, huh?” tukas Ji Yoon panik dengan air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya yang terlihat kuyu.
“Tenanglah Ji Yoon –ssi, adikmu tidak apa-apa. 
"Sepertinya dia hanya kelelahan saja dan sepertinya Ji Won kekurangan nutrisi. Tadi saya sudah memberikan suntikan vitamin padanya dan dia pasti akan baik-baik saja", tukas Dr Min menjawab semua kepanikan Ji Yoon, dan Ji Yoon pun bernafas lega dengan jawaban yang diberikan Dr Min begitupun Joon Hyun merasa lega dengan kondisi kesehatan Ji Won walaupun terasa ada sorot mata tajam yang tidak menyukai kehadirannya.
“Apa aku boleh menemuinya", tanya Ji yoon lagi.
“Ne, tentu saja, setelah Ji Won dipindahkan ke ruang perawatan kalian boleh menemuinya, tapi sepertinya Ji Won baru akan sadar 1 jam lagi", tukas Dr Min dan langsung memberi perintah pada perawat untuk memindahkan pasien ke ruang pemulihan.
Ji Yoon pun mengikuti langkah para perawat yang akan memindahkan Ji Won ke ruang perawatan yang diikuti oleh Joon Hyun, namun langkah Joon Hyun terhenti saat Ryu Jin menghalangi jalannya dan memberi tatapan tajam penuh kebencian pada laki-laki dihadapannya itu.
“sebaiknya kau pulang saja. Sudah ada Ji Yoon Noona dan juga aku, jadi kehadiranmu sudah tidak diperlukan lagi", tukas Ryu Jin ketus
“Tapi aku yakin jika kehadiranku sangat diharapkan oleh Ji Won", sahut Joon Hyun balik menantang.Ryu Jin tersenyum kecut dan memandang tajam Joon Hyun , pandangan yang penuh kebencian dan amarah “ jangan coba-coba menguji kesabaranku”, sahut Ryu Jin geram dan berbalik menuju kamar Ji Won tapi sebelum pintu ruangan itu dibukanya Ryu Jin berbalik lagi kearah Joon Hyun dan berkata “menyingkirlah dari kehidupan Ji Won sekarang, atau kau akan tanggung akibatnya”, dan Ryu Jin pun memasuki ruangan itu dan meninggalkan Joon Hyun yang masih berdiri terpaku.---^^^----
Sesampainya di rumah , Joon Hyun terus berpikir keras, mengingat semua kejadian di rumah sakit tadi dan sikap Ryu Jin terhadapnya.Sikap Ryu Jin terhadap Ji Won terlalu berlebihan menurutnya, bahkan ancaman yang tadi ditujukkan Ryu Jin terhadapnya seperti sikap seorang pria yang melindungi wanitanya bukan sikap seorang adik terhadap kakaknya.
“Mungkinkah Ryu Jin mencintai Ji Won, tapi itukan , hmm”,… Joon Hyun tersenyum pahit dan jika apa yang dipikirkan Joon Hyun jika Ryu Jin mencintai Ji Won seperti dirinya yang mencintai Ji Won , berarti Ryu Jin akan menjadi penghalang hubungannya dengan Ji Won .
“aisshhhh,…. Membuat kepalaku pusing saja, huh,… dasar anak ingusan ,,,apa dia sudah gila mencintai kakak sepupunya sendiri, aushhhhh bagaimana ini?”, tukas Joon Hyun geram sambil menyembunyikan kepalanya kedalam selimut tebalnya dan beberapa menit berlalu Joon Hyun pun terlelap.Dua hari kemudian Ji Won pun sudah kembali kerumahnya, walaupun kondisinya masih belum stabil tapi Ji Won memaksa untuk segera pulang apalagi selama dua hari dia dirawat di Rumah Sakit Joon Hyun tidak pernah datang menjenguknya dan membuat Ji Won uring-uringan dan sedikit kesal dengan kekasihnya itu.
“Yoboseyo”, sahut Ji Won pada seseorang disana.
Hening……….
“Yoboseyo, Oppa!!!, kenapa diam saja?, cepat jawab!!” tukas Ji Won kesal karena orang yang disapa hanya diam saja
“Ya sudah jika tidak mau bicara lagi denganku, aku akan,……
“Chagiya!!”, nanti malam aku harus datang jam berapa ke Apartemen kakakmu?” Tanya Joon Hyun tiba-tiba
Hening……..
“Chagiya!!”, masih marah denganku?, aku kan hanya bercanda, begitu saja sudah mogok bicara”, goda Joon Hyun yang tanpa sepengetahuan Ji Won Joon Hyun sedang menahan tawanya agar tidak keluar.
Hikshikss,… bukan jawaban yang didengar Joon Hyun melainkan tangisan Ji Won yang terdengar lirih.
“Chagiya, gwaenchana?”, Tanya Joon Hyun cemas
“Oppa Jahat, hikshiksss…Oppa jahat. Aku sakit kenapa Oppa tidak menjengukku, apa Oppa akan meninggalkan aku, hah?,hikshiksss”, ucap Ji Won dengan tangisan yang semakin membuat Joon Hyun merasa bersalah
“mianeyo, aku,…aku tidak bermaksud tidak menjengukmu, kebetulan saat itu aku sedang ada di luar kota , mianeyo, tukas Joon Hyun berbohong.
Joon Hyun tidak ingin Ji Won tahu jika Ryu Jin melarangnya untuk menengoknya karena Joon Hyun masih ragu dengan dugaannya jika Ryu Jin mencintai Ji won, dan Joon Hyun hanya tidak ingin menambah pikiran Ji Won.
“jinja?, Oppa tidak bohong?” tanya Ji Won lagi
“Ne, aku tidak bohong. Jadi jangan menangis lagi, kau membuatku semakin sedih, jawab Joon Hyun lagi.
“Jadi jam berapa acaranya dimulai?”, tanya Joon Hyun mengalihkan pembicaraan.
“Jam 8 malam jangan terlambat, “, jawab Ji Won
“Ok, sampai nanti malam Chagiya”, sahut Joon Hyun
Dan sambungan teleponpun terputus. __&&&&____
Malam harinya di apartemen Ji Yoon, ibu hamil ini walaupun sedang hamil 3 bulan, tetap saja semua persiapan acara nanti malam ingin dilakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun, bahkan Ji Won yang sedari tadi ingin membantunya di larang oleh Ji Yoon dengan alasan jika Ji Won sudah turut campur pasti tidak akan pernah selesai, dan ya sudah bisa ditebak Ji Won langsung mengadu pada kakak iparnya Yoong hoon
“Eonni!!!”, ijinkan aku membantumu”, pinta Ji Won manja yang masih duduk manis di sofa bersama kakak iparnya.
“Kau akan membantuku jika kau duduk manis saja di sofa dan menyambut tamu-tamuku, okay sayang”, jawab Ji yoon lagi .
“sudahlah , biarkan Eonnimu melakukannya sendiri, nanti jika dia marah pasti Oppa mu ini yang akan kena sasarannya”, tukas Yoong Hoon iseng sambil mencolek hidung Ji Won.
--&&&&____
“mmmm, supaya kesanku bagus, sebaiknya aku pakai baju yang mana yach?” sahut Joon Hyun bingung sambil mematutkan jari telunjuknya di dagunya
“ahhh, yang ini saja. Lagi pula aku sudah lama tidak memakai baju ini lagipula masih terlihat bagus”, tukas Joon Hyun sambil mengambil kemeja putih polos dan langsung memakainya .Rupanya tidak hanya Joon Hyun yang ingin tampil menawan dan ingin membuat Ji Won terpesona untuk acara makan malam nanti , tapi rupanya Ryu jin pun melakukan hal yang sama dan dia juga sudah mempunyai rencana yang akan membuat Ji Yoon tidak akan menyetujui hubungan Ji Won dengan Joon Hyun.-_&&&&____
Tidak banyak yang datang di hari ulang tahun Ji Yoon, karena sebenarnya ini hanya acara makan malam keluarga saja dan sahabat dekat.
Akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu Ji Won pun datang , dan bukannya Ji Won yang terpesona dengan penampilan Joon Hyun melainkan Joon Hyun sendiri yang tidak bisa mengedipkan matanya saat melihat Ji Won yang malam itu tampil cantik dengan balutan gaun berwarna pink dengan bahu terbuka yang membuatnya sangat menawan.“Oppa!!”, “Oppa!!”, yaaa Joon Hyun Oppa!”, sahut Ji Won sambil mengibaskan tangannya kearah wajah Joon hyun yang masih melongo melihat penampilan kekasihnya.“Apa, aku terlihat cantik, sampai-sampai Oppa tidak bisa mengedipkan matamu?”, sahut Ji Won lagi yang berhasil membuat Joon Hyun tersadar dari lamunannya.
Joon Hyun hanya mampu tersenyum simpul pada kekasihnya
“Ayo masuk”, ajak Ji Won sambil menggelayutkan tangannya di lengan Joon Hyun
Melihat hal itu membuat Ryu Jin nampak kesal dan tanpa menghiraukan kehadiran Joon Hyun, dengan tiba-tiba Ryu Jin menarik lengan Ji Won dan membawanya ke ruang dapur untuk mengambil kue ulang tahun Ji Yoon yang sudah disiapkan sejak tadi sore.
Joon Hyun hanya berusaha untuk bersabar dengan tingkah laku Ryu Jin yang semakin hari semakin menyebalkan.
___&&&___
“selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Ji Yoon, selamat ulang tahun!!”…..
Dan Ji Yoon pun meniup lilinnya setelah sebelumnya mengucapkan permohonan, dan makan malam pun dimulai….
“Ji Won-aa, kau bilang ada yang ingin kau sampaikan pada Eonni”, tanya Ji yoon penasaran
Ji Won yang ditodong pertanyaan dari Ji Yoon langsung menghentikan aktifitas makannya dan dengan kemantapan hati Ji Won menyatakan kebahagiaannya pada Eonninya.
“Eonnie, aku dan Joon Hyun sudah resmi pacaran”, sahut Ji Won mantap
“Mwo!, kalian berpacaran?”, sejak kapan?”, tanya Ji Yoon heran
“sudah satu bulan”, jawab Ji Won lagi“Lee Joon Hyun, bisa kau jelaskan padaku apa maksud dari semua ini?” tukas Ji Yoon penasaran
“Sosongheyo Bu Direktur, saya tidak bermaksud lancang untuk menjalin hubungan dengan Ji Won, adik anda. Tapi saya sungguh mencintai Ji Won sejak pertama kali saya melihatnya dan saat kami sering bertengkar karena suatu kesalahpahaman , dan saat itu saya masih hanya seorang receptionist di SHINWA RESORT”, ujar Joon Hyun lagi
“Saya tulus mencintai Ji Won apa adanya, dan Anda tidak perlu meragukannya”, sahut Joon Hyun lagi
“Apa kau punya maksud dari semua ini Joon Hyun-ssi”, sahut Ryu Jin tiba-tiba dengan senyum sinisnya
“maksud anda?” , tanya Joon Hyun balik“kau pasti tahu maksudku”, sahut Ryu Jin sengit
“Ryu Jin-aa”, Ji Won menyela perkataan Ryu Jin
Hening sesaat,…..tidak ada lagi yang mengeluarkan suara,….
“Eonni!” sahut Ji Won tiba-tiba meminta persetujuan Ji Yoon akan hubungannya dengan Joon Hyun
Tapi Ji yoon nampak terdiam dan tiba-tiba beranjak dari kursinya meninggalkan meja makan tersebut,
“Ji Won, ikut Eonni sebentar”, tukas Ji yoon sebelum meninggalkan tempat itu
Ji Won menatap ke arah Joon Hyun , dan Joon Hyun pun menganggukkan kepalanya meminta Ji Won untuk mengikuti Eonninya.
__&&&__
Ji Yoon dan Ji Won sekarang ini ada di kamar Ji Won , mereka berbicara layaknya seorang kakak pada adiknya. Ji Won-aa, bukan maksud Eonnie tidak menyetujui hubungan kalian tapi sayang kau belum mengenalnya dengan baik, kau tidak tahu siapa dia sebenarnya, bagaimana keluarganya, masa lalunya dan,…*ucapan Ji Yoon terpotong oleh Ji Won*
“Eonnie!”, aku sudah tahu semua tentang Joon Hyun, aku sudah mengetahuinya dan aku tidak mempermasalahkan hal itu . Eonni, aku sangat mencintainya. Eonni, restui hubungan kami, jeball!”, pinta Ji Won
“Andwaee, Eonnie belum bisa merestui hubungan kalian. Saat ini ayahnya terlibat masalah hokum yang sangat berat dan sekarang sedang menjalani hukumannya di penjara, dan Eonni tidak mau kau terlibat terlalu jauh dengan keluarga mereka”sahut Ji Yoon tegas
“Jika Eonni belum percaya sepenuhnya pada Joon Hyun Oppa, kenapa Eonni mempercayakan posisi Marketing Manager & Promotion sekaligus sebagai Asistenmu”, protes Ji Won
“Itu berbeda sayang, itu masalah profesionalitas pekerjaan dan Joon Hyun memang layak untuk posisi itu tapi untuk posisi sebagai calon pendampingmu Eonni masih meragukannya”. “Ji Won-aa!”* Ji Yoon menangkupkan kedua tangannya di wajah adiknya*, turuti permintaan Eonni, untuk sementara jangan bertemu dulu dengan Joon Hyun sebelum Eonni mendapatkan kepastian tentang dirinya”, sahut Ji Yoon sambil mengecup lembut kening adiknya
“Eonnie!”, rengek Ji Won
“Jangan membantah dan turuti permintaan Eonni. Dan sebaiknya kau fokus dulu dengan kesehatanmu, araso”, sahut Ji Yoon dan berlalu dari kamar Ji Won
“DRET”, pintu kamar Ji Won ditutup dan Ji yoon nampak sangat bersalah dengan sikapnya yang keras pada adiknya. JI Yoon tahu jika Ji Won sangat mencintai pemuda itu tapi Ji yoon juga tidak ingin jika Ji Won harus mengalami kekecewaan yang sama seperti hubungannya dulu dengan Kyung Hun dan itu pasti berdampak buruk dengan kondisi kesehatannya.
“Miane Ji Won-aa, jeongmal miane”. “Eonni hanya tidak ingin kau terluka , Eonni hanya ingin melindungimu,sayang”, isak Ji Yoon pelan
__&&___
Sementara di ruang tengah Yoong hoon nampak sedang berbincang-bincang dengan Joon Hyun.
“Ji yoon merupakan tipe seorang kakak yang ingin melindungi adiknya, dia selalu ingin menentukan mana yang terbaik untuk Ji Won. Mungkin saat ini kau belum termasuk pilihan terbaik menurut Ji Yoon, tapi jika kau sungguh-sungguh mencintai Ji Won ,buktikanlah dan buatlah kami yakin untuk bisa menerima hubungan kalian”.
"Bagi kami Ji Won adalah harta yang sangat berharga jadi kami selalu berusaha untuk menjaganya dengan baik, supaya tidak seorangpun bisa melukainya, dan kami harap kau bisa untuk memakluminya”, ucap Yoong Hun bijak __&&&___
“Noona, aku ingin bicara sebentar ,”ujar Ryu Jin serius
Ji yoon pun menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Ryu Jin menuju ruang kerja Yoong Hoon.
“Noona, aku harap kau tidak salah mengambil keputusan”. “ aku tidak menyukai laki-laki itu”.
“dulu dia pernah mencoba menyakiti Ji Won, aku tidak mengatakan hal ini karena Ji Won yang terlalu melindunginya. Dia dibutakan oleh cintanya pada laki-laki begajulan itu, dan Joon Hyun hanya memanfaatkan hal itu untuk keuntungan pribadinya. Kau harus hati-hati pada tipe pria seperti itu ,Noona”, hasut Ryu jinJi yoon yang tidak bisa mencerna dengan baik perkataan Ryu Jin mulai terhasut omongan dari adik sepupunya itu dan itu membuat Ji Yoon sangat geram dengan Joon Hyun.
Ji Yoon pun langsung menghampiri Joon Hyun yang masih berbincang-bincang dengan suaminya dan langsung memintanya untuk pulang dan Ji yoon pun membubarkan pestanya.
***&&&****Setibanya di rumah Joon Hyun masih teringat dengan jelas akan perkataan Ji Yoon pada dirinya :“ aku harap kau tidak salah paham, dank au tidak usah khawatir.Ini masalah pribadi dan aku adalah orang yang professional, tapi aku mohon untuk sementara ini jangan pernah temui adikku lagi. Aku ingin dia focus dengan pengobatannya, aku ingin adikku sembuh, karena itu dia tidak boleh terlalu banyak pikiran. Aku harap kau mengerti”“Apapun akan aku lakukan demi kesembuhanmu Chagiya, walau sulit bagiku untuk tidak menemuimu sementara waktu”, keluh Joon Hyun lirih
“kau belum tidur ,nak?” sahut Ny Lee yang membuyarkan lamunan Joon Hyun dan duduk disamping putranya
“Eomma!”, sahut Joon Hyun tersenyum tipis dan Joon Hyun pun meletakkan kepalanya dipangkuan ibunya
“Ada apa dengan putra Eomma yang tampan ini, bukannya kau baru bertemu Ji Won , tapi kenapa wajahmu kusut seperti ini, kalian bertengkar?” tanya Ny lee penasaran sambil mengusap lembut kepala putranya.
“Eomma ini peramal ya, bagaimana Eomma bisa tahu kalau aku sedang memikirkan gadis cantikku?” ucap Joon Hyun
“Aigoo, kau pikir Eomma ini peramal hah. Tentu saja Eomma bisa tahu jika kau sedang memikirkan Ji Won, karena waktu kau putus dari Hyo Jo , sikapmu tidak seperti ini. Kau pasti sangat mencintainya?” tukas Ny Lee
Joon Hyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya“jika kalian memang berjodoh, masalah apapun yang sedang kalian hadapi pasti dapat kalian atasi. Eomma yakin itu”, ucap Ny Lee menenangkan batin putranya
Dan tidak lama kemudian Joon Hyun pun tertidur dipangkuan ibunda tercinta, Ny Lee menatap lembut wajah putranya dan mengecup penuh sayang kening Joon Hyun
“selamat tidur,nak”, tukas Ny lee***&&&*****
@ Han Residence“Ryu Jin-aa, Noona mohon padamu untuk terus mengawasi Ji Won, dan ingat jangan sampai Ji Won bertemu dengan Joon Hyun,okay”, tukas Ji Yoon disebrang sana
“Noona tenang saja, aku pasti akan selalu menjaga Ji Won dan menjauhkannya dari laki-laki begajulan itu”, sahut Ryu Jin dengan senyum tipisnya
“Ya sudah kalau begitu Noona tutup dulu telponnya , ingat pesanku”, tukas Ji Yoon lagi
“Okay, Noona, bye”, jawab Ryu jin menutup pembicaraan mereka“Jadi ,ini salah satu rencanamu untuk memisahkan aku dengan Joon Hyun Oppa?, Waeyo Ryu Jin-aa?,seharusnya kau memihakku,apa salahku padamu?”, tanya Ji Won kesal
“Bukan kau yang salah, tapi laki-laki itu Lee Joon Hyun yang tiba-tiba muncul dikehidupan kita”. “ dulu kita baik-baik saja, tapi sejak kemunculannya sikapmu padaku berubah, kau tidak seperti Ji Won yang aku kenal”. “ kau seperti orang asing, kau tahu itu hah,” tukas Ryu Jin kesal
“Aku tidak merasa berubah, aku tetap Ji Won yang dulu”. “ Justru aku merasa hidup kembali saat bertemu dengan Joon Hyun Oppa, aku bisa menerima penyakitku, aku bisa ceria, itu semua berkat Joon Hyun Oppa dan seharusnya kau dan juga Ji Yoon eonni harus berterima kasih padanya”, jawab Ji Won
“Kenapa kau tidak mengerti Ji Won, kenapa kau …tidak pernah mengerti dengan apa yang aku rasakan,hah?, kenapa? Kenapa?” teriak Ryu Jin sambil menggebrakan meja dan membuat Ji Won terdiam dan ketakutan akan tatapan tajam Ryu jin, tatapan yang belum pernah dilihat oleh Ji Won.
“Dulu Dong Kyung Hun, sekarang Lee Joon Hyun”. “ Apa pernah mau memahami diriku, apa pernah kau menanyakan bagaimana perasaanku?”, tanya Ryu Jin yang tanpa disadarinya air matanya sudah membasahi pipinya.
“Ryu Jin-aa!”, sahut Ji Won pelan
“Satu hal lagi, aku tidak suka cara kau memanggil orang brengsek itu dengan sebutan Oppa, araso!”, geram Ryu Jin wajah yang mengeras dan tanpa member Ji Won kesempatan untuk menjawab, Ryu Jin langsung pergi meninggalkan gadis itu yang terkejut dengan sikapnya hari ini.__&&&&_____
Sudah hampir seminggu ini Ji Won dan Joon Hyun jarang bertemu karena pengawasan ketat dari Ryu Jin pada dirinya dan juga janji Joon Hyun pada Ji Yoon yang melarangnya untuk menemui Ji Won.
Joon Hyun pun lebih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang semakin menumpuk walau terkadang tanpa sepengetahuan Ji Yoon, Joon Hyun sering mengawasi gerak gerik Ji Won tanpa gadis itu mengetahui keberadaannya.
Ji Won sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dan bergegas untuk pulang, karena Ryu jin sudah menunggunya, tapi langkahnya terhenti saat bertemu dengan Joon Hyun yang kebetulan juga akan keluar untuk menghadiri pertemuan di tempat lain.
Hampir 10 menit mereka saling berpandangan dan tanpa sepatah kata terucap dari bibir keduanya, dan …Ding..*suara pintu lift terbuka*, dan keduanyapun memasuki lift tersebut. Secara bersamaan mereka menekan tombol lantai G dan membuat keduanya menjdai salah tingkah.
“Kau sudah mau pulang?”, tanya Joon Hyun mencairkan keheningan
“Ne, dan kau tahu sendiri kan jika Ryu Jin paling tidak suka menunggu”. “ Apalagi akhir-akhir ini suasana hatinya sering berubah-ubah”, jawab Ji Won
“DINg” * pintu lift menuju lantai G pun terbuka*. Keduanya keluar dari lift tersebut bersamaan menuju pelataran parkir.
Terlihat mobil jaguar hitam milik Ryu Jin sudah berdiri manis di depan lobi Resort dan beberapa kali Ryu Jin menekan klakson mobilnya berulang-ulang saat melihat Ji Won sedang bersama dengan Joon Hyun.
“Aku pulang dulu!”, pamit Ji Won
“Ne, hati-hati!”, sahut Joon Hyun
Joon Hyun hanya bisa melihat Ji Won semakin menjauh dari pandangannya setelah memasuki mobil Jaguar itu .Joon Hyun pun langsung memasuki mobilnya dan pergi ke tempat tujuannya ke Hotel Hilton untuk menghadiri Rapat Pengusaha menggantikan Ji yoon yang berhalangan hadir karena kondisi kehamilannya.__&&&___
@ HOTEL HILTON
Saat tiba di hotel Hilton, Joon Hyun langsung bergegas ke ruang pertemuan dengan beberapa kolega yang juga baru berdatangan, tapi betapa terkejutnya Joon Hyun saat bertemu dengan sosok wanita yang sangat dikenalnya, wanita yang dulu pernah mengisi ruang hatinya, Joong Hyo Jo
“Annyeong,Lee Joon Hyun-ssi”, sapa Hyo Jo dengan senyum manisnya
“Selamat atas keberhasilanmu dalam proyek SHINWA RESORT, kau memang layak mendapatkannya”, ujar Hyo Jo memberi ucapan selamat pada Joon Hyun dan memeluk tubuh Joon Hyun dengan mesra dan langsung mengundang perhatian dari beberapa wartawan yang hadir.__&&&____
Dan pertemuan mereka yang tidak sengaja itu langsung mencuri perhatian dari para kuli tinta dan langsung menjadi headline dibeberapa surat kabar dan TV“LEE JOON HYUN & JOONG HYO JO , MUNGKINKAH MEREKA AKAN KEMBALI MENJALIN HUBUNGAN ASMARA?”Keesokan paginya berita tersebut sudah tersebar di media massa, Hyo Jo yang melihat berita mengenai dirinya dan Joon Hyun di TV tentu saja membuatnya senang dan berharap bisa membuka kesempatan bagi dirinya untuk bisa dekat kembali dengan Joon Hyun.
Dan sepertinya bukan hanya Hyo Jo yang senang dengan berita itu, Ryu Jin pun sepertinya mempunyai rencana baru untuk memisahkan hubungan Ji Won dengan Joon Hyun.
Tapi lamunannya dibuyarkan dengan suara langkah kaki seseorang yang memasuki ruang tengah, dan ketika pelayannya menyebutkan nama tamu tersebut sontak membuat Ryu Jin bangkit dari posisi duduknya.
“Dong Kyung Hun”, sahut Ryu Jin pelan“Annyeong, Han Ryu Jin”, sapa Kyung Hun dengan senyum yang tersungging dibibirnya
“Ryu Jin!, Ryu Jin!!, apa kau melihat Ponselku?, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu, apa mungkin tertinggal di mobilmu?” tukas Ji Won yang berjalan menuruni anak tangga dan berjalan ke arah Ryu Jin tanpa melihat tamu yang ada dihadapan Ryu Jin.
“Kyung Hun-ssi!”, sahut Ji Won yang terkejut saat menyadari kehadiran seseorang yang sangat dikenalnya
“Annyeong Ji Won-ssi”, sahut Kyung Hun lembut berjalan menghampiri gadis yang sangat dirindukannya itu“Bogoshipo”, sahut Kyung Hun lagi sambil menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya
Ji Won yang masih terkejut hanya pasrah saat Kyung Hun memeluknya
“Mianeyo”, bisik Kyung Hun ditelinga gadis itu dan menatap penuh cinta wajah gadis itu , wajah yang selalu menghantui pikiran dan hatinya selama ini.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu” tukas Kyung Hun saat melepaskan pelukannya.
“Kita bicaranya sambil makan siang saja, okay”, tukas Kyung Hun yang langsung menarik lengan Ji Won tanpa member kesempatan gadis itu untuk menjawab dan tidak peduli dengan tatapan tajam Ryu Jin.-&&&__
TBC to chapter 10
Note : akhirnya bisa di up date
, mudah2an masih inget ama ceritanya and silahkan menikmati, miane kalo banyak kekurangan and saran kritik tetap gw tunggu ![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)