Author Topic: Love Story of Teenager Ending Chap, May 18, 2011  (Read 5037 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Love Story of Teenager
« Reply #15 on: April 16, 2011, 10:46:07 pm »
Chapter 2

Kriiinnggg……

Tanda bel Istirahat pun berbunyi. Segera Hye Sun memasukkan buku dan alat tulisnya kedalam tas. Setelah semuanya sudah di masukkan, dia berencana pergi ke kantin untuk mengisi perut. Baru saja dia melangkahkan kakinya ke luar.

“ Sun-a!! ”

“ Eh, Hong Ki, ada apa?? ” Tanya Hye Sun

“ Apa kau .. Aaawww!! ” kalimat Hong Ki terpotong karena ada seseorang yang menepuk pundaknya keras.

“ Kau mau ke kantin.. ” Tanya pemuda itu dengan tampang tak berdosanya.

“ Yya Mino-a, bisakah kau tak menepuk pundakku seperti itu!! Sakit tahu ” Omel Hong Ki kepada Mino.

“ Kacha .. ” Mino menarik kerah baju Hong Ki dan Geun Seuk bersamaan, yang ternyata Geun Seuk memandangi Hye Sun
tanpa berkedip sedikitpun, dan itu membuat Mino jengkel.

   Hye Sun yang sedari tadi diam, mulai memiringkan kepalanya melihat tingkah ketiga pemuda itu, lebih tepatnya ke pemuda jangkung.

“ Pemuda aneh ” Gumam Hye Sun pelan

>>>>>>******<<<<<<

Di tempat lain, tepatnya di taman, mino masih menyeret ke dua sahabatnya itu, ketika sudah sampai di tempat yang aman, mino melepaskan kedua sahabatnya itu.

“MINO… Apa yang kau lakukan, kami ini bukan sapi yang seenaknya kau seret!” Omel Hong Ki

“ Itu hukuman buatmu. Kau sadar tidak, kau mempermalukanku di depan Mr. Park. Dan satu hal lagi, kau jangan SKSD sama murid baru itu. ”

“ Wae.. itu hak ku. Di sekolah ini tidak ada peraturan “jika ingin berteman dengan siswa baru harus meminta izin ke Lee Min Ho” tidak ada bukan, jadi terserah aku mau berteman dengan Hye Sun. Karena dia itu, cantik dan baik hati, dan aku punya rencana, akan akan mendapatkan hatinya ” Ujar Hong Ki dengan mata berbinar

“ Andwae.. tidak boleh. Itu rencanaku. Aku akan menjadikan dia yeoja yang ke 30 ” Ucap mino mantap

“ Mwo!! Kau gila Mino-a, mana mungkin, gadis idola mengejar dan memohon padamu untuk menjadikanmu sebagai kekasihnya, Tidak Mungkin ” Geun Seuk menggelengkan kepalanya cepat dan keras.

“ Lihat saja, aku akan membuatnya bertekuk lutut di hadapan ku. Siapa yang tidak tahan akan pesona Lee Min Ho.. ” Mino membusungkan dadanya bangga.

“ Lebih baik kita ke kantin sekarang, aku lapar. Kacha ” Mino berlalu begitu saja dihadapan sahabatnya itu.

   Geun Seuk dan Hong Ki hanya menggelengkan kepala mereka.

>>>>>>******<<<<<<

Di Kantin…

“ Wuah, sepertinya penuh ” Ucap Geun Seuk sambil melirik mencari tempat duduk.

“ Tidak juga, Hye Sun duduk sendiri bagaimana kalau kita kesana ” Hong Ki dengan segera menuju tempat duduk Hye
Sun, dan meninggalkan sahabatnya.

“ Hye Sun ……..” Teriak Hong Ki mengejutkan Hye Sun dan merangkul leher Hye Sun erat membuat Hye Sun tersedak.

“ Uhuk… Uhuk… ” Hye sun terbatuk-batuk.

“ Miane sun-a, gwenchana? ” sesal Hong ki sambil menepuk punggung hye sun pelan.

   Hye sun tidak bisa menjawab, dia hanya menggerakkan tangannya kekiri dan kekanan dengan cepat.

“ Ambil dan minumlah.. ” Sebuah tangan menyodorkan air mineral ke Hye Sun, tanpa melihat siapa yang memberinya air minum, hye sun menerima saja dan meneguk air itu cepat.

“ Gomawo.. ” hye sun mendongakan kepalanya agar bisa mengetahui siapa orang itu.

“ Mwo.. Lee Min Ho!!! ” teriak Geun Seuk dan Hong Ki berbarengan..

“ Aku hanya membantunya, apakah salah?? Sudahlah, drpd kalian yang hanya melihat hye sun tanpa membantunya sedikitpun ” ujar Mino santai.

“ Sudah baikan? ” Tanya mino sambil mengelus punggung hye sun lembut.

   Karena mendapatkan perhatian seperti itu dari mino, hye sun menjadi gugup dan pipinya memerah. Melihat itu, mino hanya tersenyum simpul. Sedangkan Geun Seuk dan Hong Ki hanya melongo terhadap perhatian mino ke hye sun. seketika mereka berpandangan dan menganggukkan kepala mereka. Sekarang mereka tahu, mino sudah menjalankan rencananya.

“ Hmm… Sebaiknya kita kembali ke kelas. Sepertinya bel masuk akan berbunyi ” Ujar mino santai.

>>>>>>******<<<<<<

   Huh… akhirnya bel berakhirnya sekolah berbunyi. Aku ingin cepat pulang aku nggak mau bertemu pemuda yang bernama Lee Min Ho, menyebut namanya saja sudah membuat jantungku berdebar. Ya ampuun, apa yang terjadi padaku. Tapi, sentuhan dan suaranya yang lembut itu membuat ku aneh, ada rasa gembira dan nyaman. Apakah aku… oh tidak mungkin, tidak mungkin,… Hye Sun menggelengkan kepalanya.

   Sesampainya di gerbang sekolah, sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti disampingnya. Dan betapa terkejutnya ia, setelah mengetahui siapa pemilik mobil tersebut. Lee Min Ho, ya pemuda itu lagi yang menghampirinya.

“ Kau mau pulang? ” Tanya mino lembut

   Hye sun hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“ Masuklah, akan ku antarkan pulang. ” tawar mino sambil tersenyum

   Seakan terhipnotis melihat senyuman mino, hye sun hanya menurut dan memasuki mobil itu. Setelah Hye Sun
masuk, Mino mendekatkan wajahnya dan akan memakaikan sabuk pengaman buat hye sun. Sebelum memakaikannya, Mino melirik gadis yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya, terlihat olehnya sepasang pipi mulus dan putih itu memerah, lagi lagi mino hanya tersenyum simpul.

   Hye sun risih melihat posisinya yang tak dapat bergerak sedikitpun, wajah mino dengan wajahnya hanya 10 cm, dan itu membuatnya gugup.

“ Ehm… ” Hye sun berdeham supaya mino segera memasangkan sabuk pengaman. Tapi, mino tidak mengerti maksud dehaman hye sun, mino malah asyik memandangi wajah hye sun yang memerah itu.

“ Mino-a, bisa…minggir se..sedikit, a..aku mau pa..sang sabuk pengaman ” Dengan gugup Hye Sun memberanikan diri berbicara agar mino sadar.

   Mino sadar akan kelakuannya, dan segera memasang sabuk pengaman buat hye sun. Setelah memasangkan sabuk pengaman untuk dirinya sendiri. Mino melihat kaca spion dan tersenyum melihat kedua sahabatnya itu memandangi mobilnya.

“ Lihatkan, dia tidak akan tahan akan pesonaku. Dan selangkah lagi, dia akan bertekuk lutut di hadapanku dan aku akan memenangkan taruhan itu. ” Ucap Mino dalam hati.

>>>>>>******<<<<<<


Flashback

Saat menuju kelas setelah jam istirahat selesai, Hye Sun izin dulu mau ke ruang Kepala Sekolah karena ada urusan, jadilah mereka bertiga saja yang menuju kelas.

“ Aku punya tantangan ” Ujar Mino tiba-tiba

“ Tantangan apa? ” Ujar Geun Seuk

“ Jika aku berhasil mendapatkan hye sun, kalian harus melakukan apapun yang aku perintahkan. Gimana? ”

“ Yya, kau piker hye sun itu mainan huh??  ” Protes Hong Ki

“ Jika aku gagal mendapatkan Hye Sun, kalian akan kubelikan mobil keluaran terbaru ” tanpa membalas protes hong ki,
mino malah melanjutkan perkataannya.

“ Aku tidak mau. ” Hong Ki langsung menolak taruhan mino

“ Ok, aku setuju ” Geun Seuk menyetujui taruhan mino.

“ yya Geun Seuk, bagaimana kalu kita kalah ” Bisik Hong Ki

“ Tidak mungkin, Hye sun tidak akan mudah jatuh ke tangan Lee Min Ho. Selain itu, aku sangat menginginkan mobil keluaran terbaru, kau tahu sendiri kan, aku hobi mengoleksi mobil ” balas geun seuk dengan bisikan juga.

“ Baiklah, kita akan mulai taruhan ini. ” setelah mengatakan itu, mino meninggalkan sahabatnya.

End Flashback


“Yya, Geun Seuk, sepertinya kita kalah. Seharusnya kita tidak menerima taruhan itu. ” Ujar Hong Ki lemas.

“ Ne, aku menyesal sekarang. Aku harap Min Ho sadar dan membatalkan taruhan itu. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana sakitnya hati hye sun setelah mengetahui taruhan yang mino buat ” geun seuk memandang mobil mino yang perlahan menghilang.

>>>>>>******<<<<<<

“ Di sini saja Mino-a ”

“ Rumah yang bercat putih ini? ” tanya mino

   Hye Sun hanya menganggukkan kepalanya bertanda ia. Mino menghentikan laju mobilnya tepat didepan pagar
rumah hyesun. Saat hye sun akan turun dari mobil, tiba tiba tangan mino menggenggam tangan hye sun, hye sun menoleh dan melihat tangan mino menggenggam erat tangannya.

“ Boleh pinjam ponselmu? ” Tanya mino memandang hye sun lembut

   Hye sun memberikan ponsel miliknya begitu saja ke Mino, tanpa bertanya untuk apa mino meminjam ponselnya. Hye sun melihat mino menulis sesuatu, dan menunggunya sebentar lalu di kembalikannya ponsel hye sun.

“ Nomor ku sudah ada di ponselmu, jadi jangan kaget kalau aku menghubungimu nanti ”

“ Oh ne, gomawo sudah mengantarku pulang. ” Ucap hye sun tersenyum manis.

Mino menganggukkan kepalanya. Hye sun turun dari mobil, dan melambaikan tangannya ke Mino. Setelah itu, mobil sport berwarna hitam tersebut sudah melaju kencang.

“ Walaupun kesan pertama yang kudapatkan, dia hanya pemuda aneh, ternyata dia baik dan pengertian juga. ” Hye sun tersenyum dengan riang dan berjalan perlahan ke dalam rumah.

End Chap