Author Topic: Love Story of Teenager Ending Chap, May 18, 2011  (Read 4875 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Love Story of Teenager ^_ Spoileerr!! _^
« Reply #30 on: April 22, 2011, 08:32:05 pm »
Chapter 3

" Sun-a ” hye sun mendengar bisikan lembut di telinganya. Terdengar seperti suara pemuda. ‘Apakah itu Appa? Aniyo, pasti bukan, Appa kan masih di Taiwan.’

“ Sun-a, cepat bangun. ” Suara itu terdengar lagi, tapi hye sun masih enggan untuk membuka matanya karena ia ingin main tebak tebakan sendiri. Dia mulai menebak. ‘Apakah itu sepupu yang tergila gila padaku sewaktu kecil, apakah ia kembali? Ahh, ini pasti mimpi dalam mimpi, bagaimana bisa seorang pemuda masuk dalam kamarku. Itu tidak mungkin.’
Kesabaran pemilik suara itu habis sudah. “ Yya, Sun-a CEPAT BANGUN, SAMPAI KAPAN KAU TIDUR HUH!! ”  
Mendengar bentakan keras itu, hye sun segera membuka matanya.

“ Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh ……………………… ” Hye sun berteriak setelah tahu sapa yang membangunkannya tadi, ternyata Lee Min Ho lah orangnya. Segera ia menarik selimut sampai ke leher, bukan apa apa, tapi gaun tidur yang ia pakai ini sangat tipis.

“ Jangan berisik, kau mau omma mu masuk dan menuduh ku telah melakukan yang tidak tidak ” Bisik pemuda itu lagi

“Ap..pa yang kau lakukan di sini? La..lalu bagaimana kau bisa masuk ke sini? Ap..pak..kah omma tahu ke..kedatangan..mu? ” Pertanyaan bertubi tubi dilontarkan hye sun dengan tergagap gagap, sampai-sampai aziz gagap pun kalah olehnya.

“ Aku ke sini mau menjemput mu, karena sekarang hari minggu, aku ingin mengajakmu jalan jalan. Trus, aku bisa masuk ke sini karena sudah mendapat izin dari omma mu, dan tentu saja omma mu tahu. Karena omma mu dengan omma ku dulunya sahabat. Jadi.. ” Mino terus berceloteh tiada hentinya. Hye sun yang tidak menarik mendengar penjelasan mino segera menghentikan celotehan mino.

“ STOOPP! Kau sama saja dengan omma ku. Cerewet. Weeekkk ” Hye sun menjulurkan lidahnya ke mino. Mino yang melihat itu segera mendekati hye sun dengan niat mau menjitak kepala hye sun. Hye sun yang mengetahui itu segera bangkit dari ranjang dan berlari kearah kamar mandi.

Buukkkk……

Terdengar pintu yang di banting hye sun. Sesampainya di dalam kamar mandi, ia melupakan sesuatu, handuk dan pakaian pengganti lupa ia bawa.

“ Ottoke… tak mungkin aku keluar, sementara mino masih di luar. apakah ia mau menolong ku untuk mengambil handuk dan pakaian penggantiku? ”

“ Mino… Mino-a!!! ” Hye sun mulai memanggil nama mino, tapi mino tidak menyahut. Berkali kali ia mencoba, tapi tidak ada sahutan.

“ Apakah, ia sudah keluar? ”
Kleek.. Hye sun menyumbulkan kepalanya terlebih dahulu, dan menatap sekeliling ruangan. Tidak ada tanda tanda Lee Min Ho di kamarnya. Perlahan lahan, ia keluar dari kamar mandi. Setelah menutupnya, ia merasakan ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang. Hye Sun menoleh ke belakang, dan ternyata mino lah yang memeluknya dari belakang.

“ Kena kau. Mau kemana kau sekarang huh.. ”

“ Mino., lepaskan.. ” Hye sun memberontak di pelukan mino.

“ Tidak akan aku lepaskan sebelum kau menerima hukuman ” Jawab mino

“ Ommaaa…… ommmaaaaaaa……… yya lepaskan mino… ommmaaaaa tolong ommaaaa…… ” Hye sun terus memberontak dan meneriaki nama ommanya agar omma hye sun datang.

“ Ada apa sayaaannggg… ” Ujar omma hye sun a.k.a Mrs. Goo

“ APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRI KU HAH?? ” Mrs. Goo masuk ke kamar hye sun dan mendekati ke duanya. Posisinya sekarang ini, mino masih memeluk hye sun dari belakang, tanpa ada niat untuk melepaskannya. Karena omma hye sun semakin mendekat. Barulah mino melepaskannya.
Setelah lepas dari pelukan mino, hye sun segera memeluk Mrs. Goo. Seolah olah mino tadi mau memperkosanya.

“ Apa yang kau lakukan pada putri ku ” Mrs. Goo bertanya kepada mino dengan nada dingin. Mino tahu Mrs. Goo saat ini marah

“ Aku tidak melakukan apa-apa, tadi ahjumma menyuruhku untuk membangunkan hye sun kan. Tapi hye sun nya tidak mau, jadi aku bentak saja. Dan ia bangun, tapi ia malah menjulurkan lidahnya padaku, dan aku kesal dengan sikapnya itu, aku kejar saja dia. Setelah itu, ini yang terjadi ” Mino menjelaskan semuanya sambil memonyongkan bibirnya. Seperti anak kecil yang mengadu sama omma nya.

“ Benar begitu, sun-a? ” Mrs. Goo beralih menatap hye sun yang masih di dalam pelukannya.
Hye sun hanya diam selama beberapa menit. Dia tidak tahu mau menjawab. Yang di katakan mino benar. Ia tidak bisa berbohong, karena itu bukan sifatnya.

“ Diam pertanda iya ” Tiba tiba mino menyahut

“ Ne Ne Ne. Kau benar dan aku yang salah. Puas kau sekarang! ”

“ Sudah sudah, sekarang kau bersiap siap. Kasihan mino, ia mau mengajak mu keluar. Sudah lama kan tidak pergi jalan jalan di hari minggu? ” Ujar Mrs. Goo lembut sambil mengelus wajah putri satu satunya.

“ Ne omma ” balas hye sun tersenyum.

>>>>>>******<<<<<<

Sambil menunggu hye sun. Mino dan Mrs. Goo berbincang bincang di ruang tamu.

“ Mino, kau mau minum apa, nanti ahjumma buatkan ” Tanya Mrs. Goo lembut.

“ Tidak usah ahjumma. Aku tidak haus. ” Balas mino sopan

“ Tidak apa apa… Tunggu sebentar ” Mrs. Goo segera berlalu menuju dapur.

Sambil menunggu Mrs. Goo, mino mengingat kembali apa yang didapatnya semalam. Dan karena itu lah mino berada di sini..

Flashback…

Setibanya mino dirumah, ia langsung menuju kamar dan tidur. Tapi, matanya tak mau tidur melainkan melek. Daripada tidak mengerjakan apa apa, mino memilih browsing internet. Iseng iseng, ia mencari informasi tentang pendidikan, setelah itu tentang band favoritnya. Setelah merasa puas, ia mencoba untuk tidur, tapi hasilnya tetap sama. Sehingga, ia membuka twitter dan facebooknya. Dia membaca catatan teman dunia maya nya yang bernama Kim Jae Wook, isi catatan itu sangat menarik bagi mino, isi catatan itu adalah.

“ Cara Mendapatkan Cinta Sang Pujaan Hati ” itulah judul catatan itu. Kenapa mino tertarik membaca itu sedangkan ia tidak punya Pujaan Hati?? Tentu saja, mino ingin menarik perhatiaan hye sun padanya, agar ia bisa memenangkan taruhan itu. Lalu mino melanjutkan

1.   Jemputlah ia dirumah dan mengajak kencan, tapi jangan memberitahunya tentang kedatanganmu.

2.   Turuti apa yang ia mau

3.   Jangan menolak apapun permintaannya

4.   Ajaklah ia ke Namsan Tower, tempat itu sangatlah romantis. Pastikan, kau mengajaknya pada malam hari.

5.   Antarlah ia pulang. Setelah sampai didepan rumahnya. Nyatakan perasaan mu padanya. Dijamin akan diterima
99%

Selamat berjuang!!

Itulah kalimat terakhir yang mino baca. Dia tersenyum puas, besok pagi pagi mino akan mengajak hye sun kencan. Saking bahagianya, ia menuju tempat tidur dan tertidur pulas.

End Flashback…


“ Nah, minumlah. Ahjumma cuma bisa buat teh untukmu ”
Mino tersentak dari lamunannya. Ia mengambil cangkir yang berisi teh dari Mrs.Goo

“ Gomawo … ” Balas mino disertai tersenyum manis.

“ Bagaimana kabar omma mu sekarang? ” Mrs. Goo memulai pembicaraan di antara mereka.

“ Baik ahjumma. ” Balas mino singkat.

“ Hmm begitu. Bagaimana kalo ahjumma mengundang mu dan omma mu untuk dinner bersama ” ujar Mrs. Goo
bersemangat.

“ Akan aku tanyakan sama omma. Kapan di adakannya ahjumma? ” Tanya mino sopan.

“ Hmm.. Bagaimana seminggu lagi. Masalahnya, Mr. Goo sekarang di Taiwan. ”

“ Akan aku sampaikan ”

“ Ommmaaaa… omma di mana?? ” Hye sun berteriak sambil menuruni tangga.

“ Ya sayang, omma berada di ruang tamu ” Balas Mrs. Goo dengan teriakan juga.

“ Bagaimana penampilan ku omma? ” Tanya hye sun sambil memutar mutar tubuhnya di depan Mrs. Goo.

“ Kau sangat cantik sayang ”

“ Sudah siap. Ayo kita berangkat, nanti keburu siang. ” Ujar mino serta menarik lengan hye sun. “ Kami pergi dulu ahjumma ” Sambung mino.

“ Bye omma, aku kan kembali sebelum jam makan malam ” Teriak hye sun dari kejauhan

>>>>>>******<<<<<<


“ Kita mau kemana mino-a? ” Tanya hye sun pelan. Sudah 15 menit yang lalu mereka berangkat. Tapi, mino hanya berkeliling.

“ Kau mau nya kemana? ” Tanya mino balik

“ Bagaimana kalo kita ke kebun binatang. ” Ujar hye sun antusias dan senyuman yang lebar.

“ Hey, kenapa kau sangat antusias. Apakah kau belum pernah ke kebun binatang? Impossible hehehehe ” canda mino yang menurut hye sun itu tidaklah lucu.

“ Bukan begitu, aku hanya ke sana cuma 5 kali dalam setahun. Terakhir kali aku kesana saat umur 13 tahun. ”

“ Benarkah? ” Tanya mino tak percaya.

Hye sun tidak menjawab pertanyaan mino. Dia hanya diam.

“Hmm… Baiklah, kita kesana sekarang. ”
Setelah menempuh setengah jam, akhirnya mereka sampai juga di kebun binatang. Hye sun sangat antusias melihat binatang binatang yang ada di sana. Sifat kekanak kanakan hye sun muncul. Ia berlari kesana kemari, belum juga mino menghampirinya, hye sun sudah melangkahkan kaki mungilnya. Mino yang melihat tingkah hye sun seperti itu hanya tersenyum.

‘Ternyata kalau tingkah hyesun seperti ini, ia terlihat sangat imut dan manis. ’ Ucap mino dalam hati.

“ Yya, sampai kapan kau akan bertingkah seperti itu. Tidak capek huh! ”

“ Tidak. Aku tidak capek, tapi aku lapar. Makan siang yuk ” Ajak Hye sun bersemangat

Mino dan hye sun keluar dari kebun binatang dan menuju restoran terdekat. Tapi, hye sun tidak mau makan di restoran, dia mau makan di pinggir jalan karena hye sun ingin makan ramen. Mino sempat menolak ajakan hye sun, karena dapat merusak namanya sebagai idola sekolah. Tapi, mino mencoba menenangkan dirinya, ia ingin menjadi cowok yang baik dan pengertian di hadapan hye sun, hanya hari ini. Demi kelancaran taruhannya yang ia buat bersama ke dua sahabatnya itu.

>>>>>>******<<<<<<

“ HaaHhhh… Kenyaanggg.. ” ucap hye sun sambil mengelus perutnya yang agak membuncit.cit.cit
Sekarang ini, mino dan hye sun berada di dalam mobil. Mino menoleh kea rah hye sun dan matanya langsung menuju ke perut hye sun yang buncit, dia terkekeh pelan, tapi hanya sebentar karena…

“ Aaawwww…… ” tangan mino dicubit oleh hye sun, sangat keras.

“ Apa yang kau tertawakan hah? ” Tanya hye sun sangar.

“ Tidak ada. Aku hanya mengingat tingkah kekanakan mu di kebun binatang tadi ” jawab mino sambil meringis kesakitan

“ Oh, itu wajar. Karena aku sudah lama sekali kesana. Bayangkan dalam 1 tahun hanya 5 kali ke sana dan … ”

“ Stop! Kau sudah mengatakannya tadi. Jadi jangan diulang, capek mendengarnya tau ” ucap mino jengkel

“ Hehehe… Benarkah? ” Tanya hye sun tak percaya

“ NE ” Tekan mino. “ Sekarang kita mau kemana? ” Tanya mino cuek

“ Hmm.. kemana yah. Aha! Kita ke arena permainan saja. Bagaimana? ” jawab hye sun bersemangat… LAGI …

“ Baiklah, kita ke sana sekarang ” kata mino singkat dan sedikit tidak ikhlas.       ‘ Demi kelancaran mino-a… ’ mino
menyemangati dirinya sendiri.

>>>>>>******<<<<<<

“ Aaaaaaaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhhhh…… ” teriak hye sun sangat kencang. Sekarang mereka sudah berada di arena permainan. Dengan semangat yang sangat berlebihan menurut mino, hye sun meminta mino untuk menaiki roler coaster yang tidak di sukai mino. Kenapa? Karena mino takut ketinggian. Akibatnya, wajah mino menegang dan pucat, tangannya menggenggam erat besi yang ada dihadapannya, tapi dia tidak berteriak, cuma dia hanya menutup mata erat erat. Hye sun yang melihat tingkah mino hanya berbisik ‘ Iiisshhh Lebay.. mulai deh mulai.. ’
Akhirnya, permainan itu selesai juga. Segera mino melepaskan sabuk pengaman dan berlari kearah toilet dan meninggalkan hye sun sendiri. Hye sun yang melihat itu, berniat menyusul mino. Tapi langkahnya terhenti, ia melihat papan yang tertulis di pintu itu “ Toilet Pria ” sangat tidak mungkin bagi hye sun untuk masuk. Lalu, ia memutuskan untuk menunggu mino di luar.

Kreekk…

Terdengar suara pintu yang dibuka seseorang, dan terlihat tubuh jangkung yang menunduk sehingga wajahnya yang tampan tidak terlihat. Hye sun menyusul pemuda itu, karena ia yakin itu mino.

“ Yya mino-a, kenapa kau langsung kabur dan meninggalkan ku hah!! ” Bentak hye sun sambil memukul lengan pemuda itu.

Pemuda yang menurut hye sun itu mino, segera mengangkat kepalanya dan menghadap hye sun. Wajah pemuda itu memerah menahan amarah. Hye sun kaget, karena ia salah orang.

“ Miane, aku salah orang ” Hye sun membungkuk kepada pemuda itu dengan tampang menyesal.

“ Lain kali, lihat dulu sapa orangnya, jangan asal tebak dan memukulnya. Pukulan mu sangat keras. Lihat lengan ku memerah akibat mu. ” Ujar pemuda itu kesal sambil memperlihatkan lengannya yang memerah ke hye sun.

Hye sun membekap mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget setelah melihat lengan pemuda itu. “ Oh, Jeongmal miane. ” hye sun meminta maaf lagi.

“ Sun-a, ada apa ini? ” Tiba-tiba mino sudah berada di sebelah hye sun dan merangkul bahu hye sun.

“ Tidak apa-apa mino, hanya masalah kecil ” ucap hye sun pelan dan risih dengan rangkulan mino.

“ Kau yang bernama mino? ” Tanya pemuda tadi. Belum sempat mino menjawab, pemuda itu melanjutkan perkataannya.

“ Ajarkan pada pacarmu ini, agar tidak sembarangan bertindak, lihat karena ulah pacarmu ini, tangan ku memerah ” Ucap pemuda itu garang dan memperlihatkan ulah hye sun kepadanya ke mino.

“ Maafkan dia, dia memang selalu begitu. Jadi, tolong anda maklumi ” Ujar mino tenang.
Merasa pemuda itu akan mengeluarkan uneg-unegnya. Mino menarik tangan hye sun agar mereka bisa pergi dari situ..

“ Lebih baik kita keluar sekarang.. ” Kat amino sambil menarik tangan hye sun

“ Tapi, aku hanya menaiki roler coaster, aku mau bermain sepuasnya disini ” rengek hye sun ke mino.
Mino menghentikan langkahnya dan menatap hye sun tajam, tapi hye sun membalasnya dengan tatapan puppy eyes nya.

Lee Min Ho…
Kenapa ia berubah manja begini, apa ia sudah menaruh hati padaku. Jadi, kemenangan ada di pihakku. Baguslah, aku akan meladeninya. Tapi tidak di sini.
Hye sun mengibas2 kan tangannya dihadapan mino. Mino tersadar dari lamunannya, dan menarik tangan hye sun lagi.


>>>>>>******<<<<<<

“ Sun-a, bagaimana kalau kita ke Namsan Tower sekarang?? ” Tanya mino lembut.

“ Bosaannn… Aku sering kesana ” Balas hye sun malas.

Mino yang mendengar jawaban hye sun lemas seketika, rencananya GATOT alias GaGal ToTal.. Tapi, mino tidak pantang menyerah, ia berusa membujuk agar ia mau. Dengan berbagai cara dilakukan mino. Dengan cara memuji muji, menggoda, menampilkan senyuman yang manis dan memohon-mohon sudah mino lakukan. Tapi hye sun tetap tidak mau. Akhirnya Mino menyerah, karena kebungkaman mino dan hye sun melihat raut kecewa dari mino. Akhirnya hye sun menyetujui pergi ke namsan tower.

“ Benarkah?? ” Tanya mino tak percaya

“ Ne, kita ke sana sekarang, kalau sudah malam, nanti omma ku bisa marah ”

“ Tidak usah, aku akan bilang sama ahjumma, kalo kita pulang setelah jam makan malam. ” Ujar mino sambil tersenyum manis

“ Terserah kau saja ” Jawab hye sun cuek
Mino menyalakan mesinnya dan melaju menuju Namsan Tower. Mino sangat senang karena hye sun mau menerima ajakannya, mino senang bukannya karena dia JATCIN ma hye sun tapi ia takut kalah dalam taruhan itu, karena ia lagi KANKER.

“ Satu langkah lagi, aku akan berhasil ” Gumam mino dalam hati serta tersenyum penuh kemenangan

>>>>>>******<<<<<<

“ Bagaimana, indah bukan?! ”

“ Ne, tidak kusangka akan seindah ini ” Ujar hye sun dengan mata berbinar binar

“ Hehe.. tidak nyesal kan kau sekarang, harusnya kau turuti saja apa yang kukatakan ”

Tidak ada balasan dari hye sun. Mino hanya diam melamun, tiba tiba ia teringat perkataan hye sun “ Bosaannn… Aku sering kesana ” ‘ Tunggu dulu, bukankah  hye sun di Korea beberapa hari yang lalu. Kenapa ia bilang sering ke sini? Apakah.. ’

“ Hye Sun, kau bohong pada ku ya.. ” Tanya mino dengan suara agak meninggi

“ Bohong dalam hal apa? ” Hye sun balik bertanya ke mino

“ Kau bilang sudah sering ke sini, tapi kau baru beberapa hari disini. Kau bohong kan? ” Jawab mino sambil menunjuk-nunjuk ke hye sun

“ Ne Ne.. aku bohong, karena aku capek. ” Hening sebentar.. Hye sun melanjutkan perkataannya “Kapan kapan kita kesini lagi ya mino ” Ujar hye sun

“ Baiklah, bagaimana kalo kita keliling Namsan Tower? ” Tanya Mino

“ Boleh… Boleh… Boleh… ” Balas hye sun bersemangat

“ Kacha ” Tangan mino ditarik paksa oleh hye sun yang merasa mino sangat lambat.
Minho dan Hye sun berkeliling mengitari namsan tower. Wajah bahagia terpancar dari wajah hye sun. Hye sun terus saja mengembangkan senyumannya ke semua orang.
Setengah jam berlalu sudah, sepertinya hye sun benar-benar capek, senyum yang ada diwajah cantiknya pun menghilang. Dan perlahan lahan hye sun merasakan suhu di Seoul bertambah dingin.

“ Mino… Pulang yuk, udara semakin dingin… ” Keluh hye sun kepada mino

“ Apa kau tak mau makan dulu? ” Tanya mino

“ Boleh juga, kita makan ramen lagi ya… ” Pinta hye sun manja

“ Hah! Oh, baiklah. Setelah itu kita pulang. OK ”

“ Ok Ok ” Jawab hye sun

Setelah mendengar jawaban hye sun. Mino menggandeng hye sun ke mobil dan melaju menuju tempat penjualan ramen… Untunglah bagi mino, kecewanya hye sun, tempat yang menjual ramen itu ramai, jadi mereka makan di dalam mobil. Sehabis makan, mino mengantar hye sun pulang ke rumahnya..
Sesampainya di rumah hye sun, mino menoleh ke hye sun dan ternyata hye sun tertidur di mobilnya. Mino menatap wajah itu lama dan lekat..

Lee Min Ho…
Ternyata, jika dilihat dari dekat, dia sangat manis dan cantik. Baru aku menyadarinya. Dan kenapa? Semakin lama aku menatapnya, jantungku berdetak sangat cepat..


Mino memalingkan wajahnya, dan mengatur nafasnya.. Setelah merasa relax, dia keluar dan membuka pintu disebelah hyesun dan membawa hye sun ke dalam rumah. Saat membuka pintu rumah, Mino terkejut, ommanya sudah ada dirumah hye sun..

“ Omma… kenapa ada di sini? ” Tanya mino yang masih menggendong hye sun,

“ Mino?? Hye sun kenapa? ” Tanya Mrs. Goo

“ Hye sun hanya kelelahan ” Jawab mino sopan

“ Bawa dia kekamar, mino ” Perintah Mrs. Goo

Tanpa membalas perintah Mrs.Goo, mino langsung membawa hye sun ke kamarnya yang terletak dilantai 2. Mino sempat mengeluh karena berat badan hye sun. ‘ Dua tangga lagi minoo.. ’ mino menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya, sampai juga dilantai dua. ‘ Mana kamarnya? ’ gumam mino. Mino menelusuri pintu-pintu yang ada di lantai dua, terlihat sebuah pintu di ujung dan mino yakin itu kamar hye sun. Mino membuka pintu tersebut, dan terlihatlah kamar bercat pink, kamar khas anak perempuan. Karena sudah kelelahan menggendong hye sun, mino membaringkan hye sun di kasur yang ada di kamar itu. Karena kelelahan mino juga membaringkan tubuhnya di samping hye sun. Perlahan lahan mata mino meredup dan terpejam.. Dia tidak menyadari, bahwa dirinya tidur dengan seorang gadis.

>>>>>>******<<<<<<


“ Kemana mino? Kenapa lama sekali? Apakah terjadi sesuatu? ” Tanya Mrs. Goo cemas.

“ Tidak mungkin, mino tidak mungkin seperti itu ” Balas Mrs. Lee

“ Tapi, ini sudah 20 menit, dan mino belum kembali. Mungkin mino kesusahan mencari kamar hye sun ” Gumam Mrs. Goo sambil membuang pikiran negative.

Mrs. Goo dan Mrs. Lee sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga…

“ JANGAN-JANGAN!!! ” Teriak Mrs. Goo dan Mrs. Lee bersamaan. Segera Mrs. Goo dan Mrs. Lee berlari menuju lantai dua dan menuju kamar hye sun. Setelah membuka kamar hye sun, mereka sangat syok..

“ LEE MIN HO ” Teriak Mrs. Lee

“ Goo Hye Sun ” Ujar Mrs. Goo pelan

END CHAP

[/color][/b][/size][/size][/size]
« Last Edit: April 23, 2011, 12:27:50 am by Rie_sHa »