Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16139 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SECRET RAINBOW

A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldi, Itaraya

Orange : Part 4


 


 
Apakah seorang Gavin Joen bisa menjadi ancaman untuk perjodohan yang di lakukan Eros Kim terhadap putrinya?

“perjodohan” guman Gavin pelan, mata pekatnya lembut menatap Eryn.

 

Gavin masih diam di posisinya, alunan piano yang di mainkan Eryn sempat membuatnya terbuai, namun pertanyaan dari Eros Kim kembali bermain indah di benak pemuda dingin ini.

Gavin tersentak dari lamunannya, secara tiba-tiba Eryn memegang lengan kekarnya dan lembut Eryn menarik lengan Gavin, untuk mengajaknya duduk di kursi piano bersamanya.

Keheningan terasa sesaat di ruangan itu, kedua insan itu hanya diam terpaku menatap tut-tuts piano tua itu.

 

“Gavin-ssi, apa kau bisa bermain piano?” ujar Eryn mengakhiri kebisuan di antara mereka, namun pemuda itu hanya diam, matanya lekat menatap tuts hitam putih tersebut.

 

Eryn sedikit memiringkan kepalanya untuk menatap pemuda yang duduk di sebelahnya, Senyum merekah terpampang di wajah Eryn saat jemari tangannya mulai bermain indah di atas tuts piano, mengharapkan respon pemuda ini untuk ikut bermain piano bersamanya.

 

“Mwo.., benar kau tidak bisa bermain piano?” ucap Eryn sesaat menghentikan aktifitasnya, hanya anggukan pelan dari Gavin menjawab pertanyaan Eryn.

 

Dengan cepat Eryn menarik tangan Gavin, lagi Gavin terkejut akan aksi Eryn terhadap dirinya, ke dua tangan Eryn bersitumpuh di atas tangan Gavin, sedikit kaku Eryn membimbing jari-jari tangan Gavin memencet tut-tuts piano itu.

 

”Do...Re...Mi...Do...Re...Mi...” ucap Eryn berulang kali, tanpa di sadari lawannya sudah mati kutu dengan posisinya sekarang.

 

Reflek Gavin menarik tangannya dan berdiri dari kursi itu, sontak membuat Eryn terperanjat akan respon yang di berikan Gavin.

 

“Weayo..” tanya Eryn, lagi pemuda itu hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun

 

 “Sosoengheyo agashi, hari  sudah malam, waktunya agashi kembali ke kamar!” seru Gavin dangan suara datar.

 

“Anyio, aku masih mau bermain di sini!!” gerutu Eryn membalikan posisi menghadap piano, belum juga sempat jemarinya menyentu tuts tersebut, tangan Gavin sudah menariknya pelan dari kursi itu.

 

“Ayo agashi, sudah waktunya tidur” ucapnya sambil mendorong tubuh mungil itu keluar dari ruangan.

 

“Aku bukan anak kecil lagi” pekik Eryn memberontak, namun Gavin tidak melepaskan Eryn, dengan langkah terseret Gavin membawa Eryn masuk ke kamarnya.

 

“Sekali lagi sosoengheyo agashi, untuk perlakuan kasar yang telah saya lakukan. Saya tidak mau Tuan Kim murka terhadap agashi” aku Gavin sambil memberi hormat, perlahan di tutupnya pintu kamar Eryn.

Sementara itu Eryn masih terdiam terpaku di depan pintu kamarnya, sedikit shock dengan apa yang baru di alaminya.

 

____@@____

 

Kicauan burung bernyanyi indah di dahan pohon saat sang mentari menampakan dirinya dari ufuk barat, lukisan langit yang cerah berwarna biru dan putih, serta rerumputan yang basah oleh embun pagi, sungguh udara kota Seoul pagi ini sangatlah seyuk.

 

Eros Kim menikmati suasana paginya di meja makan, tercium aroma kopi yang khas dari ruangan tersebut, mata pria separuh baya ini sibuk membaca artikel koran pagi.

 

“Pagi appa” seru Joe saat memasuki ruang makan tersebut, dengan cepat di hempaskan tubuhnya di samping Eros Kim.

 

Joe memicingkan matanya saat di kenali sosok tersebut memasuki ruang makan, dengan langkah besarnya Gavin menghampiri Tuan Kim.

“Apa yang dia lakukannya di sini, appa?” tanya Joe, penuh selidik menatap Gavin dengan angkuhnya.

Dengan setianya Gavin berdiri di samping Eros Kim, menantikan perintah dari sang ajudan, tatapan tajamnya tertuju pada dinding ruang makan tersebut tanpa tergubris sedikit pun akan tatap menyelidik dari Joe Kim.

 

“Appa !” tegur Joe, mengarahkan pandangannya ke Gavin.

 

“Oh, Gav… kau sudah datang!” ucap Eros melirik dari sudut matanya.

 

“Sebentar lagi Ashley Jung akan datang, dia akan membawa Eryn jalan-jalan. Kau pastikan anak itu sudah siap!” perintah Eros sambil mengkibaskan tangannya, Gavin sadar akan bahasa fisik yang di sampaikan Eros Kim, sambil memberi hormat Gavin berlalu dari ruangan itu.

 

____@@____

 

Tok…tok… (tidak ada jawaban)

 

Tok..tok… (masih tidak ada jawaban dari mahluk di dalam)

 

Tanpa berpikir panjang Gavin menerobos masuk ke dalam kamar Eryn, matanya liar mencari sosok Eryn di kamar itu, namun sial Gavin tidak menemukan sosok yang di cari. Gavin membalikan tubuhnya saat mendengar suara pintu terbuka, matanya terbelalak saat melihat Eryn keluar dari kamar mandi menggunakan kimono handuk, reflek gavin membalikan badannya membelakangi Eryn,

 

“Wea…” seru Eryn saat melihat tingkah aneh Gavin.

 

“Sosoengheyo, saya tidak bermaksud menerobos masuk” aku Gavin dengan suara pelan. “Gwancana, Gavin-ssi. Ada apa?” Tanya Eryn, menghampiri Gavin yang mematung di posisinya.

 

“Weayo…” sergah Eryn cepat. “Tuan Kim sudah menunggu agashi di ruang makan” sahutnya lantang, dengan cepat memberi hormat dan berlalu dari ruangan itu.

Eryn mengernyitkan alisnya, binggung melihat tingkah pemuda ini semenjak kemarin.

 

Beberapa saat kemudian Eryn keluar dari kamarnya, ada decak kagum dari Gavin saat di lihatnya gaun satin merah yang membalut tubuh mungil Eryn, sangat memancarkan kecantikan alami gadis ini.

 

“Gwancana, Gav?” seru Eryn, saat di tatapnya mata pemuda itu lekat menatap dirinya.

“Anhio, silahkan agashi” ujar Gavin mempersilahkan Eryn melewati dirinya.

 

____@@____

 

“Annyeong… Tuan Kim, hi… Joe” sapa Ashley memasuki ruang makan Kim’s mainson.

 

“Oh, Ashley kau sudah datang. Mari sarapan bersama kami!” pinta Eros Kim.

 

“Kamshamnida Tuan Kim, di mana Eryn?” Tanya Ashley penasaran.

 

“Dia masih ada di kamarnya, kau tunggulah sebentar” ujar Eros Kim sambil menepuh pelan bahu Ashley.

 

“Wow…you look marvelous nuna!!” sapa Joe berbinar, saat Eryn memasuki ruang makan, sontak Ashley berdiri menyambut kedatangan Eryn.

Dengan lembut Ashley menggapai tangan Eryn, satu kecupan mendarat di tangannya, alhasil membuat Eryn terkesima, semburat merah merona di ke dua pipinya.


---TBC---

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun