Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50799 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
halo... [AddEmoticons04283]

saya update chap 2 sekarang,tapi karena chap yg satu ini agak panjang (menurut saya [hmpfh])...maka chap yg satu ini,akan dibagi jd 2 bagian yang tdk sm panjang [hmff]...baca yg ini dulu,ya [biggrin]


Chap 2

Additional Cast :

Jung Ho Bin as Goo Man Young (Hee Young’s father), Lee Young Ae as Kim Min Hee (Hee Young’s mother), Park Jae Bin as Goo Jae Hwa (Hee Young’s little brother)
Jung Il Woo as Jung Dae Kwan (Hyun Soo’s best friend), Han Hyo Joo as Han Eun Kyung (Hee Young’s best friend)
Kim Tae Hee as Kim Myung Hee (Hee Young’s aunt), Song Seung Hun as Song Jung Hwan (Myung Hee’s husband)
[/size]

Di dalam ruangan pas sebuah butik gaun pengantin ternama di kota Seoul, Goo Hee Young menatap bayangannya sendiri di depan sebuah kaca besar yang memperlihatkan keseluruhan tubuhnya yang kecil mungil dalam balutan gaun anggun berwarna pink mawar yang cerah.

Gaun anggun itu akan dipakainya pada pernikahan tantenya esok hari, dia adalah pengiring pengantin wanita. Hee Young memutar tubuhnya dua kali, ke kiri dan ke kanan, mencoba melihat bayangannya sendiri dari berbagai sisi.

“Omo…agashi kelihatan semakin cantik memakai gaun ini” puji pegawai butik yang membantu Hee Young mengepas gaunnya.

Kedua pipi Hee Young bersemu merah mendengar pujian itu. Meskipun begitu, bibirnya tetap menyuarakan sebuah keluhan,

“Chongmal, onnie? Tapi mengapa aku merasa begitu risih, ya? Gaun ini memang tidak berpotongan rendah sehingga bagian atasnya tetap aman, tapi bagian bawahnya kependekan, onnie…bahkan rok seragam sekolahku dulu tidak sependek ini”

“Bagian bawahnya tidak terlalu pendek, agashi…hanya sedikit di atas lutut anda. Jangan khawatir, anda bisa duduk dengan tenang nanti. Lagipula anda tidak perlu risih memakai gaun ini, agashi…sebab berkat gaun ini, semua orang akan menyadari betapa cantiknya kedua betis anda yang ramping dan putih mulus”

Kata-kata itu sukses membuat kedua pipi Hee Young merona lagi, sang pegawai butik tersenyum senang melihatnya,
“Percayalah, agashi…selain pengantin perempuan, anda akan menjadi pusat perhatian di pesta pernikahan itu nanti” tambah pegawai butik itu lagi.

Hee Young mengalihkan pandangannya dari kaca ke wajah pegawai butik itu yang berdiri di sebelah kirinya, si pegawai langsung mengangguk mantap untuk meyakinkan Hee Young kalau kata-katanya itu sangatlah benar.

Pandangan Hee Young kembali ke kaca, kali ini ke arah kedua betisnya. Selama ini dia tidak pernah menyadari betapa kedua betis itu memang terlihat mempesona, hingga saat ini. Ketika memandangi kedua betisnya itulah, sebuah perasaan menyergap dirinya…sebuah perasaan asing, seolah-olah berkat kedua betis itulah dia akan memasuki sebuah kehidupan baru yang sama sekali berbeda dengan kehidupannya sekarang. Perlahan bulu kuduk di belakang lehernya meremang, dan Hee Young menggigil sedikit.

“Anda sakit, agashi? Wajah anda kenapa tiba-tiba berubah pucat?”

Teguran itu membuat Hee Young tersadar. Cepat-cepat dipasangnya sebuah senyuman untuk meyakinkan si pegawai kalau dia baik-baik saja.

“Kwenchana, onnie…aku baik-baik saja”

“Syukurlah kalau begitu. Nah, sekarang apakah agashi sudah siap untuk keluar dan memperlihatkan pada yang lain penampilan agashi dalam gaun ini?”

Hee Young kembali tersenyum dan mengangguk mantap. Dibiarkannya sang pegawai mendahuluinya keluar dari ruangan pas. Untuk kedua kalinya Hee Young menatap kedua betisnya, kali ini tidak ada bulu kuduk yang meremang ataupun tubuh yang sedikit menggigil. Hee Young menarik nafas lega, tapi jauh di dasar hatinya tetap terbersit perasaan asing yang sama sekali tidak dimengertinya, dan Hee Young memilih mengabaikan perasaan itu sama sekali.


...

Ketika Hee Young melangkahkan kakinya keluar dari ruangan pas, 3 pasang mata serentak memperhatikannya dengan seksama. Kim Min Hee, sang ibu, langsung berdiri dan menghampiri Hee Young. Wanita yang masih sangat cantik di usianya yang ke-40 tahun itu lalu merangkul putrinya dengan penuh kasih sayang,

“Ya Tuhan, cantik sekali putriku”

Pujian itu membuat kedua pipi Hee Young bersemu merah muda lagi, namun bibirnya menyunggingkan senyuman senang. Dengan manja, dia masuk ke pelukan ibunya.

“Kau memang cantik, sayang. Imo saja sampai merasa kalah cantik darimu” timpal Kim Myung Hee, tante Hee Young yang sekaligus merupakan sang calon pengantin wanita.

“Imo juga cantik, gaun pengantin Imo bahkan membuat Imo semakin cantik” balas Hee Young sambil melepaskan diri dari pelukan ibunya. Myung Hee tertawa senang mendengar pujian keponakannya itu.

“Bagaimana denganmu, Eun Kyung-a…mana pujianmu untukku?” tanya Hee Young pada sahabatnya yang juga ikut menemaninya mengepas gaunnya hari itu.

“Aku? Kau sudah menerima 2 pujian, masih kurang puas lagi, Hee Young-a?” balas Eun Kyung berpura-pura tidak habis pikir dengan ‘keserakahan’ Hee Young untuk menerima pujian.

“Kau salah…aku sudah menerima 3 pujian, satu pujian kuterima dari onnie yang membantuku mengepas gaun ini. Sebagai sahabatku, kau juga harus memberikanku pujian yang sama…dan nanti di rumah aku akan menerima pujian lagi dari appa dan Jae Hwa. Asyikkan?” canda Hee Young sambil berpuas diri.

“Aigoo…kau memang gadis yang haus sekali dengan pujian, Hee Young-a”

“Aku tahu”

Tawa keempat perempuan beda usia itupun merebak memenuhi ruangan tunggu kecil tempat mereka berkumpul, kegembiraan menyeruak dari hati mereka masing-masing.



***



And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love