Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16253 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
WARNING : KENTANG SEKENTANG-KENTANGNYA

SECRET RAINBOW
A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldy, Itaraya

Yellow : Part 1



“Agashi ingin tahu pendapatku tentang pria itu?!”

“Ne!!” sahut Eryn tegas. “Saya tahu ini terlalu memaksa. Tapi, . . saya ingin mengetahuinya!”

Gavin menangguk. “Kalau begitu, . . dengarlah . . .”

Beberapa menit Gavin tak membuka suara. Ia memandang tajam ke arah Eryn.

“Apakah pendapat saya bisa membuat agashi merubah pikiran agashi?”

Eryn mengernyit bingung, “Mwo? Kalau maksudmu mengubah pikiranku untuk berpacaran dengan Ashley, tentu saja TIDAK! Aku kan hanya tanya pendapatmu.”

Wajah Gavin mengeras. “Saya pikir pria itu punya maksud buruk terhadap Agashi.”

Eryn terbelalak, kaget mendengar penuturan Gavin. “Ta—tapi...bagaimana bisa?”

“Agashi menanyakan pendapatku.”

Eryn memonyonkan bibirnya. Dengan keras ia membanting tubuhnya ke atas ranjang. Melihat Eryn yang sudah bersiap untuk tidur, Gavin undur diri keluar.

“Siapa yang mengijinkanmu keluar?” dengan kesal Eryn membentak Gavin.

Gavin tak jadi melangkah. Ia membalikkan tubuhnya dan menghadap Eryn. Eryn masih dalam posisi terlentang di atas ranjang.

“Kau tahu, aku terkadang merasa sangat takut terhadapnya,” ujarnya. “Setiap dia memandangku, pandangannya seolah ingin memakanku.”

Hening.

Dengan tiba-tiba Eryn bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap Gavin yang masih setia berdiri kaku ditempatnya. “Tuan Eros tadi memanggilku, tapi dia tidak bicara apa-apa. Kau tahu apa yang akan dibicarakannya?” tanya Eryn penuh harap.

Tapi Gavin masih diam. Dengan gerakan kaku ia menggeleng. Itu membuat Eryn kesal setengah mati. Dengan keras ia kembali membanting tubuhnya di atas ranjang.

“Hei, Gav.”

“...”

“Kau selalu berjaga diluar kamarku kan?”

“Ne, agashi.”

“Kau tidak pernah tidur?”

“Anyi, agashi.”

Eryn yang mendengarnya langsung bangkit (lagi). Matanya memandang horor Gavin. Mulutnya terbuka setengah dan pandangan matanya kosong, “Kau bercanda.”

“Keselamatan agashi adalah yang utama.”

Eryn keki setengah mati. Gak gini juga kali.

Dengan pandangan menyelidik Eryn menatap Gavin. Sesaat keduanya saling berpandangan. Gavin yang merasa gugup akhirnya membuang pandangannya ke samping, menatap jendela besar yang ada dikamar itu. Ia menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba merasa kering.

“Kalau agashi sudah...”

Perkataannya terputus ketika secara tiba-tiba Eryn bangun dari duduknya dan menarik tubuh jangkung Gavin hingga terjatuh di atas ranjang. Kini posisi mereka terbalik. Gavin terlentang di atas ranjang sedangkan Eryn menyeringai penuh kemenangan di atasnya.

“Kau tidur saja dulu. Gantian aku yang berjaga diluar.”

Mendengar ucapan Eryn segera Gavin bangkit. Dicekalnya lengan Eryn kuat-kuat menahan agar gadis itu tidak keluar kamar.

“Lebih baik agashi istirahat sekarang. Jangan main lagi,” ujarnya tegas.

Tapi Eryn menolak. Dengan sekuat tenaga ia melepaskan cengkraman Gavin di lengannya.

“Kau tidak bisa memaksaku, tuan Joen. Sekarang lepaskan aku dan lebih baik kau tidur!” tegas Eryn sembari masih berusaha melepaskan genggaman Gavin.

Gavin tak merespon. Tapi sekuat apapun tenaga yang dikeluarkan Eryn tetap saja tenaga Gavin lebih besar. Dengan sekali sentak Gavin membanting tubuh mungil Eryn ke atas ranjang, mengambil selimut dan menyelimuti Eryn sampai sebatas dagu. “Tidur.”

Eryn keki lagi. Tapi tak berapa lama ia tersenyum lagi. “Kau seperti omma.”

Hening. Keduanya masih menatap satu sama lain. Tapi kali ini Eryn yang mengakhri kontak. Matanya mengerjap-ngerjap menahan kantuk. Dengan suara bisikan ia berujar, “Selamat malam, Gavin.”

Yang dituju hanya terdiam. Sudut kedua bibir itu kemudian sedikit tertarik ke atas, tapi kemudian hilang lagi. Secepat datangnya senyum itu.

“Selamat malam, Ern.”

Satu kecupan mendarat di kening sang Putri.
« Last Edit: April 26, 2011, 07:43:47 pm by mrs. Lee Min Ho »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME