Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100310 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
ANNYONGGGGGGGGGGG mau nyampah lagi nih...... tapi mungkin ga selonggg kayak biasanya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


dimulai ya......... ini aku update buat ngerayain 26 aprill... [AddEmoticons04244] [AddEmoticons04244]
tau semua kan.... [biggrin] [biggrin] [biggrin]







CHAPTER 13





Hye sun bisa merasakan pelukan erat dari lengan kekar lelaki itu. II woo, seolah benar- benar membiarkan tubuhnya melayang bersama tubuh gadis yang ada didalam pelukannya…..

Karena masih mengingat kejadian sore itu didalam otaknya…lelaki itu tanpa sadar…meneteskan air mata…air mata kepiluan,…air mata yang menetes seolah ingin melepaskan rasa gundah dan gulana hatinya, Hati kecil yang seolah berkata dengan pasti “benar..bidadari itu telah menjadi milik orang lain”…

Entahlah…kenapa itu bisa terjadi pada diri seorang Joe II woo…lelaki tampan, yang bisa mendapatkan wanita manapun yang ia inginkan. Namun, yang jelas hati dan jiwanya kini tertambat pada sosok gadis dengan tubuh mungil, yang cantik.
 
Dan  tidak dapat menerima lagi ‘rasa kehilangan’ …kehilangan sosok penuh pesona itu walau hanya untuk sesaat…
Dan dibalik tetes air mata dan rasa gundah gulana yang hebat… ia beranikan dirinya…hatinya…dan bibirnya untuk berkata…


“HYE SUN…SARANGE….”


Hye sun, membelalakkan matanya…tubuhnya seolah semakin sulit untuk berdiri… saat mendengar kata cinta, yang untuk pertama kalinya ia dengar….

“ II …woo_sshi?” tukas hye sun dengan suaranya yang terbata…

“jangan…jangan lepaskan pelukanku…” tukas II woo, dengan suaranya yang parau,saat ia merasa hye sun ingin melepas pelukannya karena keterkejutan gadis itu, atas ucapan cintanya barusan.

Kesalahan kini menari nari diotak gadis belia itu…

Seharusnya ia ceritakan pada II woo bahwa ia bukan lagi gadis yang berstatus sendiri…ataupun status hanya memiliki kekasih…tapi kini…ia adalah seorang wanita…wanita yang telah menikah!!!!

“apa…apa yang harus aku lakukan…apa….???” Hati gadis itu seolah menjerit.

“haruskah…aku melukai hati ”penyelamatku”….bisiknya lagi.

Pelukan II woo semakin erat… dan semakin erat pelukan itu…semakin besar pula rasa bersalah yang menggelayut bebas dihati hye sun…

Hye sun merasa bibirnya terasa sulit untuk berucap….disatu sisi II woo adalah pria baik yang mencintainya, namun…disisi lain…ada ikatan suci yang mengikat dirinya dan… Lee min ho…

Lee min ho… kenapa hye sun tiba- tiba harus mengingat nama itu, mengingat wajah tampan arrogant itu yang seketika muncul diotaknya,….apa …karena ia takut? Atau… entahlah… ia tidak tahu akan pikiran konyol, yang kini menari- nari dihatinya….

“tolong…jawab aku, hye sun_sshi” bisik II woo.

Kata- kata itu kini bagai sebuah dilema, bagi seorang Goo Hye sun. gadis itu hanya diam membisu, dengan kakinya yang gemetar…

Dalam kebisuan hye sun …tiba- tiba terbesit suatu keberanian didalam hati II woo, untuk mengambil suatu keputusan. Kata hati itu seolah meyakinkan, meyakinkan dirinya yang bimbang…dan mungkin ia sadar setelah semua ini…tidak akan lagi harapan baginya…

“mungkin…akan lebih menyakitkan hatimu…Joe…namun…sebelum rasa sakit ini akan terasa lebih sakit lagi…beranikan…beranikan hatimu untuk menerima semua…semua yang mungkin terasa pahit…” bisik II woo dalam hati, seolah ingin segera mengetahui relung hati terdalam bidadari itu….




“lepaskan pelukanku, lalu…tataplah mataku…dan…katakan jika kau  mencintaiku…jika kau menerima cintaku…” II woo berkata dengan suara parau namun berbisik,…seolah menahan tangisnya yang akan memecah…

“tapi…peluk..peluk tubuhku dengan erat hye sun_sshi, jika kau menolak…menolak cintaku…agar…aku tidak jatuh… karena aku yakin… tubuh dan hati ini tidak akan sanggup menerima semuanya..” bisik II woo lagi kali ini dengan suaranya yang menggambarkan rasa kepiluan luar biasa.
 
Hye sun seolah terenyuh dengan kata- kata itu. namun, ia tidak dapat melakukan apapun lagi. Mungkin…jika ia tidak pernah bertemu lee min ho dan menikahinya,… mungkin…mungkin..ia tidak akan pernah menolak cinta sang penyelamatnya…

Ini akan menjadi pilihan berat baginya…dan lagi- lagi… hye sun harus melakukan suatu pilihan didalam hidupnya…
“II woo_sshi… mi…mianhe………” tukas hye sun dengan suara yang gemetar.




Perlahan…dengan nafasnya yang seolah terhenti … hye sun menganggkat lengannya yang terjuntai kaku disisi tubuh II woo… membalas pelukan erat itu…walau hanya pelukan kecil pada awal..namun… lama kelamaan… pelukan itu terasa erat…seolah menjadi pelukan yang menenangkan bagi tubuh dan jiwa yang rapuh itu.

>>>>>>


TIDAK!!!!


II woo… bagi II woo…, itu adalah pelukan kematian!!!, karena kini ia sadar pada kenyataannya…gadis itu telah menolak cintanya. Cinta yang telah bersemi, pada awal pertemuan di musim dingin itu...

II woo hanya terdiam, membisu…namun…masih membiarkan dirinya memeluk tubuh mungil itu…

“tetaplah berdiri…II woo_sshi… karena aku yakin…kau mampu melakukannya…” tukas hye sun lembut diiringi suara tangis yang tertahan.

Tanpa mereka sadari, dibalik sisi dinding koridor, berdiri sosok lelaki jangkung yang menatap mereka dengan pandangan MEMBUNUH.

Lee min ho berdiri dengan tegap, namun ia bisa rasakan tubuhnya seolah akan rapuh. Tangannya mengepal, bagaikan membentuk sebuah pukulan… rahangnya mengeras… semakin  menunjukkan wajahnya yang persegi, minho mencoba menahan amarah itu…namun…ia merasa tidak mampu…saat melihat tubuh wanita yang dicintainya, kini berada dalam pelukan orang lain.

Hatinya seolah menjerit, dan memerintahkan mulutnya untuk berkata ”LEPASKAN… LEPASKAN PELUKANMU, DARI TUBUH ISTERIKU!!”

gurat- gurat merah terlukis jelas dimatanya, yang seolah menahan tangis dan amarah.....rasa kesalpun menghiasi hatinya karena tidak bisa mendengar apa yang telah dikatakan ataupun dibicarakan oleh isteri dan “lelaki selingkuhannya” karena jarak keberadaan mereka.



Namun…dibalik duka, amarah dan rasa cemburu yang menggebu itu… tiba- tiba tersirat senyum dingin yang melingkar di bibirnya di iringi sorot mata yang tajam… yang akan membuat siapa pun merinding takut jika melihatnya.


"GUARDIAN.................." Bisik Minho





 [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]



Hye sun melangkahkan kakinya yang terasa berat. Tangan kanannya, menarik kecil gaul panjang itu agar membuatnya mampu untuk melangkah lagi ditengah kegalauan hatinya.

Pikirannya hanya tertuju pada satu sosok yang tertinggal dibelakang. Sosok yang Berdiri mematung, dengan wajah yang seolah letih.

“pergilah…” itulah kata terakhir yang terdengar dari bibir Joe II woo kepadanya.

Hye sun terus melangkah…dan dengan Langkah- langkah kecil itu akhirnya membawanya kembali, ketempat dimana Lee min ho berdiri menunggunya.

Min ho berdiri masih ditempat yang sama, wajahnya tersenyum manis saat melihat kedatangan hye sun keluar dari koridor…dan berjalan menuju kearahnya…



“ma…maaf membuatmu lama menunggu….” Tukas hye sun dengan suara yang terdengar gugup. Entah mengapa kata “maaf” itu harus keluar dari bibirnya,…. Mungkin karena kegugupan yang seolah menarik kuat otot tubuhnya….

“tidak…tidak apa- apa… asal kau bisa kembali lagi disini, bersamaku… tidak akan jadi masalah bagiku, untuk menunggumu” tukas minho dengan suara yang lembut namun menekan, diiringi tatapan heran gadis itu, akan ucapannya.

Entah apa yang kini ada dipikiran lelaki itu. Dengan mudah ia menyembunyikan “amarahnya” meski itu adalah kesulitan terbesar, bagi seorang lee min ho.

Perlahan minho menarik kembali pinggang ramping isterinya, kedalam pelukan. Namun, kali ini hye sun merasakan sesuatu yang berbeda dalam pelukan itu. ia merasa…pelukan itu sangat erat, seolah menggambarkan suatu amarah yang besar namun juga tersimpan suatu hasrat, untuk memiliki dan tidak akan melepaskan…

“aku yakin…sebentar lagi pertunjukkan akan dimulai… jadi… ayo kita masuk” tukas minho dengan suara datar
mereka berdua melangkah…memasuki gedung pertunjukan. Hye sun sesekali menundukkan pandangannya, saat beberapa pasang mata menatap pasangan pengantin baru tersebut.


Selang beberapa menit kemudian….


Dari arah koridor, II woo melangkahkan kakinya menghampiri hye jin yang berdiri kaku sambil memasang wajah cemberutnya.

“Joe! Kenapa lama sekali…huh!!... jangan katakan karena …

Kata- kata hye jin tiba- tiba terpotong…

“noona…ayo…kita pulang…” tukas II woo dengan nada suara yang parau.

“Joe…kau kenapa…?” Tanya Hye jin.

“aku…tidak apa- apa Noona…aku …ingin pulang”

‘bwo!!! Pulang ??…apa kau gila!!! Jadi…aku hanya datang kesini, untuk menemani dan menunggumu ke TOILET!!!” suara hye jin seolah memekik.

“noona…aku…

“joe…please…aku sudah menunggu opera ini untuk waktu yang lama…dan sekarang, saat petunjukkan akan dimulai kau ingin agar kita pulang? Kau jahat Joe!” suara hye jin menggambarkan kekecewaan yang mendalam pada diri seorang Joe II woo.

Perlahan wanita itu menundukkan pandangannya… seolah malu jika seseorang melihat wajah cantiknya meneteskan air mata kekesalan.



II woo menarik nafas panjang… dan menatap wajah saudara perempuannya itu, dengan pandangan  iba.

“baiklah…Noona…maafkan aku…ayo…!!!ayo Kita masuk kedalam”. Tukas II woo sambil meraih tangan hye jin.

Lalu…membiarkan tangan wanita itu menggelayut dilengannya.

“sudahlah…kau terlalu tua untuk menangis!” goda II woo. Sambil sesekali menyembunyikan rasa sedih diwajah tampannya…

Perlahan mereka berdua melangkahkan kaki…memasuki gedung opera… meski dengan langkah yang berat, II woo tetap masuk dan membuang rasa egonya jauh- jauh demi hye jin. Ia berharap tidak akan melihat dan bertemu hye sun bersama… suaminya… ya… suaminya… itu adalah alasan terbesar… yang membuatnya, tidak akan pernah memiliki bidadari itu.

“apa…telah ada lelaki lain…yang mengisi hatimu?” tukas II woo dengan suara parau.

“y…ya…” jawab hye sun sambil menundukkan pandangannya. Meski hatinya ingin berkata, TIDAK…karena baginya Lee min ho hanya lelaki yang selalu memberikan luka dan penderitaan yang mendalam didalam hidupnya…

“kekasihmu…?”

“dia…suamiku…” jawab hye sun. kata- kata yang seolah membelah jantung dan menghancurkan cinta seorang Joe II woo.
“pergilah!!!” tukas II woo dengan suara keras dan parau.

Hye sun menatap wajah malang itu sebelum melangkah menjauhinya…lelaki itu berdiri…mematung, dan menundukkan wajahnya… hye sun tahu dalam kekuatan hati seorang Joe II woo… lelaki itu menangis…

dan… baru beberapa langkah kaki itu melangkah dengan berat…

“bagaimana…jika aku tidak ingin menyerah… bagaimana jika aku ingin merebutmu dari tangannya ?!” tanya II woo, yang membuat hye sun tersentak.

“aku…tidak ingin kau lebih terluka lagi…II woo_sshi,… jadi…jangan berharap lagi…aku mohon” hye sun berkata, dengan II woo yang berdiri mematung dibelakangnya.

“ jika memang luka…itu akan membawamu padaku…tidak apa- apa…” balas II woo.

Hye sun memutar pandangannya, kebelakang…menatap dalam lelaki itu dengan wajahnya yang seolah memelas…
“jika…itu terjadi…kau bukan hanya membunuh dirimu….tapi… kau juga akan membunuhku”





************



Hye sun duduk diruang VVIP, ruangan mewah yang berada disisi kiri atas panggung opera. Benar- benar sebuah gedung pertunjukkan yang memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Disampingnya duduk minho,dengan wajah aristocrat dan arogannya, namun masih tetap melepaskan senyuman manis, saat hye sun sesekali memandangnya.




Pikiran gadis itu masih tetap tertuju pada kejadian beberapa waktu yang lalu, saat ia bersama II woo, memeluknya, dan meninggalkan lelaki itu dengan perasaan yang terluka…

Tiba- tiba lamunannya terhenti saat lee min ho, menggeserkan tubuh besarnya lebih dekat pada gadis itu. dan perlahan…. Lelaki itu mendekatkan bibirnya ketelinga hye sun yang duduk dengan wajah muramnya…. Sambil Berbisik….

“sebentar lagi… pertunjukkan akan dimulai… aku yakin kau akan menyukainya” bisik minho, diiringi kerlingan matanya, seolah menggoda.

Hye sun dengan segera mengalihkan pandangannya kearah yang lebih “aman”, mencoba menyembunyikan rasa gugup yang luar biasa atas tingkah minho barusan, kepadanya. Minho tahu hye sun gugup, dan …ia merasa, sangat menyukai kegugupan gadis itu…

Hye sun menatap arah pandangannya kedepan, baginya benar- benar tempat yang sangat tidak nyaman jika harus menonton opera, dari jarak yang baginya cukup jauh…Namun, minho memang sengaja memesan tempat itu hanya untuk mereka berdua.

Tiba- tiba… saat  rasa gugup itu belum juga menghilang, hye sun dikejutkan dengan sosok lelaki yang duduk bersebrangan  dihadapannya!!!

Mungkin mereka dipisahkan oleh tempat yang berbeda. Namun, pada kenyataannya hye sun dapat melihat jelas wajah lelaki malang itu dihadapannya, karena II woo berada disisi kanan atas panggung pertunjukkan opera.

II woo yang baru saja berusaha menghilangkan dukanya, kini harus dikejutkan lagi akan rasa duka itu, saat harus menatap wajah gadis yang dicintainya, duduk disisi seorang lelaki yang sangat ia kenal… benar- benar sangat tidak asing, SANG CASSANOVA!!!

Nafas lelaki itu seolah terhenti, ia tidak percaya atas apa yang baru dilihatnya kini… cassanova, lee minho…berada disisi gadis yang ia cintai, sambil menggoda dengan pandangan yang nakal…

“apakah…cassanova….adalah suaminya?...tidak!!! itu…tidak mungkin” hati II woo seolah menjerit, dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Hye sun,… matanya seolah berhenti untuk berkedip… tubuhnya kaku seolah mengejang… pikirannya … tidak!!! Tidak ada pikiran lain lagi diotaknya, kecuali Joe II woo,… rasa kekecewaan yang tergambar diwajahnya saat ia meninggalkan lelaki itu, kini harus ditambah lagi dengan luka nyata yang harus dirasakan oleh Joe II woo, saat harus melihat gadis yang dicintai berada dipelukan lelaki…lelaki yang memang telah memilikinya secara utuh…


Hye sun menggenggam erat kedua tangannya… tubuhnya gemetar… dan…karena sikapnya itu, ia tidak sadar lee min ho kini menatapnya dengan pandangan dingin… dan…membunuh…


Lee min ho tahu dan yakin…saat ini isterinya sedang menatap “sang penyelamat….MY GUARDIAN”. Ya…lelaki yang baru saja memeluk tubuh isterinya, dan yang paling menyakitkan lagi…hye sun membalas pelukan itu.

“hye sun… bisakah kau berhenti menatapnya, agar aku bisa memaafkanmu… “ bisik minho dalam hati.

Kata- kata itu seolah ingin segera ia katakan dengan perlahan ditelinga gadis yang terbujur kaku dikursinya. Namun… minho merasa, permainan tidak akan berjalan sesuai dengan keinginannya, jika ia lakukan hal tersebut.

Hati minho seolah berubah… saat ia harus melihat gadis yang dicintainya, berada dalam pelukan orang lain….
“ kini…menjadi iblis akan lebih baik dibanding seorang malaikat”

Perlahan… minho menggenggam erat tangan hye sun yang gemetar. Lelaki itu bisa merasakan dingin, saat ia menyentuh setiap jemari gemetar itu…

Hye sun tersentak kemudian menatap minho dengan tatapan matanya yang dalam…Minho tersenyum… seolah tidak tahu apa- apa…

“tanganmu terasa dingin… apa… kau kedinginan…? mungkin karena…Suasana malam ini…” bisik minho sambil terus menggenggam erat jemari gadis itu.

Tiba- tiba… Tanpa ragu minho membiarkan tangan kekarnya merangkul tubuh mungil itu… membuat hye sun semakin terkejut, akan sikap berlebihan itu… dan… saat hye sun mencoba melepaskan pelukannya…tiba- tiba niat itu terhenti, ketika lelaki itu membisikkan sesuatu ditelinganya…

“pengkhianatan adalah hal yang sangat menyakitkan bagiku…dan kau…adalah pengkhianat terindah yang pernah aku miliki…hye sun_sshi ” bisiknya lembut, diiringi tatapan hye sun yang terkejut…

II woo menundukkan pandangannya, seolah tidak ingin melihat “adegan mesra”, yang dilakukan minho pada wanita yang dicintainya… bisa terlihat jelas, gurat- gurat merah diwajahnya, seolah menahan rasa sakit yang luar biasa.

“ Joe…lihatlah…itu isterinya…gadis yang beruntung, menurutku!” bisik hye jin, tanpa tahu bahwa lelaki yang duduk disampingnya sedang melawan  rasa sakit yang luar biasa berkecamuk dihatinya.

Tiba- tiba….suasana ruangan menjadi gelap. Hanya cahaya panggung opera yang menyinari… karena kini pertunjukan yang telah dinantikan itu…telah dimulai!!

IT’S SHOW TIME…………….bisik minho









Minho menyentuh tubuh itu… membiarkan setiap jemarinya menggenggam erat tubuh mungilnya… perlahan…ia biarkan bibirnya mengecup mesra leher putih itu … membisikkan kata- kata ketelinganya…yang membuat hye sun hanya diam tanpa bergeming…selama pertunjukkan…

“ lelaki itu…terlihat sangat menyukaimu… aku ingin tahu…apa yang dirasakannya saat ini… saat melihat tubuh indah ini kembali pada pemiliknya?”

Minho membisikkan kata- kata itu seolah bagai cambuk bagi gadis yang diam ketakutan, sambil terus membiarkan bibirnya menikmati lengan dan leher mulus itu… mengecupnya perlahan… dan sesekali membiarkan kepalanya terbaring mesra dipundak hye sun…merasakan setiap aroma lembut tubuh gadis yang duduk disisinya…. merasakan setiap nadi yang seolah berdenyut dengan kencang… seolah gugup akan setiap sentuhannya….

“ pertunjukkan yang menyenangkan… bukan?” bisik minho, sambil menggigit kecil telinga gadis yang ada disampingnya, membuat tubuh hye sun semakin gemetar…merinding…dan jijik!!! Namun…gadis itu tidak mampu berbuat apapun…apakah ia merasa bersalah???

Lee min ho tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang menatap dirinya dan hye sun. seolah menjadi ketersengajaan baginya melakukan semua itu… lelaki itu marah…kesal… dan yang pasti ia cemburu… !!!! semua harus ia lakukan dengan satu tujuan >>>> GUARDIAN!!!

Dan…sepertinya sang cassanova berhasil!!!

Meski menolak…tapi II woo tidak dapat menghentikan matanya untuk terus melihat “adegan erotis” yang dilakukan minho pada bidadarinya… dengan pandangan dingin…dan hati yang remuk redam…

begitu juga hye jin… wanita yang terkadang menundukkan pandangannya…karena merasa sedikit risih akan tingkah “penonton” yang ada dihadapannya… namun… ia mungkin lebih suka menyaksikan HAMLET.

“ bukankah…lebih baik mereka melakukannya dirumah …huh!!” tukas hye jin dengan nada kesal, diiringi air mata II woo yang tertahan.

Bukan hanya mereka…hampir beberapa pasang mata yang berada disana, khususnya para tamu VVIP yang duduk pada bagian sisi kanan atas panggung opera…menyaksikan “pertunjukkan” SANG CASSANOVA yang mungkin lebih indah dan romantis dibanding opera HAMLET, yang berakhir tragis…

Tubuh hye sun yang gemetar…diiringi ribuan pertanyaan kini menggelayut diotaknya…

“apa…apa maksud semua ini…apa…lee min ho telah mengetahui semuanya… apa…ia melihatku saat memeluk II woo_sshi? Tidak!!! Tidak mungkin… pengkhianat…tapi…dia baru saja memanggilku, pengkhianat…oh..Tuhan…apa…apa yang harus aku lakukan…”

Hye sun hanya bisa diam… menjadikan rasa sentuhan jijik itu suatu keindahan yang harus ia nikmati…dikala ketakutan hatinya kini bagai tiang gantungan…yang kapanpun bisa membunuhnya….


II woo terdiam….terpaku…dan membisu, duduk dikursinya bahkan sampai akhir pertunjukkan itu… pertunjukkan yang telah ia saksikan tanpa terlewatkan sedikitpun… pertunjukkan yang indah bagi Hye jin, namun pertunjukkan yang membuatnya menderita setiap kali ia menatap tanpa berkedip…

“semua … telah berakhir Joe…pertunjukannya selesai!!! Luar biasa” aku menyukainya!” jerit hye jin sambil bersorak diiringi riuh tepuk tangan para penonton

“semua…telah berakhir…berakhir…” bisik II woo dalam hati, sambil terus memandang hye sun yang berlalu dalam pelukan SANG CASSANOVA





-------------------------------------------------------------------------------





Hye sun tidak pernah berfikir mengapa semua harus terjadi. Ini bagaikan mimpi buruk baginya. Dan ia masih mendapati tubuhnya gemetar dengan hebat, saat ia sadar… lee min ho tidak berkedip menatapnya…bahkan sejak awal memasuki mobil.

Perjalanan itu terasa sunyi… hye sun hanya berusaha bersikap santai sambil terus membiarkan kedua bola matanya, menatap keluar jendela mobil…

Hye sun bisa merasakan aura kemarahan diraut wajah tampan itu, bahkan…ia merasa kemarahan itu akan segera meledak… dengan mudah dan kapanpun…tanpa pernah ia sadari.

“ aku ingin kita segera menuju Rivirea Hotel…” tukas minho dengan suara datar pada supirnya.

Sontak hye sun dengan segera mengalihkan pandangannya …menatap lee min ho dengan pandangan takut saat mendengar kata- kata itu keluar dari bibir sang cassanova…

“baik …tuan!!!” tukas supir itu.

“ ki…kita mau… kemana…?” Tanya hye sun dengan suara yang terdengar bagai ketakutan yang luar biasa.

“Riveria Hotel…aku yakin…kau masih ingat tempat itu, sayang…” tukas minho sambil menatap wajah takut hye sun, seolah benar- benar suatu kenikmatan saat ia memandang wajah ketakutan gadis itu.

“untuk apa…aku mau pulang!” jerit hye sun namun dengan suara memelas.

“ tidak…kita akan berada disana…aku ingin kau menemaniku…”

“ turunkan aku disini bajingan! Jangan pernah berfikir macam- macam…karena aku tidak akan membiarkannya!!”

Hye sun memukul keras…dengan sekuat tenaganya…pada sisi lengan kiri lee min ho. Namun, lelaki itu hanya terdiam seolah tubuhnya kebal akan pukulan yang sama sekali tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan hatinya kini.

Minho menjawab jeritan gadis itu dengan senyum dinginnya, senyum yang membuat hye sun merinding… entah apa yang ada dipikiran lelaki itu padanya… namun…ia sadar, lee min ho marah…dan ia bisa melakukan apapun!


Ooo

[/font][/size][/color]


II woo merebahkan tubuhnya… sambil kemudian menatap langit- langit kamarnya… kemudian ia tersenyum…senyuman yang seolah bagai pelampias duka yang berkecamuk hebat didalam dirinya.

Duka itu kini telah tertanam dan membentuk suatu lubang luka yang besar didalam hatinya…yang ia tidak tahu kapan luka itu akan sembuh… namun, yang jelas mungkin tidak akan ada lagi senyum harapan pada dirinya yang biasa mengembang saat ia menatap wajah bidadari cantiknya.

II woo sadar hye sun adalah seorang isteri,dan ia milik dari lelaki yang telah menikahinya. Andai gadis itu jujur padanya… mungkin hatinya tidak akan sesakit ini… mimpinya hanya akan berhenti pada sarung tangan miliknya, dan tidak lebih dari itu…

II woo memejamkan matanya perlahan…ia masih bisa mengingat kejadian malam ini… menikmati pertunjukkan, saat lelaki itu dengan liar menyentuh setiap lekuk tubuh gadis impiannya… menciumnya… Oh tuhan…!!!

“kenapa…kenapa kau memilih nya…hye?” bisik II woo.

Tanpa ia sadar…sebutir air mata kembali menetes disalah satu matanya…

“kau…benar- benar luka terindah bagiku hye sun_sshi… begitu ingin aku sembuhkan… tapi aku tidak yakin, bekas luka itu akan menghilang….aku tidak pernah yakin….” Bisik II woo

___OOO___






RIVERIA HOTEL



Minho menarik lengan hye sun dengan erat…seolah memaksa gadis itu mengikuti setiap langkahnya…keinginannya…
Lee min ho seolah tidak peduli dengan jeritan hye sun yang memohon dengan suara iba agar lelaki itu mau melepaskannya. Lee min ho juga tidak peduli dengan tubuh hye sun yang menggigil kedinginan karena cuaca malam itu, dan ia juga tidak peduli dengan tubuh hye sun yang akan terjatuh karena panjang gaun yang selalu terinjak oleh kakinya.


Tiba- tiba minho menghentikan langkahnya, begitu juga hye sun, saat mereka tiba disebuah café bar. Hye sun merasa mengenal tempat itu dengan baik. Tempat dimana lee min ho dengan sengaja menjebaknya, dan membuat pilihan agar ia mau menikah dengannya.


Perlahan ia tarik lengan putih itu menuju sebuah meja dengan dua kursi disisinya.

Minho mendorong ringan tubuh hye sun untuk duduk. Kini jelas…lelaki itu tidak mampu lagi menyembunyikan gurat kekesalan dan amarah yang membakar hatinya saat ini.

Setelah hye sun duduk, tidak lama kemudian lelaki bertubuh jangkung itupun melakukan hal yang sama. Namun, kali ini ia sengaja menggeser kursi itu lebih dekat dengan hye sun yang duduk terbujur kaku sambil sesekali menyeka air matanya.

Minho meletakkan lengan kanannya diatas meja. Matanya menatap tajam gadis yang kini menundukkan pandangan karena dihinggapi rasa takut yang luar biasa…Jarak pandang merekapun begitu…sangat dekat… hingga mereka berdua bisa merasakan aroma nafas disetiap pori- pori wajah itu…



Untuk beberapa saat lee min ho terus menatap bola mata yang basah itu… dan ia sadar dengan tingkahnya yang seperti itu…dapat membuat air mata itu akan terus mengalir… hingga membunyikan suara sesegukan kecil dari bibir hye sun.
“pelayan!!!” jerit minho.

“ya,,, tuan” seorang pelayan dengan segera menghampiri.

“Ambilkan aku sebotol anggur yang terbaik …!!!” tukas minho dengan suara parau dan menekan.

“dan… dengan alchohol yang tinggi” pinta minho sambil terus memandang wajah hye sun tanpa berkedip.

Entah apa yang ada dipikiran lelaki itu… saat ini…namun, hal itu semakin membuat hye sun takut.

“aku…ingin kau menemaniku minum malam ini” bisik minho, membuat nafasnya kini terasa jelas dipori wajah gadis muda itu.

“aku…mau pulang…aku…tidak ingin minum…” tukas hye sun dengan suara terbata.

“kita…akan pulang setelah menghabiskan sebotol anggur, aku yakin…hal itu sangat menyenangkan…Nyonya Lee” balas minho dengan suara dinginnya.

HYE SUN

“apa..yang harus kulakukan… minho terus memandangku dengan tatapannya yang membuat tubuhku…tubuhku gemetar ketakutan…ya tuhan…mata itu…seolaah ingin menelanku hidup- hidup…”

LEE MIN HO

“aku…bisa melihat jelas ketakutanmu…sayang… ketakutan wajah pengkhianat cantikku…pengkhianat indahku… bersembunyi dalam air mata dan kepolosan yang menipu… malam ini… mampukah kau untuk menolakku… tidak… aku tidak akan membiarkan hal itu…tidak… jiwaku kembali kotor karena mu… hye sun…sshi dan aku…ingin kau…yang membersihkannya…”

Tanpa membutuhkan waktu yang lama seorang pelayan membawakan sebotol anggur dengan dua gelas disisi botol tersebut. Perlahan…pelayan itu meletakkannya diatas meja.

“silahkan…tuan” tukas pelayan itu, dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

Suasana café bar sangat sepi… sepertinya lee min ho sengaja mengosongkan tempat itu. apa yang tidak bisa ia lakukan didunia ini… apalagi hotel ini adalah miliknya, dan ia berhak melakukan apapun yang ia suka… termasuk mengosongkan tempat ini.

Perlahan lengan kekar itu meraih botol anggur dan dengan sekejap membukanya….

Dapat terlihat riuh busa yang keluar dan mengotori meja dengan noda- noda kecilnya…

Minho menuangkan anggur itu kegelasnya, dan juga kedalam gelas yang berada dihadapan hye sun.


“minumlah…kita akan bersulang…!” tukas minho

“aku tidak bisa minum…dan aku..tidak mau!!” jerit hye sun

“karena itu…malam ini aku ingin kau belajar dan mencobanya…” tukas minho dengan suara datar.

“aku tidak mau! Aku ingin pulang!”

Dengan segera hye sun melangkahkan kakinya…mencoba menjauhi meja itu …ruangan itu dan yang pasti menjauhi…Lee min ho.

“Joe II woo…!!! THE GUARDIAN…!!! pewaris perusahaan WG… perusahaan yang baru akan berkembang, namun yang pasti bisa aku hancurkan dengan mudah seperti aku membalikkan telapak tanganku”

Hye sun menghentikan langkahnya…

“seperti halnya Goo Daniel saudaramu, O…P…PA… bisa kau bayangkan bagaimana kondisi nya saat ini…perusahaannya yang sedang mengalami krisis,… aku yakin…kau tahu akan hal itu… dengan mudah semua akan aku ambil alih… termasuk…Park si yeon…isterinya”

kata- kata itu bagai pukulan keras bagi hye sun…, suara minho sangat lantang dan menekan …dan ia sangat yakin lelaki itu akan melakukan semuanya…semua yang baru saja ia ucapkan!!!

Hye sun sadar…minho sedang mengingatkan akan janjinya… janji yang telah ia buat pada sang cassanova…melakukan apa saja…asalkan lelaki itu tidak akan kembali pada isteri kakaknya.

Perlahan seolah terikat dengan kata- kata itu… hye sun melangkahkan kakinya yang gemetar …kembali ketempatnya semula…dan … mencoba melakukan apapun yang diperintahkan lelaki itu, sambil terus menahan rasa jijik yang luar biasa pada minho yang duduk “menantinya”.

Hye sun duduk dikursinya…sambil terus menatap wajah lelaki yang sedang asyik memainkan gelas ramping itu dengan jemarinya…

“ kau pikir…aku tidak pernah tahu atas apa yang kau lakukan padaku?” Tanya minho.

Minho menatap wajah ketakutan itu dengan pandangan dingin…

“huh, ku pikir…dengan bersikap baik padamu mungkin semua…akan berubah… dan pada kenyataannya…aku salah besar… kau mengkhianatiku!”

Minho memukul meja itu dengan tangannya… membuat hye sun semakin terkejut atas tindakan lelaki itu.

“aku…tidak pernah merasa melakukannya…minho_sshi…” hye sun mencoba membela dirinya, diiringi suara tangis kecil…

“benarkah? Baiklah…aku percaya pada sang princess…sangat percaya… apapun yang kulihat itu…hanyalah pelukan “PERSAHABATAN” huh!” Minho tersenyum…namun… terdengar seperti tawa kecil pada bibirnya …yang begitu sangat menakutkan… [devil2] [devil2]

“untuk itu…aku membawamu kesini… aku ingin menikmati anggur ini bersamamu… dan sekarang…minumlah…kita bersulang!!!”

Minho menyodorkan gelas yang berisi anggur itu kehadapan hye sun.

“ mengapa…mengapa kau lakukan ini…aku tidak terbiasa  meminumnya…aku tidak mau…!” suara hye sun terdengar sesegukan.

Minho tersenyum sinis dan… perlahan ia berdiri dari duduknya. Tiba- tiba dengan sigap lelaki jangkung itu membiarkan tubuhnya melingkar dan mengukung lengan kekarnya pada hye sun yang duduk dengan tubuh gemetarnya… posisi yang benar- benar sempurna untuk SANG CASSANOVA!!!

Dan… dengan suara paraunya… minho membiarkan bibirnya membisikkan kata- kata yang membuat hye sun tiba- tiba tercekat dan semakin ketakutan.

“aku…ingin…kita menghabiskan malam ini…disini… dan mungkin…dalam keadaan mabuk…kau bisa menyerahkan dirimu padaku…dengan sukarela”

“Lee min ho!!!’ jerit hye sun.

Hye sun dengan sekuat tenaganya mendorong tubuh besar itu, dan berusaha berlari dari dekapan amarah lelaki itu. namun ia gagal!!!

Lee min ho menangkap lengannya, dan dengan seketika membawa gadis itu kedalam pelukannya.



“ayolah…aku tahu…kau menginginkanku… “nafas minho terdengar memburu, sambil sesekali mencoba membiarkan bibirnya menyapu mesra pipi yang pucat itu…

“aku…mohon..jangan…” isak hye sun, yang dapat merasakan dengan jelas nafas liar lelaki itu dipori wajahnya.
“ tidak….pengkhianat harus diberi hukuman… lagi pula kau hanya cukup meminum beberapa gelas….lalu melayanglah bersamaku…”

“tidak…!!” jerit hye sun sambil membiarkan lengannya terus mendorong tubuh kekar itu agar terlepas.

“kau harus lakukan…demi Daniel..dan The guardian hye…kau…tidak ingin …mereka menderita karenamu kan?….
Ayolah…aku yakinkan padamu…kau akan menikmatinya!”


Kata- kata itu membuat hye sun semakin ketakutan dan merasa jijik, tubuhnya gemetar dan lemas …ia merasa seolah akan terjatuh jika lengan kekar itu melepas tubuh mungilnya.

Hatinya menjerit dan sesekali bibirnya memanggil nama Daniel perlahan….
“OPPA….tolong aku…oppa….”


___OOO___




Hye sun!!!!


Daniel terbangun dari tidurnya…

Tubuh lelaki itu berkeringat…nafasnya tersengal dan memburu…
Perlahan…ia mengangkat lengannya…mengamati arloji yang melingkar di lengan kirinya…

Jam itu menunjukkan tepat pukul 12 malam….

Daniel mengamati keadaan sekitar.
Kepalanya terasa sangat berat… dan didalam gelapnya kamar itu… ia sadar Park si yeon tidak berada disisinya…
Mencoba terus mengingat….

Pertengkaran… minum….rumah… dan PLAKKK!!! Tamparan itu… masih terasa dipipinya…
Perlahan Daniel menghela nafas panjangnya….



“hye…sun… aku bermimpi tentang dirimu…MY Princess… bagaimana keadaan mu….?” bisik Daniel, seolah bicara pada hye sun, adiknya…

Dengan cepat…lengannya meraih telp genggam yang tergeletak bebas…yang ada disampingnya…

TUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT.............TUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

Daniel mencoba menghubungi hye sun, karena dihinggapi rasa khawatir yang luar biasa akan keadaan adik perempuannya. Namun…hanya nada penghubung yang terdengar....tidak ada yang mengangkat telp itu…

Tentu saja… ponsel hye sun berdering bebas didalam laci meja kantor SANG CASSANOVA… dan tidak ada siapapun yang akan mendengar…meskipun mereka mendengar…tidak akan yang berani masuk apalagi mengangkatnya.. [biggrin] [hmff]

“apa…dia sudah tidur…?” Tanya Daniel

“kenapa…kenapa aku menjadi gelisah … apa ini pengaruh minuman yang kuminum… oh tuhan…!! hye… “ bisik Daniel lagi…
“Hye sun tidak apa- apa…adikku akan baik- baik saja… ayah …ibu..dan TUHAN… selalu bersamanya…” Daniel mencoba menghibur dirinya sendiri… dibalik kegalauan yang luar biasa menari bebas dihatinya…

___OO____




Minho menikmati setiap teguk anggur itu, sambil terus menatap hye sun yang tergolek lemah hanya dengan dua gelas anggur. Hye sun benar- benar tidak dapat menggerakkan tubuhnya, mungkin ini untuk pertama kalinya ia meneguk anggur dengan kadar alcohol yang tinggi. minho kini tersenyum licik saat tubuh gadis itu terbaring lemas diatas meja…

Hye sun dengan terpaksa meneguk anggur itu, dengan suara sesegukan dari bibirnya karena menangis…nafasnya terasa sesak saat ia merasa minuman itu menjalar disetiap darah dan tubuhnya…dadanya terasa panas…dan sesak ….tubuhnya seolah melayang… saat ia meneguk perlahan anggur itu dengan matanya yang terpejam, diiringi tatapan kemenangan dari lee min ho.

Gadis itu yakin…dalam keadaan mabuk lee min ho bisa melakukan apapun padanya….dan itu…itu pasti terjadi!!! malam ini… ia yakin akan menjadi seorang isteri yang nyata bagi lelaki yang sangat dibencinya! Namun…itu memang suatu pilihan…dan ia tetap harus memilih…

lee min ho yang menyadari bahwa gadis itu telah lemah karena pengaruh alkohol…perlahan… mengangkat tubuh yang tidak berdaya itu kedalam pelukannya, menatap wajah cantiknya…mata…hidung bibir… kemudian leher lalu turun  kedada putih dan mulus itu.. yang membentuk belahan dada yang sempurna…

Minho perlahan melangkahkan kakinya dan membawa tubuh itu kelantai atas, dengan menggunakan Lift pribadi yang akan membawanya menuju kamar miliknya.

Pikiran liar menghinggapi amarah lelaki itu. baginya, satu- satunya cara untuk membuat hye sun tidak beralih dan menatap lelaki lain adalah …menjadikan gadis itu miliknya. Minho tidak akan pernah merasa bersalah melakukannya, karena hye sun adalah isteri sahnya. Dan ia berhak atas diri gadis itu…

Tanpa membutuhkan waktu lama minho kini berada dipintu kamar pribadi miliknya, diikuti seorang pelayan yang membantu.

Pelayan itu membukakan pintu…dan dengan segera minho melangkah masuk, dan menyuruh pelayan itu menutup pintu itu kembali sebelum meninggalkan dirinya dan…hye sun.

TAP…TAP…TAP… langkah kaki itu terdengar jelas… dan gagah, menuju kedalam peraduan…



Ia baringkan tubuh itu perlahan diatas tempat tidur yang beralaskan bulu- bulu lembut dengan selimut tebal putih diatasnya..., sambil menatap wajah hye sun dengan pandangan dingin dan liar.....Membelai rambutnya yang terurai…




minho bisa mencium jelas aroma rambut gadis yang kini ada dipelukannya.....aroma yang lembut sama seperti aroma tubuhnya yang membuat lelaki itu, semakin....semakin menginginkannya.....


“kini… kau lemah dalam pelukanku, hye sun_sshi…andai kau beri aku kesempatan…mungkin, aku ingin menjadi lelakimu, pelindungmu…tapi kini…karena kesalahanmu….kau jadikan aku penjahat bagimu,…bagi tubuhmu….”

Hye sun sesekali membuka matanya… mungkin ia bisa merasakan belaian lembut lelaki yang kini berada diatas tubuhnya…

Minho tahu gadis itu tidak sepenuhnya mabuk…ia masih setengah sadar… karena hye sun sesekali menatapnya dengan pandangan sendu…

“min ho_sshi…jangan…. Jangan…” Hanya kata- kata itu yang kini terucap dibibir mungilnya, terdengar samar dan lemah…

Minho mencoba tidak peduli akan kata- kata itu. perlahan…, lelaki itu membuka jas hitamnya…dan melemparnya kesembarang tempat. Dan kini hanya tertinggal kemeja putih dengan dada yang terbuka… memperlihatkan jelas otot- otot tubuh sang cassanova…

Minho kembali menatap gadis yang terbaring lemah dalam genggamannya dengan nafas yang semakin memburu… dan saat ia menatap wajah itu… ingatannya kembali saat dimana tubuh lemah ini berada dalam pelukan orang lain… dan….membalas pelukan itu!!!

TIDAK!!!

Dengan kasar lee min ho membiarkan bibirnya menguasai bibir yang gemetar itu. hye sun bisa merasakan jelas…saat lidah lelaki itu bermain pada setiap sudut bibirnya… meraihnya…menguasainya dan menuntutnya dengan dalam… sesekali hye sun berdesah saat lelaki itu melakukannya…sambil membelai liar setiap jengkal tubuhnya…
Hye sun juga bisa merasakan jemari lelaki itu bermain seolah menggelitik disetiap lekuk tubuhnya, bermain liar dengan dadanya… menyentuhnya…seolah berkuasa…sambil terus menciumi kening hye sun…matanya…bibirnya…dan lehernya…dimana lelaki itu bisa merasakan ada nadi kecil yang sedang berdenyut sangat kencang… dan seolah pasrah akan semuanya…

Hye sun sesekali mengerang…dan berdesah…seolah menikmati sentuhan- sentuhan erotis itu ditubuhnya…untuk pertama kali…

“rasa…apa ini…bagai sebuah sengatan listrik yang menjalar disetiap lekuk tubuhku… saat jemarinya…menyentuhku…tidak…!!!... aku tidak ingin menjadi milikmu…hentikan!!! Hentikan!!!...sadar hye sun…sadarkan dirimu!!!” pekik hye sun dalam hati seolah menolak semua sentuhan liar itu.

tiba- tiba hye sun meneteskan air matanya diiringi isakan kecil dalam matanya yang  sendu…seolah tidak menginginkan hal itu terjadi lebih jauh…saat ia merasa…lengan kekar min ho membelai lembut kakinya…dan mengarah pada pangkal pahanya sambil menaikkan dengan lembut gaun yang ia kenakan.

“minho_sshi…jangan…” suara itu terdengar mengiba, diiringi matanya yang basah dengan air mata… sambil mendorong tangan minho agar tidak melakukannya lagi…

Hye sun membuka matanya perlahan…memandang wajah itu…dan kembali merasakan aroma nafas memburu dari sang cassanova.

“aku…mo..hon… jangan biarkan… aku…semakin…membencimu… jangan…biarkan…aku …jijik …akan diriku…Minho_sshi” bisik hye sun, dengan matanya yang sendu dan berair….

Itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan hye sun… sebelum  akhirnya…gadis itu memejamkan matanya yang basah … diiringi tatapan lee min ho, yang terus memandangnya…

“hye sun…mianhe…” bisik minho perlahan dan membiarkan bibirnya merasakan kenikmatan… kenikmatan indah dari bibir ranum yang membisu itu…




.

.

.

.


“ aku menyerahkan keangkuhan ku… amarah ku … saat aku melihat wajahmu… menangkap kecantikanmu…keanggunan….kesederhanaanmu… bidadariku…
untuk waktu yang lama tidak ada yang bisa merubahku… mengalihkan duniaku… kecuali dirimu… kau udara yang kuhembus…tanah tempatku ku berpijak… saat aku berhenti untuk percaya akan cintaku yang terkubur 5 tahun lalu………

dan…kini … aku ingin bersujud padamu… dihadapanmu… dan mengatakan… bahwa aku mencintaimu… mencintaimu, hye sun…ssh_i”



mata hye sun masih terlihat sayup… menatap dua bola yang sendu sambil membelai sisi rambut yang menutupi wajah putih itu… merasakan aroma nafas lembut…berhembus …seiring detak jantung dada kekar yang memeluknya…


“ini adalah pengakuanku… kau bisa mendengarkannya bidadariku…??”

Mata sayup itu tetap membelainya dengan tatapan sendu…….

“tidak….kau tidak mendengar… kau tidak mendengarnya… bahkan mungkin … kau tidak akan pernah ingat apa yang aku katakan…karena kau…sangat membenciku “

Perlahan… Tangan itu kembali memeluk erat… tubuh mungil gadis yang bersandar lemas didadanya….

“tidurlah bidadariku… aku berjanji…air mata mu… tidak akan mengalir lagi… tidak akan pernah… karena aku mencintaimu… aku sangat mencintaimu…”

Minho membelai rambut…dan mengecup kening hye sun perlahan…

Lembut…sangat lembut… dan kembali membiarkan lengannya memeluk tubuh lemah itu lagi… erat…sangat erat….
Air mata kecil perlahan jatuh disisi wajah sang cassanova…


Lee min ho…sang IBLIS PENGGODA…, kini menjadi Malaikat yang melepas jatuh kedua sayapnya, sebagai pelindung bagi Bidadari itu… entah apa yang ada dipikirannya…Oh tuhan… mungkinkah ???


“tidak akan ada lagi… rasa sakit pada bidadariku… mencintaimu…berarti… tidak akan melukaimu…tidak akan…oh tuhan… hilangkan amarah ini, kumohon…hilangkan…kemurkaan hati ini…agar aku tidak menyakiti bidadariku !!!”

Suara itu terdengar parau…..

“ini pelukanku… izinkan aku memelukmu… mungkin yang terakhir… pelukan jijik  yang kau rasakan ditubuhmu bahkan mungkin di hatimu … tidak akan lagi ada… rasa sakit… tidak akan ada lagi air mata… tidak akan ada lagi…hye…”

“AKU…BERJANJI…. “









END CHAPTER





Hehehehehe
Ditunggu koment and kritiknya ya……..
Semoga ga bosan karena chap ini lumayan panjangggg  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

« Last Edit: April 26, 2011, 04:23:41 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]