“rasa…apa ini…bagai sebuah sengatan listrik yang menjalar disetiap lekuk tubuhku… saat jemarinya…menyentuhku…tidak…!!!... aku tidak ingin menjadi milikmu…hentikan!!! Hentikan!!!...sadar hye sun…sadarkan dirimu!!!” pekik hye sun dalam hati seolah menolak semua sentuhan liar itu.
“aku…mo..hon… jangan biarkan… aku…semakin…membencimu… jangan…biarkan…aku …jijik …akan diriku…Minho_sshi” bisik hye sun, dengan matanya yang sendu dan berair….
“tidurlah bidadariku… aku berjanji…air mata mu… tidak akan mengalir lagi… tidak akan pernah… karena aku mencintaimu… aku sangat mencintaimu…”Minho membelai rambut…dan mengecup kening hye sun perlahan…Lembut…sangat lembut… dan kembali membiarkan lengannya memeluk tubuh lemah itu lagi… erat…sangat erat….Air mata kecil perlahan jatuh disisi wajah sang cassanova…
“hye sun…mianhe…” bisik minho perlahan dan membiarkan bibirnya merasakan kenikmatan… kenikmatan indah dari bibir ranum yang membisu itu…
“ aku menyerahkan keangkuhan ku… amarah ku … saat aku melihat wajahmu… menangkap kecantikanmu…keanggunan….kesederhanaanmu… bidadariku…untuk waktu yang lama tidak ada yang bisa merubahku… mengalihkan duniaku… kecuali dirimu… kau udara yang kuhembus…tanah tempatku ku berpijak… saat aku berhenti untuk percaya akan cintaku yang terkubur 5 tahun lalu………