Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50380 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
The Day I Fall In LOVE

Chap 3

Additional Cast :

Shin Dong as Bae Nam Wook

Bae Min Hee as Go Hea Ja

Pesta resepsi pernikahan Myung Hee – Jung Hwan berlangsung pada malam harinya di Grand Ballroom hotel JW Marriott, Seoul. Sebelumnya, di pagi hari, mereka melakukan acara pemberkatan di tempat yang sama.

Seperti halnya saat pemberkatan, pada pesta resepsi kali inipun, bunga lily putih dan beberapa tangkai mawar pink segar menjadi hiasan dominan di grand ballroom itu, sehingga suasana dimeriahkan oleh semerbak wangi kedua bunga cantik itu.

Untuk merayakan kebahagiaan kedua mempelai, semua keluarga, kerabat dan teman-teman mereka hadir di pesta resepsi itu. Tak ketinggalan dua pemuda tampan yang menjadi rekan satu tim Jung Hwan saat wajib militer dulu, Hyun Soo dan Dae Kwan.

Kehadiran keduanya mengundang decak kagum beberapa orang wanita muda yang menjadi undangan di pesta resepsi itu. Mereka berkumpul di meja bundar mereka masing-masing, sambil sesekali melirik genit dan tertawa cekikikan, mencoba menarik perhatian Hyun Soo dan Dae Kwan…tawa yang bagi mereka terdengar merdu, namun bagi telinga Hyun Soo dan Dae Kwan sangatlah mengganggu…tapi keduanya berpura-pura tidak mendengar, dan mengacuhkan usaha-usaha genit para wanita itu.

Apa yang terjadi pada dua pria yang biasanya sangat ‘menghargai’ kegenitan wanita terhadap mereka itu? Apakah mereka sudah bertobat?

Selidik punya selidik…ternyata kecuekan Hyun Soo dan Dae Kwan itu disebabkan oleh kehadiran dua gadis cantik yang sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka berdua di pesta itu…mereka malah sedang asyik menggosip berdua, di tengah-tengah suasana pesta yang cukup meriah. Maka sia-sialah semua usaha para wanita muda, yang tentu saja berpenampilan cantik dan serba menarik, di hadapan pesona dua gadis muda cantik yang masih hijau itu.

Sejak awal, ketika dia menyadari posisi duduk Hee Young, Hyun Soo tidak pernah melepaskan pandangannya dari gadis itu.  Hee Young sedang duduk semeja bersama dengan si remaja pria yang dilihat oleh Hyun Soo saat pemberkatan, dan Eun Kyung, sahabat karibnya.

Semua gerak-gerik gadis itu tidak luput dari perhatian Hyun Soo…dari bagaimana gerakan saat Hee Young minum, berbicara, tersenyum dan tertawa (Hyun Soo menyadari ada lesung pipi yang menambah cantik wajah manis Hee Young saat dia tersenyum atau tertawa), sampai saat Hee Young menggerakkan kepala atau tangannya saat dia berbicara…semua itu diperhatikan dengan seksama oleh Hyun Soo, dan ajaibnya, Hyun Soo merasa sangat menyukai semua itu secara alamiah dan spontan…karena gerakan-gerakan itu dibuat oleh sang pemilik bukan sebagai tanda ingin menarik perhatian, tapi murni sebagai gerakan natural yang mempesona.

“Siapa dia?” tanya Hyun Soo pada Dae Kwan yang duduk di sebelahnya. Hyun Soo tidak menoleh pada sahabatnya itu, sehingga dia tidak tahu kalau Dae Kwan juga ikut melayangkan pandangan ke arah yang sama dengan dirinya.

“Siapa?” balas Dae Kwan yang juga tidak melepaskan pandangannya dari Eun Kyung.

“Dia…gadis yang duduk di sana, di dekat meja pengantin…siapa dia” tanya Hyun Soo lagi, tetap tanpa menoleh ke arah Dae Kwan…matanya tetap fokus menatap Hee Young.

Serta merta Dae Kwan langsung menolehkan kepalanya ke arah Hyun Soo. Hyun Soo tentu saja terkejut melihat gerakan tiba-tiba dari sahabatnya itu, lebih terkejut lagi ketika menyadari ada kegusaran dalam tatapan mata Dae Kwan kepadanya…dan ketika Dae Kwan bicara, nada suaranya sedikit meninggi.

“Kenapa? Kau juga menaruh perhatian padanya?”

Hyun Soo yang sama sekali tidak tahu siapa orang yang dimaksudkan Dae Kwan, balas bertanya,

“Memangnya menurutmu, aku menaruh perhatian pada siapa?”

Dae Kwan semakin kelihatan terganggu dengan kata-kata itu, dan dengan sedikit usaha untuk meredam emosi, dia kembali bersuara,

“Kau menaruh perhatian padanya, kan? Pada Han Eun Kyung? Aku tahu pasti kau pasti memperhatikannya! Aku katakan padamu, Lee Hyun Soo…kali ini kita harus bersaing secara sehat, aku tidak ingin mengalah padamu…sebab selama ini kau selalu merebut perhatian gadis-gadis dari diriku!”

Menyadari kalau sahabatnya sedang salah paham, Hyun Soo tidak bisa membendung rasa gelinya. Hanya karena demi alasan kesopanan dan tidak ingin menarik perhatian orang banyak, Hyun Soo mencoba untuk tidak tertawa keras-keras…dan itu sepertinya memerlukan usaha yang lumayan berat, karena saat melakukannya dia harus berpegangan pada bangku yang diduduki Dae Kwan.

Di lain pihak, melihat sahabatnya berusaha untuk tidak tertawa terpingkal-pingkal, Dae Kwan malah terbengong-bengong tidak mengerti. Dia merasa tersinggung dengan kelakuan Hyun Soo itu, namun di saat yang bersamaan dia juga merasa penasaran dengan apa yang menyebabkan sahabatnya seperti itu. Ditunggunya sampai tawa Hyun Soo reda, kemudian dia bertanya,

“Lee Hyun Soo, apa maksud dari tawamu itu?”

Hyun Soo mencoba mengatur napasnya sebelum menjawab pertanyaan itu. Butuh waktu beberapa detik sampai akhirnya dia bisa menguasai diri, dan mengeluarkan suaranya,

“Kau sudah salah paham, man! Aku sama sekali tidak tertarik pada Han Eun Kyung…aku tahu kalau kau tertarik padanya! Aku sama sekali tidak bermaksud menanyakan dirinya…yang aku maksud itu…dia! Dia, gadis yang memakai gaun krem itu…siapa dia? Dia adalah pengiring pengantin wanita yang tadi pagi, kan? Aku tidak sempat berkenalan dengannya di acara pemberkatan itu, karena harus keburu pergi ke kantor…aku hanya sempat memberikan ucapan selamat pada Jung Hwan-hyung dan istrinya…tapi tidak sempat menghampiri gadis itu dan berkenalan dengannya”

Jung Dae Kwan menyadari kekeliruan yang telah dilakukannya. Raut wajahnya berubah menjadi cerah ceria kembali, nada suaranya berubah jadi ringan dan riang lagi.

“I’m sorry, man…aku kira kau menanyakan gadisku. Hampir saja aku mengajakmu duel di tempat ini, kalau memang kau benar-benar tertarik padanya. Kau tahu kan bagaimana aku biasanya kalah kalau harus bersaing perhatian gadis-gadis denganmu, dan untuk yang satu ini aku tidak mau mengalah…dia gadis pertama yang membuat aku tergila-gila, man!”

“Arasso…arasso…jangan bahas panjang lebar lagi tentang bagaimana perasaanmu padanya, kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk merebut hatinya. Sekarang…fokus, man…siapa gadis yang duduk di sebelah Han Eun Kyung-mu itu?”

Penyebutan nama Han Eun Kyung sebagai miliknya, membuat wajah Dae Kwan semakin berseri-seri…Hyun Soo semakin geli dibuatnya, tapi itu masalah Dae Kwan…dia sendiri punya misi yang tidak kalah penting.

“Dengarkan aku baik-baik Lee Hyun Soo…aku juga tidak terlalu mengenalnya, aku hanya mengenal ayahnya. Yang aku tahu dia bernama Goo Hee Young, dia sangat cantik kan? Kalau saja aku tidak tergila-gila pada Eun Kyung terlebih dahulu, mungkin aku akan mengejarnya…mumpung kau belum mengenalnya” ucapan itu sukses membuat Dae Kwan mendapatkan pelototan kejam dari kedua mata Hyun Soo, Dae Kwan langsung membuat tanda permohonan maaf, lalu melanjutkan,

“Ayahnya yang duduk di sana itu” tunjuk Dae Kwan ke arah meja bundar yang berada di samping meja Hee Young, Hyun Soo mengikuti arah tunjuknya itu, “Pria yang memakai jas putih dan bunga mawar pink di saku kirinya, dia pria yang sama yang berjalan mengantarkan istri Jung Hwan-hyung ke altar tadi pagi…namanya dr. Goo Man Young, dia seorang dokter bedah yang ternama di kota Busan, kira-kira baru satu setengah tahun yang lalu dia pindah tugas ke rumah sakit milik keluargaku. Di sebelah kanannya itu adalah istrinya..”

“Ya, aku sudah pernah melihat nyonya itu di acara pemberkatan tadi pagi” sambung Hyun Soo.

“Cantik sekali, kan? Tidak heran kalau anak gadisnya tumbuh cantik seperti itu...” sekali lagi Dae Kwan mendapatkan pelototan kejam dari Hyun Soo, Dae Kwan terkekeh geli,

“Mian…mian…aku lanjutkan lagi, ya. Usia Goo Hee Young mungkin sebaya dengan Eun Kyung-ku…karena aku tahu kalau mereka kuliah di satu universitas yang sama. Beberapa bulan yang lalu aku bahkan sempat bertemu mereka di jalan sedang mengejar-ngejar bis yang biasa mengangkut anak-anak mahasiswa…sayang saja, mobilku berlawanan arah dengan bis itu dan aku berada di seberang jalan dari mereka, kalau tidak sudah kuangkut dua gadis cantik itu, lumayan kan buat pendekatan ke Eun Kyung…sayang tidak bisa dan hasilnya sampai sekarang aku tidak ada kemajuan dalam hal pengejaran Eun Kyung ini”

“Goo Hee Young mengejar-ngejar bis? Bukannya ayahnya kaya, mengapa dia tidak naik mobil saja?”

“Mana aku tahu? Kemungkinan besar gadis itu bukan gadis yang terbiasa dimanjakan dengan harta, dia mungkin saja dimanjakan dengan kasih sayang, tapi kalau dengan harta mungkin tidak…sebab, mana mungkin gadis mungil cantik dan kaya seperti dia mau susah payah mengejar-ngejar bis kota…dan itu pertama kalinya aku melihat Eun Kyung naik bis kota, biasanya kan dia diantar naik mobil kesana kemari…gadis itu pasti yang membawa perubahan pada Eun Kyung-ku”

Bibir Hyun Soo mengembangkan senyuman manis tanpa disadarinya, ‘Hmm…Gadis cantik dan kaya, tapi hidup sederhana…menarik sekali dirimu, Goo Hee Young-ssi…menarik sekali!’ pikirnya.

“Lalu siapa remaja laki-laki itu? Sewaktu di pemberkatan tadi pagi, aku melihatnya duduk dan dipasangkan dasi oleh nyonya Goo, siapa dia? Mengapa dia bersikap manja pada Goo Hee Young?” tanya Hyun Soo lagi. Dae Kwan terkekeh geli mendengarnya,

“Kau sudah mulai merasakan cemburu rupanya, Lee Hyun Soo…tadi padaku, sekarang pada remaja itu. Jangan khawatir, kalau yang itu aku tahu siapa…dia putra bungsu keluarga Goo, aku pernah bertemu dan berkenalan dengannya di rumah sakit…waktu itu dia mengunjungi ayahnya di sana, dan aku juga baru selesai rapat internal dengan staf rumah sakit…biasa cek keuntungan rutin…”

“Aku tidak tertarik dengan keuntungan rumah sakitmu” sambar Hyun Soo tidak sabaran, “Fokus hanya ke keluarga Goo, jangan ke dirimu sendiri…arasso?!”

Sekali lagi Dae Kwan terkekeh geli…dia menikmati hal ini, tidak biasanya Hyun Soo tertarik dan mengorek keterangan sedetail ini, biasanya dia akan mencari tahu sendiri…dengan caranya sendiri, tentu saja…

“I get it, man! Ok, kita lanjutkan lagi…namanya Goo Jae Hwa, kalau tidak salah dia baru berusia 14 tahun. Dia dan kakaknya akrab, ya? Setahuku hanya mereka, anak-anak dari dr. Goo dan nyonya Goo. Jadi jangan khawatir…jangan cemburu padanya, dia tidak berbahaya” goda Dae Kwan. Hyun Soo mengangguk-angguk sendiri, tidak terganggu dengan godaan Dae Kwan itu.

“Sekarang bagaimana? Mau melangkah maju? Sekalian saja dengan aku, aku juga mau mengajak Eun Kyung berdansa” seru Dae Kwan sambil menunjuk lantai dansa, beberapa pasangan tengah asyik berdansa…termasuk pasangan pengantin baru yang berbahagia.

Baru saja Hyun Soo mau mengatakan persetujuannya, bibirnya tertutup kembali. Dae Kwan memandangnya dengan bingung,

“Ada apa?”

“Lihat siapa yang datang mendahului kita…Bae Nam Wook” tunjuk Hyun Soo ke arah meja Hee Young dan Eun Kyung.
Melihat hal itu, Dae Kwan sudah akan beranjak dari kursinya dengan sedikit emosi…namun ditahan oleh Hyun Soo,

“Jangan. Kita lihat dulu, siapa yang diajaknya berdansa” saran Hyun Soo. Dae Kwan setuju lalu duduk kembali.


Bae Nam Wook yang tidak menyadari ‘bahaya’ yang ditimbulkan akibat tindakan ‘beraninya’, semakin mendekati meja Hee Young dan Eun Kyung yang tengah asyik menggosip dan tertawa-tawa, tanpa mempedulikan keadaan di sekitar mereka. Di sebelah kiri Hee Young, adik laki-lakinya tengah sibuk dengan ipad yang ada di tangannya sambil menyandarkan kepala ke bahu kakaknya, dia juga tidak menyadari kedatangan Nam Wook ke meja mereka.

Setelah berdehem dua kali, barulah Nam Wook mendapatkan perhatian kedua gadis itu, hanya Jae Hwa yang masih setia dengan kegiatannya.

“Ya, ada apa?” tanya Eun Kyung berusaha bersikap manis.

“E…e…bo…boleh…bolehkah saya mengajak anda berdansa, nona?” tanya Nam Wook gugup sambil mengulurkan telapak tangan kanannya pada Hee Young, yang tentu saja kaget dengan ajakan itu, bahkan Jae Hwa langsung berhenti dan menegapkan diri untuk melihat siapa yang mengajak kakaknya berdansa.

“Saya?” tanya Hee Young guna meyakinkan diri. Nam Wook kelihatan seakan-akan ingin pingsan mendengar suara Hee Young.

“Iy…iya…saya…saya…ingin mengajak…nona berdansa” ucap Nam Wook lagi, dan ketika sebuah senyuman manis mengembang dari bibir Hee Young, darah Nam Wook seakan ikut tersedot.

“Baik…ayo, berdansa” ujar Hee Young dengan riang, disambutnya uluran tangan Nam So itu, yang tentu saja sukses membuat Nam Wook seperti melayang di awang-awang . Eun Kyung dan Jae Hwa terpana dibuatnya.


Di meja lain, dua pasang mata juga tak kalah terpana menatap kejadian itu. Selama Nam Wook mendekati dan berbicara dengan Hee Young, Hyun Soo dan Dae Kwan seperti menahan napas mereka berdua…terlebih lagi Hyun Soo, rahangnya mengeras ketika dia melihat Hee Young menyambut uluran tangan Nam Wook.

“Kau kalah cepat, man. Bae Nam Wook yang terkenal canggung itu malah lebih tangkas darimu” goda Dae Kwan setelah ‘sembuh’ dari keterpanaannya.

Hyun Soo tidak menjawab, tatapannya terus mengikuti pasangan yang baru saja memeriahkan suasana di lantai dansa itu. Nam Wook jelas sekali canggung, apalagi dengan Hee Young sebagai pasangan dansanya…Hee Young sebaliknya, si cantik itu kelihatan sangat luwes berdansa, hanya saja kecanggungan Nam Wook membuatnya kelihatan berhati-hati…namun senyuman manis itu tetap terpahat di bibirnya yang ranum.

Tepukan Dae Kwan di bahu kirinya, membuat Hyun Soo mengalihkan perhatiannya sebentar…Dae Kwan sudah berdiri dari duduknya,

“Sekarang giliranku untuk mengajak bidadariku berdansa. Jumpa lagi nanti, Lee Hyun Soo”

Hyun Soo hanya mengangguk menanggapi kata-kata Dae Kwan itu, pikirannya hanya dipenuhi oleh Hee Young dan pasangan dansanya.

Sepeninggal Dae Kwan yang rupanya mendapatkan kejayaan dalam mengajak Eun Kyung berdansa, Hyun Soo dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita muda cantik yang rupanya berasal dari salah satu meja dimana wanita-wanita yang berusaha mendapatkan perhatiannya dan Dae Kwan, duduk.

“Lee Hyun Soo-ssi, bolehkah saya mengajak anda berdansa”

Walaupun terkejut dengan keberanian wanita itu, Hyun Soo menyambut ajakan itu dengan senyuman mautnya.

‘Kebetulan yang sangat bagus sekali’ ucap hati Hyun Soo senang.

Dibimbingnya tangan kiri wanita itu, yang sempat menoleh ke arah teman-teman semejanya dengan senyuman penuh kemenangan, ke tengah lantai dansa yang dipenuhi para pedansa yang asyik melenggokkan tubuh mereka, termasuk pasangan Hee Young – Nam Wook, dan Dae Kwan – Eun Kyung.

‘Syukurlah dansa ini bukan dansa waltz…kalau tidak…’ pikir Hyun Soo lagi dalam perjalanan ke lantai dansa. Diliriknya wanita yang kini dalam genggaman tangannya, wanita itu kini tersenyum lebar seolah baru saja memenangkan hadiah lotre miliaran Won.

Hyun Soo membimbing pasangan dansanya ke tengah, agak mendekati pasangan Hee Young dan Nam Wook yang kelihatan larut dalam dansa mereka, hanya saja berkali-kali Hee Young kelihatan harus menghindari terjangan kaki Nam Wook yang hampir saja membuat kakinya terinjak…di luar dari itu, Hee Young terlihat menikmati acara dansanya bersama Nam Wook.

Hyun Soo dan pasangannya mulai berdansa. Wanita itu juga berusaha untuk memulai percakapan di sela-sela dansa mereka, namun karena perhatian Hyun Soo lebih banyak diberikan ke tempat lain, dia akhirnya berhenti berusaha…namun raut kebanggaan karena telah berhasil mengajak Hyun Soo berdansa, tidak meninggalkan mimic wajahnya.

“Namamu siapa?” tanya Hyun Soo akhirnya, senyuman mautnya diberikan untuk wanita itu lagi.

“Namaku Go Hea Ja, Hyun Soo-ssi” jawabnya senang.

“Go Hea Ja -ssi” ucap Hyun Soo sekali lagi, wanita itu mengangguk kesenangan, “Sekarang Go Hea Ja -ssi…bisakah kita bergeser ke arah sana?” tunjuk Hyun Soo di sela-sela acara dansanya, telunjuknya jelas mengarah ke samping Hee Young berdansa.

Go Hea Ja yang tidak tahu apa-apa, mengangguk setuju. Diikutinya langkah Hyun Soo dengan perasaan yang semakin membuncah senang, sebab akhirnya Hyun Soo mau bercakap-cakap dengannnya. Dan tibalah mereka di samping pasangan Hee Young dan Nam Wook berada.

Di posisi baru mereka, Hyun Soo dan Hea Ja melanjutkan acara dansa mereka. Yang tidak diketahui oleh Hea Ja adalah, Hyun Soo sengaja berpindah tempat untuk membuka jalan baginya dan Hee Young melakukan kontak pertama mereka.

Selang beberapa menit dari kepindahan mereka, moment yang ditunggu oleh Hyun Soo akhirnya tiba. Menurut perhitungan Hyun Soo, kecanggungan Nam Wook akan membuka peluang pertama baginya untuk mendapatkan perhatian Hee Young, dan perhitungan itu tepat adanya.

“Choesonghaeyo…chongmal choesonghaeyo” ucap Nam Wook gugup ketika kakinya menginjak kaki Hea Ja yang sedang asyik berdansa di sampingnya. Seketika Hea Ja menghentikan gerakannya, Hee Young dan Hyun Soo juga ikut menghentikan dansa mereka masing-masing.

Hea Ja yang terinjak kakinya, bermaksud untuk membentak Nam Wook…tapi ketika sadar kalau Hyun Soo tengah memandanginya dan Nam Wook dengan seksama, sebuah senyuman palsu terpaksa dipasang di bibirnya yang dipoles warna merah seksi.

“Oh, tidak apa-apa…tuan Bae…tidak apa-apa…saya sendiri juga bersalah” ucap Hea Ja semanis-manisnya.

“Maafkan kami, tuan Bae…karena kami juga ikut bersalah, kami berdansa terlalu dekat dengan anda berdua” ujar Hyun Soo sambil tersenyum kepada Nam Wook dan lalu mengalihkan pandangannya kepada Hee Young yang balas menatapnya dengan penuh perhatian.

‘Kedua bola mata yang besar dan cantik’ puji Hyun Soo di dalam hati.

Sementara hati Hyun Soo berkata-kata, bulu kuduk Hee Young kembali meremang, seperti ketika di butik, dan tubuhnya sedikit menggigil lagi.

“Nona, anda tidak apa-apa?” tanya Hyun Soo agak cemas ketika melihat wajah Hee Young yang tiba-tiba memucat.

“Ne? Ah ya, Saya baik-baik saja, terima kasih tuan” jawab Hee Young cepat, senyuman dengan segera dipasang dibibir agar si penanya tidak lagi khawatir…rona di kedua pipinya kembali segar seperti semula…ada kelegaan di hati Hyun Soo melihat rona itu kembali lagi terpancar di kedua pipi mulus Hee Young.

‘Senyuman indah dan suara merdu...kau memang menarik, Goo Hee Young-ssi…tapi mengapa kau jadi pucat seperti itu tadi? Apa kau takut melihatku, nona manis?’ ucap hati Hyun Soo lagi, tatapannya tetap terpancang pada wajah mungil Hee Young yang juga tetap membalas tatapan matanya, dengan senyuman manis di bibirnya yang mungil dan ranum.

Selama beberapa detik, mereka saling memandang. Kontak mata antara keduanya akhirnya terputus ketika suara Hea Ja ‘menyadarkan’ mereka berdua,

“Hyun Soo-ssi, aku yakin nona ini baik-baik saja…benar kan, nona?” tanya Hea Ja kepada Hee Young yang langsung mengangguk menyetujui,

“Ya…saya baik-baik saja. Gamsahamnida buat perhatiannya” jawab Hee Young meyakinkan, pandangannya teralihkan ke Hea Ja.

“Benar kan kataku, Hyun Soo-ssi” ucap Hea Ja sambil melingkarkan lengan kirinya di lengan kanan Hyun Soo dengan agresif, Hyun Soo sama sekali tidak peduli dengan tindakan itu. Dia hanya menatap Hee Young lekat-lekat.

Ada kecemasan di hati Hea Ja saat melihat tatapan Hyun Soo itu sehingga secara agresif dia melingkarkan lengannya pada lengan Hyun Soo…hati kecilnya mengatakan kalau Hee Young sangat berbahaya bagi rencananya untuk mendapatkan perhatian penuh dari Hyun Soo.

“Apakah kau benar-benar baik-baik saja, Hee Young-ssi?” tanya Nam Wook yang sedari tadi hanya diam memperhatikan adegan setelah ‘tragedi’ injak kaki antara dirinya dan Hea Ja.

Hee Young menatap Nam Wook dan tersenyum untuk menenangkannya. Dan ketika Hee Young melakukan hal itu, Hyun Soo merasa sedikit terganggu.

“Kalau memang tidak ada masalah lagi, kami permisi dulu, nona…dan tuan Bae” ucap Hyun Soo dengan penuh kesopanan, walaupun sebenarnya di dalam hatinya bergolak bagaikan dodol mendidih.

Hyun Soo tidak berniat lagi melanjutkan acara dansanya dengan Hea Ja. Dengan lengan kanan yang masih digelayuti oleh lengan kiri wanita itu, Hyun Soo berangsur menjauh dari lantai dansa.

Hee Young dan Nam Wook jelas menganggap hal itu adalah hal biasa sehingga dengan tanpa beban keduanya melanjutkan dansa mereka, dan entah mengapa selepas kejadian itu, Nam Wook semakin luwes dan membuat Hee Young merasa nyaman bersamanya.

Hyun Soo kembali duduk di bangkunya, Hea Ja juga ikut duduk di sebelahnya. Pada awalnya Hyun Soo membiarkan saja hal itu, namun ketika dia merasa kalau Hea Ja sudah terlalu mengganggu konsentrasinya untuk memperhatikan Hee Young dan Nam Wook, Hyun Soo memutuskan kalau Hea Ja harus segera pergi dari mejanya,

“Maafkan saya bila saya harus mengatakan hal ini, Hea Ja-ssi…tapi saya hanya ingin sendirian saja sekarang. Dengan sangat menyesal, saya harus meminta anda untuk dapat meninggalkan meja saya ini”

Hyun Soo mengucapkannya dengan penuh kesopanan dan dengan senyuman yang terlihat menyesal di wajahnya, namun kata-kata itu bagai pisau yang menyayat hati Hea Ja. Dengan tidak berusaha menyembunyikan rasa terlukanya, Hea Ja segera bangkit dari tempat duduknya dan kembali ke mejanya sendiri. Demi kesopanan terhadap wanita, Hyun Soo ikut berdiri ketika Hea Ja pergi…dan setelah gangguan itu berhasil disingkirkan, Hyun Soo kembali melanjutkan kegiatannya ‘memata-matai’ gerakan Hee Young dan Nam Wook di lantai dansa.

Saat itulah Hyun Soo melihat Hee Young tertawa lepas, sesuatu yang lucu dan menarik rupanya telah diucapkan oleh Nam Wook sehingga membuat wajah cantiknya berseri-seri. Melihat Hee Young tertawa, hati Hyun Soo kembali bergolak panas.

‘Heran…kenapa aku harus merasa terganggu melihat keakraban mereka? Apa yang salah dengan diriku? Baru kali ini aku merasa tergerak oleh seseorang yang sama sekali belum aku kenal…ada apa dengan dirimu, nona manis? Mengapa kau sangat mempengaruhiku seperti ini?’ ucap Hyun Soo di dalam hati…pandangannya tetap terpaku pada Hee Young yang terlihat semakin menikmati pertemanan barunya bersama Nam Wook.

“Para hadirin sekalian…maafkan saya mengganggu keasyikan anda semua dalam menikmati dansa anda…tapi kita telah masuk ke dalam akhir acara” suara MC terdengar membahana, membuyarkan konsentrasi Hyun Soo serta membuat semua pasangan di lantai dansa berhenti bergerak, karena music yang mengiringi mereka sudah tidak terdengar lagi,

“Kita tidak ingin mengambil jatah pengantin baru untuk menikmati malam ini berdua saja bukan?” sambung sang MC yang langsung disambut seruan riuh dari para undangan yang hadir,

“Maka dari itu…saya meminta agar seluruh undangan wanita yang masih belum menemukan tambatan hati ataupun sudah tidak memiliki pendamping lagi, dapat berkumpul di tengah area dansa untuk menyambut kiriman buket bunga yang akan dilemparkan oleh mempelai wanita kita yang cantik, Kim Myung Hee”

Kata-kata sang MC bagai komando yang langsung dipatuhi oleh seluruh undangan wanita yang memiliki ‘ciri-ciri’ seperti yang disebutkannya tadi, termasuk Hee Young, Eun Kyung dan Hea Ja. Mereka berdiri berdesakan di lantai dansa yang sebenarnya cukup luas itu, sementara Myung Hee naik ke atas panggung dibimbing oleh suaminya dan diiringi tepukan riuh para undangan yang lain.

Hee Young berdiri di tengah-tengah antara Eun Kyung dan Hea Ja. Ketika melihat siapa yang ada di sampingnya, Hea Ja langsung memasang tampang tidak bersahabat. Hee Young yang merasa tidak melakukan kesalahan apapun juga terhadapnya, hanya bisa bengong ketika senyumannya dibalas delikan keji dari Hea Ja…Eun Kyung yang melihat, langsung membalas delikan itu dengan tak kalah keji...dia tidak rela sahabatnya diberi tampang galak oleh orang asing.
 
Hea Ja akhirnya menyerah. Masih dengan tampang kesal, dia memfokuskan perhatian pada buket bunga yang akan dilempar oleh Myung Hee.

“Ok…bersiap semuanya!” seru sang MC.

Hee Young yang tidak berniat sama sekali ingin menangkap buket bunga itu, tertawa geli ketika tubuh mungilnya semakin terhimpit oleh beberapa perempuan yang kelihatan sangat rakus ingin menangkap buket bunga cantik itu.

Myung Hee melempar buket bunga itu dengan riang ke belakang tubuhnya, dan para wanita muda di bawahnya berteriak bagai kesetanan berupaya menangkap buket yang dilemparkan oleh Myung Hee tersebut. Di tengah keriuhan itulah, Hee Young merasa seseorang menyikut dirinya sehingga dia harus merasakan kesakitan di pinggang kirinya dan akibatnya Hee Young makin terdorong ke samping kanan. Hee Young mencoba melihat siapa yang tega berbuat seperti itu pada dirinya, dan mendapati Hea Ja tengah menyeringai kejam, senang melihatnya kesakitan…Hee Young makin tak habis pikir dengan perilaku Hea Ja itu, dia tak mengerti mengapa Hea Ja jadi begitu membencinya.

Saat Hee Young tengah dilanda kebingungan, Eun Kyung berteriak di telinga kanannya,

“Hee Young-a…di atasmu…tangkap!”

Refleks akibat teriakan itu, Hee Young langsung melihat ke arah atas dengan tangan kanannya ikut terangkat…dan tanpa diduga, buket bunga itu dapat diraihnya hanya dengan satu lompatan kecil yang sama sekali tidak disadarinya…dan begitu Hee Young sadar dengan apa yang terjadi, buket bunga itu sudah ada di genggamannya.

Hee Young tertawa geli ketika melihat buket bunga itu berhasil diraihnya, Eun Kyung ikut tertawa bersamanya. Tapi tawa mereka langsung terhenti ketika Hea Ja yang masih berada di samping kiri Hee Young, mencoba merebut buket itu. Hee Young mempertahankannya dengan Eun Kyung sebagai pendukungnya…tenaga Hea Ja kalah dengan tenaga dua gadis muda yang melawannya itu, sehingga hasilnya buket itu tetap berada dalam genggaman Hee Young, walaupun sudah agak berantakan bentuknya...mimik wajah Hea Ja jelas semakin kusam dan penuh kebencian memandang Hee Young, yang kali ini memilih untuk tidak mempedulikan tatapan benci Hea Ja kepadanya.

Hee Young didaulat untuk naik ke atas panggung oleh Eun Kyung dan beberapa gadis muda lainnya…tepuk tangan dan suara tawa riuh mengiringi perjalanannya ke panggung.

Dari atas panggung, Hee Young mencoba melihat ke tempat kedua orangtuanya duduk…dan ketika melihat mereka, Hee Young melambai-lambaikan buket bunga yang berhasil diraihnya itu. Kedua orangtuanya tertawa senang sambil bertepuk tangan, ayahnya bahkan sampai membuat ‘standing ovation’ dengan bangga, seolah-olah putrinya baru saja memenangi sebuah kompetisi bergengsi. Hee Young, ibunya dan beberapa tamu  ikut tertawa melihat ulah ayahnya itu.

Tanpa disadari Hee Young, sepasang mata menatapnya penuh minat dan ketertarikan,

“Kau berhasil merebut buket bunga itu, nona manis…itu berarti kau yang akan menjadi pengantin cantik berikutnya…dan aku percaya, itu adalah tugas bagiku untuk mewujudkannya” bisik Hyun Soo lirih sambil menatap Hee Young lekat-lekat…bibirnya menyunggingkan senyuman penuh kemenangan…

Hyun Soo sudah mendapatkannya…wanita pilihan yang akan dibawanya ke hadapan omma dan aboji-nya, wanita yang akan menjadi ibu bagi pewaris nama keluarga & perusahaannya…wanita yang akan menjadi penyelamat hidupnya…wanita itu bernama Goo Hee Young, dan Hyun Soo bertekad untuk mendapatkannya!!!


to be continued,ya [hmpfh]...

gimana??? boring??? spt biasa,masukan + kritikan dr chingu2 semua,ane tunggu dgn senang hati [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love