Chapter two
Min ho sialan!!!!!!!!! mati kau!!
Hye sun berjalan melewati koridor sekolah, pandangannya menerawang mencari sosok sahabatnya So eun yang daritadi tidak ia temukan. Hye sun sudah mencoba untuk menelpon So eun tapi malah tidak diangkat dan semua itu membuatnya semakin penasaran tentang keberadaan So eun.
Setelah sekian lama mengelilingi sekolah Sun mulai merasa lelah dan memutuskan untuk mengakhiri pencariannya, tapi langkahnya terhenti saat melihat sosok jangkung yang ia kira bisa membantunya untuk mencari keberadaan So eun.
Dengan tergesa-gesa Hye sun berlari mengampiri Min ho yang berdiri didepan loker miliknya. “Heiii..” Ucap Sun saat sudah berada disamping Min ho
Mendegar panggilan itu Min ho berpaling dan darrrr... ia tersentak saat melihat muka Hye sun yang berjarak hanya 5 cm dari mukanya.
“heii jauhkan mukamu..” ucap Min ho gugup dan mulai grogi, sambil menjauhkan mukanya dari muka Hye sun.
“Hehehe..Miane!! Oh iya kau lihat So eun tidak?..” Sun menepuk pundak Min ho pelan. Sedangkan Min ho malah memandang Sun risih.
”mana aku tahu !! aku tidak memegangi kakinya..” jawab Min ho dingin dan terkesan sombong lalu pria itu pun pergi dari hadapan Hye sun.
Hye sun yang masih menganga tak percaya akibat perlakuan yang ia dapatkan tidak menyadari bahwa sekarang Min ho sudah berlalu dari hadapannya.
“Dasar.. Gilla!!..” umpatnya kesal, lalu berbalik menatap kepergian Min ho yang semakin lama semaki jauh. “Uhh~ aku tidak mau lagi berurusan dengannya..!!”
Hye sun memonyongkan bibirnya dan kemudian kembali berbalik melanjutkan pencariannya meninggalkan ruangan itu.
Betapa bahagianya Hye sun saat melihat sosok wanita yang sedari tadi ia cari-cari ternyata berada didepan kantin sekolah.
“Heii. So eun..” Hye sun berteriak sambil berlari mendekati So eun.
“Sun-a weo??,,”
“dari mana saja kau ? aku sudah mencari mu hampir setengah jam tahu..” umpat Hye sun kesal.
“Oh miane.. aku habis makan, perut ku keroncongan heheh..”
“Oh yasudah ayo kita pergi..” Sun menarik tangan So eun, mengajak sahabatnya itu kembali kekelas mereka yang sejuk.
“Heii, tunggu dulu..” Pinta So eun sambil menahan tarikan Hye sun.
Gadis itu menoleh ke arah sahabat yang ada dibelakangnya “Weo!!?” Tanyanya heran.
“Itu tuh...” So eun menunjuk kearah depan Hye sun, dengan gerakan lambat Hye sun menoleh mengikuti arah jari telunjuk So eun.
Senyuman manis terkembang dari bibir mungil Hye sun saat melihat idola sekolah nomor satu yang ia sukai sejak kelas 3 SMP. Itu dia Wu chun, cowok tertampan dan terpintar disekolah.
“masih mau pergi sekarang..” tanya So eun pada Hye sun yang mash memandangi cowok keren di sebrang lapangan.
Hye sun hanya menggeleng tanpa bersuara, ia masih fokus pada laki-laki yang sudah berhasil mengalihkan dunianya itu.
“Dasarr...”
***********
Jam keempat dimulai, seluruh siswa dan siswi di SMA Shinwa memasuki kelas mereka masing-masing, canda dan tawa mengiringi perjalanan mereka saat memasuki ruang kelas, tapi wajah cemberut dan kusam malah di tunjukan oleh gadis berkulit putih yang sedang duduk sambil menekukan bibirnya kebawah.
“Weo Sun-a? Kenapa wajahmu seperti itu..??” So eun menatap muka Hye sun yang berubah derastis dengan wajah saat di lapangan tadi. “Oh I know !! kau masih ingin melihat Wu chun kan ??..” tebak So eun Jitu.
Hye sun berpaling menatap So eun kemudian kepalanya menganguk-angguk dengan bibir yang masih ditekuk ke bawah. So eun yang melihat tingkah Hye sun langsung tertawa.
“Hahahahh.. dasarr, dasaarr.. hahaha !..”
Hye sun semakin kesal saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari So eun. Ia langsung membuang mukanya menghadap jendela yang ada disampingnya.
Dan Takkk...
Penghapus pensil yang lumayan besar mendarat tepat di atas kepala Hye sun, dengan murka Hye sun berdiri sambil memegangi kepalanya yang terasa perih.
“Siapa yang melakukan ini ah !!!..” Tanyanya dengan emosi yang tinggi.
Seorang lali-laki jangkung yang duduk paling belakang di barisan Hye sun mengangkat tangan saat mendengar pertanyaan Hye sun ”Aku !!’’ jawabnya polos tanpa rasa bersalah.. “dan sekarang kembalikan penghapusku,,”
Hye sun berbalik “Kau!!!.. yaa Lee Min Ho !!..” ucap Hye sun sambil menggenggam erat penghapus di tangannya, pandangannya lurus tertuju pada Muka tak bersalah yang di tunjukan Min ho. “Kau ini Gila..”
Min ho mengerutkan alisnya dan menaikan setengah bibirnya keatas, kemudian dengan mudahnya ia menjulurkan lidah kepada Hye sun,yang membuat gadis itu semakin murka.
“LEE MIN HOOOO!!!!...” Teriak Hye sun keras kemudian melempar penghapus yang sedari tadi di genggam nya ke arah muka Min ho tapi sangat disayangkan penghapus itu meleset tak mengenai sasaran dengan tepat.
“Goo hye sun!! Apa yang kau lakukan !!..” tegur seorang wanita yang berada di belakang Hye sun. Suara itu sangat dikenal Hye sun, suara yang membuatnya bisa mati berdiri seketika, yaitu suara Mrs.Elli. guru yang paling Killer di Shinwa, guru wanita yang di takuti oleh seluruh siswa di sekolah sebesar ini, dan sekarang ia kepergok menjerit-jerit di depan Mrs.Elli.
Dengan ragu Hye sun membalikan badannya kedepan dilihatnya Mrs.Elli yang berdiri tegak sambil menatapnya tajam.
“Apa yang kau lakukan??..” tanya Mrs.Elli untuk yang kedua kalinya. “Kenapa kau berteriak dikelas!??..”
Hye sun gugup tak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan padanya “Err..Err sa..saya.. Emm.. saya..” belum sempat Hye sun berbicara Min ho sudah menjawab pertanyaan Mrs.Elli yang bukan di ajukan untuknya.
“Saya yang menjahilinya Bu..” sahut Min ho sambil berdiri dan mendekat ke arah Mrs.Elli. “Mianhae..” Min ho membungkuk pada Mrs.Elli kemudian menatap Hye sun kesal.
“Kalian berdua ke ruangan ku sekarang !!..” Mrs.Elli pergi menininggalkan kelas sambil diikuti oleh Min ho dan Hye sun yang terlihat sangat menyesal.
Seperti hal pada umumnya, jika di panggil ke ruangan guru pasti apa yang terjadi. Tentu saja Hye sun dan Min ho di ceramahi habis-habisan, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Mrs.Elli harus mereka jawab dengan hati-hati kalau tidak bisa fatal akibatnya. Tidak hanya itu mereka juga sempat diancam akan dipanggil orang tua, tapi syukurlah dengan tangisan Hye sun dan perkataan manis dari Min ho hal itu dibatalkan.
Sekeluar Hye sun dan Min ho dari ruangan Mrs.Elli, Hye sun menatap Min ho tajam dan penuh amarah.
“Ini semua salah mu..” ucapnya sambil menunjuk tepat depan wajah Min Ho.
“Siapa yang berteriak-teriak tak karuan ah??..” tanya Min ho sambil menyingkirkan tangan Hye sun didepan hidungnya.
“Tapi kalau kau tidak Jahil aku tidak akan memarahi mu..”
Tanpa membalas ucapan Hye sun Min ho berjalan pergi meninggalkan gadis itu untuk yang kedua kalinya. Hye sun yang di tinggal hanya bisa mengumpat kesal dalam hatinya berharap agar laki-laki bangsat itu bakal mati di sambar petir atau pun di ambil oleh kloset.
****@@@****
Jam sekolah telah berakhir, Hye sun keluar dari gerbang utama Shinwa dengan muka yang masih sama yaitu cemberut, ia masih kesal dengan ulah Min ho tadi yang mengakibatkan mereka harus berhadapan dengan Mrs.Elli.
Penderitaan gadis itu semakin bertambah saat tahu kalau hari ini eommanya tidak bisa menjemputnya, dan tentu saja cara satu-satunya untuk pulang adalah naik Bus. Dan Sekarang disinilah Hye sun menunggu kedatangan Bus di depan gerbang Shinwa yang sangat besar dan luas.
Memang dasar kalau jodoh gak kemana! Keberuntungan saat ini sedang mendekati Hye sun, karena saat ini ia kembali melihat dambaan hatinya Wu chun. Laki-laki itu sedang berdiri bersama temannya.
Dimata Hye sun saat ini Wu chun sangat terlihat tampan, rambutnya yang sedikit panjang tertiup angin dan menutupi sebagian dari wajahnya, dan senyuman yang laki-laki itu berikan pada semua orang yang menyapanya membuat Hye sun semakin tergila-gila. Pandangan Hye sun sudah tertuju sepenuhnya terhadap Wu chun sampai-sampai ia tidak memperhatiakan orang yang melihat tingkah konyolnya itu.
Laki-laki jangkung yang terlihat sangat geram dan kesal terhadap tatapan Hye sun pada Laki-laki lain. Dengan penuh kesabaran ia berjalan mendekat kearah Wu chun dan merangkul pundak laki-laki yang lebih pendek darinya itu.
“Heii Wu chun.. Ada salam tuh dari Hye sun !! dia bilang dia suka dengan Loh!!!!!..” ucap Min ho keras dan nyaring, membuat semua mata yang berada di sana tertuju pada Wu chun dan Hye sun bergiliran. Wu chun pun juga ikut melirik ke arah Hye sun yang menganga tak percaya.
Hye sun membelakkan matanya, mulutnya mmenganga saat mendengar perkataan Min ho yang sangat, sangat jelas di telinganya. Dengan terburu-buru Hye sun berlari masuk kedalam Bus yang kebetulan lewat didepan gerbang Shinwa. Muka gadis itu memerah menahan malu dan juga amarah yang ia rasakan.
LEE MIN HO SIALAN !!! BENAR-BENAR GILAAA.. Jerit Hye sun didalam hatinya..
TBC..
Mianhe ...kalo jelek
Ditunggu kommentnya ya :D