Author Topic: I Love You Bad Boy (Hiatus)  (Read 22637 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: I Love You Bad Boy
« Reply #330 on: April 29, 2011, 01:12:57 am »
"Hyun joong kenapa ?" Tany Bibi jang khawatir, sambil melihat Hyunjoong terbaring lemah di atas ranjang

"Tak tahu bi, aku menemukannya ditaman sebelah apartemen" Hye sun mulai memeras handuk kecil. Lalu meletakkan di kening Hyun joong

"Sepertinya dia demam" Terka Bibi jang, sambil mengamati
"Ne.. Aku juga berpikiran seperti itu" Tambah Hye sun yang kini diam memandang Hyun Joong

Hye sun tersentak saat Hyun joong menggelengkan kepala berlawanan arah dan bergumam

"Aku...Aku telah melihat kau terlalu lama.. Aku berdiri disana... Tanpa kata-kata... Menyembunyikan... Menyedihkan hatiku.. Hye sun"

Mendengar itu, Hye sun hanya mampu terdiam. Ia tak bisa mencerna perkataan Hyun Joong

"Joongie Mianhe" lirihnya sambil menundukkan kepala. Merasa begitu bersalah

***

Minho masuk kedalam apartemannya. Alisnya berkerut, karna tidak ditemukan sosok sang istri yang menyambut kepulangannya

"Dimana Hye sun ?" Tanyanya pada pelayan yang sedang menutup pintu
"Oh agashi ada dikamar tamu, dorenim" Jawab pelayan itu dengan Hati-hati

"Sedang apa dia disitu ?" Tanya Minho keheranan
"Temannya sakit, dan sekarang berada dikamar itu, dorenim" Lanjut pelayan itu sambil menundukkan kepalanya

Minho semakin penasaran. Teman ? Tapi siapa, batinnya. Segera saja ia berjalan kearah kamar tamu, disamping kamarnya dengan Hye sun. Ketika sudah sampai didepan kamar, langkahnya terhenti.
Matanya melebar, tak percaya. Tenggorokannya tercekat, sulit mengeluarkan suara, rasa amarah yang begitu berkecamuk hinggap didalam dada saat dilihatnya Hyun joong tertidur lemah serta disisinya Hye sun dengan Setia merawatnya

Merasa ada yang memperhatikan, segera saja hye sun menoleh. Dan benar saja, Minho sedang mendelik kearahnya dengan pandangan mata yang begitu tajam. Hye sun segera berdiri

"Minho a..aku" ucapannya terhenti, saat Minho segera berlalu dari situ. Ia menarik nafas sejenak

"Ya Tuhan... Ia salah paham, pasti ia marah"

***

Minho melangkah lebar menuju kamarnya. Dengan cepat, ia melepas jas hitam yang ia kenakan, dan membuangnya kesembarang tempat dengan kasar. Lalu, dasinya kini ia koyakkan.
Ia duduk ditepi rangang dengan nafas yang memburu cepat, emosinya kini menjalar

"Aarrgghhh Brengsek !!!" teriaknya lantang sambil meremas seprei bewarna putih hingga kusut

"Minho dengarkan aku" Kata hye sun, ia kini duduk disamping Minho.

Minho memejamkan mata begitu erat, menarik nafas panjang mencoba menenengkan diri. Sekuat tenaga ia mendorong perkataan kasarnya untuk menghardik Hyesun.

"Kau tahu kan, Aku tak bisa melihatmu bersamanya" ucapnya dingin, kemudian berdiri, memilih memunggungi Hye sun

Hye sun perlahan ikut berdiri, menghampiri Minho. Ia melihat punggung itu dan mulai memeluknya erat
"Aku tahu, tapi sekarang dia sedang sakit. Aku tak tega membiarkannya pulang sendiri dengan tubuh lemah begitu" tukasnya lembut

"Jangan salahkan aku jika setelah ini aku akan berkata kasar padamu" Minho menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong

"Mianhe Minho" ucap Hye sun dengan suara pilunya, ia mendekap tubuh minho lebih erat

"Hhh... Aku benci ini !" Minho mendesah berat, ia mulai sedikit luluh dengan dekapan erat Hye sun

"Buat apa dia berada disini" tanya Minho
"tadi ia bertamu kemari, kami hanya berbicara biasa. Tapi ketika hujan, aku melihatnya ditaman sedang tersungkup, lalu aku menolongya" tutur hye sun

Minho mulai menggenggam tangan hye sun yang ada dibahunya.

"Jangan kau yang merawatnya ! Suruh ajhuma" perintahnya

"Ne sayang" Hye sun tersenyum dan melepaskan pelukannya, ia pun mencium pipi Kiri Minho
"Gomawo kau mau mengerti" Lanjutnya lagi

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]