Author Topic: Love Story of Teenager Ending Chap, May 18, 2011  (Read 5031 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 4

“ Lee Min Ho…!!! Bangun! ” Teriak Mrs Lee histeris, sedangkan Mrs. Goo menundukkan kepalanya, tidak berani melihat ke arah ranjang. Benar saja, Mino memeluk hye sun dari belakang dengan posisi kaki sebelah kanan di atas pinggang hye sun. Melihat posisi ini, mino keliatan sedang memeluk bantal. Dan sepertinya, mino tidak sadar apa yang telah ia lakukan, tidak sadar dia berada di mana sekarang malahan ia terlihat seperti dikamarnya sendiri.

“ Omma… ini masih malam kenapa sudah membangunkanku!! ” balas mino dan setelah itu melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya. “ Lihat masih jam 9 malam… biarkan aku beristirahat.. aku capek! ” Teriak mino, lalu memeluk “ bantalnya ” lagi.. Sedangkan hye sun, ia tak sedikitpun terpengaruh oleh teriakan ibu dan anak itu. Ia malah terbuai dengan mimpinya sendiri dan tersenyum manis ( itu mimpi indah atau karena pelukan mino? )

“ Yya, bangunn.. kau sekarang tidak di kamarmu, tapi di KAMAR HYE SUN ” teriak Mrs. Lee di telinga mino keras.

“ Mwo..!! ” Tiba-tiba mino bangun dan tak sengaja mendorong hye sun, dan apa yang terjadi…

Bukk…

“ Awww…. ” terdengar teriakan hye sun di bawah ranjang

Mrs. Goo segera menghampiri hye sun sedangkan Mrs. Lee menatap Mino marah dan Mino hanya memandang hye sun kasihan dan tak percaya.

“ Yaish.. siapa yang mendorongku!! ” Teriak Hye sun keras.

“ Apakah ada yang sakit sayang.. ” Tanya Mrs. Goo cemas dan memeriksa keadaan tubuh anaknya.

Hye sun tidak menjawab, ia merangkak naik ke ranjangnya. Seketika ia melihat mino duduk di atas ranjangnya. Hye sun menganga, ‘ kenapa mino bisa disini ’

“ Mi.. Miane ” Ucap mino pelan

“ Mwo.!! ” Hye sun bingung kenapa mino minta maaf kepadanya. Tapi, Mrs. Goo membisikkan sesuatu ke hye sun, mata hye sun melebar, dan tampangnya mengeras, pipinya memerah menahan amarah, sepasang tangannya terkepal erat.

Mino yang melihat perubahan diwajah hye sun menjadi takut. Ia tahu apa yang di bisikkan Mrs. Goo. Mino menghembuskan nafasnya pasrah

“ KAU..!! ” Hye sun menunjuk wajah mino. “ Awas kau.. ” Geram hye sun

Tanpa aba-aba, hye sun menerjang mino, memukul mukul tangan dan dada mino, mencakar cakar wajah mino, tapi mino segera menghindar dan menepis tangan hye sun cepat, karena tidak puas, hye sun terus meluncurkan tangannya di wajah mino, akhirnya kuku panjang hye sun mengena di pipi mino. Hye sun yang baru sadar dari kegilaannya, segera menutup mulutnya yang menganga..

“ Miane.. Aku ” Hye sun tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Ia bingun sekarang.

“ Yaish.. apa yang kau lakukan huh!! Lihat wajahku, lecet karenamu. ” Omel mino kepada hye sun..

“ Aku tidak sengaja tahu.. Lagian, kenapa kau tidur di ranjangku dan parahnya lagi kau memelukku dari belakang. Kau mau memperkosaku ya!! ” Umpat hye sun ke mino..

“ Sabar sayang, jangan emosi ” Bisik Mrs. Goo menenangkan hye sun. Namun, bisikan itu tidak berpengaruh bagi hye sun.

“ Mwo!! Kau menuduh ku.. aku tidak melakukan apa apa, aku capek menggendongmu dari lantai satu. Kau itu B-E-R-A-T. ” Balas mino tak kalah kerasnya..

“ Apa kau bilang!! Kau mengejekku Hah!! ” Lagi-Lagi hye sun menyerang mino, namun kali ini tidak dengan kukunya, tapi dengan bantal yang ada di sampingnya. Cukup bekas cakaran itu yang ada di wajah mino.

Mino yang awalnya pasrah dengan pukulan hye sun, sekarang ikut-ikutan menyerang hye sun, mino berusaha meraih tubuh hye sun, tapi tak bisa, karena hye sun dengan gesit menghempaskan tangan minho. Mino tak mau kalah ia harus memberi pelajaran ke hye sun. Akibatnya, ia tak sengaja menarik rambut panjang hye sun, mino kaget, beberapa helai rambut hye sun berada di tangannya, hye sun yang merasakan sakit dikepalanya karena di tarik mino, akibatnya hye sun melakukan hal yang sama, akhirnya mereka main tarik tarikan. Karena kedua orang tua mereka tidak tahan dengan sikap kekanak-kanakan, mereka, mencoba melerai hye sun dan mino. Bukannya berhenti malah menjadi parah, teriakan-teriakan hye sun dan bantahan mino menggema di rumah itu malahan sampai kerumah tetangga. Serentak, para tetangga itu keluar dan menoleh ke rumah hye sun. Mereka sempat berpikiran yang tidak-tidak, tapi mereka mengacuhkannya. “ Emang gue pikirin ”

“ CUKUP SUDAH!! ” Bentak Mrs. Goo. Wanita yang biasanya sabar ternyata tidak tahan dengan kejadian ini.
Hye sun yang awalnya berusaha menarik rambut mino, terkejut sesaat. Ia tidak menyangka, ommanya ini bisa keras juga.

“ Mino kau pulang SEKARANG! Dan Mrs. Lee.. ada yang ingin aku bicarakan ” Ujar Mrs.Goo setelah perasaannya tenang.

>>>>>>******<<<<<<

“ Apa yang ingin kau bicarakan, sahabatku? ” Tanya Mrs. Lee

“ Kau lihat kan, apa yang dilakukan anak kita? ” Tidak ada jawaban dari Mrs. Lee. Mrs. Goo menghela nafas dan melanjutkan “ Aku tidak tahu apa yang dipikirkan hye sun. Ini sudah menjadi aib bagiku.. ”

“ Lalu,? ” Tanya Mrs. Lee yang masih tidak mengerti

“ Aku sudah berjanji pada haraboji hye sun untuk menjaga hye sun sebaik mungkin. Kejadian tadi tidak boleh terjadi karena haraboji hye sun sangat menentang anak atau cucunya tidur satu ranjang dengan lelaki lain tanpa ada ikatan pernikahan, meskipun tak melakukan apa-apa. Dan aku telah gagal. Hanya ada satu cara, kita harus menikahkan mino dengan hye sun atau tunangan. Bagaimana? ”

“ Hey, tidak bisa begitu.. Mereka hanya tidur dan tak melakukan apapun. Mengapa harus dinikahkan? ” Teriak Mrs. Lee kaget

“ Pokoknya tidak bisa. Bagaimana kalau suatu saat hye sun punya kekasih dan kekasihnya tahu kalau hye sun sudah pernah tidur satu ranjang dengan lelaki lain walaupun tidak melakukan apa-apa. ” Balas Mrs. Goo tak kalah keras

“ Hye sun bisa menceritakan yang sebenarnya. Lelaki itu pasti percaya ”

“ Tidak semua lelaki seperti itu. Kebanyakan lelaki sulit mempercayai kekasihnya. Apalagi masalahnya seperti ini ”

“ Huh… Terserah kau saja. Jadi, kita menikahkannya begitu kan?  ” Ucap Mrs. Lee pasrah

“ Yap, hanya itu jalan satu-satunya. Berkelebihan memang. Tapi demi putriku, tak masalah ”

“ Tapi tidak semudah itu kita menyatukan mereka. Aku yakin mereka akan menolak perjodohan ini, apalagi mino. Ia sangat keras kepala. Hye sun juga begitu kan? Mengingat kau dulu sangat keras kepala ” Ujar Mrs. Lee sambil meledek
Mrs. Goo

Mrs. Goo hanya membalas dengan cibiran atas omongan Mrs. Lee. Tapi hanya sebentar. Tiba-tiba Mrs. Goo berteriak senang karena mendapat ide

“ Aku punya rencana.. ”

“ Rencana apa? ” Tanya Mrs. Lee penasaran

Mrs. Goo mendekat dan membisikkan sesuatu ke Mrs. Lee. Tampak kebingungan dari Mrs. Lee. Dia kurang yakin kalau rencana ini berhasil.

>>>>>>******<<<<<<

Tok… Tok… Tok…

“ Mino-a, lihat kedepan siapa yang datang! ” Teriak Mrs. Lee dari arah dapur

“ Ne… ” Balas mino dengan nada malas. Karena ia baru bangun. Sambil menuju ruang depan mino sempat melirik jam yang ada di dinding, disana tercetak jam 06.00 pagi. Mino hanya mengernyitkan dahinya. ‘ Siapa yang datang sepagi ini ’

Kleeekk…

Terdengar pintu yang dibuka oleh mino. Ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang datang. Pertama yang pasti, tamunya ini adalah seorang wanita. Matanya yang sudah merem itu, mencoba menyipitkan matanya melihat lebih jelas.
Tiba-tiba…

“ Mwo!! Ke..kenapa k..kau d..dis.ssini? ” Tanya mino sambil menunjuk ke wajah wanita itu. Tangannya bergetar, seakan-akan ia baru melihat hantu di pagi hari.

Wanita itu menjitak kepala mino keras “ Kau sopan sedikit kepada orang tua. Berani-beraninya kau menunjuk-nunjuk wajahku dan memanggilku dengan sebutan ‘ KAU ’ kepadaku. Dasar! ” Setelah mengatakan itu, wanita itu menjitak kepala mino lagi tapi kali ini lebih keras hingga mino menjerit..

‘ Dasar!! Mrs. Goo sama saja dengan Goo hye sun, tidak ada bedanya. Sama-sama parah.’ kata mino pelan, tapi ucapan itu terdengar oleh Mrs. Goo

“ Hey pemuda yang tidak sopan. Apa yang kau bilang tentang hye sun hah? ” Kata Mrs. Goo keras. Mino yang
mengetahui bahwa Mrs. Goo marah berniat melarikan diri dari situ. Baru beberapa langkah, teriakan Mrs. Goo terdengar lagi.

“ Hey mino. Ke sini. Ada yang mau ahjumma perbincangkan denganmu. ” Tiba-tiba saja amarah Mrs. Goo hilang. Sekarang suaranya lebih lembut

“ Apa yang ahjumma mau perbincangkan dengan ku? ” Mino bertanya dengan hati-hati, takut nanti ada perkataan yang salah

“ Kau harus bertanggung jawab. ” Mrs. Goo memulai pembicaraannya

“ Tanggung Jawab dalam hal apa? ” Tanya mino tak mengerti

“ Kau tahu. Setelah kau pulang, hye sun menangis histeris, ia tidak menyangka telah tidur dengan seorang lelaki seperti mu. Ahjumma khawatir dengan keadaan hye sun saat ini. Ia dari kemaren tidak tidur, dia hanya menangis. Jadi, kau harus menikahinya. HARUS! ”

“ Ta..tapi aku tidak melakukan apa-apa ” mino mencoba membela dirinya.

“ Tidak melakukan apa-apa katamu?? Bagaimana dengan posisi kamu memeluknya dari belakang dan meletakkan sebelah kakimu diatas pinggangnya. Seakan-akan hye sun adalah sebuah bantal! Menurutmu itu bukan merupakan suatu
perbuatan yang biasa-biasa saja begitu! Itu sudah sangat keterlaluan namanya! ” Emosi Mrs. Goo terpancing lagi karena perkataan mino..

“ Aku tidak sengaja ahjumma. Tubuhnya terasa hangat dan nyaman saat dipeluk, sama dengan bantal yang ada dika..mar..ku ” Perkataan mino perlahan-lahan memelan karena ia menyadari perkataannya tidak tepat.

“ Begitu. ” Suara Mrs.Goo memelan dan senyuman terukir diwajahnya. “ Bagus kalau kau sudah mulai menyukai hye sun, otomatis kau mau bertanggung jawabkan ” Kata Mrs. Goo senang. Belum sempat mino membantah perkataan Mrs. Goo. Mrs. Goo sudah mendorong mino ke lantai dua dimana kamar mino berada seraya berucap “ Kau siap-siap ke sekolah sekarang, ahjumma akan menunggumu disini. Lalu, antarkan ahjumma pulang, kau dan hye sun pergi sekolah bareng. Setiap hari dan JANGAN MEMBANTAH ”   

>>>>>>******<<<<<<

Pagi hari disekolah

“ Woii… Hey Lee Min Ho, kenapa wajahmu kusut hah?! ” Tanya Geun Seuk dan Hong Ki bersamaan. Geun seuk menekan bahu kanan minho, sedangkan hong ki sebelah kiri

“ Singkirkan tangan kalian ” balas mino ketus

“ Whoa.. dia sensitive sekali. Apa yang terjadi padamu? Ayo ceritakan ” kata hong ki mendesak mino

“ Tidak ada urusannya denganmu.. ” Jawab mino kesal

“ Apa ada kaitannya dengan Hye Sun? ” Terka Geun Seuk

Mendengar nama hye sun badan Mino menegak. Ia tak menyangka Geun Seuk mengetahui pikirannya.

“ Bagaimana.. kau.. tau..? ”

“ Tadi pagi kami melihat kau menjemput hye sun di rumahnya. ” Jawab Geun seuk

“ Wah, berarti kau sudah mendapatkannya. Dan kami kalah? ” Tanya Hong Ki

 “ Hah.. Belum bisa dikatakan begitu. Karena… ” Mino tak dapat melanjutkan kata-katanya

“ Karena apa? ”

“ Aku dijodohkan dengan Hye sun ” Jawab Mino pelan

“ WHAT!! Bagaimana bisa? ” Tanya Geun Seuk penasaran

“ Begini… bla bla bla ” Mino menceritakan kejadian kemaren ke Geun Seuk dengan Hong Ki. Hong ki dan Geun Seuk
menyimak curahatan hati mino dengan serius. Hamper dipenghujung cerita, senyuman terukir dibibir Geun Seuk dan Hong Ki.

“ Yeah…!!! ” Teriak Geun Seuk dan Hong Ki bersamaan setelah mino selesai bercerita yang menurut mereka adalah “
Happy Ending ” itu. Mereka berpelukan dan melompat-lompat kegirangan. Mino yang melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya itu menjadi bingung dan bertanya.

“ Kalian kenapa? ”

“ Kau kalah mino.. ” balas Geun Seuk dengan senyuman lebar

“ Kalah? ” Tanya mino bingung.

“ Yah… Kalau kau dinikahkan oleh ommanya hye sun berarti kau kalah dalam taruhan yang kau buat. Kau memang mendapatkan hye sun tapi bukan karena usahamu sendiri kan? Karena kesalahanmu. Jadi, siapkan uangmu untuk
membelikan kami mobil. Anggap saja kami ini sedang berulang tahun bagaimana? ” Geun Seuk dengan senyuman lebarnya menjelaskan secara detail.

“ Ta..tapi.. ” Mino mencoba membantah tapi Hong Ki menggerakkan telunjuknya kekanan dan kekiri dengan cepat serta senyuman yang makin lama makin membuat mino jengkel.

“ Baiklah. Terserah kalian saja. Tapi, mobil yang kalian mau tidak sekarang. Beberapa minggun kedepan kalian akan mendapatkannya. Puas! ” setelah mengatakan itu, mino menuju kelasnya. Sedangkan Geun Seuk dan Hong Ki tersenyum bahagia atas kemenangan mereka.

>>>>>>******<<<<<<

“ Hye Sun ” Panggil mino ketika melihat hye sun yang juga menuju kelas.

Hye sun yang mendengar panggilan mino menoleh dan berbalik dan berniat meninggalkan mino. Hye sun masih kesal karena tindakan mino kemaren.

“ Miane sun-a.. ” Suara mino terdengar lemah, mino tidak tahu kenapa ia seperti ini. Tapi, ini yang dirasakannya. Hye sun yang marah membuatnya kecewa. Sakit rasanya.

Hye sun tidak menjawab, dan perlahan melangkahkan kakinya. Entah apa yang dipikirkan mino, ia melangkah ke arah hye sun dan menarik hye sun hingga berhadap-hadapan.

“ Miane.. Sungguh aku tidak sengaja menarik rambutmu. ” Ucap mino penuh sesal.

“ Lupakanlah. Aku tidak apa-apa. Sekarang, lepaskan tanganmu dari tanganku. ” Ucap hye sun sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman mino.

“ Ti-dak, sebelum kau memaafkan aku, aku tidak akan melepaskan tanganmu ” mino menggenggam tangan hye sun lebih erat saat merasa hye sun memberontak

Tiba-tiba dari arah belakang, seorang murid berlari-lari dengan cepat sementara temannya mengejarnya di belakang, entah sengaja atau tidak, murid tersebut menarik tangan hye sun yang tidak digenggam mino. Akibatnya, hye sun tertarik kebelakang, karena tangan mino menggenggam tangan hye sun yang lain, mino juga ikut-ikutan tertarik. Dan murid yang menarik hye sun tadi melepaskan tarikannya. Akhirnya, hye sun terjatuh dan mino menghimpitnya.

“ Aww.. ” teriak hye sun kesakitan

Mino segera mengangkat badannya yang menghimpit hye sun dan bertemu pandang dengan bola mata hye sun yang bulat. Mino terdiam, mata itu sangat menarik menurut mino, setelah puas menatap mata hye sun. Penglihatannya menurun menuju bibir tipis merah milik hye sun. Jantung mino berdegub dengan kencang. Tak tahu mengapa, kepala mino menurun menuju wajah hye sun dan menempelkan bibirnya di bibir hye sun. Hanya menempel tapi mampu mebuat hye sun kaget. Koridor sekolah tempat minho dan hye sun berada sangat sepi, karena koridor tersebut jarang dilalui siswa. Jadi, tidak ada yang melihat mereka berciuman. Tiba-tiba bel istirahat berbunyi, mino sadar apa yang telah ia lakukan begitu pula dengan hye sun. Mino langsung berdiri, lalu membantu hye sun.

Plakkk….

Hye sun menampar mino. Mino memandang hye sun tak percaya, mino melihat pipi hye sun memerah dan juga matanya, ada bening-bening air yang akan siap mengalir.

Setelah menampar mino, hye sun berlari meninggalkan mino sendirian.

End Chap


Akhirnya selesai juga  [sweat] [sweat]
Maaf kalau bosen  [heh]