Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17302 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Laki-laki berparas tampan itu mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali. Masih terasa berat untuk membuka kedua onyxnya sepenuhnya. Tapi dia tetap beranjak bangun, dia bukan orang malas.
Tangan kanannya terayun ke meja di sebelah ranjangnya, mematikan alarm ponselnya yang berdering―dan telah berhasil membuatnya bangun.
Setelah merasa energinya cukup. Min Ho―nama laki-laki itu―melangkahkan kaki ke jendela besar di kamarnya, dan membukanya lebar-lebar. Membiarkan udara dingin khas musim gugur berebut masuk ke dalam kamarnya, dan dihirupnya dalam-dalam.
"Hari ini akan menjadi minggu yang membosankan." gumamnya tepat sebelum ponselnya berdering.
Segera diangkatnya telefon itu setelah mengetahui siapa yang menelefon. "Hm?"
"Min-aaa! Min di rumah nggak? Temenin, yuk! Kan ini awal bulan, aku mau beli teenlit, ya ya ya? Sekalian jalan-jalan gitu." suara lucu seorang gadis di seberang sana langsung menghambur.
"Hn. Tapi motorku dipakai, Kim Bum." Min Ho mengambil handuk biru tuanya yang masih terlipat rapi di lemari, baru saja dicuci.
"Jalan ajaaa.. Kan deket, cuma dua blok dari rumahku. Rumahmu ke rumahku juga nggak jauh-jauh banget. Ya?" bujuk gadis di telefon itu, Hye Sun.
"Oke."
"Yaudah, kamu mandi dulu sana! Pasti belom mandi kan, hayoo.. Aku tunggu di rumah, ya, Min Ho-kun! Jaa." pamit Hye Sun lalu menutup telefon.
Min Ho dengan sedikit terkesiap meletakkan ponselnya di meja, di membatin, 'bagaimana Hye Sun tau aku baru mau mandi?'
Tak butuh waktu lama hingga laki-laki tampan itu keluar dari kamar mandi kamarnya dengan handuk bertengger di kedua bahu.
Dengan langkah santai Min Ho menuju lemari, memutuskan untuk memakai celana jeans abu-abu, kaos biru tua dengan model turtleneck dan mantel musim dinginnya yang berwarna hitam mengingat musim gugur kali ini dinginnya hampir membuat menggigil.
Min Ho bersiap dengan santai. Bukan apa-apa, tapi Hye Sun tidak pernah menyuruhnya cepat-cepat, tapi bukan berarti Min Ho berlambat-lambat.
Setelah bercermin sedikit, Min Ho memasukkan dompet hitamnya ke saku lalu memencet-mencet keypad ponselnya sambil beranjak ke luar kamar.
"Omma aku pergi, ya!" pamitnya saat tidak sengaja melewati Ibunya yang sedang memotong-motong apel di dapur.
"Tidak sarapan dulu? Pergi sama Hye Sun?" tanya Ibunya tanpa mengalihkan pandangannya dari apel-apel merah itu.
"Hn. Tidak usah, paling sebentar. Dah, omma!" sahut Min Ho sambil mengambil satu buah apel dari hadapan Ibunya dengan secepat kilat.
"Hati-hati." pesan Ibu Min Ho, sambil menggelengkan kepala perlahan melihat kelakuan anak bungsunya itu.
"Hm." gumam Min Ho sesaat lalu meninggalkan dapur dan menggigit apel yang tadi diambilnya.
Θ Θ Θ
"Aku berangkat dulu, ya, omma!" Hye Sun melambaikan tangan pada Ibunya sesaat sebelum meninggalkan gerbang.
"Titip Hye Sun, ya, Min Ho!" kata Ibu Hye Sun dari pintu rumah dengan suara yang sedikit lebih keras.
Min Ho pun hanya mengangguk, tersenyum sekilas lalu menutup gerbang.
"Yuk!" Hye Sun menyeret tangan Min Ho dan berlari menuju toko buku yang mereka tuju.
"Nggak usah lari, nanti kalo capek aku nggak mau gendong." terang Min Ho yang seketika membuat kekasihnya berhenti berlari, hanya berjalan biasa, dengan bibir mengerucut.
"Nggak asik, ah." ucap Hye Sun.
"Hm."
"Min Ho sukanya hm-hm mulu, deh. Hn itu kan nggak ada artinya, ambigu pula. Jangan sering-sering pake hm, ah, nggak baik." Hye Sun membuat teori sendiri karena bosan mendengar kata andalan Min Ho.
"Hm."
"Ih, Min Ho dibilangin, kok!" dengus Hye Sun lalu memukul pelan bahu kanan Min Ho yang sejajar dengan kepalanya.
Dan hal tersebut berhasil membuat Min Ho tertawa pelan lalu berlari meninggalkan Hye Sun.
"Tadi katanya nggak boleh lari! Min gimana, sih, ih!" keluh Hye Sun lalu berlari kecil menyusul Min Ho.
Θ Θ Θ
"Udah?" tanya Min Ho yang hampir bosan menunggu pacarnya satu itu memilih teenlit.
"Udaah, hehe. Min bosen, ya?" Hye Sun bertanya balik dengan takut-takut.
"Hn. Kenapa nggak beli satu aja, sih?"
"Ini juga tadinya aku mau beli empat. Tapi uangku nggak cukup. Jadi harus milih tiga aja, nah, milihnya itu yang bikin lama." terang Hye Sun sambil menunjukkan kantong plastik berwarna putih yang berisi tiga teenlit barunya.
"Kanapa nggak minta aku aja, hm?" laki-laki itu melirik sedikit kantong plastik putih itu.
"Nggak mau, dong! Teenlit bulananku itu harus pake uang sendiri, Min-a.." gadis mungil itu menjulurkan lidahnya pada kekasihnya yang menggelengkan kepala pelan di sebelahnya.
"Mau takoyaki?" tanya Min Ho saat melihat ada kedai takoyaki di ujung jalan.
"Mau mau mauuu!" pekik Hye Sun semangat.
Sempat terlintas di benak Min Ho, 'oh my God, my girlfriend is so cute', tapi dibatalkannya.
Sepasang kekasih itu kemudian berjalan mendekati kedai takoyaki itu dan Min Ho segera memesan dua takoyaki.
"Bawa pulang?" tanya Min Ho pada Hye Sun yang duduk di sebelahnya sambil melihat-lihat bangunan di sekitar kedai itu.
Gadis itu menoleh cepat pada Min Ho dan mengangguk sambil tersenyum manis, hampir saja Min Ho berpikiran seperti beberapa saat yang lalu dan kembali dibatalkan.
"Eh, Min-aa.." panggil Hye Sun sambil menarik pelan ujung mantelnya.
"Hm?"
"Aku kesitu bentar, ya?" pamit Hye Sun sambil menunjuk drink machine beberapa meter dari tempat mereka berada sekarang.
"Hm." sahut Min Ho singkat sambil mengangguk tipis.
Rambut panjang Hye Sun yang sebagian tertutup kupluk berwarna hitam berayun ringan saat gadis itu dengan cepat berbalik dan berjalan menuju mesin minuman.
Hye Sun melihat-lihat sebentar minuman apa saja yang ada di dalam kotak besar berwarna merah dihadapannya. Seketika kedua emerald Hye Sun berbinar saat melihat ada kemasan sedang berwarna pink di dalam kotak itu, yogurt stroberi.
Dilihatnya daftar harga di atas tombol tombol, di situ tertulis yogurt stroberi bisa didapatkan dengan 7500 won.
Gadis pink itu merogoh kantong sweaternya, dan mengeluarkan beberapa koin. Hye Sun langsung tertunduk lesu saat mengetahui koin-koin itu hanya berjumlah 4500 won.
Tiba-tiba Hye Sun mendongak saat ada telapak tangan menepuk pelan bahu kanannya.
"Nggak jadi?" tanya si penepuk bahu, Min Ho.
Yang ditanya hanya menggeleng lemah dengan kepala sedikit tertunduk.
"Kenapa?" mau tak mau Min Ho ikut merunduk untuk melihat wajah Hye Sun yang tidak bersemangat.
"Uangku nggak cukuup. Udah, ah, pulang, yuk!" Hye Sun berbalik sambil menarik tangan Min Ho yang memegang bungkusan takoyaki.
"Bentar." Min Ho menarik gadis pink itu kembali.
"Eh?"
Hye Sun hanya diam saja melihat kekasihnya memencet-mencet beberapa tombol pada drink machine itu setelah sebelumnya memasukkan beberapa keping koin.
"Nih." Min Ho memberikan dua kemasan berukuran sedang berwarna pink pada Hye Sun.
Seketika kedua emerald gadis itu kembali berbinar.
"Kok tau kalau aku pingin yogurt stroberi?" pekiknya sambil menerima dua kemasan itu dari Min Ho.
"Kamu kan kalo ketemu drink machine pasti yang dicariin yogurt sroberi. Makanya lain kali kalo nggak ada uang, tuh, minta." terang Min Ho lalu berbalik dan melangkah menuju arah pulang.
Namun langkahnya terhenti, dan terkesiap saat tiba-tiba Hye Sun menjajarinya dan berjinjit untuk mengecup sebelah pipi Min Ho.
"Makasih, Min-aa! Kamu baik, deh! Yuk, pulang!" kata Hye Sun..
Min Ho hanya tersenyum lalu mengacak kupluk hitam yang dipakai Hye Sun.
"Jangan diacak-acak nanti berantakan!" keluh Hye Sun sambil membetulkan kupluknya dengan bibir mengerucut.
Komentar dan tingkah Hye Sun justru semakin membuat senyum Min Ho semakin lebar.
Dan kali ini, yang dipikirkannya saat ini hanya satu, 'my girlfriend is really cute.'.



gak tau kenapa tadi ilang.  [heh]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME