Hye sun duduk disamping Minho. Kemudian ia mengambil 2 buah selai roti dengan rasa yang berbeda, lalu menyodorkannya pada Minho
"Do you want chocolate jam or strawberry jam?" Tanyanya lembut, sambil menyodorkan 2 buah kaleng selai di hadapan Minho
"Chocolate jam" balas Minho datar, tak ada ekspresi. Lalu mengambil kaleng selai rasa chocolate dari tangan Hye sun.
"Perlu aku yang oleskan dirotimu?" Tanya Hye sun lagi.
"Anhiyo" Jawab Minho cepat sambil menggelengkan kepala
"Oh ok" balas Hye sun tersenyum
Hye sun lalu mengalihkan perhatiaanya pada Hyun joong yang berada didepannya saat ini.
"Joongie bagaimana kondisimu? Sudah lebih baik" tukas Hye sun sambil mengolesi rotinya dengan selai
"Ne sun-aa, gomawo aku sangat berterima kasih padamu" ucap Hyun joong tersenyum
"Hahaha kau ini... Aku jahat sekali jika tidak menolongmu" balas Hye sun dengan senyum cantiknya. Hyun joong pun membalas senyuman Hye sun dengan sangat menawan.
Minho yang sedari tadi sibuk mengolesi selai, kini memperhatikan gerak-gerik dua orang yang ada dihadapannya. Dengan pandangan tajam dan mengeras, seketika ia membuang roti keatas piring dan segera pergi dari meja makan.
"Aku tak lapar !" ucapnya sebelum berlalu dari situ
***
Hye sun memasuki kamarny, dilihatnya Minho duduk di sofa sambil memejamkan mata, menikmati sebuah lagu dari earphone putih ditelinganya. Melihat tampang suaminya yang tak biasa itu, Hye sun mulai terenyuh. Perlahan ia mulai mendekati dan duduk di samping Minho. Lama ia menatap wajah ciptaan Tuhan itu. Tenang dan damai yang saat ini Hye sun rasakan ketika melihatnya
Seiring dengan berhentinya lagu yang diputar dari earphone, perlahan Minho membuka penglihatannya. Hal yang pertama ia lihat adalah ranjang tidurnya dengan Hye sun yang masih rapi. Sama seperti tadi pagi ketika Hye sun merapikannya. Dan kemudian, ia beralih kesisi kanan penglihatannya
"Kau ?!" Minho kaget, melihat Hye sun yang Sedang asik memandangnya dan menyunggingkan senyum
"Sedang apa kau?" Tanya Minho masih dengan pandangan bingung
"ehm... Melihatmu" Aku hye sun dengan polosnya.
Minho terkekeh mendengar jawaban polos dari istrinya. Tapi, dengan sekejap muncul kembali perasaan itu. Ia jadi kesal mengingatnya kembali. Kemudian, ia kembali diam memamerkan sikap cueknya
"Ada apa denganmu? Pagi ini kau sangat aneh?" Tanya Hye sun yang melihat tampang jutek Minho.
"Hhh... Mana bisa bersikap biasa, jika ada seseorang yang kau tak inginkan berada dirumahmu" sindir Minho sinis
"Haaahh lagi-lagi Joongie, sudahlah lupakan. Apa kau tega..."
"Apa? Aku tahu kau akan bilang. Apa kau tega membiarkannya yang sedang sakit sendirian !. Apa kau tega membiarkannya pulang dengan keadaan begitu !. Apa kau tak kasihan dengannya dan bla.. Bla.. Bla!" Minho meneruskan perkataan Hye sun dengan menekan perkataanya. Hye sun terdiam, tidak menyangka Minho akan semarah itu.
"Aku mencoba bersabar ! Mencoba mengerti, memahami!. Tapi aku rasa ini sudah berlebihan, aku paham kau baik, ya saking baiknya... Kebaikan itu di salah tafsirkan pada joongie-mu itu!" Minho mulai menatap hye sun yang masih terdiam ditempatnya
"Aku mohon jauhi dia, jangan bertindak seolah-olah kau memberi harapan padanya. Aku cemburu hye sun-ssi ! Aku cemburu... Aku mohon.."