Sop ilerrrr ..
Sepanjang jalan menuju ladang anggur kuhabiskan dengan berlambat-lambat. Entah kenapa sepasang kaki ini serasa sulit untuk digerakan, .. seakan ada kekuatan yang menahannya selalu, dan ingin menariknya kembali ke rumah.
Aku menjadi keki, .. sebuah perasaan yang sungguh sungguh tidak kupahami. Jadi kenapa aku mesti enggan ke ladang? Apa penyebabnya? Aku garuk-garuk kepala yang tidak gatal sampai hampir mencapai pintu gerbang masuk ke ladang.
Sesuatu, atau tepatnya seseorang yang datang dari arah berlawanan membuat langkahku tercekat. Aku mengangga menatapnya. Dia, si Wine geblek, ikut-ikutan membalas tatapanku. Dia terlihat lebih risih dariku.
Dia berdiri kaku, .. sepasang tangannya yang tertancap di saku celana terlihat tegang sehingga membujur lurus. Aku menelan ludah perlahan, kemudian mengalihkan pandangan kearah lain. Kenapa? Seperti pertanyaan-pertanyaan yang sudah-sudah, .. aku tidak tahu jawabannya.
Kami berdiri dalam posisi saling berhadapan dengan tatapan terarah ke arah lain. Hampir lima menit lamanya kami habiskan dengan hanya berdiam ria. Aku menatap dahan-dahan sebatang pohon palem yang entah kenapa sampai tumbuh di situ. Saking tidak tahu harus berbuat apa, kuhitung satu persatu daun-daun yang bergelantungan di dahan paling bawah.
Sedangkan Wine, memindahkan pandangannya ke tanah. Aku tidak melihatnya, namun kuyakini matanya sedang jelalatan kini. Mungkin dia sedang mencari cacing-cacing tanah yang gemar berkeliaran di musim hujan lewat pandangannya itu? Eh—cacing? Kenapa mesti cacing? Lagian saat ini tidak sedang hujan … Hu hu, aku mulai tidak waras .. Oh—nooo!!! Tidak boleh begini!!
Aku berpaling lambat-lambat padanya. “Hmm—kenapa .. kau jadi aneh?”
Tubuh Wine menegak. Dia berpaling dengan cepat. “Kau yang aneh?!!” celetuknya sengit.
“Mwo? A .. aku … “ Well, hal yang memalukan ketika pandanganku bertemu dengan tatapannya. Kurasakan aura panas menjalar ke wajahku, atau tepatnya ke sepasang pipiku. Pasti pipiku sudah memerah tomat. Begitu juga Wine. Kulitnya yang agak kecoklatan jadi gelap. Kami saling bertatapan hanya untuk sekian detik, sebelum … secara bersamaan, kami memalingkan wajah kearah lain tanpa dikomando lagi.
Aku mengigit bibir dan memejamkan mata. Setelah berhasil memenangkan diri, .. kubuka sepasang mata ini dan meliriknya waspada. Wine terlihat menghembuskan nafas sehingga poninya yang sudah agak panjang dan menjuntai menutupi wajahnya melambai-lambai lucu. Tanpa sadar aku tergelak. Dan untung saja perbuatan tersebut tidak tertangkap Wine. Kalau tidak, aku pasti sudah diomelin habis-habisan. Segera saja kututup mulut dengan sepasang tangan. Wine kelihatan terlalu sibuk dengan pikirannya sehingga tidak menghiraukanku. Dia tenggelam seutuhnya dalam renungannya sendiri.
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
« Last Edit: May 06, 2011, 07:13:42 pm by mrs. Lee Min Ho »

Logged
EVIL SMILE ^^
'LOVE' ... keeps it strong!!!
Our MinSun