Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16831 times)

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
SECRET RAINBOW
A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldy, Itaraya

Yellow : Part 4

Tubuh jangkung itu masih terdiam di posisinya dengan senyum tipis terpampang di wajah tampannya, ada perasaan menyeruak di hatinya saat perkataan Eryn melintas di benaknya ‘Kau sudah menemaniku sejak aku berumur 12 tahun, jadi tidak mungkin jika aku tidak mengenalimu sama sekali’.
Sekali lagi senyum melebar di wajah dinginnya, tanpa di sadari tatapan tajam nan menusuk mengarah pada dirinya.

Dari kejauhan di ujung lorong ruangan itu, dengan pencahayaan  yang seadanya Eros Kim dapat melihat jelas wajah pemuda itu, kerutan di wajah Eros Kim mengeras. Untuk pertama kalinya pemuda yang sudah di kenalnya selama lima belas tahun ini tersenyum, suatu pemandangan yang langka bagiseorang Eros Kim.
Apa yang membuat seorang Gavin Joen dapat tersenyum? Apa makna di balik senyum pemuda ini?. Reflek Gavin mengalihkan pandangannya, perasaan tidak nyaman akan tatap seseorang terhadap dirinya mengalihkan lamunannya akan perkataan Eryn, sikap Gavin berubah 180 drajat, saat menyadari Eros Kim menghampiri dirinya.

“Di mana Eryn, Gav?” sapa Eros yang sudah berdiri di depannya, namun tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari pemuda ini.

“Ada di kamarnya Tuan, Agashi sedang beristirahat” ucapnya dengan suara lantang
“Well, berarti besok pagi saja aku bertemu dengannya” ucap Eros Kim, berlalu dari hadapan Gavin.
Baru dua tapak Eros Kim berjalan, namun langkahnya tercegat akan pertanyan yang ingin di ajukannya pada pemuda ini.

“Tadi kau pergi kemana gav?” tanya Eros Kim tanpa membalikan tubuhnya, sontak membuat Gavin terperanjat akan pertanyan Eros Kim.

Keheningan terasa sesaat, hanya hembusan nafas keras sesekali terdengar dari Eros Kim, sementara Gavin hanya mematung di posisinya diam seribu bahasa.
“Kenapa? Tidak bisa menjawab, Gav?”

“soseongheyo, maksud Tuan Kim apa?” ucap Gavin datar.

“Well, seperti yang selalu aku ingatkan, kau harus sadar di mana posisimu berada” ujar Eros dengan suara wibawanya.

“Saya sadar akan posisi saya, dan akan selalu saya ingat hal itu, Tuan Kim” sahut Gavin cepat.
Walaupun tindak tanduk Gavin akan selalu di awasi oleh Eros Kim, namun tidak akan menciutkan niatnya untuk menjaga Eryn sampai gadis itu menemukan pria yang tepat untuk dirinya. Dan jika waktu itu tiba, baru Gavin akan rela melepas Gadis itu untuk selamanya.

Dengan tatapan tajam Gavin mengamati punggung Eros Kim yang mulai bergerak dari posisinya, untuk ke dua kalinya langkah Eros Kim tercegat, hanya sedikit memiringkan posisi kepalanya untuk mempertegas perkataannya pada pemuda di belakangnya.

“ Satu Hal lagi Gav, jangan pernah hancurkan rencana yang aku buat untuk Eryn, Arreso”

____@@____

Dengan langkah terseret Ashley memasuki Jung mainson’s, terlihat kekecewaan di rona wajahnya,  semua rencana yang sudah di susunnya rapih hari ini hancur begitu saja oleh kejadian ‘aneh’ di luar nalar pikirannya dan bodyguard itu, Ashley mengepal kedua tangannya saat bayangan Gavin melintas di benaknya.

“Ash kau sudah pulang” sapa Tuan  Jung saat melihat Ashly melintas di ruang kerjanya, dengan malas pemuda itu membalikkan badannya.

“Weayo, wajahmu begitu kusut? Bagaimana kencanmu hari ini? Ucap Tuan Jung menghampiri Ashley yang masih berdiri lesuh di bibir pintu, wajah kusamnya mengundang pertanyaan bagi Tuan Jung.

“Di awal-awal kencan kami berjalan lancar, dan aku bisa membuat Eryn percaya akan semua perkataanku, namun” aku Ashley dengan nafas berat

“Namun apa?” tanya Tuan Jung penasaran

“Selama pemuda itu masih ada di sisi Eryn aku tidak yakin Eryn mau menerima pertunangan ini, pemuda itu bisa menjadi pengaruh dalam diri Eryn” jelas Ashley dengan suara parau.

“Pemuda yang mana?, Joe Kim kah?!” ujar Tuan Jung memicingkan matanya menatap Ashley

“Anhiyo...Bodyguard itu, bodyguard yang di suruh Tuan Kim untuk menjaga Eryn sejak gadis itu berusia 12 tahun” keluh Ashley dengan suara lemah.

Tuan Jung yang mendengarkan penjelasan dari Ashley hanya mengagung-anggukan kepalanya, berusaha mencerna dan mencari solusi dari permasalah yang di hadapi keponakan semata wayangnya ini.

“Apa benar pemuda ini bisa menjadi ancaman untuk rencana kita?” tanya Tuan Jung memastikan.

“Ne.., firasatku mengatakan seperti itu, dia bukan pemuda sembarangan, jadi aku mohon paman mau membantuku”-->saya tidak tahu bhs koreanya paman [what]

“Baiklah paman akan bantu, karna paman tidak mau semua rencana yang sudah kita susun lama hancur gara-gara bodyguard itu, apa yang harus paman lakukan?” ucap Tuan Jung meyakinkan.

Tuan Jung beringsut ke arah sofa di ikuti Ashley, sesaat kedua orang bermarga Jung itu hanya terdiam, mereka sibuk dengan rencana dan siasat apa yang harus di lakukan untuk menjauhkan bodyguard itu dari Eryn.

“Bagaimana kalau kita suruh orang-orang kita menghabisi pemuda itu ?” ujar Ashley dengan menjentikan jemarinya seakan ide cemerlangnya akan di luluskan oleh pamannya.

“Pabo, kau mau Tuan Kim curiga pada kita, dan rencana pertunanganmu akan hancur berantakan!” herdik Tuan Jung, yang langsung di amin-in Ashley.

“Gagaimana kalau paman minta Tuan Kim mempercepat pertunangan ini jadi bulan depan, aku akan berusaha mencari dukuan dari Joe Kim, yang aku lihat Joe tidak suka akan kehadiran bodyguard itu di Kim mainson’s !” seru Ashley dengan seringai di wajahnya.

“Bingo, paman setuju dengan rencanamu. Besok pagi paman akan mengbungi Tuan Kim untuk membahas masalah ini” ucap Tuan kim memanggutkan kepalanya.

Ashley tersenyum puas saat rencananya di setujui Tuan Jung, niatnya begitu besar ingin menyingkirkan Gavin dari Eryn. Tinggal sedikit lagi semua rencana dan keinginannya akan tercapai jika gadis itu menjadi miliknya seutuhnya.
“Mampus kau Gavin Joen, kau terlalu sering merusak moodku saat bersama Eryn. Kau...kau hanyalah seorang jongos, dan kau bukanlah tandingan untukku” batin Ashley tersenyum puas >,<.

Author said:
*kenapa semua pada benci ama gavin ya? Dia kan pemuda yang baik, cool, tampan gak banyak tingkah dan gak pernah mau ikut campur ama urusan orang lain. Tapi kenapa semua karakter namja di sini pada benci ama gavin ya*garuk2 kepala sedih hatiku.

____@@____

Sang surya mulai menampakan diri, kecerianan nyanyi burung-burung yang berkicau indah di pepohonan. Dengan semilir angin yang berhembus pelan, menjatuhkan dedaunan di musim gugur ini.
kilauan sinar mentari menyeruak kedalam tirai kamar Eryn, tepat mengenai jawah mungilnya, namun gadis itu masih setia mendekap erat selimut tebalnya.

Tok...tok...

“Agashi...sudah waktunya anda bangun” sapa seseorang dari seberang pintu, namun gadis itu hanya menggeliatkan tubuhnya tanpa merespon sapaan dari balik pintu.

“Ada apa” sapa Joe saat di lihatnya pelayan wanita di depan pintu kamar Eryn, “Saya di perintah oleh Tuan Kim untuk membangunkan agashi, doronim !” ucap pelayan wanita itu tertunduk.

“Oh...biar aku yang membangunkannya, kau pergilah” aku Joe menyerukan pelayan itu pergi.

Dengan rasa percaya dirinya Joe menerobos masuk ke dalam kamar Eryn, Joe mendekak saat di lihatnya sang nuna masih tertidur pulas.

“Nuna.., its time to wake up, daddy waiting for you to B’fast” pekik Joe dengan suara lantang.

Alhasil pekikkan suara Joe membangunkan gadis itu dari tidur pulasnya, Eryn shock melihat Joe ada di dalam kamarnya, tanpa tedeng aling aling lemparan bantal dari Eryn tepat mengenai wajah tampan Joe.
Joe tertawa terpingkal-pingkal puas akan aksi yang di lakukannya terhadap nunanya, Eryn yang melihat Joe tertawa hanya mampu memonyongkan bibirnya.

“Apa yang kau lakukan di kamarku?” sergah Eryn saat di lihatnya Joe belum juga berhenti dari tawanya, dengan sigap Eryn turun dari pembaringannya menghampiri Joe.

“Joe Kim, apa kau tuli?” sapa Eryn di depan wajah Joe. “Anhi nuna, appa memintamu untuk sarapan bersama” ucapnya dengan senyum memikat.

“Aku tidak lapar, lebih baik kau keluar dari kamarku sekarang” pinta Eryn dengan suara tegasnya, tangan kanannya mengarah ke pintu. Namun Joe tidak tergubris dengan perintah Eryn dengan santainya bocah itu duduk di pembaringan Eryn tetap dengan seringai di wajahnya.

“Apa yang kau lakukan di situ” ucapnya menarik lengan Joe untuk keluar dari kamarnya

“No...no...no... nuna, aku akan keluar jika nuna juga keluar” jawab Joe dengan menggoyangkan jari telunjuknya. Rona kekesalan mulai terlihat di wajah Eryn, tatapan matanya menusuk ke arah Joe namun dengan cueknya bocah itu memainkan Ipod yang ada di tangannya.

“Gav...Gavin...Gavin Joen...” pekik Eryn berkacak pinggang, tapi mahkluk yang di panggil tidak kunjung tiba.

 “Di mana dia, biasanya hanya sekali panggilan batang hidungnya langsung kelihatan. Tapi sekarang sudah tiga kali aku menyerukan namanya, dia tidak kunjung datang” batin Eryn mendelik ke arah Joe.

“Dia tidak akan datang nuna, pagi-pagi sekali dia sudah pergi” ucap Joe dengan santainya

“Mwo...pergi? kemana?” tanya Eryn memicingkan matanya ke Joe namum bocah itu hanya mengangkat ke dua bahunya.

Eryn termanggu di posisinya pikirannya sekarang tertuju pada Gavin, pemuda yang selalu ada di sisinya di saat tak terduga, yang selalu setia menemaninya dalam keadaan apapun.
Kini pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.

Joe yang melihat perubahan draktis di wajah nunanya, perlahan menghampiri Eryn dengan pelan menjamah ke dua bahu Eryn “Lebih baik nuna tanyakan ke appa” aku Joe beringsut dari ruangan itu.

____@@____

Tetap pukul 2 siang Eryn memutuskan keluar dari kamar, terkukung sendiri di dalam kamar membuat gadis ini jenuh. Awal hari yang tidak menyenangkan bagi Eryn di saat dia sangat membutuhkan Gavin pemuda itu hilang begitu saja, helaan nafas berat keluar dari tubuh mungilnya.
Langkahnya terseret menuruni tapakan anak tangga, langkahnya tersenti tepat di depan pintu ruang kerja Eros yang sedikit terbuka, samar terdengar olehnya percakapan dari ruangan itu.

“Jika kita suruh seorang pengacara datang ke sana, apakah menjamin masalah ini selesai begitu saja” ujar Tuan Kim, dan diam untuk sesaat menunggu respon dari sebereng sana.

“Usahakan masalah ini jangan sampai tercium pihak berwajib, kalau hal ini samapi terjadi kalian harus tahu apa yang kalian lakukan dan satu hal lagi jangan sampai masalah ini berhembus di telingan anak-anakku, arreso !” perintah Tuan Kim tegas mengakhiri percakapannya.

Eryn semakin penasaran dengan percakapan yang di lakukan Eros Kim, gadis itu merapatkan kepalanya di daun pintu. Alhasil tanpa di sadari gadis itu pintu ruang kerja itu sudah terbuka lebar, mata Eros langsung tertuju pada daun pintu yang bergerak itu sedikit membelalakan matanya saat di lihatnya Eryn sedang mengendap di sedan pintu ruang kerjanya.

“Ern.., apa yang kau lakukan di situ, mari sini masuk nak?!”
Eryn hanya ternganga saat namanya di sebut, semburat merah merona di wajahnya saat gadis itu kepergok sedang mengintai dari pintu ruang kerja Eros.
Eryn hanya mampu diam seribu bahasa, karna gadis ini tahu dia telah melakukan suatu kesalahan atau tindakan yang tidak pantas menguping pembicaraan orang.><

“Mari sini” pinta Eros Kim, yang mulai bergerak dari meja kerjanya ke sofa empuk di ruangan itu.

Dengan sedikit gelagapan Eryn masuk keruang kerja itu, kedua tangannya saling meremas untuk menghilangkan rasa gugup gadis ini. Dengan pelan di hempaskan tubuhnya di sofa itu tepat menghadap Eros Kim yang senangtiasa mengamati gadis ini dengan pandangan menyelidik.

“Apa gadis ini mendengar semua pembicaraan itu?” gumam Eros, guratan keras tampak di wajahnya, tatapan tajamnya masih tertuju pada anak gadisnya yang tertunduk dalam

“Apa kabarmu hari ini? Sebenarnya ada hal yang ingin appa bicarakan pada Ern!”

“Aku baik, apakah pembicaraan ini mengenai Gavin” tanyanya memberanikan diri menatap Eros Kim

“Gavin...? anhiyo, bukan mengenai pemuda itu!” seru Eros Kim sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Oh.., tapi kemana perginya pemuda itu?” ucap Eryn pelan mengharap Eros tidak mendengar keluhannya.

“Hari ini dia ijin untuk keluar sebentar, jadi kau tidak perlu kuatir dia pasti kembali” ujar Eros mencoba memahami apa maksud putrinya.
Eryn hanya mengangung pelan mendengar penjelasan Eros, setidaknya dia tahu Gavin tidak meninggalkannya sendiri.

“Bagaimana hubunganmu dengan Ashley?” ucap Eros mengakhiri kebisuan di antara mereka

“Untuk saat ini berjalan baik, dia pemuda yang sopan” jawab Eryn pelan

“Bagus.., jadi tidak salah kalau appa menjodohkanmu dengan Ashley Jung kan”

“Mwo...menjodohkan! maksud anda apa Tuan Kim?” ucap Eryn membelalakan matanya, kaget dengan pernyataan yang baru di dengarnya

“Iya, kamu dan Ashley telah di jodohkan dan pertunangan ini akan segera di laksanakan bulan depan” jelas Eros tersemyum puas

Sontak membuat Eryn bangkit dari duduknya, rasa tidak suka akan perkataan Eros membuat gadis itu menatap tajam ke arah Eros Kim.

“Wea, kau tidak suka dengan perjodohan ini?”

“Ne, saya tahu dia memang pemuda yang baik dan saya menyukainya, tapi tidak untuk di jodohkan dengannya, tidak untuk sekarang ini” sergah Eryn cepat

“Weayo.., kurang apa lagi Ashley jung hingga kau tidak mau di jodohkan dengannya? menurut appa Ashley Jung memiliki kepribadian yang baik ext mobil pribadi, rumah pribadi, harta, kekuasaan dan ketampanannya, kurang apa lagi”-->ini tipikal cowok idaman gw banget lol# tertawa laknat [hmpfh] [laughing]

Back to topik

“Intinya appa telah memutuskan pertunanganmu dan Ashley akan di laksanakan bulan depan, mau tidak mau kau harus menerimanya, arreso!” perintah Eros kim tegas.

Tatapan Eryn tidak lepas sedikitpun dari Eros Kim, rasa muak sudah menjalar ke ubun-ubun kepalanya, perkataan pria itu benar-benar membuatnya sakit hati, apa ini inti di balik semua pengakuan Eros Kim terhadap jati dirinya yang sebenarnya.
Dengan langkah seribu Eryn meninggalkan ruang kerja Eros dengan terisak menuju kamarnya

____@@____
Langkah Eryn tercegat saat di lihatnya sosok yang sangat di kenalnya mematung di samping pintu kamarnya, air matanya mulai meluncur saat tatapan teduh Gavin bersitubruk dengan matanya.
sontak membuat pemuda dingin itu menjulurkan kepalanya, memastikan penglihatannya bahwa benar adanya gadis ini sedang menangis, dengan lembut di usapnya air mata yang membasahi pipi Eryn, sesaat pandangan mata mereka saling beradu.

“Apa kau tahu mengenai perjodohan ini Gav” ucap Eryn dengan isakannya, namun lawan bicaranya hanya diam tertunduk diam.

“Gavin, sekali lagi aku tanya, apa kau tahu hal ini?” ujarnya dengan suara keras, Gavin hanya mampu mengganggu.

“Mian...karna aku tidak punya hak untuk memberitahu kanmu mengenai hal ini? Sahut Gavin dengan suara sangat pelan, isakan Eryn makin menjadi begitu di sadari orang yang sangat di percayainya, menyimpan sebuah rahasia dari dirinya.

Dengan isakan tangis yang mulai mengeras Eryn menerobos masuk ke kamarnya, dengan kasar di hempaskan tubuh mungilnya di pembaringan.
Tubuh mungil itu bersidekap di antara kedua kakinya, isakan tangis yang tertahan membuat tubuhnya bergetar pelan, suatu pemandangan yang miris bagi Gavin saat di lihatnya tubuh Eryn yang bergetar, ingin rasanya pemuda ini meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Namun dia sadar akan posisinya, sekali lagi dengan tatapan nanar Gavin melihat tubuh Eryn makin bergetar di sertai isakan tangis yang tertahan.
Gavin menghembuskan nafas berat pikirannya benar-benar kacau saat ini, apa yang harus di lakukannya agar membuat gadis ini tenang? tanpa berpikir panjang dengan lembut di raihnya tubuh Eryn kedalam dekapannya, isakan tangis Eryn pun pecah di dada bidang Gavin.

“Mian...mianta Ery-ssi telah mengecewakanmu” ucap Gavin pelan sambil membelai lembut punggung Eryn.
« Last Edit: May 08, 2011, 11:23:48 am by mrs. Lee Min Ho »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love