Author Topic: NEVER SAY LOVE YOU...~Chapter 5/part 2 10 Desember 2O11~  (Read 10407 times)

Offline apri minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 149
    • View Profile
Re: NEVER SAY LOVE YOU...~CAST N PROLOG~
« Reply #30 on: May 13, 2011, 04:14:23 am »


Lee Min Ho adalah pewaris tunggal kerajan bisnis “SHINWA”.Ia adalah anak tunggal dari pemilih sebelumnya,melanjutkan bisnis ayah tercintanya yang telah wafat saat dia beranjak remaja.Sehingga ialah yang menjadi tulang punggung keluarga dan berusaha untuk meneruskan perusahaan yang telah dirintis oleh ayahnya mulai dari nol hingga sebesar saat ini.Dia kini hanya hidup dengan ibu tercintanya.Betapa besar cintanya kepada ibu yang telah membesarkan dirinya tanpa didampingi seorang suami.”WONDER WOMAN” itulah julukan yang diberikan oleh Min Ho kepada ibu tercintanya.

Lee Min Ho merupakan pengusaha yang cekatan,walau dia adalah pemegang kekuatan tertinggi di Shinwa,ia tidak segan-segan ikut turun tangan memeriksa setiap department untuk memastikan semua baik sesuai dengan kendalinya.Sehingga ia sama sekali tidak memperdulikan masalah pribadinya.Seolah hanya perusahan dan membahagiakan ibunya yang ada dalam kamus hidup LEE MIN HO.
[/size]

-----------------

@kediaman keluarga Lee


Min Ho terburu-buru segera masuk kekediamannya,karena ia telah terlambat menemani makan malam bersama ibu tercintanya.Sesibuk apamu Min Ho,ia tidak akan melewatkan makan malam dengan ibu.

“Annyeong…eomma…Mianhe aku terlambat”  Min Ho bergegas berjalan ketempat duduk ibunya dan memberikan kecupan manis dipipi sebagai tanpa maaf atas keterlambatannya malam ini.

“Ne…Min Ho-ah…setidaknya kamu sudah berusaha untuk selalu menemani eommamu yang kesepian ini”  ucap mrs.Lee sedikit menggoda anak laki-laki tersebut.

 

“Aish…eomma…pekerjaan di kantor hari ini sangat padat sehingga aku harus memeriksanya satu persatu agar tidak terjadi kesalah sekecil apapun yang dapat merugikan perusahaan” Min Ho berbicara panjang lebar untuk memberikan alasan atas ketelambatanya dan sedikit agak kesal dengan ledekan ibunya.

“Ne…Min Ho-a…arraseo…baiklah ayo kita mulai makan” ibu Min Ho seyum simpul melihat wajah kesal dan bibir monyong Min Ho.

Keheningan tercipta di ruang makan kini,hanya suara dentik sendok yang beradu dengan piring.Ibu dan Min Ho tengah asyik menikmati hidangan makan malam yang tersaji.Hingga suara ibu Min Ho memecah keasyikan makan malam tersebut.

“Min Ho-a..” ibu Min Ho mengentikan tiba-tiba kegiatan makannya dan menatap memandang ke arah Min Ho.

 

“Ne Eomma”  Min Ho menjawab pangilan ibunya sembari masih asyik mengunyah makanan dalam mulutnya.

“ehm…ada sesuatu yang ingin eomma menanyakan kepadamu,maafkan eomma  jika ini terlalu pribadi dan menyinggung perasaanmu”

 

“Ah…eomma kenapa berbicara seperti itu..katakan saja asal tidak terlalu sulit aku akan menjawabnya..hehehe…” kekeh Min Ho  melihat ibunya yang tengah mematung menatapnya dengan sangat mengiba.

“Yeoja chingu”

 

“mwo??” Min Ho tersedak mendengar kata yang diucapkan oleh ibunya.Ia segera mengambil air itu membasahi tenggorokannya

 

“ne..yeoja..apa kau tidak memiliki seorang wanita yang kau cintai untuk kau perkenalkan kepada eomma” Tanya mrs.Lee dengan sangat hati-hati.Dan agak terkejut melihat keterkejutan Min Ho.

“eomma…mengapa eomma menanyakan hal itu” merengek Min Ho berusaha mengelak pertanyaan ibunya.

“lah..iya eomma harus menanyakan hal ini,karena kau terlalu sibuk dengan Shinwa.Apa kekasihmu tidak cemburu?eomma saja terkadang sangat iri dengan Shinwa kau selalu lebih memperhatikannya daripada ibumu sendiri”

“eomma tidak perlu khawatir karena tidak ada kekasih untuk saat ini,jadi cukup eomma saja yang cemburu dengan Shinwa hehehe…aku juga tak mempunya rencana memiliki kekasih untuk saat ini eomma,aku takut mentelantarkanya dan membuatnya cemburu dengan Shinwa”

 

“Aish…kau ini!apa kau ingin jadi jejaka tua?!…ayolah Min Ho-a,cari seorang wanita yang dapat menemani eomma saat kau bekerja dan memberika cucu untuk meramaikan rumah ini,kau tak mau kan melihat eommamu ini mati kesepian”

 

“eomma!!,jangan bicara seperti itu..”

 

“Jadi kau akan mencarikan teman untuk eomma kan sekaligus untuk kau jadikan istri??”

 

“Aniyo..” ucap Min Ho agak menyesal dengan keadaanya kini.

“Aish…kalau begitu eomma akan menjodohkanmu dengan anak teman eomma,dan mau tidak mau kau harus menerimanya!karena kau bilang tadi tidak punya kekasih dan apa bila eomma menunggu kau mencari dan memperkenalkanya mungkin satu abad baru akan kau dapatkan” Ucap mrs.Lee tegas kepada Min Ho dan berharap tidak aka nada penolakan dari putra tunggalnya tersebut.

“eomma!?tapi…”

“Tidak ada tapi-tapian Min Ho-a,kau ingin melihat eomma bahagiakan?” Rayuan maut mrs.Lee untuk lebih meyakinkan Min Ho.

“Ne…tapi”

“Ssstt….lanjutkan makanmu sayang dan besok malam eomma akan mengatur perjanjian untuk pertemuanmu dengan GOO HYE SUN” Tukas mrs.Lee merasa puas karena Min Ho tidak akan dapat menolaknya lagi.

“eomma…sudah mengatur dan merencanakan ini bukan?” kata Min Ho sembari menatap dengan curiga mendapati kejanggalan dengan terucapnya nama seorang gadis dari mulut ibunya.

“Aish…Ne…dan kau harus menurutinya..arraseo!”

Min Ho hanya tertunduk pasrah mendengar jawaban ibunya dan melanjutkan makan malam yang terasa sudah tidak enak untuk dimakan setelah perdepatan dirinya dengan ibunya mengenai perjodohan yang telah direncanakan ini.Ia tak kuasa menolak dan membangkang terhadap keinginan ibunya tersebut.Dan berfikiran positif mungkin ini kebahagiaan yang dapat ia berikan dan ia akan berusaha memberikanya.


################

sementara itu di kediaman keluarga Goo

“Sayang apa perlakuanmu tidak terlalu keras dengan Hye Sun” Kata Mrs.Goo mengingat kekerasan hati suami tercintanya untuk menjodohkan putri semata wayangnya tersebut dengan orang pilihanya.

“mwo??,Dia sudah dewasa aku hanya menginginkan hal yang terbaik untuknya.Ini sudah bukan waktunya untuk dia bermain-main dia harus segara berfikir untuk menata hidupnya…arraseo!!”

“Ne” Jawab mrs.Goo dengan agak berat
[/size]

flashback[/size]
“ANDWEEEE!!!” Teriakan Hye Sun terdengar menggema diruang tengah keluarga Goo

“Hye Su-ah!!Apa pernah eomma mengajarimu untuk berteriak-teriak dan berperilaku tidak sopan dengan appamu” Mrs.Goo segera membentak Hye Sun.

“Mianhe,Tapi!!Aku tidak mau,ini bukan jaman dinasti Jo Seon…tidak sepatutnya appa dan eomma menjdohkanku,aku pun belum mengenal siapa orang yang kalian jodohkan,ANDWEE!!”

“Diam Hye Sun-ah Tekat appa sudah bulat dan kau harus menurutinnya,jika kau memang menganggap aku ini sebagai ayahmu” Tukas Mr.Goo lantang dan hanya membuat Hye Sun dan seisi ruangan terdiam dalam fikirannya masing-masing

“Tapi appa–eomma”rengak Hye Sun

“Tidak ada Tapi–tapian” Mr.Goo bangkit dari tempat tidurnya disertai dengan mrs.Goo yang memandang malang putri tercintanya tersebut,sementara Hye Sun hanya bisa terduduk diam.
end of flashback


“Baiklah,aku aku berusaha untuk memberinya pengertian dan mungkin peringatan yang tak pantas aku berikan,agar dia menerimanya”

“Ne,Ini yang terbaik sayang”
[/size]

~~***~~~***~~~***~~~


Pagi yang indah matahari menyinari bumi  dengan sempurna.Hye Sun dengan ceria segera menuruni anak tangga kediamannya dengan bersenandung kecil sembari melantuntan lagu yang ia dengar dari i-phonenya.Sesampainya di dapur ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.Ibunya tengah asyik berkutat dengan kegiatan di dapur.

GOO HYE SUN pov

“Ada apa ini??pertama kalinya aku melihat eomma ikut telaten mengurusi menu makanan yang akan dihidangkan,ikut sibuk didapur…heh?tidak salah apa yang aku lihat*mengedipkan matanya berulang-ulang*biasanya segala urusan diserahkan kepada mr.park..benar-benar aneh”

Segera Hye Su melangkahkan kakinya dianak tangga terakhir dan berjalan dengan ria menuju dapur dimana ibunya berada memberikan sapaan pada ibunya.

“Annyeong eomma” Hye Sun membuka lemari pendingin dan mengambil gelas menuangkan air kedalamnya dan tersenyum kepada ibunya.

“Annyeong Hye Sun-ah” balas mrs.Goo dengan ramah,pancaran senyum kebahagiaan merekah dibibirnya.

“Aneh…”kata Hye Sun sambil meminum air yang ada digelas dalam gengaman tanganya.

“Aneh??*terkejut*apanya yang aneh Hye Sun-ah,adakan kotoran atau sesuatu dimuka eomma sehingga kau bilang aneh”

 

“Aniyo…eomma yang aneh,tidak seperti biasa eomma sibuk didapur apakah ada acara yang penting??biasanya mr.park yang mengurusi semuanya?”

 

“hehehe,kau lupa Hye Sun-ah,pertemuan dengan teman serta anak teman eomma…perjodohan”jawab mrs.Goo dengan entengnya.

“mwo??*pffuuuu,air muncrat dari mulut Hye Sun*eomma aku tidak mau…sudah berapa kali aku bilang tidak mau”Hye Sun merengek menjelaskan kepada mrs.Goo

“O…oke angkat kaki dari rumah jangan bawa sehelai bajupun dari rumah eomma,tinggalkan semua ATM dan tetek bengek yang berasal dari keluarga Goo”lagi-lagi mrs.Goo menjawab enteng dan berulang-ulang akan mengucapkan kata yang sama jika Hye Sun berusaha menolak keinginannya.

Perjodohan ini memang sudah jauh-jauh hari diberitahukan kepada Hye Sun oleh mrs.Goo.Hye Sun tak mampu menolak karena konsekunsie yang selalu diucapkan mrs.Goo mengantuinya.”GEMBEL” itu kata yang sangat mengerikan yang selalu dibayangkan oleh Hye Sun.Ia tak kuasa hidup tanpa limpahan materi yang telah diberikan oleh keluarganya.Dan apa jadinya jika dia menolak.”ANDWEEE” teriak hati Hye Sun.

“eomma”

 

“Sudah…eomma cape mendengar rengekanmu…bergegas pergi kuliah..dan ingat jangan terlambat pulang karena kau mempersiapkan dirimu bedandan cantik untuk bertemu dengan anak teman eomma..arraseo..”

 

Tertunduk lesu Hye Sun menghabiskan air minumnya,meletakkannya dan segera menuruti perintah ibunya.Mencium pipi ibunya ia segera berangkat ke kampus diantar oleh sopir pribadinya,yang telah diwanti-wanti oleh mrs.Goo untuk segera membawa Hye Sun pulang dan jangan sampai ia pergi ataupun terlambat pulang ke rumah.

Awan kelabu seakan menutupi kepala Hye Sun,ia segera masuk ke dalam mobil sambil menatap kosong disepanjang perjalanan menuju kampusnya.


###################



Setelah sampai di kampusnya Hye Sun berjalan dengan kurang semangat menuju kelas,dalam pertengahan perjalannya ada seseorang yang memanggil namanya dari kejahuan.

“Hue Sun-ah” Dara berteriak memangil nama Hye Sun sambil berlari terengah-engah menghampiri dimana Hye Sun kini tengah berdiri memantung dengan kesuraman yang dibawanya semenjak awal perjalanannya ke kampus mengingat masalah perjodohanya dengan peria yang sama sekali tak ia kenal.

“Ne” jawab Hye Sun dengan lemah.Kini Dara sudah tepat berdiri dihadapannya membungkuk memegang kedua lututnya dengan tangan sambil mengatur nafasnya.

“hehehe,,,*memandang keatas tepat kearah muka Hye Sun*Hye Sun-ah waeyo??suram sekali wajahmu hari ini”Dara segera berdiri sejajar memegang pundak Hye Sun yang tertunduk lesu.

“hufftt,,,” Hye Sun mengehela nafas meratapi nasibnya.Ia segera bergegas berjalan kembali menuju bangku yang ada disebelah kiri dimana dia dan Dara tengah berdir.Diikuti Dara yang mengekor dari belakang masih bingung dengan tingkah aneh Hye Sun.

“Waeyo,Hye Sun-ah,bicaralah jangan semakin membuat aku bingung dengan tingkahmu dan muka suramu yang membuat hari secerah ini terasa suram” ledeh Dara.

“Kiamat”

“mwo??”

“Ne,Dara Kiamat,,,hidupku akan segera berakhir” ucap Hye Sun sembari menutup wajahnya dengan telapak tangan meratapi nasib perjodohannya.

“Aish,,,kiamat kau ini bicara apa Hye Sun-ah apa ada nilai yang belom keluar di mata perkuliahan semester ini,atau kau ada masalah dengan mr.Kim karena kau lupa tidak mengumpulkan tugasmu?”

“Aniyo,,huhuhu,,,hidupku akan kiamat Dara karena aku akan di…JODOH…kan huhuhu” Ucap Hye Sun menjelaskan seluk beluk permasalah dan kesuramanya pagi ini.

“mwo??heh??yang benar jangan bercanda Hye Sun-ah jaman millennium seperti ini kau akan dijodohkan?aish kuno,,,apa kau tidak memperotes keinginan orang tuamu itu??bilang saja kau masih ingin berkonsentrasi dkuliamu “

“arrrggghhh,,,sudah aku lakukan Dara-a tapi tetap saja eomma ku bersikeras untuk tetap menjodohkan aku dengan dia”

“Apa kau mengenalnya?sudah tahu wajahnya?bentuknya?sifatnya?”

“Aish,,,boro-boro tidak sama sekali”

“Hahaha ya terima nasibmu Hye Sun-ah,dan percayalah kalau orang tuamu telah menimbang bibit dan bobod pria yang terpilih yang akan dijodohkan denganmu” ledeh Dara yang membuat Hye Sun semakin muram.

“bagaimana ini Dara-a?”

“Oh akau kau coba saja bilang dan mengungkapkan pada pria yang akan menikah denganmu itu,kalau kau menolak perjodohan dan harus tanpa sepengetahuan kedua orang tua kalian,nah jika dia yang menolak dan sehati denganmu maka beres pasti akan gagal perjodohan kalian” penjelasan panjang lebar oleh dara sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“hehehe,pinter!!!tumben pinter”

“Aish,,,” *plak* dara menjitak kepala Hye Sun

“Ah,,,kau ini *memonyongkan mulutnya*gomawo dara-a kau memang teman terbaiku aaaa….” Hye Sun memeluk tiba-tiba tubuh  membekapnya dengan sangat erat.

“Ahhhhh,,,lepaskan Hye Sun-ah”  dara meronta dalam pelukan Hye Sun.

“Baik!hwating aku akan mencoba berbicara dengannya tentang keberatan diriku atas perjodohan ini” Dengan semangat berapi-api Hye Sun berdiri dan meninggalkan Dara begitu saja masuk kea rah kelasnya.Dan terus berkutat dengan rencana tersebut.

“Yeah!!Hye Sun-ah tunggu aku” Dara terkejut dan segera berdiri mengejar Hye Sun.
[/size]

~~**~~**~~**~~**~~**~~

Jam perkuliahan berakhir,Hye Sun keluar dari kelas dan segera menuju mobil yang telah nangkring di depan kamusnya menunggu dia keluar.Memberikan salam kepada sahabatnya ia segera masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan yang dibalas dengan lampaian pula oleh Dara.Mobil Hye Sun segera melaju membela kota seoul dan menuju rumah.

Di dalam mobil Hye Sun tetap memikirkan cara untuk mengutarakan penolakannya kepada peria yang akan dijodohkan dengannya.Halus dan berkata harus itulah yang ada dalam bantinnya agar pria tersebut tidak merasa terhina dengan penolakannya tersebut.

Setibanya di rumah Hye Sun segera disambut dengan senyum riang mrs.Goo,beliau memberikan sebuah bungkusan yang berisi baju dan aksesoris lain yang harus dikenakan Hye Sun dalam jamuan makan malam menyambut kedatangan keluarga Lee.Harus dan harus dipakai itulah ancaman yang diberikan oleh mrs.Goo kepada anak tercintanya.Hye Sun dengan senyum palsunya menarih bungkusan tersebut dan segera naik kelantai atas dimana kamarnya berada.

Dua jam sebelum perjamuan makan malam dengan keluarga Lee,Hye Sun sama sekali belum bersiap-siap.Ia berbagir berguling kesana ke mari di atas tempat tidurnya dan sesekali mengacak-acak rambutnya dan berteriak-teriak tidak jelas meratapi nasibnya.

Mrs.Goo memang berusaha untuk percaya dengan anak gadisnya tersebut tetapi teriakan Hye Sun membuatnya gerah juga.Beliau segera naik ke atas menuju kamar Hye Sun.

“Hye Sun-ah,eomma boleh masuk” Tidak ada jawaban dari Hye Sun,mrs.Goo segera memutar hendel pintu dan masuk kedalam kamar Hye Sun.Alangkah terkejutnya beliau mendapati Hye Sun yang belum siap sama sekali padahal jamuan malam malam dengan keluarga Lee kurang dua jam lagi.

“Hye Sun-ah!!!aish lihat jam berapa ini kenapa kau belum siap!!” Bentak mrs.Goo Hye Sun hanya dapat memejamkan mata dan tak menjawab,menutup kepalanya dengan bantal dan berguling kea rah berlainan dimana mrs.Goo berada.

“Aku tidak mau eomma,NO!!huhuhu” rengek Hye Sun

“Cepat bersiap Hye Sun-ah!apa kau igin mempermalukan eomma,apa harus eomma seret agar kau mau mandi dan bersiap-siap heh?!” Ucap mrs.Goo jengkel dengan tingkah anak gadisnya tersebut,beliau menari –narik bantal Hye Sun membuatnya agar cepat bangun dan bersiap-siap.

“Aaaaaaaa,,,,”

“Apa eomm perlu menyuruh pembantu untuk membantumu!!”

“Ok,,,ok,,,”

“Dengar Hye Sun-ah,pakai baju yang eomma pilihkan  untukmu,jangan pakai baju yang lain.Dan dengarkan eomma jangan berpeliraku tidak sopan saat perjamuan makan malam yang bias mempermalukan keluarga GOO.Dengar kau Goo Hye Sun,,,arraseo!”.

“Ne,arraseo” ucap Hye Sun dengan lesu dan ia segera bangkit dari tempat tidurnya disertai mrs.Goo yang menyungingkan senyum kemenangannya keluar dari kamarnya.
[/size]

TBC



akhirnyaaa ke update juga mohon kritik dan saran semuanya, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nama,alamat dll   [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh][/size]

« Last Edit: May 13, 2011, 04:43:20 am by apri minsun »