Chapter 5
2 minggu setelah kejadian tersebut, Hye sun selalu menghindar jika bertemu ataupun berpapasan dengan mino. Bahkan, di kelas pun, hye sun akan mengacuhkan mino walaupun mereka satu kelompok. Seperti saat ini. Dalam pelajaran Fisika, hye sun satu kelompok dengan mino. Berkali-kali mino mencuri-curi pandang, namun hye sun mengabaikannya. Sekali-kali, mino mengirim sms ke hye sun yang duduk didepannya. Isi sms tersebut adalah mianee.. hye sun-a. Jeongmal mianee.. . Tak ada balasan dari hye sun. Mino tahu hye sun membacanya, tapi ya.. hye sun lagi-lagi mengabaikan sms tersebut.
mianee.. hye sun-a. Jeongmal mianee..
Abaikan
hye sun-a
mianee
Abaikan
mianee.. hye sun-a...
Abaikan
Hye sun-a
Abaikan
Yya.. hye sun
Jeongmal mianee..
Kali ini hye sun tidak bisa tinggal diam. Ditatapnya wajah mino yang duduk didepannya. Pandangan itu mencerminkan ketidaksukaannya kepada mino. Sedangkan mino, ia membalas tatapan hye sun dengan tatapan memelas seolah-olah berkata mianee.. hye sun-a. Jeongmal mianee.. Lama-lama hye sun benci dengan kata miane dan itu karena mino.
Lalu, hye sun memandang layar ponselnya dan membalas pesan mino. Setelah beberapa kali mencoba meminta maaf, Akhirnya hye sun membalasnya.
Idiot!! Seberapa kalipun kau meminta maaf padaku. Kau tidak akan mendapatkannya! Arasseo!
Mino menahan napasnya sebentar lalu menghembuskannya. Jika ia tidak mencium hye sun dulu. Ia tidak akan seperti ini. Dan ini untuk pertama kalinya baginya mencium seorang wanita, selama ini wanita-wanita genit itulah yang menciumnya duluan. Tapi, kenapa terhadap hye sun ia berani melakukannya, apakah karena wajah putih mulusnya? Anyi.. Apa karena senyumannya? Anyi.. Mungkinkah karena bibirnya yang memerah? Kude! Bibirnya yang memerah itu menggodanya. Menurutnya, bibir itu tidak pernah di sentuh orang lain. Berarti, dia yang pertama!
Mino mengangguk-anggukkan kepalanya serta tersenyum nakal. Hye sun yang sedari tadi melihat tingkah mino mulai menyipitkan kedua matanya yang bulat itu, ia menjadi curiga terhadap mino.
Zzzrttz
Zzzrttz
Zzzrttz
Zzzrttz
Hye sun mengalihkan pandangannya ke ponselnya. Tertera di sana nama Mino. Apa yang sebenarnya ia mau? Hye sun menoleh ke arah mino. Tapi, mino memalingkan wajahnya.
Hye sun-a.. Setelah jam pelajaran berakhir, temui aku di tempat di mana kau menamparku. OK! Jika kau tidak datang berarti kau pengecut!!
tempat dimana kau menamparku kalimat itu berputar berkali-kali di kepala hye sun. Ia tak bisa mencerna kata-kata tersebut. berarti di tempat ia mencuri ciumanku? Dasar! Apa lagi yang ia mau? Mencuri ciumanku lagi! Tanpa sadar hye sun menyentuh bibirnya. Ia teringat di mana mino menciumnya, bibir merah padat dan sedikit menganga itu terasa kenyal di atas bibirnya. Yya, hye sun apa yang kau pikirkan. Dia itu hanya pemuda brengsek dan kau tahu itu kan! Hye sun menggelengkan kepalanya pelan agar tidak diketahui gurunya.
Perlahan-lahan hye sun mendongakkan kepalanya lalu menatap mino, pemuda itu sedang menyentuh bibirnya dan tersenyum yang menurut hye sun senyuman aneh, seperti senyuman pemuda penggoda #emangnya ada?#
Hye sun mengikuti arah jemari mino yang menyentuh bibir. Hye sun menatap bibir itu sekali lagi, jantung hye sun berdetak 5 kali lebih cepat, wajahnya mulai memerah dan ia mendapat kesulitan menelan ludah dan juga bernapas.
Sampai di sini ada pertanyaan? Suara tebal milik Mr. Han menyadarkan hye sun dari lamunannya.
Jika tidak ada. Pelajaran sampai di sini saja. Kalian boleh pulang sekarang. Sampai ketemu minggu depan. Setelah itu,
Mr. Han keluar ruangan diikuti beberapa siswa lainnya. Hye sun bergegas mengemasi buku-bukunya dan berlari keluar, ia tak berniat sedikitpun untuk menemui mino.
Sun-a.. Langkah hye sun berhenti mendengar suara mino.
10 menit lagi kau kesana. Aku ada urusan dengan Geun Seuk dan Hong Ki. Mino terdiam sebentar, menunggu reaksi hye sun. Tapi, hye sun melangkahkan kakinya.
>>>>>>******<<<<<<
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Pergi
Tidak
Akkhhh
.
Saat ini hye sun berada di taman sekolah. Ia sedang berpikir. Apakah ia pergi atau tidak. Setelah 10 menit berlalu, hye sun memutuskan untuk menemui mino. Ia tak akan segan bila mino menciumnya lagi.
Dengan semangat yang menggebu-gebu, hye sun melangkahkan kakinya dengan cepat menuju tempat yang ia janjikan dengan mino.
Ada 3 hal yang akan aku lakukan jika aku melihatnya, aku akan menampar wajah arrogantnya 10 kali, menendang perut atletisnya 5 kali, heh? Atletis? Benarkah? Abaikan! Dan
langkah hye sun berhenti. Ia berpikir sejenak.
Hah.. lihat saja nanti.
Hye sun mulai melangkahkan kakinya, melewati tempat parkir sekolah tersebut. samar-samar ia mendengar seseorang menyebut-nyebut namanya.
Mino??
Hye sun menoleh kpada orang yang ia kira mino itu dan mulai mendekat. Wajah orang itu tak terlihat, orang itu sedang memunggunginya. Tapi, hye sun yakin itu mino. Hye sun mengendap-endap mendekati mereka dan bersembunyi di balik mobil seseorang. Dan menyimak pembicaraan mereka.
Apalagi?? Aku sedang diburu waktu. Nanti Hye sun melihatku disini gimana?
ternyata benar itu mino.. Sedang apa ia disini. Dan mengapa menyebut namaku.? gumam hye sun pelan sambil memerhatikan mino.
Hey.. tenang dulu. Aku dan Geun Seuk mau protes. Hong Ki menenangkan mino dengan menepuk lengannya berkali-kali.
Kau membeli mobil rongsokan ya? Baru beberapa minggu dipakai sudah rusak. Diperjanjian kita, kau harus membelinya dengan barang asli. Bukan rongsokan Geun Seuk mengeluarkan kekesalannya ke Mino.
Yya.. itukan cocok untuk kalian berdua. Sahut mino dengan nada santai
Hye sun mengerutkan alisnya dan menyipitkan matanya. Ia mulai tertarik dengan pembicaraan ketiga pemuda dihadapannya ini. Terutama dari kata perjanjian dan barang rongsokan. Sepertinya mereka lagi taruhan dan mino kalah. Tapi taruhan dalam hal apa? Kata hye sun dalam hati.
Yya.. kau mau kami mengadu kepada hye sun tentang taruhan ini?? Hye sun pasti akan marah padamu. Ia akan membencimu. Sahut Geun Seuk dengan nada menantang.
Aku tidak takut. Aku akan mengatakannya pada hye sun hari ini juga. Dan aku akan mengatakan padanya bahwa aku sudah mulai menyukainya. Kata mino dengan nada pelan di bagian akhir.
Hah? Taruhan? Aku? Dan apa itu, kata terakhirnya? Aku tidak mendengar dengan jelas. Suaranya pelan. Aku harus menemui mino dan meminta penjelasannya. Hye sun keluar dari persembunyiannya dan berlari menuju suatu tempat.
>>>>>>******<<<<<<
Kau disini? Kukira kau tak akan datang.
Hye sun yang sedari tadi menundukkan kepalanya, segera menatap mino yang sekarang ini sudah berdiri dihadapannya. Hye sun berdiri dan menatap tajam ke mino. Mino yang melihat tatapan itu, memalingkan wajahnya. Jujur, ia terkejut
melihat tatapan hye sun.
Hye sun mengangkat tangannya, memegang wajah mino lalu dihadapkan wajah mino ke wajahnya. Hye sun menatap lekat dan tajam ke mat amino. Ia mencari sesuatu di sana.
Lalu..
Plak
!!!
Hye sun menampar keras pipi mino. Tanda berwarna merah dan berbentuk tangan tercetak diwajah mino. Mino tak
bereaksi. Ia hanya menatap wajah hye sun datar seolah-olah ia pasrah diperlakukan seperti itu oleh hye sun.
Apa yang kau lakukan? Tanya mino pelan dan datar
Kau! Pemuda brengsek! Kau pikir aku barang! Teriak Hye sun didepan mino.
Apa maksudmu?
Jangan berpura-pura padaku. Aku mendengar semua pembicaraan kau dan teman-teman mu itu. Kau menjadikan ku taruhan! Untuk apa? Apa salahku? Ayo katakana!! Teriakan hye sun semakin keras. Ia memukul dada mino dan sekali-kali menampar mino. Ia tak bisa mengendalikan dirinya lagi. Ia paling benci yang namanya TARUHAN.
Mino memegang kedua tangan hye sun erat dan menatap mata hye sun lekat.
Lepas Kata hye sun tegas
Mino tidak menuruti perkataan hye sun bahkan ia menggenggam pergelangan tangan hye sun lebih erat lagi.
Kau tuli? Cepat lepaskan. Agar aku bisa..
bisa menampar dan memukul ku lagi? Begitu? Kata mino tajam
Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Dengar perkataan ku baik-baik..
Aku tidak mau! La
La
La
La
La
La
La
La
La
Saranghae..
Mwo..??? Hye sun tak percaya apa yang ia dengar barusan. Mino menyukainya? Its Impossible.
Saranghae.. hye sun-a Mino mengulang perkataannya sambil tersenyum manis
Huh? Kau kira aku percaya begitu saja. Jangan bilang kau menyukai ku setelah ciuman itu. Itu lebih tak masuk akal.
Yya, coba tatap mataku. Aku sungguh-sungguh tahu.
Tidak mungkin. Apakah kau mengatakan ini karena T-A-R-U-H-A-N??
Baiklah, aku akan jujur. Pertaruhan itu memang ada. Taruhan untuk mendapatkanmu. Miane.. waktu itu, ego ku
menguasai ku. Maka, jadilah taruhan ini. Miane sun-a. Mino menundukkan wajahnya menyesal.
Hye sun melihat wajah menyesal itu, luluh juga.
Lalu, mengapa kau menciumku? Apakah karena pertaruhan tersebut? Tanya hye sun pelan. Amarahnya mereda setelah melihat tampang mino.
Itu.. itu.. aku lakukan tanpa sengaja. Maksudku.. itu bukan karena pertaruhan.. tapi.. mino mulai meletakkan tangan hye sun ke dadanya. Ini.. didalam sini..
Hye sun kaget, suara mino terdengar lembut di telinga hye sun. Hye sun juga merasakan ketulusan mino dari detak
jantung mino yang tak beraturan. Hye sun menengadahkan kepalanya untuk menatap mino, mino pun sama, ia juga menatap hye sun. Perlahan mino melangkah kearah hye sun, agar lebih dekat. Setelah tak ada jarak lagi, mino menundukkan kepalanya dan menatap mata hye sun yang bulat dan besar.
Mino tersenyum dan menutup matanya dan berniat mencium bibir hye sun. Tapi..
Tu
tunggu
Hye sun menjauhkan wajahnya dari mino.
Wae? Tanya mino peellaaannn..
Kau.. mau.. apa..??
Jarak mereka sangatlah dekat. Mino tersenyum dan menjawab Menunjukkan cintaku padamu..
Tapi.. kenapa kau berubah begitu cepat? Tanya hye sun ke mino
Molla..
Belum sempat hye sun bersuara. Mino sudah mencium bibir hye sun. Hye sun hanya melongo ditempatnya, ia tak tahu harus berbuat apa. Sekarang ini mino menciumnya, hanya menempel tak ada lumatan. Karena tak ada balasan dari hye sun, mino mulai memeluk hye sun dan melumat bibir itu, memberikan sensasi yang berbeda untuk hye sun.
Usaha mino berhasil. Hye sun membalas lumatannya walaupun masih ragu-ragu dan hye sun juga mengelus dada mino. Tiba-tiba mino menyudahi ciumannya dan menatap hye sun sambil tersenyum nakal. Hye sun memalingkan wajahnya yang merona. Ia sadar apa yang ia perbuat. Dan ia malu sekarang
Jadi.. bagaimana? Apakah kau bersedia?
Tidak! Balas hye sun keras dan tegas
Lalu.. mengapa kau menikmati ciumanku tadi Sambil tersenyum mino berbisik tepat ditelinga hye sun
Yya.. Hye sun mendorong mino kebelakang dengan keras. Hye sun memanyunkan bibirnya. Ia kesal dengan sikap
mino tadi.
Hey, Hye sun.. kenapa memanyunkan bibirmu seperti itu? Kau mau aku cium lagi ya
Godaan mino membuat sepasang pipi hye sun bertambah merah. Dengan nada mengancam ia membalas.
Terus saja kau menggoda ku. Kau tak akan pernah mendapatkan jawaban yang kau mau. Aku pergi
Eh.. Tunggu dulu. Mino menghentikan hye sun dengan cara merentangkan tangannya didepan hye sun. Hye sun hanya menyipitkan matanya dan mengangkat dagunya serta meletakkan sepasang tangannya di pinggang.
Jadi.. Kau menerimaku. Benarkah? Tanya mino dengan wajah berseri-seri.
Awalnya sikh.. Tapi kalau dipikir-pikir
Hye sun mengelus dagunya.
Aku berubah pikiran
Ta
tapi.. aku serius.. aku..
Jangan bilang kau menyesal. Potong hye sun cepat dan menunjuk tepat di depan mata mino.
Ne, aku menyesal sekarang.. Aku menyesal telah menjadikanmu bahan taruhan kami. Selama taruhan itu, aku berusaha untuk menggaetmu agar aku menang. Namun, usaha ku membuatku jatuh cinta padamu. Awalnya, aku tak percaya dengan perasaan ini. Tapi, setelah menciummu, aku yakin bahwa aku benar-benar mencintaimu. SARANGHAE GOO HYE SUN.. Kata Mino Yakin dan tegas.
Lee Min Ho
Hye sun hanya memamnggil mino pelan. Ia tak tahu harus berbuat apa. Pengakuan mino sungguh
mengejutkannya.
Hmm.. Balas mino sambil menatap wajah hye sun. Ia menunggu jawaban hye sun.
Hye sun menundukkan wajahnya sambil mengangguk pelan seraya berkata Ne..
Hye sun tak mendengar teriakan atau apalah dari mino. Lebih dari 5 menit mereka hanya terdiam, dan hye sun semakin penasaran apa yang dilakukan mino. Ketika ia ingin melihat mino. Ia merasakan sesuatu yang hangat dan nyaman. Ternyata mino memeluknya erat. Hye sun membalas pelukan mino.
Gomawo.. Ujar mino pelan
Hye sun hanya tersenyum dan memeluk mino lebih erat lagi
>>>>>>******<<<<<<
Sun-a.. Kau mau kemana? Tanya Mrs.Goo ketika melihat hye sun yang tampil rapi dan cantik
Malam mingguan Jawab hye sun singkat
Dengan siapa? Omma tak melihat kau sedang dekat dengan seseorang? Tanya Mrs. Goo penasaran
Hye sun hanya tersenyum menanggapi perkataan Mrs. Goo
Nanti omma akan tahu. Jawab hye sun misterius
Yya.. hye sun. Kamu menyembunyikan sesuatu dari omma ya
Ayo katakan! Desak Mrs. Goo pada hye sun
Ting
Tong..
Tuh.. dia datang Ujar hye sun sambil tersenyum
Biar omma yang membukanya Mrs. Goo mendahului hye sun yang sudah melangkah duluan kea rah pintu.
Annyeonghaseo.. Ahjumma Ujar pemuda dihadapan Mrs. Goo
Mino? Apa yang kau lakukan di sini. Jangan bilang kau.. hye sun.. Mrs. Goo kebingungan sendiri, sementara hye sun
menyeret mino keluar.
Aku pergi dulu omma.. Bye.. Kata hye sun sambil mengecup pipi Mrs. Goo
Mrs. Goo yang masih terkejut dengan kejadian tadi hanya melambaikan tangannya. Mrs. Goo menggelengkan kepalanya tanda tak percaya. Lalu, masuk kedalam rumah
>>>>>>******<<<<<<
Mino.. mana mobilmu? Hye sun celingak-celinguk mencari mobil mino.
Aku tak membawa mobil. Jawab mino santai. Lalu mulai berjalan mendahului mino.
Hye sun mengikuti mino sambil mengomel Mwo!! Lalu, bagaimana caranya kita pergi kencan kalau kau tak membawa mobil..
Ini keinginanku dulu. Jika aku benar-benar telah menemukan seseorang yang aku sayang, aku akan mengajaknya kencan dengan naik bis. Karena naik bis lebih romantis daripada naik mobil pribadi.
Yya.. rumus apaan itu. Dimana-mana lebih enak naik mobil pribadi. Kita lebih leluasa dan tidak berhimpitan atau berbagi tempat dengan orang lain.
Disitulah enaknya. Kata mino sambil tersenyum
Hye sun mengerutkan alisnya. Kata-kata yang diucapkan mino tak bisa ditangkap dengan baik. Tak terasa mereka sampai di halte bis. Hye sun hanya memasang tampang jutek ketika mino melihatnya. Mino hanya tersenyum melihat kekasihnya ini.
Jangan seperti itu. Kau membuat ku gemas Ujar mino sambil mencubit kedua pipi hye sun
Hentikan.. bisnya sudah datang Kata hye sun sambil mengibaskan tangan mino dari pipinya.
Mino hanya tersenyum. Lalu menggenggam tangan hye sun dan mengajaknya naik bis. Mino tak menyangka, bis yang akan mereka tumpangi penuh. Terpaksa mino dan hye sun berdiri. Karena hye sun pendek, ia hanya memeluk lengan mino agar tidak jatuh, sedangkan mino hanya tersenyum. Hye sun yang melihat mino yang tersenyum menjadi bingung.
Kenapa tersenyum. Kalau dihitung-hitung hari ini kau banyak tersenyum. Apakah ada suatu hal yang membuatmu tersenyum? Tanya hye sun pelan
Tentu, ada 3 hal yang membuatku tersenyum. Pertama, aku tersenyum karena kau menerimaku. Kedua, karena hari ini kita pergi kencan dan yang ketiga karena aku akan mendapatkan sesuatu yang aku inginkan.
Owh.. lalu yang ketiga itu apa maksudmu? Tanya hye sun lagi
Rahasia
>>>>>>******<<<<<<
Yya.. kenapa kau mengajakku ke sini. Seharusnya kau mengajakku ke tempat-tempat yang romantic. Seperti Namsam Tower.
Kita kan sudah kesana. Jawab mino
Yya.. waktu itu kan kita masih berteman atau lebih tepatnya lagi, saat kau melancarkan aksimu menggaetku.
Tapi, aku bosan. Balas mino cuek.
Huh.. Tapi, di taman tidak terlalu buruk. Kata hye sun pelan
Tentu. Apakah kau mau main ayunan. Aku akan mendorongmu Ujar Mino lembut
Ne!! Teriak hye sun bersemangat
>>>>>>******<<<<<<
Lebih kencang mino
Tidak!! Seperti ini saja. Nanti kau jatuh bagaimana? Kan aku yang repot
Selalu membantah
Mino hanya tersenyum mendengar keluhan hye sun.
Mino
Panggil hye sun pelan
Hm..
Kau sudah berapa kali berpacaran? Tanya hye sun pelan
Ini yang pertama kali Jawab mino
Jinja?? Tanya hye sun tak percaya.
Mino tak lagi mendorong hye sun. Ia melangkahkan kakinya dan duduk ditanah didepan hye sun
Kude.. Ini yang pertama kali aku pacaran. Tapi untuk ciuman pertama, sudah ku alami. Kata mino sedikit menggoda hye sun. Ia ingin melihat reaksi kekasihnya ini.
Yya mino.. aku serius Hye sun menendang mino yang duduk didepannya
Oke. Serius. Kau pasti bingung kan. Dulu, wanita-wanita yang ku kencani, bukanlah kekasihku. Aku hanya menerima apa yang wanita tersebut mau. Aku tak pernah menganggap ini nyata. Mereka hanya pelampiasan sesaat. Ketika aku jenuh atau bosan atau kecewa atau apalah yang membuatku tak betah. Jadi aku panggil mereka untuk menemaniku. Tapi kau jangan salah paham. Aku meminta mereka untuk makan siang atau malam. Tidak lebih.
Hye sun hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali. Mengerti apa yang dikatakan mino.
Tapi, jika aku menemukan seseorang yeoja yang aku cintai. Aku tidak akan melepaskannya dan mempercayainya. Tidak akan menyakiti hatinya. Dan mengikatnya seumur hidup. Karena aku percaya pada Cinta Pertama. Dan kau lah cinta pertama ku dan juga yang terakhir. Lalu, melamarnya dan menikahinya. Menjaga anak-anak yang ia berikan padaku. Dan aku akan mempertaruhkan nyawaku jika sesuatu mengancam mereka. Yeoja itu adalah kau Hye sun.
Hye sun hanya memandang mino tak percaya. Ia mematung, tak tahu apa yang dilakukan.
Menikahlah dengan ku hye sun. Pinta mino penuh harap sambil menggenggam kedua tangan hye sun.
Setelah terdiam cukup lama. Akhirnya hye sun bicara Tapi, kita masih sekolah mino.. Aku mau meraih cita-citaku dulu. Baru menikah Tolak hye sun lembut.
Pandangan mino meredup. Tangan hye sun yang ia genggam terlepas begitu saja. Tapi, hye sun segera meraih tangan mino dan menggenggamnya
Walaupun begitu, aku tetap menerima lamaran ini. Tunggulah aku mino. Ujar hye sun lembut
Mino tersenyum dan membalas genggaman hye sun. Menarik hye sun dalam pelukannya
Gomawo.. Saranghae
Mino melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya kea rah hye sun. Hye sun tahu apa yang dilakukan mino, jadi hye sun memejamkan matanya dan menanti. Tak lama, hye sun merasakan bibir mino di bibirnya. Bibir kenyal yang pernah ia rasakan sebelumnya, kini ia merasakannya kembali.
Ciuman tanpa nafsu namun ciuman kasih sayang dan penuh cinta
THE END
« Last Edit: May 18, 2011, 04:27:39 am by Rie_sHa »

Logged