Author Topic: Complicated Love CHAPTER 8 . 6 agustus 2011  (Read 6670 times)

Offline anggii.pp_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • suasana bhagia MINSUN di BBF :D
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: Complicated Love CHAPTER 4 . 15 may 2011
« Reply #75 on: May 22, 2011, 02:09:16 am »
CHAPTER 5
Selalu ada Min ho....


“Heii Hye sun, bagun!! Jangan tidur terus..” panggil Min ho sambil mengetuk pintu kamar Hye sun yang hanya berjarak 5 meter dari pintu kamarnya.

Tak lama kemudian Hye sun keluar dengan wajah kusut dan rambut yang acak-acakan. Hye sun juga masih menggunakan pakaian kemarin. Ia masih belum berganti pakaian seragam sekolah.

“yaa ampun...” ucap Min ho yang memperhatikan penampilan Hye sun saat ini “ayo cepat siap-siap nanti kita terlambat kesekolah..”

Hye sun tidak langsung menjawab, ia malah menguap dan mengucek-ngucek matanya. “aku tidak mau masuk hari ini.. aku di sini saja ya..” ucap Hye sun sambil merusaha membuka matanya.

Min ho diam kemudian ia mengangguk “oh -- yasudah, kalau begitu aku berangkat dulu..”

Kemudian Min ho berjalan menuju tangga di depannya, tapi mendadak langkahnya terhenti akibat panggilan dari Hye sun yang mendadak.

“Lee Min ho..”

Min ho berbalik dan mengerutkan alisnya saat menatap Hye sun “Weo??..”

“please..jangan kasih tahu siapa-siapa tentang keberadaan ku..” Hye sun menyatukan kedua tangannya dan menatap Min ho dengan pandangan memohon.

Min ho sempat dilema tapi setelah berpikir sesaat ia mengangguk dan tersenyum “percaya saja dengan ku..” jawabnya sambil mengeluarkan jari klingking dan tersenyum pada Hye sun.

“Ok..” Hye sun balas tersenyum dan ikut mengeluarkan jari kelingkingnya. “aku percaya dengan kau..”. kemudian Min ho berbalik dan mulai pergi menuju SHINWA..

                           ^^^^________^^^^

Min ho memasuki kelasnya dengan wajah kusut. Ia jadi ikut kepikiran masalah yang Hye sun alami. Saat didalm kelas Min ho dapat melihat ekspresi So eun dan teman-teman cewek lainnya sedang kebingungan. Dari sana Min ho sudah tahu kalau mereka sedang membicarakan Hye sun.

“ehh itu anak cewek lagi apa?..” tanya Min ho setelah sampai didepan Geun suk dan teman-temannya yang lain.

“Oh..mereka itu lagi bicara masalah Hye sun, katanya dia pergi dari rumah!..” jawab Geun suk sambil melihat ke arah anak-anak cewek didepannya.

“Kabur? Kabur bagaimana??..” Min ho berusaha memperlihatkan wajah yang kebingungan, ia tidak mau teman-temannya curiga atas keberadaan Hye sun.

Geun suk mengangkat bahunya “tidak tahu..tapi semalam eommanya Hye sun menghubungi anak sekelas..”

“kok aku tidak di hubungi?..” Min ho menunjuk dirinya sendiri sambil menatap Geun suk heran.

“mungkin karena kau tidak di anggap teman oleh Hye sun..” goda Geun suk lalu tertawa lepas bersama anak laki-laki yang lain.

                           ^^^^______^^^^

Jam pelajaran hari ini telah berakhir. Min ho bergegas memasukan buku kedalam tas ranselnya, ia ingin segera pulang. Entah kenapa sejak tadi perasaan Min ho tidak enak, ia takut akan terjadi apa-apa pada gadis itu.

“hari ini kita pulang sama-sama ya?..” ajak Ji yon saat ia bertemu Min ho di depan gerbang sekolah.

“Mian , hari ini aku ada pekerjaan penting..” tolak Min ho, lalu pergi meninggalkan Ji yon yang menatapnya kecewa.

Sepanjang jalan Min ho terus memikirkan Hye sun, meskipun ia yakin kalau gadis itu tidak akan berbuat hal yang akan mencelakai dirinya sendiri tapi rasa gusar itu tidak kunjung hilang. hye sun tidak mungkin bunuh diri , itu hal konyol... tapi, bagaimana kalau dia kabur?. tiba-tiba kata ‘kabur’ terlintas di kepala Min ho. Dengan pandangan cemas ia menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.

“dari tadi apa yang Hye sun kerjakan?..” tanya Min ho pada pembantunya yang saat ini sedang membersihkan rumah.

“agashi membantu saya memasak dan juga bersih-bersih. Tapi sekarang agashi ada di taman belakang dorenim..” jawab wanita yang terlihat sedikit sudah tua di depannya itu.

Min ho mengangguk kemudian tersenyum “gomawo..” ucapnya santai kemudian pergi menuju taman belakang rumahnya.

Saat ini Hye sun sedang bermain dengan pupu anjing kesayangan Min ho. Cowok itu merasa senang karena sekarang ia sudah bisa kembali melihat senyuman Hye sun yang sempat hilang semalam.

“akur banget..pernah jadi anjing ya??

Hye sun berpaling menatap Min ho yang berdiri di belakangnya. Pupu yang melihat kedatangan majikannya tersebut langsung menggonggong. Min ho pun mulai mendekat dan ikut jongkok di samping Hye sun.

“tadi di sekolah ada apa??..” tanya Hye sun sambil mengelus-elus tubuh pupu yang ada di dalam gendongan Min ho. sedangkan anjing itu hanya diam sambil menatap Min ho dan Hye sun silih berganti seolah sedang mengamati keadaan majikan dan teman barunya itu.

“ada satpam, murid, papan tulis, guru, kantin dan masih banyak lagi..” Min ho menjawab pertanyaan Hye sun dengan datar dan tanpa ekspresi. Saat ini ia masih disibukan oleh pupu di tangannya.

Hye sun memonyongkan bibir nya sambil menatap Min ho kesal. Lagi-lagi cowok ini tidak bisa di ajak serius.

“tidak lucu..” balas Hye sun ketus sambil membuang muka ke arah lain.

“siapa yang ngelucu?..tidak ada yang ketawa bukan ?..” Min ho malah menimpali perkataan Hye sun dengan yakinnya tanpa merasa bersalah sama sekali.

Hye sun kembali mendengus kesal. Ia semakin kewalahan untuk berbicara dengan Min ho yang sama sekali tidak menanggapi perkataannya dengan serius.

“tapi tadi di sekolah pada kebingungan..” sahut Min ho mendadak. Hye sun yang mendengarnya langsung berpaling menatap Min ho sambil mengerutkan alisnya.

“kebingungan??.. Weo??.”

“tidak tahu juga, tapi yang jelas ada gosip katanya ada anak ayam kabur dari rumah..sampai-sampai tidak masuk sekolah hari ini..”

Hye sun tersenyum mendengarkan perkataan Min ho yang datar dan terkesan cuek. Entah kenapa kelakuan Min ho yang seenaknya dan juga cool membuatnya bisa sedikit terhibur.

“jadi bagaiman? Apa yang akan kau lakukan sekarang?..” suara Min ho berubah lebut, tatapannya sekarang juga sudah tertuju pada Hye sun buka pada pupu yang sekarang pergi meninggalkan mereka berdua.

“..” hening. Hye sun tidak menjawab ataupun bereaksi akan pertanyaan Min ho barusan. Ia malah memilih untuk menatap rerumputan didepannya.

“saran ku sih lebih baik kau pulang..” Hye sun memalingkan wajahnya menatap Min ho. Kali ini ia tidak membantah atau menimpali perkataan Min ho dengan amarah, sekarang Hye sun lebih memilih untuk mendengarkan dan memikirkan apa yang di ucapka oleh Min ho.

“mau bagaimana pun dia tetep eomma yang telah melahirkan kau..” Min ho juga berbalik menatap Hye sun, sehingga tatapan mereka sekarang bertemu. “kalau dia salah seharusnya kau membimbingnya kejalan yang benar..bukannya memilih untuk meninggalkan dia..” nasehat Min ho sambil tersenyum manis kepada Hye sun.

Pandangan Hye sun nanar dan ia masih diam. Perkataan Min ho tadi memang benar, selama ini kalau dia ada salah eommanya pasti memaafkannya tapi kenapa dia tidak bisa memaafkan eommanya?.. entah kenapa Hye sun merasa masalah saat ini beda. Eommanya sudah benar-benar kelewatan sehingga ia tidak sanggup untuk menerima maaf dari eommanya.

“tidak ada yang tahu kalau tidak di hadapi..” kata Min ho yang tahu isi pikiran Hye sun yang bimbang. “lagian masalah ini tidak akan selesai kalau tidak di hadapi..” lanjutnya sambil menepuk punggung Hye sun pelan.

                           ^^^^^_______^^^^^

Jantung Hye sun berdetak kencang, bibir bawahnya di gigit dan tangannya basah. Saat ini Hye sun merasa takut untuk bertemu eommanya.

“sudah sampai..” sahut Min ho saat mereka sampai di samping rumah Hye sun.

Hye sun menegakan kepalanya. Suasana malam yang gelap membuat Hye sun sedikit kesulitan untuk melihat keadaan didepan rumahnya, tapi lama-kelamaan Hye sun dapat melihat jelas sebuah mobil ferrari merah terparkir tepat didepan rumahnya.

“Kim dong wo.” Ucap Hye sun pelan berupa desahan membuat Min ho tidak mendengar jelas perkataan Hye sun barusan.

“Dhe?..”

“itu mobil Kim dong wo!!..” ucap Hye sun lagi lalu keluar memasuki teras rumahnya yang tidak terkunci. Kemudian dengan pasti ia membuka pintu yang terbuat dari kayu jati di depannya.

Mata gadis itu membelak, mulutnya di menganga dan air matanya turun membasahi pipinya. Berkali-kali Hye sun menggelengkan kepalanya saat ia melihat eommanya berada didalam pelukan laki-laki yang sangat ia benci. Hye sun tidak percaya eommanya akan melakukan hal serendah ini di saat ia tidak ada di rumah.

Hye na berpaling saat mendengar bunyi keras dari hantaman pintu ke dinding. “Sun-a..” ucap Hye na lirih menatap kepulangan putrinya.

Hye sun menggeleng dan langsung berlari meninggalkan Hye na dan juga Dong wo yang saat itu masih salam keadaan saling merangkul. Min ho yang berdiri didepan pintung langsung ikut berlari mengejar Hye sun yang pergi menuju mobilnya.

“Sunny..tunggu.” cegah Hye na sambil berlari mengejar Hye sun, tapi sayangnya mobil BMW hitam itu sudah berlalu menembus kegelapan malam.

                           ^^^^^______^^^^^

Volume tape recorder yang ada di mobil BMW tersebut dibesarkan. Lagu riang dari Vangaboys pun melantun dengan cepat. Min ho memang senang mendengarkan lagu-lagi disco saat menyetir, dan lagu itu sekarang rasanya bisa jadi obat manjur buat gadis yang duduk di sebelah Min ho.

Sekarang Hye sun sudah berhenti menangis dia Cuma diam sambil memeluk dirinya. Tatapannya lurus menembus jalan raya yang berisikan kendaraan yang ramai.

Min ho menghentikan mobilnya saat ia telah kembali ke rumahnya lagi. Ia tidak langsung turun, Min ho memilih diam sambil memperhatikan Hye sun yang mulai terisak lagi

Min ho tahu saat ini hati Hye sun pasti hancur. Jangan kan Hye sun, ia yang tidak terlibat apa-apa dalam masalah ini pun kesal melihat apa yang eomma Hye sun lakukan tadi.

“Sun..sudah sampai..” sahut Min ho lebut sambil menyenggol tangan Hye sun lembut.

Hye sun sama sekali tidak bereaksi. Ia malah semakin terisak dan menenggelamkan kepalanya di dengkulnya.

“aku bener-bener tidak mengerti apa yang dia pikirkan??..apa dia sudah tidak sayang lagi dengan ku?..”

Min ho diam, ia tidak bisa berkata dan juga menjawab perkataan Hye sun barusan. Min ho hanya bisa menatap Hye sun pilu sambil mengelus-elus punggung gadis itu.

“apa dia tidak sayang dengan ku?? Apa aku tidak ada artinya lagi baginya? Segitu pentingkah laki-laki itu sampai dia tega berpelukan dengan laki-laki lain padahal anak kandungnya sendiri sedang pergi entah kemana!!..”

Mendengar suara Hye sun yang tercekat dan putus asa , hati Min ho terasa sakit. Ia seolah merasakan apa yang di rasakan gadis di depannya ini. Tanpa tedeng aling-aling Min ho menarik tubuh mungil Hye sun dan mendekapnya ke dalam dada bidang miliknya.

Min ho membiarkan Hye sun menangis, menluapkan semua rasa sedih dan kecewanya didalam pelukannya. Sedangkan ia hanya bisa mengelus-elus rambut panjang Hye sun yang sedikit ikal di bagian bawahnya.

menangislah Sun-a.. menangislah, aku akan selalu ada untuk mu. Akan selalu, sama seperti dulu di saat kau menangis sewaktu kepergian appa mu batin Min ho.

                              ^^^^^_______^^^^^

Min ho membuka pintu kamar Hye sun pelan, dilihatnya gadis mungil itu duduk di tepi ranjang sambil memeluk lututnya. Mata gadis itu terlihat sembab dan kasur yang ia tempati juga masih terlihat rapi seolah tidak pernah di tiduri pemiliknya.

Dari sana Min ho dapat menebak kalau gadis itu telah menangis semalaman, bahkan Min ho juga berpikir kalau Hye sun mungkin tidak tidur semalaman hanya karena memilkirkan hal yang ia lihat semalam.

Meskipun Min ho mengerti bahwa masalah yang Hye sun alami tidak mudah, tapi Min ho juga takut melihat kondisi Hye sun saat ia. Kalau gadis itu terus menenggelamkan dirinya kedalam kesedihannya bisa-bisa Hye sun jatuh sakit dan Min ho tidak mau hal itu terjadi.

“Sun-a, ayo makan.. kau tidak lapar ya??..” tanya Min ho saat ia telah duduk di samping Hye sun. gadis itu tidak bereaksi, ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. “ayo Sun-a.. kasihan dengan bibi Han yang telah memasakan khusus untuk mu..” lanjut Min ho sambil menyodorkan sepiring nasi beserta lauk-pauknya.

Hye sun melirik piring itu. Ia baru sadar kalau dia belum makan dari semalam, Hye sun pun baru merasakan perutnya yang sudah mulai keroncongan. Dengan senyuman hambar Hye sun mengabil piring tersebut dan memakan makannya.

“kau tidak sekolah??..” tanya Hye sun dengan mulut penuh makanan.

“Ini hari minggu dodol..” jawab Min ho sambil menaikan sebagian bibirnya. Hye sun yang mendengarkan cibiran Min ho hanya bisa mengangkat bahu cuek.

Tokk..Tookk.. terdengar bunyi ketukan pintu dari luar, “Masukk..” kata Min ho santai.

Selang beberapa detik bibi Han pembantu Min ho membuka pintu kayu tersebut.

“ada apa bi?..” tanya Min ho heran melihat kehadiran bibi Han yang tidak di undang.

“dorenim ada dua oarang yang mencari anda..” jawab Bibi Han sopan dan pelan.

“siapa?..”

“tidak tahu. Tapi sepertinya teman sekolah dorenim. Soalnya mereka juga menanyakan tentang keberadaan Hye sun-sii..”

Min ho hanya mengangguk kemudian memberi perintah kepada Bibi Han untuk pergi. Ia menoleh pada Hye sun sebentar “aku keluar dulu.. kau makanlah!..”

Hye sun mengangguk kemudian tersenyum dan memakan lagi makannannya.

                              ^^^^^_______^^^^^

“ada perlu apa kalian datang kesini?...” tanya Hye sun saat melihat Geun suk dan juga So eun yang duduk berdampingan di ruang tamu miliknya.

“di mana Hye sun? dia ada disini kan?..” So eun menatap Min ho kesal dan juga yakin. Mata gadis itu mulai berkaca-kaca dan terpancar harapan akan jawaban Min ho.

Min ho sempat berpikir sejenak, tapi kemudian ia berkata “Dia tidak mau di ganggu..”

“tapii dia disini kan?? Dia baik-baik saja?? Atau mungkin dia sakit?..” So eun menghujani Min ho dengan beberapa pertanyaan yang tidak langsung cowok itu jawab.

“kau tenang saja, Hye sun baik kok..” jawabnya singkat yang di sambuh helaan nafas dari Geun suk dan So eun. “tapi dari mana kalian tahu kalau Hye sun ada di sini?..”

“semalem eomma Hye sun menelponku. Katanya Hye sun datang dengan cowok yang memakai BMW berwarna hitam dan saat itu aku langsung terpikir tentang kau..jadi hari ini aku minta tolong Geun suk untuk datang ke rumahmu..”

“OH- tapi sayangnya Hye sun lagi tak mau di ganggu. Jadi percuma kalau kalian kesini..”

“yasudah kalau dia baik-baik saja aku sudah lega kok.. kalau gitu kami pulang dulu. Tolong jagain Hye sun ya..” kemudian So eun dan Geun suk keluar  dari rumah Min ho dengan perasaan yang sedikit lega.

Setelah kepulangan So eun dan juga Geun suk, Min ho langsung pergi menuju kamar Hye sun lagi. Dan ternyata gadis itu sudah selesai memakan makannanya. Penampilan Hye sun juga terlihat lebih fress dari yang tadi di lihatnya.

“ada apa mereka kesini?..” tanya Hye sun saat melihat kedatangan Min ho.

“mereka mencari mu..” jawab Min ho datar “tapi sekarang mereka sudah pergi kok, jadi kau tidak usah berpikiran yang macam-macam.. lebih baik sekarang kau mandi sana.. badan mu bau sekali, bau iler..” Min ho menutup hidungnya kemudian menggerakan tangannya seolah mengusir Hye sun untuk segera pergi kekamar mandi.

Dengan hati yang kesal dan juga  sedih Hye sun melangkah menuju kamar mandi saat Min ho telah keluar dari kamarnya.

“saya mau bertemu putri ku..” pinta Hye na dengan suara memelas. Saat ia duduk berhadapan dengan Min ho. Padahal baru sejam yang lalu So eun dan Geun suk ke sini tapi sekarang ia harus berhadapan lagi dengan ibunya Hye sun.

“Hye sun-nya tidak mau di ganggu..” balas Min ho cuek dan datar. Meskipun ia juga merasa iba dengan keadaan Hye na, tapi Min ho juga tidak berani berbuat apa-apa tanpa izin dari Hye sun.

Hye na yang mendengar itu langsung tertunduk lemas. Tangannya terus meremas-remas sapu tangan yang telah ia pegang sejak tadi. “Hye sun cerita apa saja?..” tanya Hye na tanpa menatap Min ho.

“Semuanya..” Hye na langsung mengalihkan pandangannya ke Min ho “dia cerita semuanya dengan ku..” lanjut Min ho lagi.

“..” Hye na tidak menjawab ia masih sibuk dengan pikirannya.

“lebih baik tante pulang saja.. Hye sun akan baik-baik saja dengan saya…”

Hye na berpikir sejenak kemudian ia mengangguk. Entah kenapa Hye na merasa yakin bahwa Min ho pasti akan menjaga Hye sun dengan baik. “kalau begitu Tolong ya..”

                              ^^^^^______^^^^^

“masih belum mau pulang?..” tanya Geun suk saat mereka ada di gerbang sekolah keesokan harinya.

Min ho menggeleng. Kemudian melangkah meinggalkan Geun suk, saat berada didalam mobil Min ho melihat Ji yon. Cowok jadi teringat perkataan Yi jon saat jam istirahat tadi. Dia jadi heran kenapa Ji yon menceritakan masalah kelurga nya ke dia ? cari perhatian kali pikir Min ho cuek, kemudian kembali serius menyetir mobilnya.

Sesampainya di rumah Min ho di kejutkan dengan kedatang Hye na yang sedang berhadapan dengan Hye sun. wanita dewasa itu terlihat putus asa dan juga kecewa.

“sudah lama te??..” tanya Min ho hanya sekedar basa-basi pada Hye na.

“Lumayan..”
“Oh- yasudah kalau begitu Min masuk dulu..”

Setelah kepergian Min ho. Hye na kembali menatap Hye sun “kita pulang yuk…” bujuk Hye na pada Hye sun yang sama sekali tidak menatapnya. “tidak enak dengan Min ho. Dia jadi kerepotan..” lanjut Hye na pelan.

Hye sun melirik eommanya itu. Perkataan Hye na barusan memang ada benarnya. Ia memang telah banyak merepotkan Min ho padahal cowok itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah yang ia alami.

Setelah berpikir cukup lama Hye sun mengangguk dan berdiri “aku mau ambil baju seragam ku dulu..”

Hye na tersenyum senang dan lega kemudian ia mengangguk “eomma menunggu mu..”

“aku akan pulang..” kata Hye sun saat ia berpapasan dengan Min ho di tangga. Min ho tersenyum dan mengangguk “makasih ya..” lanjut Hye sun sambil balas tersenyum pada cowok itu.

Min ho ikut mengantar Hye sun ke depan gerbang rumahnya. Sekarang ia merasa senang karena Hye sun sudah kembali berkumpul dengan eommnya tapi di sisi lain Min ho juga merasa sedih karena Hye sun tidak tinggal lagi dengannya.

TBC,,

 Chap ini menurut aku membosankan.. apalagi aku yang menulis ini, rasanya sangat capekk.. dan untuk masalah dong wo , aku masih belum mendapat kan orang yang cocok untuk jadi pasangn Hye na. kalau kalian ada saran tolong kasih tahu aku, yang penting orangnya ganteng dan seumuran dengan Hye na. makasih… minta comment nya ya.. yang banyak hehhehe..
   

sabarr papi ku