Author Topic: My Angel, Thank You Chapter 7 ' August, 25, 2011'  (Read 5921 times)

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 3

New Cast

Key SHINee as  Han Jun Ki or Key



Selama ini Yong Hwa menghabiskan waktu hanya di dalam kamarnya. Sekarang Eun Cha membawanya ke taman yang
ada di rumah sakit tersebut di pagi hari. Awalnya Yong Hwa menolak, namun karena kegigihan Eun cha akhirnya yong hwa menyetujui.

Di taman, yong hwa sangat antusias, ketika ia melihat capung atau kupu-kupu ia segera berlari atau meloncat berusaha mendapatkan kupu-kupu tersebut. Eun cha melihat tingkah yong hwa di kursi yanga ada di taman. Senyuman tak pernah hilang di wajah Eun cha, bukan karena melihat keceriaan Yong Hwa namun cita-cita yang sudah lama ia inginkan akhirnya tercapai. Eun Cha memejamkan matanya, menghirup udara pagi yang segar tanpa polusi dan merasakan hembusan angin yang menyerang tubuhnya.

Flashback

“ Lee Eun Cha, jika besar nanti, kamu mau jadi apa? ” Tanya Ms. Young pada Eun Cha

“ Mau jadi Psikologi, bu. ” Jawab Eun Cha dengan senyuman.

“ Psikologi? ” Ulang Ms. Young tak percaya. Gadis berumur 5 tahun, tahu apa tentang Psikologi.

“ Ya bu. Kata Appa, Psikologi biasanya merawat orang-orang yang tak waras bu. Karena Eun sangat penasaran, Eun meminta Appa mengajarkan tentang Psikologi, tapi appa menolak karena aku masih kecil. Jadi, Eun ingin tumbuh besar dan menjadi Psikologi ”

“ Benarkah? Apakah Eun sanggup dan siap menjadi Psikologi? ” Tanya Ms. Young

“ NE! EUN SIAP, SANGAT SIAP! ” Kata Eun lantang.

“ Eh Eun Cha.. Aku ragu kau bisa menjadi Psikologi. Gadis lemah dan cengeng sepertimu mana bisa menjadi Psikologi?
Seorang Psikologi harus memiliki mental yang kuat, karena yang ia hadapi bukanlah orang biasa, tapi luar biasa ” Ejek seorang pemuda cute dan terpintar di kelas Eun.

“ Tau apa kau tentang Psikologi huh? ” Balas Eun kesal

“ Appa ku seorang Psikologi. Beliau menceritakan bagaimana susahnya menjadi Psikologi. Seorang Psikologi harus memiliki rasa sabar dan mental yang kuat. Jika tidak,.. ”

“ Han Jun Ki!! ” Tegur Ms. Young. “ Kenapa kau selalu ingin berdebat dengan Eun Cha? ”

“ Jun cuma menceritakan sebuah fakta bu. Kalau Eun Cha nggak sanggup gimana? Kalau Jun kasih tahu sekarang, Eun akan lebih siap bu. ”

“ Eh? Apakah ia mengkhawatirkan aku? ” Kata eun dalam hati

>>>>>>******<<<<<<

Duarrr!!!

Tepukan keras di kedua bahu Eun menyadarkannya dari lamunannya.

“ Oh.. ” Tiba-tiba Yong Hwa berada di hadapannya sekarang sambil tersenyum manis dan menyembunyikan kedua tangannya ke belakang.

“ Apa yang Yong Hwa sembunyikan? ”

Yong Hwa memperlihatkan toples berisi kupu-kupu kepada Eun Cha. Eun cha yang emang menyukai kupu-kupu langsung merebut toples tersebut dari tangan Yong Hwa, sedangkan Yong Hwa hanya menganga menatap reaksi Eun yang begitu cepat mengambil benda yang di genggamnya..

“ Yong Hwa, kenapa kau mengambilnya cuma satu! ” Protes Eun menatap Yong Hwa

“ Yya.. kau kenapa? Yong Hwa! Yong Hwa!! ” Telapak tangan Eun bergerak ke kanan dan ke kiri menyadarkan Yong Hwa yang keliatan sedang melamun.

>>>>>>******<<<<<<

7 bulan kemudian

Sudah 7 bulan Yong Hwa di rawat, keadaannya semakin hari semakin baik, itu semua berkat Eun yang selalu mengajaknya jalan-jalan. Selama 7 bulan ini, tercatat Yong Hwa berteriak karena mimpi kedua orangtuanya hanya 5 kali dan itupun terjadi 5 bulan yang lalu.

Hari ini, senyuman tak pernah terlepas dari wajah Yoon ah. Hari bersejarah yang pernah ada baginya. Adik kesayangan telah sembuh dan siap tuk kembali ke rumah. Yoon ah berjanji, akan memerhatikan adiknya sekarang dan memberikan kasih sayang yang lebih dari yang dulu. Ia tak mau lagi Yong Hwa seperti ini.

“ Yong Hwa.. kau sudah siap? ” Tanya Yoon ah saat membuka pintu kamar rawat Yong Hwa

“ Omooo… ” Yoon ah menutup mulutnya, kaget! Itu yang dirasakannya sekarang. Yoon ah menggelengkan dan mengedipkan matanya berkali-kali, pemandangan didepannya membuatnya kaget setengah mati. ‘ Bagaimana bisa Yong Hwa seperti ini? Dia piker dia itu… ’

“ Wae?? Ada yang salah? ” Tanya Yong Hwa sambil memandangi dirinya sendiri

“ Yya.. kau pikir kau actor huh? ”

“ Anyi.. ” Jawab Yong Hwa santai

“ Ini apa? Ini? ” Yoon ah menunjuk-nunjuk kea rah Yong Hwa

“ Ini? Ini kacamata, ini baju. Lalu apa yang salah? ” Tanya Yong Hwa heran.



“ Ahh…. Susah bicara dengan mu. Lebih baik kau seperti dulu. ” Cibir Yoon ah ke Yong Hwa

“ Kau mau aku gila lagi? ”

“ Ahh.. ” yoon ah menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri tepat di wajah Yong Hwa. “ Aku tak pernah mengatakan seperti itu. Kau yang mengatakannya sendiri ”

“ Aish…. Noona menjengkelkan ”

“ Lebih baik kau mengenakan baju ini ” Yoon ah menyerahkan baju untuk Yong Hwa. “ Dari pada ini, nanti kau di sangka actor tampan yang bernama Lee Min Ho itu. Cepat ganti sana ” Yoon ah mendorong Yong Hwa kearah kamar mandi.



“ Yya.. aku tak suka baju ini. Aku seperti anak kecil. ” Protes Yong Hwa kepada Yoon ah.

“ Sini. Perhatikan baik-baik. ” Yoon ah menarik adiknya sampai di depan cermin

“ Rambutku sedikit berantakan. ” Gumam Yong Hwa. Lalu, yong hwa mengangkat kedua tangannya ke belakan kepala, merapikan rambutnya. Setelah itu ia tersenyum.



“ Bagaimana? ” Tanya Yoon ah setelah menatap senyuman adiknya di cermin.

Yong Hwa merangkul bahu kakaknya.

“ Bagus. Aku lebih terlihat tampan dengan baju ini. Terlihat lebih muda. Selera noona semakin hari semakin bagus. Pertahankan ” Kata Yong hwa sambil menepuk-nepuk bahu noona nya.

“ Mwo!! ” Yoon ah tercengang setelah mendengar perkataan dongsaengnya. “ Sejak kapan kau berani menguliahi noona huh? ”

“ Sekitar… ” Yong hwa melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. “ 7 detik yang lalu ” 

“ Yong Hwa!! ” Kesabaran Yoon ah mulai menipis. Ia tak tahan dengan sikap Yong Hwa sekarang ini. Lebih parah.

“ Noona.. Jangan marah dulu. Aku kangen bertengkar dengan noona. ”

Yoon ah tak membalas perkataan Yong Hwa. Karena merasa di acuhkan, Yong Hwa teringat sesuatu.

“ Noona.. Eun Cha di mana sekarang? Aku mau mengucapkan terima kasih padanya. ”

“ Mana noona tahu. ” Jawab Yoon ah cuek

“ Hmm.. Baiklah. Noona punya kan nomor ponsel Eun Cha? Kalau ada, pinjam ponselmu ”

“ Ambil saja sendiri ” Sahut Yoon ah sambil melemparkan tas nya kepada Tong Hwa. Lalu, Yoon ah melangkah ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut

“ Untung saja tidak jatuh. Seharusnya noona berterima kasih padaku. ”

Yong Hwa mulai mengutak atik Phonebook Yoon ah. Sesaat ia melihat nomor seseorang yang ia rindukan selama ini. Segera ia menekan tombol hijau untuk menghubungi nomor tersebut.

“ Yeobseyo onnie.. ”

“ Park Hyo Joo… Bogoshipo… ” Ujar Yong Hwa lembut

“ Kim… Yong… Hwa..? ” Terka Hyo Joo tak percaya

“ Hmm… ini aku. Kenapa? Kaget? ” Kata Yong Hwa di iringi senyuman manis
Tak ada balasan dari Hyo Joo. Sekilas Yong Hwa merasa ada yang ganjal dengan “kekasihnya” ini. Tapi, Yong Hwa tak mau memikirkan itu sekarang, yang ia pikirkan adalah betapa besar rasa rindunya pada Hyo Joo.

“ Hyo Joo.. Kenapa selama ini kau tak pernah menjengukku huh? ” Tanya Yong Hwa pura-pura marah.

“ Jangan pernah menghubungi Yong Hwa lagi. Arraseo!! ”

“ Noona.. Apa yang kau lakukan. Aku menghubungi kekasihku. Kenapa kau mematikan sambungannya? ”

“ Huh Kekasih? Tidak! Noona tidak akan menyetujui nya jika kau kembali padanya ” Tegas Yoon ah pada Yong Hwa.

“ Apa alasannya. Dulu noona sangat menyetujui hubungan kami. Tapi kenapa sekarang… ”

“ Tanya tuh pada KEKASIH mu itu. ” Yoon ah menekankan kata ‘kekasih’ dan langsung pergi begitu saja.

“ Annyong Yoon ah onnie.. ” Sapa Eun ketika masuk dan melihat Yoon ah melangkah keluar. Yoon ah tak membalas ataupun tersenyum sapaan Eun cha. Eun cha hanya memandang aneh dan mengangkat bahunya tanda ia tak mau tahu.

“ Lee Eun Cha.. ” panggilan dari Yong Hwa mengalihkan pandangan Eun cha.

Eun menganggukkan kepalanya dan menatap Yong Hwa. Menanti perkataan Yong Hwa selanjutya.

“ Apa saja yang terjadi pada noona.. Tingkahnya sedikit aneh. ”

Eun cha mengankat kedua bahunya bertanda ia tidak tahu apa-apa. Yong Hwa menganggukkan kepalanya mengerti gerakan Eun cha. Lalu Yong Hwa bertanya lagi.

“ Apakah noona pernah menceritakan seseorang, tepatnya Park Hyo Joo padamu? ”

Eun cha menggelengkan kepalanya bertanda tidak. Yong Hwa melihat gerak-gerik Eun cha dengan pandangan bingung dan sedikit kesal.

“ Yya.. kenapa tak mengeluarkan suara sejak tadi. Ada apa denganmu? ” Tanya Yong Hwa sedikit berteriak karena kesal.

“ Tidak ada, cuma males aja. ” Jawab Eun tanpa ekspresi.

“ Kenapa? ” Tanya Yong Hwa lagi

“ Tidak tahu ”

“ Kenapa tidak tahu? ”

“ Ya terserah aku dong. ”

“ Apanya yang terserah ”

“ Kata-kata yang aku keluarkan ”

“ Emangnya kau mengatakan apa ”

“ Yya.. Kim Yong Hwa! ”

“ Ne.. ”

“ Ah sudahlah. Aku lebih suka kau waktu perjumpaan kita yang pertama ” Ujar Eun capek.

“ Mwo! ” Apa yang dikatakannya? Kenapa perkataan Eun sama dengan noona, apakah mereka berharap aku menjadi
gila?

“ Aku tahu apa yang dipikiran mu. Aku tak berniat mengucapkannya. ”

Yong Hwa hanya menganga, ia tak dapat mengeluarkan suaranya. Tergagap-gagap ia berkata

“ Ka..kalau e..mang k.kkau ta.hu apa. Yang.. aku.. pikirk..kan.. co..ba k.kau katakan ”

“ Aku tak mau. Nanti kau tersinggung. ”

“ Mwo! Kau! ” Tunjuk yong hwa tepat di hidung Eun. Segera Eun menepis tangan Yong hwa dan berkata

“ Cepatlah sedikit. Onnie pasti sudah menunggu kita di parkiran. ”

>>>>>>******<<<<<<

Di dalam mobil

“ Eun Cha, terima kasih kau telah menjaga Yong Hwa. ” Ucap Yoon ah pada Eun cha yang duduk di sebelahnya.

“ Ne onnie… ” Balas Eun tersenyum sambil memandangi Yoon ah yang tidak memandangnya, karena Yoon ah sedang menyetir

“ Setelah mengantar kami kau mau kemana? ” Tanya Yoon ah pelan.

“ Aku mau ke supermarket. Bahan-bahan di rumah sudah mulai habis. ” Kata Eun cha lagi.

“ Oh kalau begitu, kau pergi dengan ku saja. Anggaplah sebagai tanda terimakasih ku padamu ” Kali ini Yong Hwa yang
bersuara setelah terdiam cukup lama.

“ Yya Yong Hwa, kau belum mengucapkan terima kasih pada Eun cha? ” Tanya Yoon ah sambil melihat kekaca spion untuk melihat reaksi adiknya

“ Belum ” Jawab Yong Hwa pelan

“ Mwo!! ” Teriak Yoon ah tak percaya

“ Yya jangan berteriak, noona selalu berlebihan. Maka itu, aku mau menemaninya ke supermarket ” Balas Yong Hwa sambil cemberut.

“ Dasar! ” Gumam Yoon ah yang masih terdengar oleh Yong Hwa

Sedangkan Eun Cha hanya terkekeh pelan melihat kelakuan kakak adik di depannya ini.

“ Bagaimana Eun cha, kau mau aku temani ” Ucap Yong Hwa sambil memasang wajah se-manis mungkin

“ Hmmm… baiklah ”

>>>>>>******<<<<<<

“ Noona.. jangan lupa jemput aku ”

“ Do’a kan saja Noona tidak lupa. OK.. Bye! ” Yoon ah segera menancapkan gas. Ia tak mau mendengar celotehan adiknya itu

“ Noona selalu saja begitu. ”

“ Kalian noona dongsaeng terbaik, terlucu dan terunik yang pernah aku temui. ” Kata Eun sambil memasuki toko

“ Gomawo.. Oh ya, bagaimana sikap Noona kemaren sebelum…aku sembuh ” Yong Hwa sedikit gagap mengatakan itu pada Eun cha.

“ Onnie keliatan sedih, ia sangat mengkhawatirkan mu. Sampai-sampai ia cuti untuk mencari seorang Psikolog demi kesembuhan mu. Tapi setelah kau sembuh.. dia sedikit cuek. Apakah itu sifat aslinya? ” Tanya Eun sambil memilih-milih sayuran yang ada di depannya

“ Ne, ia selalu seperti itu. Kami selalu bertengkar sampai-sampai tetangga mendatangi rumah kami dan menanyakan apa yang terjadi. Serentak kami mengusir mereka dan melanjutkan pertengkaran kami. Tapi walaupun kami sering bertengkar. Kami saling menyayangi. ” Cerita Yong Hwa semangat mengingat masa lalunya bersama Yoon ah

“ Contohnya? ” Tanya Eun tanpa menoleh pada Yong Hwa.

“ Seperti yang kamu katakana tadi. Noona rela mengambil cuti dan mencarikan seseorang untuk menyembuhkan ku. Nah itu salah satu contohnya. ”

“ Benar juga. ”

“ Yya.. kenapa nada bicaramu selalu datar. Apakah aku telah berbuat salah padamu? Atau ceritaku membosankan? ”

“ Tidak ada yang salah, ceritamu juga tak membosankan. ” Eun menjawab pertanyaan Yong Hwa sambil berjalan menuju kasir.

“ Lalu? Kenapa kau bersikap seolah-olah kau marah padaku? ” Tanya Yong Hwa lagi

“ Terimakasih ” Kata Eun pada penjaga kasir dan melangkah keluar.

“ Karena aku seperti itu. Aku tak bisa menunjukkan ekspresi atau berkomentar jika seseorang bercerita kisahnya padaku. Kecuali kalau orang tersebut dalam masalah dan membutuhkan saran. Nah, baru aku bersuara. ” Ucap Eun panjang lebar.

“ Kau aneh. ” Kata Yong Hwa pelan

“ Kau orang yang ke 148.543 yang mengatakan aku aneh. ”

“ Mwo!! ” Teriak Yong Hwa tak percaya.

“ Yya.. Jangan berteriak. Lihat semua orang memerhatikan kita. ”

“ Oups.. Miane.. ” Sesal Yong Hwa

“ Tunggu aku mengenali pemuda itu? ” Gumam Eun cha pelan



“ Pemuda itu? Siapa? Kau mengenalinya? Kalau kau yakin kau mengenalinya. Lebih baik samperin saja. ” Saran Yong Hwa pada Eun cha.

Eun cha menganggukkan kepalanya.

“ Tumben kau pintar ” Eun cha menepuk-nepuk bahu Yong Hwa dan mendekati pemuda itu. Yong Hwa hanya mengikuti
eun cha dari belakang sambil tersenyum.



“ Permisi ” Sapa Eun sambil menepuk pundak pemuda itu. Sontak pemuda itu mengalihkan pandangannya. Eun menutup mulutnya.

“ Ternyata benar ini kau? ”

“ Lee Eun Cha ” Terka pemuda itu.

“ Ne! ”

“ Aaaahh..  Kau! Benar kau Eun Cha itu ” Tanya pemuda itu sambil menunjuk kearah Eun cha



“ Kude.. Ini aku. Aaakkkhhh … ” Eun langsung memeluk pemuda itu, dan pemuda itu juga. Membalas pelukan Eun Cha.

“ Apakah mereka adalah sepasang kekasih. Lalu, mereka berpisah karena orangtua? Hmm.. pemandangan ini mirip sekali
novel yang Hyo Joo ceritakan padaku setahun yang lalu” Yong Hwa menganggukkan kepalanya.

“ Bogoshipo Key.. ”

“ Ne.. Bogoshipo.. ”

End Chap